
" mami bangun! " ucap kyara sambil menarik tangan mami nya
" mam..! ayo nanti aku terlambat sekolahnya " ucap kyara lagi
dan shofia langsung membuka matanya dan dia belonjak kaget karena melihat Rey yang berada tepat didepan matanya dengan posisi tangan Rey memeluk pinggang nya dengan perlahan shofia memindahkan tangan suaminya dari tubuhnya.
" sayang jam berapa ini? ya ampun mami bangun kesiangan maaf ya sayang ya udah mami ke kamar mandi dulu " ucap shofia lalu berlari ke kamar mandi
Rey yang merasakan adanya pergerakan juga membuka matanya
"sayang kamu sudah bangun? "
" iya papi, papi cepetan bangun ini sudah siang lho pi! " ucap kyara
" ya sayang papi bangun" ucap Rey lalu dia ingat bagaimana kejadian tadi malam dimana mereka bertiga tidur dalam satu ranjang
" dimana mami? " tanya Rey
" mami di kamar mandi " jawab kyara lalu Rey pun memilih untuk pergi ke kamar tamu guna membersihkan dirinya untuk melaksanakan sholat subuh.
shofia keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati suaminya di dalam kamar
" sayang kamu mandi sama nany ya mami sholat dulu abis itu baru nanti mami ikat rambutmu ya..! " ucap shofia
" iya mami " lalu kyara pun keluar dari kamar orang tuanya dan langsung meminta salah satu nany untuk memandikannya.
shofia sudah berpakaian rapi ketika Rey masuk ke dalam kamar lalu shofia menyiapkan pakaian kerja suami
" pak Rey ini pakaian Anda " ucap shofia
" ya letakkan saja di sana " ucap Rey namun shofia masih berdiri mematung
" ada apa? " tanya Rey
" ehm itu.. soal tadi malam saya minta maaf karena sudah lancang.. "
" sudah nggak papa nggak usah pikirkan " potong Rey
" baiklah klo begitu saya menemui kyara dulu" ucap shofia lalu melangkah menuju kamar kyara.
" sayang sudah mandi? " tanya shofia
" sudah mam " jawab kyara yang sudah berpakaian sekolahnya
" makasih ya mba biar kyara saya yang urus " ucap shofia pada sang nany
" baik non klo begitu saya permisi " ucap nany tersebut sambil menundukkan kepalanya.
shofia menyisir dan mengikat rambut kyara lalu memberikan Aksesoris di rambut nya
" udah.. udah cantik..! ayo sekarang kita sarapan dibawah! " ajak shofia . lalu mereka turun kebawah menuju ruang makan.
Rey sudah lebih dulu duduk di meja makan dengan pakaian yang sudah rapi.
shofia membantu bi jum meletakkan hidangan di atas meja.
" bi jum maaf ya tadi saya bangun kesiangan gara gara tadi malam ada guntur keras trus lampu mati jadi kita tidurnya kemalaman " ucap shofia
" nggak papa non, dan sebaiknya nona shofia nggak usah repot repot ikut di dapur "kata bi jum
" nggak papa bi jum saya senang kok ikut di dapur " Ucap kyara.
selesai menata sarapan lalu mereka pun menikmati sarapan dengan suasana hening.
setelah sarapan shofia dan kyara pamit untuk berangkat ke sekolah dan rumah sakit.
__ADS_1
dan tak lama berselang Rey pun berangkat ke perusahaan dengan di jemput aldo asisten pribadinya.
sesampai di kantornya Rey langsung masuk ke ruangannya, dia merasa badannya kurang enak kepala nya sedikit pusing namun dia tetap paksakan untuk bekerja memeriksa hasil laporan bagian produksi.hingga jam 1 siang
" tok.. tok.. Rey boleh aku masuk? " ucap stela
" masuk aja " jawab Rey dari balik ruangannya.
stela melangkah dengan anggun dengan pakaian seksinya
" Rey kamu nggak makan siang ini sudah jam satu lho.! " tegur stela
" ya sebentar lagi tanggung nih! " ucap Rey
" ya udah ni aku sengaja bawakan kamu makan siang menu nasi padang kamu makan ya? " ucap stela
" ya letakkan saja di sana nanti aku makan " kata Rey lagi tetap fokus pada map berisi lembaran lembaran kertas di dalamnya
" cckk " tapi kamu harus makan nanti kamu sakit ingat beberapa hari ini kamu lembur terus! " kembali stela mengingatkan lalu dia melangkah keluar mengambil piring dan sendok kemudian meletakkan nasi padang di atasnya
" nih sekarang kamu makan " ucap stela sambil menyodorkan satu sendok nasi ke mulut Rey
" aku bilang nanti sebentar lagi aku selesai " ucap Rey sedikit emosi
" kamu kok gitu Rey niat aku kan baik aku hanya mau kamu makan aku nggak mau kamu sakit " ucap stela sambil berkaca kaca
Rey menarik nafas dalam dalam
" sory aku nggak Bermaksud membentak kamu tapi kerjaan aku sedikit lagi selesai jadi tanggung jika harus di hentikan, ya sudah mana nasinya biar aku makan " ucap Rey sambil meraih nasi yang di pegang stela dan stela pun tersenyum senang karena Rey mau makan nasi yang dia bawakan tadi.
Rey pindah duduk di sofa begitu pula stela
" kau tidak membawakan aku air putih? " ucap Rey
kamu memang hanya akan duduk di sini emang kamu tidak ada kerjaan ? " ucap Rey karena stela kembali duduk di samping nya.
" iya ya aku kembali ke ruanganku tapi kamu harus janji menghabiskan makan siangmu ini" ucap stela
"iya kamu tenang aja ini akan aku habiskan " ucap Rey kembali menyuap nasi ke dalam mulutnya.
Rani datang dengan membawakan segelas air putih untuk bosnya dan meletakkannya di atas meja kemudian dia dan stela pun melangkah bersamaan keluar dari ruangan Rey.
Rey meraih gelas berisi air putih dan meminum nya hingga tandas namun tiba-tiba perutnya terasa bergejolak dan dia segera berlari menuju kamar mandi kemudian memuntahkan segala isi perutnya, Rey merasa tubuhnya lemas dia raih ponsel dari dalam saku celananya berusaha menghubungi aldo
" al ke ruangan saya sekarang! " perintah Rey
" baik tuan " jawab aldo lalu segera masuk ke ruangan bosnya karena kebetulan dia berada di depan ruangan Rey.
" tuan..! tuan.. " teriak aldo karena tidak melihat Rey didalam ruangannya
" aku di kamar mandi al " teriak Rey dan kembali memuntahkan isi perutnya. mendengar suara orang muntah muntah Aldo langsung menemui Rey di kamar mandi.
aldo tampak kaget melihat Rey muntah muntah di wastafel
" anda kenapa tuan ? apa anda ngidam? atau jangan jangan nona shofia sedang hamil? " tanya aldo dan kontan saja Rey memukul lengan asistennya tersebut
" ngaco kamu saya belum pernah menyentuhnya, ini mungkin karena saya masuk angin kamu tau kan tadi malam sempat terkana hujan lalu saya lembur terus"
terang Rey
" iya tuan benar klo begitu apa kita perlu ke rumah sakit tuan ? " tanya aldo
" nggak usah..! sekarang kamu antarkan saja saya pulang mungkin setelah istirahat kondisi saya akan baikan " ucap Rey
" baik tuan " lalu aldo pun mengantarkan alasannya itu kembali ke rumah. sesampainya di rumah bi jum dengan sigap membuatkan teh panas sesuai keinginan tuannya. kemudia Rey pun berbaring di atas ranjangnya dengan selimut tebal membungkus tubuhnya Rey merasa tubuhnya menggigil kedinginan
__ADS_1
" tuan apa sebaiknya saya panggil kan dokter ? " ucap bi jum
" nggak usah jum " jawab Rey lemah dengan mata terpejam
" atau saya telpon nona shofia saja supaya cepat pulang " kembali bi jum menawarkan
" nggak usah bi jum saya mau istirahat saja. dan kalian berdua boleh keluar " ucap Rey
" baik tuan " jawab bi jum dan aldo bersamaan
lalu bi jum dan Aldo pun ke luar dari kamar rey. aldo kembali ke perusahaan sedang bi jum kembali ke dapur.
menjelang sore hari shofia tiba di rumah bersama kyara. bi jum segera menghampiri shofia
" maaf non shofia bibi mau ngasi tau klo tuan Rey sakit di kamarnya! " lapor bi jum
" apa bi pak Rey sakit? "
" iya non sekarang lagi istirahat di kamar " kata bi jum lagi
" trus sudah minum obat? " tanya shofia
" belum non tadi tuan hanya minta dibuatkan teh panas saja " kata bi jum lagi
" ya udah saya ke atas dulu, sayang kamu mandi sama nany dulu ya mami mau liatin papi katanya sakit " ucap shofia pada kyara
" ya mami " jawab kyara patuh. kemudian shofia meminta salah satu nany untuk mengurus kyara sedang dirinya sendiri segera masuk ke kamar.
shofia melangkah perlahan mendekati suaminya yang sedang tertidur di ranjang, dia sentuh kening suaminya ternyata panas kemudian shofia segera mengambil stetoskop dari dalam tasnya dan membuka perlahan kancing kemeja suaminya, dan saat bersamaan Rey membuka matanya
" kamu sudah pulang? " ucap Rey pelan
" iya saya baru saja sampai rumah, bapak sepertinya demam, bapak sudah makan? " tanya shofia
" tadi siang makan sedikit tapi keluar lagi saya nggak tau kok perut rasanya mual " ucap Rey lalu shofia pun mulai memeriksa tubuh suaminya dan tak lupa pula dia menaruh termometer di ketiak suaminya sambil memeriksa tekanan darahnya.
" tekanan darah anda normal cuman panasnya lumayan tinggi 39 " terang shofia
" apa pak Rey punya riwayat sakit lambung ? " tanya shofia
Rey hanya menggelengkan kepala nya
" mungkin ini masuk angin dan kecapaian aja jadi untuk beberapa hari anda harus istirahat " terang shofia lagi sambil memasukkan lagi peralatan kesehatannya. lalu shofia pun hendak turun kebawah dengan cepat Rey meraih tangannya
" jangan pergi tolong temani saya " ucap Rey lalu shofia pun duduk di tepi ranjang terlihat tubuh Rey bergetar seperti orang kedinginan
" saya mau turun ke bawah sebentar suruh bi jum buatkan bubur sama minuman hangat, bapak kan harus minum obat " ucap shofia lembut sambil mengelus punggung tangan suaminya.
Rey pun merenggangkan pegangan tangannya
" sebentar ya abis ini saya ke sini lagi " dan Rey hanya diam. lalu shofia pun turun ke bawah meminta bi jum untuk membuatkan bubur dan minuman jahe yang dicampur madu
" nanti tolong antar ke atas ya bi! " ucap shofia
" baik non, oh ya non tuan kalo sakit nggak mau ditinggal " tutur bi jum
" oh ya, pantas aja..! "
" pantas apa non? " tanya bi jum
" ah nggak ada, klo gitu saya ke atas dulu bi " ucap shofia lalu melangkah naik ke lantai atas menuju kamarnya.
*********
terus kasi dukungan kalian para readers ku happy reading 😘😘
__ADS_1