
kini mereka berada di ruang kerja Rey. mama Widya Shofia Aldo Vania dan juga mama Rika mereka berkumpul untuk membicarakan masalah Kyara.
" saya sudah menghubungi pengacara keluarga Nyonya dan mungkin sebentar lagi dia sampai " ucap Aldo
" lalu bagaimana ?langkah apa yang harus kita lakukan sekarang? " kata mama Widya
" nanti biar pengacara yang akan mengaturnya kita tunggu saja "
dan tidak lama kemudian
" tok tok permisi maaf Nya di luar ada tamu katanya pengacara keluarga "
" ya suruh masuk kesini mba " kata mama Widya
" baik Nya" lalu sang Nany pun berlalu dari ruangan tersebut.
" permisi Nyonya, tuan Aldo " sapa pengacara
" silahkan duduk tuan malik " Shofia menyilahkan
" bagaimana kabar anda tuan Malik?" tanya mama Widya
" Alhamdulillah baik nyonya Widya "
" oke kita langsung saja, jadi begini saat ini kita sedang menghadapi kasus, kasus perebutan hak asuk Kyara cucuku"
" ya lalu apa yang bisa saya bantu "
" begini masalahnya saat ini putraku ayah kandung Kyara sedang menghilang dan kami takut hak asuk itu akan dimenangkan oleh mama kandung nya Eliza "
" wah ini kayaknya agak berat untuk kita memenangkannya Nyonya "
" maksud anda? " tanya Shofia
" ya karena nona Kyara masih sangat kecil dan di bawah umur secara undang undang anak yang di bawah umur itu hak asuhnya akan jatuh pada ibu kandungnya kecuali ada satu hal yang dapat memberatkan ibu kandungnya. " papar pengacara tersebut.
" lalu apa yang harus kita lakukan? "
" begini apa ada bukti dulu mamanya mengabaikan nona Kyara? " tanya sang pengacara
" ya ada banyak saksi bahkan para pembantu dan juga semua pekerja di sini tau dia pergi meninggalkan putrinya saat masih bayi"
" selain pekerja di sini apa ada yang tau? "
" ya mungkin guru sekolahnya " kata mama Widya
" atau kita bisa menggunakan bagaimana berita berita skandalnya untuk melemahkannya " timpal Aldo
" ya itu bisa kita gunakan dan saya minta bukti bukti itu kita kumpulkan segera "
" baiklah saya akan mengumpulkan semuanya " kata Aldo
" tuan Malik saya berharap anda bisa memenangkan kasus ini" kata Shofia
" tentu nona saya akan berusaha semaksimal mungkin dan mulai sekarang sebaiknya kita kumpulkan bukti bukti yang bisa memberatkan Nona Eliza agar hak asuh Kyara tidak bisa ia dapatkan "
" baik Terima kasih klo begitu "
" lalu kapan rencana sidang akan di mulai? "
__ADS_1
" tiga hari lagi " jawab Aldo
" berarti kita harus bekerja dari sekarang " kata Malik sang pengacara.
" oke klo begitu saya pamit dulu saya akan menyiapkan semua berkas berkas yang di perlukan dan jika ada sesuatu segera hubungi saya " lalu bangun dari duduknya
" tentu tuan Malik "
" biar saya antar anda sampai di depan " kata Aldo lalu mengiringi Malik berjalan menuju pintu utama.
selesai bertemu pengacara Shofia segera siap siap menuju perusahaan
" Shof loe yang kuat ya gua akan selalu nemenin loe dan jika butuh sesuatu loe jangan sungkan bilang ke gue "
" tentu Van, makasih ya loe selalu ada saat saat gua susah kayak gini "
" hemm bukannya itu gunanya teman " lalu mereka berdua saling berpelukan
" ya udah gue ke kantor dulu gua titip Kyara ya nanti klo dia udah pulang sekolah "
" ya loe tenang aja kan ada dua dua omanya juga yang jagain dia " kata Vania. lalu kemudian Shofia pun melangkah keluar dari mansion dan masuk ke dalam mobil bersama Aldo yang juga akan berangkat ke kantor.
tiba di kantor Shofia mulai memeriksa beberapa laporan yang menumpuk di mejanya dan beruntung ada Cindy yang selalu siap membantu.
saat sibuk memeriksa berkas tiba tiba ponselnya berdering
" halo bunda ! saya miss rifa guru kelas Kyara tadi nona Eliza datang ke sekolah minta ijin mau menjemput nona Kyara "
" maaf miss tolong mulai saat ini jangan ijinkan siapapun yang menjemput putri saya tanpa seijin saya atau suami saya kecuali supir "
" baik bunda"
" sama sama bunda " lalu panggilan terputus.
dan Shofia kembali melakukan panggilan
" hallo "
" hallo Eliza bisa kita ketemu ada yang ingin aku bicarakan "
" oke kapan? "
" hari ini kita ketemu di kafe pelangi satu jam lagi "
" oke kebetulan aku juga ingin membicarakan sesuatu sama kamu"
" oke klo begitu sampai ketemu nanti " Shofia mematikan ponselnya. lalu memanggil Cindy melalui panggilan intercom
" Cindy ke ruangan saya sebentar "
" baik nona " dan Cindy pun segera masuk ke ruangan CEO tersebut
" ada apa Nona ada yang bisa dibantu? "
" temani saya ke kafe pelangi sekarang "
" baik nona " kemudian Cindy segera keluar mengambil tas dan kunci mobilnya di susul Shofia. saat di depan lift
" nano mau ke mana? " tanya Aldo yang kebetulan keluar dari lift
__ADS_1
" saya mau ke kafe pelangi mau bertemu Eliza "
" apa perlu saya temani Nona? "
" nggak usah sudah ada Cindy yang menemani kamu tetap di perusahaan " lalu mereka berdua masuk ke dalam lift. Aldo menatap istri atasan nya dengan sedikit kawatir dan akhirnya ia merogoh saku celananya menghubungi para bodyguard untuk mengikuti dan menjaga Shofia secara diam diam.
Shofia dan Cindy tiba lebih dulu dua puluh menit dari Eliza " Cindy kamu pesan makanan dulu aku sudah laper banget "
" apa kita tidak menunggu nona Eliza dulu? "
" nggak usah kau tau kan aku nggak bisa kelamaan nahan lapar jadi kita makan duluan aja "
" baik nona " lalu Cindy memanggil pelayan dan memesan makan untuk mereka berdua.
saat sedang menikmati makan siang mereka Eliza tiba di kafe
" hay sory apa aku terlambat? " ucap Eliza
" oh nggak kok silahkan duduk sory aku makan duluan kamu tau kan wanita hamil itu bawaannya lapar terus "
" it's ok aku ngerti kok "
" oh ya kamu mau pesan apa pesan aja, mba..! " kemudian Shofia memanggil salah satu pelayan dan memesankan makanan untuk Eliza.
" sekarang katakan apa yang ingin kamu sampaikan ke aku " tanya Eliza saat mereka selesai makan.
" aku ingin menanyakan Masalah ini " sambil menguarkan amplop coklat berisi surat dari pengadilan negeri.
" oh itu aku rasa semuanya sudah jelas " ucap Eliza santai
" tapi bukannya kamu sudah berjanji tidak akan mengambil Kyara dari kami! "
" iya itu dulu tapi sekarang berbeda kau tau kan Rey sampai saat ini belum di temukan jadi saat ini yang paling berhak atas diri Kyara itu aku karena aku adalah ibu kandungnya "
" ya aku tau tapi bukannya kamu tidak menginginkannya? bahkan kau sudah membuangnya ketika dia masih bayi " ucap Shofia.
" iya aku akui itu adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan dan sekarang aku ingin menebusnya ingin mengganti waktu yang terlewatkan bersama putriku "
" sepertinya kamu lupa akan ancaman suamiku ke kamu" ucap Shofia berusaha megintimidasi
" hem aku sudah tidak peduli lagi sama akan ancaman itu bukannya karirku saat ini sudah hancur jadi aku sudah tidak peduli lagi dengan semuanya bagi aku saat ini yang terpenting adalah Kyara " tak gentar
" apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan mama dan terutama Kyara" Shofia masih berusaha berdiplomasi
" aku rasa mama sudah cukup waktu bersama Kyara dan sekarang giliran aku yang menjaganya dan masalah Kyara aku yakin lambat laun dia akan menerima dan memahami semuanya"
" Eliza aku mohon please jangan ambil Kyara dari kami aku mungkin hanya ibu sambung untuknya tapi aku sungguh sangat menyayanginya dan mama pasti akan sangat terpukul, sekarang saja mas Rey belum ada kabar mama tampak kepikiran ditambah lagi kamu yang akan mengambil hak asuh Kyara, jadi aku mohon jangan ambil dia dari kami, aku akan melakukan apapun untuk kamu asalkan kamu membatalkan niat mu untuk mengambil Kyara dari kami"
" benarkah bagaimana jika aku minta kamu meninggalkan Rey "
" apa ? gila kamu ! kamu meminta sesuatu yang nggak mungkin aku lakukan " jawab Shofia dengan sedikit emosi
" ya sudah kalo begitu kita ketemu di pengadilan dan maaf aku tidak punya waktu lama karena aku ada acara lain, oh ya satu lagi kenapa kamu melarang ku menjemput Kyara sekarang ? " kata Eliza
" aku hanya ingin menjaganya dan menjauhkan nya dari hal hal yang tidak di inginkan " jawab Shofia
" oke terserah apa yang akan kamu lakukan tapi yang jelas aku tidak akan mundur untuk mendapatkan hak asuh Kyara, permisi " kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan kafe pelangi.
" nona anda tidak apa apa? " tanya Cindy yang dari tadi hanya memperhatikan dari jauh
__ADS_1
" tidak apa apa Cin ayo kita kembali ke perusahaan" ajak Shofia dan Cindy pun terlebih dahulu membayar menu yang sudah mereka makan.