MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 204


__ADS_3

sore harinya semua duduk di halaman belakang Rey dan Aldo serta mang ujang sedang menyiapkan perlengkapan Barbeque sedang mama Widya dan Vania sedang menyiapkan bahan bahan yang akan di bakar. Shofia jangan di tanya ia masih sibuk dengan baby twins nya yang sepertinya sedikit rewel karena efek mengantuk.


" mba ini tolong di bawa ke atas ya di letakkan di kamar aja kasian di sini dingin " ucap shofia sembari menyerahkan bayi Rafi yang sudah tertidur pada nany sedang Rafa masih asyik bermain di atas stroller.


" mami ayo sini bantuin "


" ya sebentar sayang " ucap shofia kemudian melangkah ikut bergabung bersama yang lain.


Rey Aldo dan mang ujang sedang sibuk membakar daging ayam daging kambing dan juga sosis sedang Shofia di minta untuk membuat kan sambal. kemahirannya dalam membuat sambal ini menurun dari mama Rika dan tidak di ragukan lagi karena itu restoran yang kini di kelola oleh mama Rika semakin berkembang.


" papi aku mau sosis nya "


" ya sebentar sayang, "


" nah ini awas hati hati panas " ucap Rey sambil meletakkan sosis bakar ke atas piring kyara.


" kak aku juga mau daging kambingnya " kata Vania


" ini.. hati hati masih panas " kata Aldo kemudian mengusap pucuk kepala Vania


" gimana enak? "


" enak dagingnya terasa manis "


" ya ini karena kambingnya masih muda " jelas Aldo


" kamu mau coba ni aku suapin " sambil menyodorkan sate kambing ke Aldo dan Aldo langsung menerimanya.


" yang sini..! " teriak Rey memanggil shofia yang merasa panas dengan pasangan di depan nya


" ya sebentar ni masih nyiapin sambal kecapnya " jawab shofia dan kemudian datang dengan membawa beberapa macam sambal.


" yang suapin aku dong pingin sate kambing itu " ucap Rey sembari mengipas api pemanggang.


shofia menurut lalu menyuapi suaminya sate kambing yang di cocol bumbu kecap.


" yang..! aku keringatan tolong lapin keringat ku "


" ya ampun mas, jangan manja gitu " ucap shofia namun tetap mengusap keringat yang mengucur di kening suaminya.sedang Rey tersenyum penuh kemenangan sembari melirik ke Aldo


setelah semua siap kini mereka duduk melingkar untuk menikmati santapan yang sudah mereka buat bersama. saat shofia hendak menikmati sajian tiba tiba terdengar suara Rafa menangis dan dengan cepat ia bangun dari duduk nya


" yang biar aja dulu kan sudah ana Nany, kamu makan aja dulu kamu kan belum makan " ucap Rey


" nggak papa mas kasian klo kelamaan dia pasti haus dan mengantuk kalian makan aja dulu nanti aku nyusul. " kata shofia lalu berjalan mendekati Rafa yang di gendong oleh Nany.


shofia duduk di kursi ruang tamu sambil menyusui Rafa. sedang Nany dengan setia menunggu di samping nya.

__ADS_1


" mba kalo lapar makan aja nggak papa kok panggil juga si sri ajak makan "


" ya nyonya muda nanti saja lagian saya belum lapar tadi baru aja makan jagung bakar " ucap sang Nany.


Rey melangkah ikut duduk di samping shofia sembari membawa sepiring penuh nasi dan juga sepiring lauk bakar lalu memberi kode pada sang Nany untuk meninggalkan mereka berdua.


" sayang kamu kok ke sini, nggak ikut makan sama yang lain "


" nggak ah aku tu kasian ama kamu. kamu pasti lapar jadi biar aku makan di sini aja sama kamu sambil suapin istri aku" ucap Rey.


" ulu ulu suami siapa nih perhatian banget " goda Shofia sembari mencubit hidung mancung suaminya.


" suami Shofia lah ibu anak anak aku, ayo aak " Shofia pun membuka mulutnya dan Rey mulai menyuapi Shofia. dan tanpa terasa satu porsi besar habis mereka makan berdua. dan bayi Rafa pun tertidur pulas.


" kambingnya enak ya manis empuk" kata Shofia setelah menerima air minum dari Nany


" iya ini karena kambingnya masih muda, mang ujang pinter milihnya " puji Rey.


" mbak ini si Rafa bawak ke atas ya abis itu kalian makan ke bawah "


" iya nyonya " sambil menerima bayi Rafa dari gendongan Shofia. lalu membawanya ke lantai atas. sedang Shofia dan Rey kembali ikut bergabung dengan yang lain.


istri mang ujang membuatkan wedang jahe madu lemon untuk menghangatkan badan juga untuk menetralisir kolesterol efek menu kambing dan seafood yang mereka makan tadi.


" pak Rey perhatian banget ya sama Shofia " ujar Vania tatkala kedua suami istri itu ikut bergabung bersama mereka.


" ya harus itu van jadi suami itu harus perhatian jangan saat sebelum menikah aja perhatian malah setelah menikah perhatiannya harus semakin bertambah " kini mama Widya menimpali.


" ya sayang " saut Aldo


" dalam pernikahan itu bukan mencari siapa yang kuat siapa yang berkuasa tapi kita menikah itu seperti team sepakbola bagaimana kita menjalin kerja sama agar bisa menciptakan gol


dan salah satu kunci langgeng nya rumah tangga itu adalah suami harus ngalah sama istri dan istri harus nurut suami" nasihat mama Widya.


" tu dengar kalian berdua " celetuk Rey


" ini juga buat kamu Rey dan Shofia " kata mama Widya. sontak Aldo dan Vania menahan tawa.


" ya ma aku kan selalu mengalah ya kan sayang " Shofia mencebikkan bibirnya.


" ya udah mama istirahat dulu capek, Kyara mau bobok sama oma apa sama tante Vania " tanya mama Widya


" sama tante Vania aja takut ada yang diam diam masuk ke kamar Vania " ucap Rey


"siapa yang masuk diam diam papi?"


" kucing garong ,udah kamu temani tante Vania " ucap Rey lagi

__ADS_1


" Kyara sayang kamu emang nggak pingin bobok sama mami sama papi sama dedek kembar juga " kini Aldo yang membalas


" mau tapi, pasti nggak di bolehin sama papi "


" iya iyalah nggak boleh kamu kan udah gede udah pinter ya kan sayang" kata Rey lagi.


" ya papi aku bobok dulu ya mami papi om Aldo " pamit Kyara


" ya udah klo gtu aku duluan ya shof pak Rey dan kak Aldo "


" ya Van selamat istirahat nitip Kyara ya "


" oke " dan Vania pun berjalan sambil menggandeng Kyara masuk ke dalam vila.


" sayang ayo kita masuk di luar dingin, dingin dingin gini enak ya klo kita enak enak, ayo sayang..! sory ya al loe belum boleh jadi tahan dulu beda ama gue" ledek Rey kemudian merangkul istrinya.


" Al kita duluan ya, kamu juga masuk udara semakin dingin "


" ya nyonya muda sebentar lagi saya masuk " ucap Aldo sambil menyeruput wedang jahe di depannya.


" kamu mas kenapa sih suka benget godain Aldo kan kasian mas "


" udah nggak papa biar tahan banting "


" tapi nggak kayak gitu juga kamu kok kayak orang bersaing aja sama dia " Rey menarik nafas panjang


" ya aku tau aku salah tapi itu aku sengaja supaya dia nggak betah kerja sama aku "


" lho kok gtu? emang dia ada salah sama kamu ? " tanya Shofia. Rey menggeleng pelan.


" trus..? "


" aku sengaja supaya dia berhenti dan mau mendiri, mau melanjutkan usaha kedua orang tuanya. " ucap Rey


" kamu liat kan papa nya Aldo sudah semakin tua dan sakit sakitan dan aku kasian sama orang tuanya "


" ya tapi kan kamu bisa bicarakan ini baik baik "


" aku belum bisa dan jujur sebetulnya aku berat melepas asisten seperti Aldo yang sangat tanggap terhadap segala sesuatu "


" ya kamu seharusnya cari dulu pengganti Aldo barulah kamu meminta dia untuk resign dari perusahaan kamu "


" ya kamu benar ya aku sudah ada sih beberapa kandidat, ya nanti aku bicarakan ini sama Aldo. "


" aku mandi dulu ya, kamu nemani aku nggak mandi "


" udah jangan macam macam ini udah malam " saut Shofia. dan Rey pun segera masuk ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


* aku up lagi ya buat ngobatin rindu kalian pada Rey Shofia dan Aldo.


tetep dukungan like komen dan vote kalian happy reading 😘😘


__ADS_2