
beberapa hari ini Shofia tidak pergi mengunjungi Eliza karena ia merasa tubuhnya mudah lelah dan ini adalah hari ke tiga ia tidak pergi ke lapas.
dan pagi ini Shofia sedang tidak ada jadwal koas ia ikut menata bunga di taman belakang bersama mama Widya dan juga penjaga kebun
" sayang sudah kamu istirahat saja nanti kamu kecapean lo ini biar mama dan mang ujang yang nata " ujar mama Widya
" ya ma pinggang aku juga terasa pegal, semakin ke sini aku jadi gampang lelah ma "
" ya itu hal yang wajar apalagi kamu mengandung bayi kembar, udah kamu duduk sana..! " perintah mama Widya
" mba tolong buatkan jus nanas ya buat Shofia" kata mama Widya kepada salah satu Nany di sana
" baik nya " dan Nany tersebut segera masuk ke dapur guna membuatkan jus nanas untuk Shofia.
Shofia duduk selonjoran di Sebuah gazebo di pinggir kolam dan tiba tiba saja ponselnya berbunyi tampak nomor tak di kenal tertera di layar ponselnya. Shofia segera menggeser tombol hijau
" hallo "
" ha.-hallo Shofia..? "
" iya siapa ya.? "
" aku Eliza maaf apa aku mengganggu mu ? "
" ah tidak kok ada apa ?" ucapnya lalu turun dari gazebo melangkah agak jauh dari taman
" tidak aku hanya menanyakan kabarmu saja semua baik baik saja kan "
" iya baik, oh ya maaf aku tidak mengunjungi mu beberapa hari ini gimana kabarmu?"
" iya nggak papa aku faham kok kamu pasti sibuk"
" trus kamu baik baik aja kan? "
" iya aku baik baik aja tapi... apa aku boleh minta tolong? "
" apa jika aku bisa akan aku usahakan "
" bisakah kau menemuiku besok karena ada sesuatu yang ingin aku berikan pada Kyara"
" besok? sebentar...iya seperti nya bisa " jawabnya setelah berfikir sejenak
" makasih maaf sudah merepotkan mu "
" it's Oke nggak papa "
" ya udah aku tutup telepon ya "
" ya kamu jaga kesehatan ya jangan lupa makan "
" iya terima kasih " lalu panggilan pun berakhir.
esok harinya selesai mengantar Kyara ke sekolahnya Shofia minta mang udin untuk mengantarnya ke salah satu mall. tadi sebelum suaminya berangkat kerja Shofia ijin akan mampir ke mall sebentar awalnya Rey melarang tapi dengan segala bujuk rayunya akhirnya Rey mengijinkan dengan catatan harus hati hati dan jangan terlalu capek.
Shofia turun dari mobil " mang cari parkiran yang enak saya mungkin agak lama " perintahnya setelah ia tiba di depan Mall
" baik non..non mau saya temani " .
" nggak usah mang saya cuman mau ke counter pakaian anak " mang udin mengangguk
" hati hati non "
" iya nanti klo ada apa apa mang udin saya telpon " ucap Shofia sebelum melangkah masuk ke dalam mall.
setelah melihat mang udin masuk ke dalam parkiran Shofia segera menunggu taksi online yang sudah dia pesan beberapa menit yang lalu untuk menuju lapas dimana Eliza di tahan. sebelum berangkat Shofia menyempatkan diri membelikan makanan terlebih dahulu untuk Eliza.
hampir dua puluh menit berkendaraan Shofia tiba di lapas
" makasih Shofia kamu sudah mau datang, begini aku mau kamu berikan ini pada Kyara dia pasti cantik memakai gaun ini, kamu nggak usah bilang ini dari aku karena aku yakin dia pasti menolaknya " ucapnya lirih dan saat ini mereka sedang duduk berhadapan.
" maaf ya tapi aku yakin suatu saat dia akan menerima mu sebagai mama kandungnya dan akan memaafkan mu"
" semoga saja "
" oh ya mungkin mulai sekarang aku akan jarang ke sini " imbuh Shofia lagi
__ADS_1
" Rey melarang mu " tanya Eliza cepat
" tidak tidak..aku hanya agak sibuk akhir akhir ini lagi pula kandunganku semakin besar jadi aku agak susah bergerak " dustanya
" ah iya aku faham maaf ya klo aku merepotkan mu terus "
" nggak kok santai aja, oh ya klo begitu aku balik ya..ini aku bawakan makanan buat kamu, kamu makan Oke.. "
" hem makasih ya karena kamu masih mau bersikap baik sama aku padahal dulu aku jahat sama kamu " ucap Eliza kembali
" hey udah nggak usah di bahas lagi, sekarang yang penting kamu sudah menyadari kesalahanmu, klo begitu aku balik ya..daaaa " dan Shofia pun melangkah keluar dari ruang kunjungan sambil menenteng paper bag yang dititipkan eliza untuk Kyara.
Shofia kembali ke mall dan langsung menuju counter pakaian bayi.ia memeriksa ponselnya tampak ada panggilan masuk dari mang udin dan juga dari suaminya
" hallo mas ? "
" kamu dimana? sudah selesai belanjanya? nanti aku nyusul kamu "
" emang mas nggak sibuk "
" nggak ini mas baru aja selesai meeting kebetulan dekat mall itu juga "
" oh ya udah kamu ke sini aku sekarang ada di counter pakaian bayi mas "
" ya tunggu di sana jangan kemana mana" .Rey pun mematikan panggilannya.
lima belas menit kemudian Rey tiba di mall tersebut dan langsung menuju counter pakaian bayi dan matanya langsung tertuju pada sosok sang istri.
"sayang sudah dapat belanjaan nya " sambil memeluk nya dari belakang lalu ?menciumi pipinya. Shofia yang di peluk secara tiba tiba menjadi sedikit kaget.
" mas ih kaget aku,kenapa cepet sekali? "
" he he sory, ya itu karena lokasinya hanya tiga ratus meter dari sini " uca Rey dan di balas O oleh Shofia
" sudah dapat perlengkapannya? "tanya Rey dan Shofia menggeleng
" lho dari tadi kamu ngapain aja " sambil mencubit hidung bangir istrinya
" aku bingung mau pilih yang mana soalnya bagus semua " ucap shofia dengan mata yang masih berbinar melihat semua pernak pernik perlengkapan bayi.
semua "
"ya nggak lah emang aku mau buka toko..ya udah ayo bantu aku milih " ajak Shofia sambil menggandeng tangan sang suami
" yang ini bagus ya lucu, ah tapi ini untuk usia satu tahun deh kayaknya " ucap Shofia lalu meletakkan kembali pakaian tadi
" nah ini baru cukup untuk bayi baru lahir, bagus ya yang, bahannya juga lembut "
" hem " ucap Rey sedang Shofia sibuk membolak balikkan pakaian tersebut
" Ini deh tak ambil " lalu memasukkan beberapa potong pakaian bayi tersebut ke dalam tas belanja. kemudian beralih ke kaos kaki topi dan segela kebutuhan bayi lainnya
" yang udah ambil aja semuanya nggak usah terlalu di pilih " ucap Rey yang mulai lelah mengekor di belakangnya
" sayang nggak bisa gitu dong ini harus benar benar di pilih supaya nyaman saat di pakai anak anak kita " saut Shofia
" tapi yang kaki aku pegal ni memang kamu nggak capek "
" kamu kok mulai cerewet sih mas lagian yang minta nyusul ke mari siapa? klo kamu capek tuh duduk aja di sana gih " sambil menunjuk kursi kosong di sudut toko. dan Rey pun hanya diam tak mau bicara lagi.
" yang ini bagus nggak yang topinya "
" hem bagus "
"bagus mana ini sama yang ini " ucap Shofia ambil meletakkan ke dua topi di depan dadanya.
" bagus semuanya " jawab Rey tak semangat mendapat jawaban seperti itu Shofia segera meletakkan kedua topi tersebut,
" lho nggak jadi beli yang itu? " tanya Rey heran
" nggak jadi " jawab Shofia sedikit kesal lalu melangkah menuju box bayi. lagi lagi Rey menarik nafas panjang
" yang menurut mu mana yang bagus ini apa ini apa itu " tunjuk Shofia
" jangan bilang semuanya bagus.. !" imbuhnya lagi
__ADS_1
" biru dan coklat itu bagus asal jangan yang pink anak kita boys sayang " Rey mengingatkan karena Shofia tampak terpesona dengan box berwarna pink di sampingnya
" he he iya aku lupa, tapi biru ini bagus ya.. "
" ya bagus tampak simple tapi elegan "
" oke setuju kita ambil yang ini "
" oke, mba box bayi yang warna biru dua sama belanjaan tadi " ucap Rey
" baik tuan " saut pelayan mall tersebut.
" udah apa lagi yang mau di beli "
" udah dulu mas besok aja lagi atau klo nggak kita beli online aja deh kaki ku mulai terasa pegal dan kayaknya sedikit bengkak deh " ucap Shofia yang kini duduk di salah satu kursi sembari memijit kakinya
" kamu tunggu di sini mas ke kasir dulu mau bayar " selesai membayar Rey kembali mendekati sang istri
"masih sakit? tu kan mas bilang juga apa.. ya udah ayo ke sana kita istirahat sekalian makan siang di sana ada stand makanan lesehan jadi kamu bisa selonjoran di sana " ajak Rey
" bisa jalan nggak? " tanya Rey Rey lagi Shofia menggeleng
" he he gendong... " ucap Shofia manja
" beneran mau gendong? " tanya Rey ragu dan Shofia dengan cepat menganggukkan kepalanya
" ya udah ayo.. " lalu Rey mengangkat tubuh istrinya ala bridal yang kini terasa agak berat
" aku berat ya mas "
" bukan berat tapi sangat berat " ucap Rey sambil melangkah ke luar dari counter pakaian anak. satpam yang melihat Rey menggendong Shofia segera mendekat
" kenapa pak? "
" ah tidak istri saya hanya kecapaian "
" oh " jawab satpam tersebut sambil menggaruk tengkuknya. sedang Shofia memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami
" kenapa? " tanya Rey
" malu.. "
" he he iyalah malu sudah mau jadi ibu juga masih minta gendong " ledek Rey
" kamu kok ngomong gitu sih mas.. kamu nggak ikhlas ya gendong aku " ucap Shofia mulai memasang wajah juteknya. sumpah demi apa Rey harus menahan kesabarannya
" nggak kok sayang ihlas kok "
" tadi kok ngomongnya kayak gitu "
" ya abis kamu pake sembunyiin wajah segala kayak anak kecil "
" ya kan aku malu diliatin orang tapi mau jalan kaki aku sakit "
" ya udah kamu jangan gerak gerak nanti kamu jatoh bagaimana? kan nggak lucu ibu hamil jatuh saat di gendong suaminya di mall "
" ih kamu ledekin aku ya? "
" lho siapa yang ledekin .. " kata Rey lagi yang kini sudah masuk ke gerai makanan
" kamu mau tetap di gendong apa mau turun " Shofia mengangkat sedikit kepala nya dan langsung turun dari gendongan suaminya
" pelan pelan sayang "
" he he sory "
" sini duduk " Shofia pun menurut duduk di salah satu meja dan Rey mulai memijat kedua kaki Shofia dengan pelan
" ya bener sayang ini sedikit bengkak, kamu sudah tanya ke dokter masalah kaki kamu ini? " tanya Rey
" sudah mas dan ini biasa terjadi pada ibu hamil asal tensi si ibu normal tidak jadi masalah "
" ya udah besok besok jangan di paksakan melakukan aktivitas "
" iya sayangku " sambil mengusap dagu sang suami. dan kegiatan mereka terpaksa berhenti tatkala seorang pelayan datang dengan membawa daftar menu.
__ADS_1
setelah memesan menu Rey kembali memikat kaki sang istri agar merasa nyaman.