
setelah tiga orang tersebut keluar dari ruangan CEO
" al kamu kumpulkan semua karyawan di aula perusahaan ada yang mau aku sampai kan kepada mereka" ucap Rey
" baik tuan " jawab aldo
" sayang klo begitu aku pulang aja ya! kamu kan masih banyak kerjaan "
" nggak kamu tetap disini sebentar lagi aku selesai " ucap Rey.
" klo begitu saya permisi tuan..! nona shofia "
aldo keluar dari ruangannya sedang shofia kembali tiduran di sofa sambil memainkan poselnya. sekitar tiga puluh menit aldo kembali masuk ke ruangan Rey
" permisi tuan semua sudah siap "
" baiklah saya ke sana sekarang " lalu bangkit dari kursi kebesaran nya dan mendekati shofia yang sedang tiduran di sofa.
" sayang ayo ikut aku " ucap Rey sambil duduk di samping shofia
" kemana? "
" udah ikut aja aku mau memperkenalkan kamu pada seluruh karyawan di sini "
" apa? tapi kenapa nggak bilang dari tadi sih kan aku bisa dandan terlebih dahulu "
" kamu mau apa pake dandan segala, udah nggak usah dandan aku nggak mau orang orang liatin kamu nanti "
" cckk, ya udah tunggu sebentar aku cuci muka dulu " kemudian shofia melangkah ke kamar mandi mencuci wajahnya setelah itu memakai bedak tipis-tipis serta lipstik berwarna peace. setelah itu shofia keluar dari ruang pribadi suaminya.
" sudah selesai ayo..! " ajak Rey setelah melihat shofia keluar dari kamar pribadinya
mereka melangkah keluar dari ruangan CEO. Rey terus menggandeng tangan istrinya sedang aldo mengekor di belakang nya. menuju aula perusahaan.
seorang penjaga keamanan segera membukakan pintu untuk petinggi perusahaan Rey terus menggandeng tangan istrinya mengajaknya duduk di kursi paling depan menghadap ke arah seluruh karyawan yang berjumlah ratusan orang.
"sayang aku takut aku nervous banget nih "
" sudah tenang saja ada aku disini kamu cukup duduk di samping aku" ucap Rey sambil terus menggenggam tangan istrinya yang terasa dingin. sedang seluruh karyawan tampak mulai riuh bertanya tanya siapa wanita yang terus di gandeng oleh bosnya. karena selama mereka bekerja belum sekali pun bosnya itu tampak membawa wanita ke perusahaan walau ada itu hanyalah rekan bisnis nya saja.
" selamat sore semuanya mungkin kalian sedang bingung kenapa tuan Rayyan mengumpulkan kita semua di sini " Aldo mulai membuka sambutan.
" tuan Rayyan ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua yang hadir di sini untuk itu kami silahkan kepada tuan Rayyan untuk memberikan sambutannya. "
" baik assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat sore rekan rekan sekalian tujuan saya langsung saja, kenapa saya mengumpulkan kalian semua tak lain karena saya ingin memperkenalkan istri saya kepada kalian semua biar bagaimanapun kalian adalah keluarga kedua bagi saya " ucap Rey sambil menggenggam tangan istrinya sembari menatap wajah cantik nan teduh istrinya. sedang seluruh karyawan tiba tiba menjadi riuh setelah mendengar pernyataan dari bos mereka.
" dia adalah shofia yang saat ini sudah resmi menjadi istri saya dan saya berharap kalian semua bisa menghormati nya dengan baik tanpa terkecuali dan saya tidak mau kejadian tadi siang terulang kembali " ucap Rey. sedang dua resepsionis dan satpam tadi hanya menundukkan wajahnya. sedangkan yang lainnya menatap takjub pada sosok cantik yang duduk di samping Rey, yang mampu meluluhkan hati bos mereka yang selama ini beku.
shofia hanya menatap wajah tampan suaminya suaminya sembari tersenyum.
" baik hanya itu yang ingin saya sampaikan Terima kasih silahkan kalian kembali ruangan kalian masing masing" ucap Rey kemudian salah satu kepala bagian berdiri
" maaf tuan Rey jika kami lancang tapi ijinkan kami mengucapkan selamat untuk anda dan istri Semoga kehidupan anda kedepannya bisa lebih bahagia lagi "
" aamiin" ucap seluruh karyawan
" ya Terima kasih atas doa kalian dan hari kalian bisa pulang lebih awal "
__ADS_1
" waahh" terdengar sorak gembira para karyawan di iringi tepuk tangan bahagia. sementara di sudut lain tampak stela memasang wajah geramnya dia memilih untuk meninggalkan aula lebih dulu.
semua karyawan sudah meninggalkan aula hanya ada beberapa ketua devisi yang masih berada di sana untuk mengucapkan selamat atas berita bahagia yang baru saja mereka dengar. Rey menerima ucapan selamat tersebut dan melarang shofia berjabat tangan dengan bawahan mereka yang berjenis kelamin laki laki hanya staf perempuan yang diperbolehkan berjabat tangan.
setelah selesai Rey dan shofia pun meninggalkan aula kembali ke ruangannya.
" sayang kamu masih lama nggak kita jam berapa pulang aku mau jemput kyara " ucap shofia sambil duduk di sofa dan diikuti suaminya
" kita pulang sekarang sekalian jemput kyara " ucap Rey sambil mengendus leher jenjang istrinya dan sesekali memberikan gigitan kecil di sana
" sayang jangan gitu nanti sekertaris kamu masuk malu klo dia ngeliat "
" dia nggak akan masuk ke sini" ucap Rey masih menciumi leher istrinya
" sayang sudah ayo kita jemput kyara kasian nanti klo kita terlambat menjemput nya "
" he he ayo..! '' ucap Rey lalu bangkit dari duduknya dan langsung mengambil tas jinjing dan kunci mobilnya dan mereka berdua melangkah menuju lift dan kebetulan stela juga sudah berada lebih dulu di dalam lift, awalnya shofia ragu namun Rey menggenggam tangan shofia mengajaknya masuk ke dalam lift bersama stela.
" Rey, shofia kalian mau pulang juga? "
" iya kita mau jemput kyara sekalian " jawab shofia berusaha bersikap ramah. Rey hanya diam dia sibuk memeluk istrinya sambil menciumi kepala serta leher istrinya
" sayang jangan gitu " ucap shofia
" kenapa? "
" nggak enak ada stela" bisik shofia namun Rey tak perduli dia terus bermain main di leher istrinya sedang stela menatap tidak suka
" tega kamu Rey kamu sengaja menampakkan kemesraan mu di depan aku " batin stela
" oh ya Rey besok kamu ada meeting dengan klian dari Jepang meraka tertarik dengan produk kita " ucap stela berusaha mengalihkan perhatian Rey pada istrinya
" ting" pintu lift terbuka
" oke kita duluan stel " ucap shofia
" iya " jawab stela lalu ikut melangkah keluar dari box persegi panjang tersebut.
" sayang kamu tunggu sebentar ada yang mau aku bicarakan dengan stela kamu tunggu di mobil "
" oke aku tunggu di mobil " ucap shofia lalu melangkah masuk ke dalam mobil
" stela tunggu " panggil Rey dan stela langsung menghentikan langkah nya ketika dia tau siapa yang memanggilnya
" ada apa Rey? " dengan wajah berbinar karena Rey mengajaknya bicara
" aku harap kamu tidak mengulangi perbuatan mu tadi terhadap shofia, aku tau kamu sahabat aku sejak dulu tapi aku tidak akan tinggal diam jika kamu menyakitinya kamu camkan itu "
" tapi Rey aku melakukan itu karena aku sangat mencintai mu"
" sudahlah stel aku rasa itu bukan cinta tapi obsesi " jadi kamu sebaiknya cari laki-laki lain yang lebih baik dari aku " ucap Rey lalu melangkah meninggalkan stela dengan sesak di dadanya.
**
dua hari kemudian shofia sudah mengepak pakaian nya dan Rey ke dalam koper karena sore ini dia akan terbang ke Singapura untuk menjenguk sang mama
" sayang nanti kamu jam berapa pulang dari kantor? " tanya shofia
__ADS_1
" aku usahakan pulang cepat agar sampai di Singapura tidak terlalu malam" jawabnya sambil memakai kemeja kantornya
" oke klo begitu " ucap shofia kemudian menutup koper.
" sayang tolong pasangin dasi aku " pinta Rey pada istri nya dan shofia pun berdiri memasangkan dasi ke leher suaminya setelah itu Rey akan mencium bibir pipi mata dan kening istrinya dan tak jarang ciuman itu berubah menjadi ciuman panas dan ini sudah menjadi rutinitas wajib yang harus dilakukan oleh mereka berdua.
" wah tampannya suami aku ingat sampai di kantor jangan lirik cewek lain..! "
" hemm "
" jangan lupa makan siang dan jangan terlalu capek"
" iya nyonya Rayyan " sambil mencubit pipi istrinya.
" ayo kita sarapan aku udah laper nih " ucap Rey sambil membimbing istrinya dengan memeluk pinggang istrinya untuk turun ke bawah sarapan bersama.
siang menjelang sore shofia duduk di depan teras rumah, kyara sedari tadi merengek ingin ikut namun karena pertimbangan tidak baik anak kecil berlama lama di rumah sakit shofia harus merayu dan memberikan pengertian kepada putri kecilnya agar tidak ikut ke Singapura.
" tapi mami jangan lama lama ya di sana dan minggu mami sama papi harus ajak aku main ke pantai "
" iya sayang nanti minggu pagi insya Allah mami sama papi pulang sorenya kita ke pantai oke! "
" janji..! " ucapnya sambil menunjukkan jari kelingking nya
" ya janji " dan shofia pun mengulurkan jari klingkingnya kepada kyara.
" shofia jam berapa mau berangkat? Rey belum datang? "
" belum ma tadi katanya ada meeting mendadak tapi cuman sebentar katanya "
" trus pesawat nya terbang jam berapa ? "
" jam 5 ma "
" ini lho sudah hampir jam empat sore nanti kalian ketinggalan pesawat jam segini Rey belum pulang, kamu sudah coba telpon ?"
" tadi sudah ma "
" sekarang telpon lagi. atau biar mama yang telpon " ucap mama widya lalu mengambil ponsel dari dalam sakunya.
" hallo Rey kamu jam berapa pulang ni lho kasian shofia nungguin kamu dari tadi "
" iya maaf ma ini tiba tiba klien aku memundurkan meetingnya tapi ini aku sudah selesai kok ni aku sudah di parkiran "
" ya udah kamu hati hati "
" tunggu ma atau gini aja shofia biar langsung menuju bandara minta mang udin yang antar biar aku diantar aldo ke bandara jadi kita ketemu di bandara aja"
" oh gitu ya udah biar mama Minta tolong mang udin untuk mengantar shofia ke bandara tapi kamu langsung berangkat juga kasian shofia kalo lama nungguin kamu "
" ya ma " kemudian panggilan telpon terputus.
mama widya segera meminta mang udin untuk mengantar shofia ke bandara dan Rey akan menyusul langsung dari kantornya
sementara Rey meninggalkan meeting dengan sedikit emosi karena tiba tiba saja stela memberi tau bahwa meeting mereka di undur hingga jam 3 sore
__ADS_1
" al kita langsung ke bandara shofia sudah langsung berangkat ke bandara "
" baik tuan " jawab aldo sopan sambil membuka pintu mobil untuk atasannya tersebut.