
sabtu siang Shofia dan Kyara sudah mulai bersiap siap mereka tak sabar hendak bermalam di rumah mama Rika. semua perlengkapan sudah dipaking dan di masukkan ke dalam mobil
" papi mana sih mi lagi lama ya? " ucap Kyara tidak sabar sambil duduk bersandar di sandaran sofa
" sebentar lagi sayang papi masih ada kerjaan sedikit " saut Shofia
" tapi ini sudah siang mami "
" ya sabar sebentar lagi sayang kenapa sih kok nggak sabaran banget " ucap Shofia sambil membelai kepala putrinya
" soalnya nenek sudah bikini aku cup cake mami aku sudah nggak sabar ingin memakannya "
" ya udah kamu tanya papi sana tanya jam berapa mau berangkat "
" oke aku susul papi di ruang kerja nya " katanya lalu turun dari sofa melangkah menuju ruangan kerja papinya
sementara di ruang kerja Rey, tampak ia sedang berbincang serius dengan Aldo
" gimana al hasil pencarian orang orang kita mengenai skandal Eliza? " tanya Rey
" maaf tuan sepertinya orang orang kita agak kesulitan mencari informasi nya tuan dan sepertinya dia punya bekingan yang cukup kuat" tutur Aldo
" kerahkan orang orang kita yang ahli di bidang IT dan cari informasi pada para wartawan dan paparazi aku yakin mereka pasti tau dan kita akan bayar mahal atas informasi tersebut "
" baik tuan saya akan menambah jumlah personil orang orang kita tuan "
" kreeek" dan tiba tian suara pintu dibuka dan Kyara langsung melangkah masuk dan bersandar di pangkuan papinya
" papi jam berapa mau ke rumah nenek ini sudah siang " rengek nya
" cup " sebentar sayang dikit lagi kamu tunggu ya " kata sang papi sambil mencium pucuk kapala Kyara lalu memangku putrinya
" sebentar lagi sayang tunggu sedikit lagi ya! "
" Al yang ini tolong di percepat proses pengirimannya karena aku nggak mau sampai customer kita lama menunggu"
" kemudian barang yang akan kita ekspor ke perusahaan mandez sudah siap? " kata Rey lagi
" sudah siap tuan tinggal menunggu kontaner yang akan mengangkut saja "
" bagus klo begitu jadi semua sudah beres semua berarti senin semua sudah bisa di kirim"
" ya tuan "
" oke klo begitu kamu boleh pulang sekarang karena aku akan pergi ke rumah mertua ku sebentar lagi, oh ya kamu juga di undang sama istri aku untuk barbeque an nanti malam "
" saya tuan? " sambil menunjuk dirinya sendiri
" iya kamu, aku nggak ngerti kenapa istriku sangat perhatian sama kamu " ucap Rey sambil menggeleng gelengkan kepalanya
" maaf tuan klo begitu nanti malam saya akan datang "
" hem jangan terlambat "
" baik tuan klo begitu saya permisi " ucap Aldo dan bersamaan dengan itu Shofia masuk ke ruangan tersebut
" gimana sudah selesai pekerjaan nya? " tanya Shofia
" sudah sayang ni kita baru aja selesai " jawab Rey
" Oh ya al ingat datang ya nanti malam ! kamu sudah di kasi tau kan ama mas Rey? " sambil melirik suami nya
" Insya Allah nona saya akan usaha kan datang klo begitu saya permisi mari nona tuan "
" hati hati al " ucap Shofia sebelum Aldo menghilang dari balik pintu. sedang Rey hanya menggeleng gelengkan kepalanya
" ayo kita berangkat papi ganti baju dulu sebentar "
" jangan lama lama mas Kyara udah nungguin dari tadi "
" iya sebentar kok " ucapnya lalu melangkah keluar dari ruang kerja nya di ikuti Shofia dan Kyara.
sepuluh menit kemudian Rey sudah rapi dengan kaos pendek dan celana cinos nya dan mereka segera masuk ke dalam mobil sedang mama Widya memilih untuk tetap di rumah karena besok dia ada acara amal bersama teman teman nya
__ADS_1
setelah hampir empat puluh menit perjalanan mereka tiba di kediaman mama Rika di sana tampak ada beberapa pasang meja dan kursi yang tertata rapi.
" assalamu'alaikum nenek..! " teriak Kyara sambil berlari masuk ke dalam rumah
" waalaikum salam hay cucu nenek udah datang mana mami sama papi? "
" tuh ada di luar masih turunin barang barang " sambil memeluk nenek Rika.dan tak lama Shofia dan Rey masuk ke dalam rumah
" assalamu'alaikum "
" waalaikum salam akhirnya kalian datang juga mama nungguin dari tadi "
" maaf ya ma tadi mas Rey ada kerjaan dikit "
" ya udah ayo duduk, nak Rey gimana kabarnya?
" alhamdulillah baik ma " jawab Rey sambil mendudukkan bokongnya ke kursi.
" ma itu banyak kursi dan meja di luar buat apa ya? " tanya Shofia
" itu mama buka warung makan tapi hanya buka pagi hari aja nyiapin warga sini untuk sarapan " jawab mama Rika
" ma tapi kan mama nggak boleh terlalu capek " kata Shofia
" iya mama nggak capek kok mama dibantu sama anak tetangga jadi mama hanya mengontrol aja, lagian mama nggak enak diam aja mama kan kesepian "
" ya coba aja restoran kita nggak diambil sama om Setyo mama nggak akan susah susah seperti ini " ujar Shofia dengan mata sedikit berkaca dan Rey dengan cepat mengusap bahu sang istri berusaha menen.angkannya
" udah nggak papa yang penting sekarang kita baik baik saja " ucap mama Rika
" oh Kyara mau nggak bantuin nenek nyiapin cup cakenya? "
" mau nek "
" ayo ikut nenek ke dapur " ajak neneknya sementara Rey dan Shofia masih duduk di ruang tamu
" memang restoran itu sepenting apa sih buat kamu, hmtoh sekarang sudah ada aku yang bisa memenuhi segala kebutuhan kamu dan juga mama " ucap Rey sambil mengusap usap bahu istri nya.
mendengar ucapan Rey seperti itu Shofia memicingkan matanya " kamu nggak tau mas betapa berartinya restoran itu buat aku itu adalah hasil jerih payah papa dan di sana pula aku banyak menghabiskan waktu ku bersama papa dan mama " terang Shofia sedikit kesal
" seandainya bisa tentu aku akan sangat senang bisa mendapatkan nya kembali"
" oke kamu akan segera mendapatkan kembali "
ucap Rey sambil mendekatkan duduknya ke Shofia
" benarkah? " tanya Shofia antusias.
" tentu tapi itu tidak gratis sayang " bisik suamninya sambil menggigit telinga Shofia
" maksudnya aku harus bayar gitu? kan kamu tau mas aku belum bekerja dan belum punya penghasilan gimana aku akan membayarnya, udahlah lupakan " ucap Shofia
" hey kamu bayar nggak usah pake uang tapi cukup layani dan puaskan suami kamu ini setiap malam dengan baik jadi kamu cukup membayarnya dengan ini" sambil menyentuh dan meremas pusat inti istrinya
" plak..! dasar mesum itu mah maunya kamu mas tiap malam " sambil memanyunkan bibir nya lalu buru buru melangkah masuk ke dapur menyusul mama dan putrinya Kyara karena dia tau jika di ladeni maka sudah di pastikan akan berakhir di ranjang, sedang Rey tertawa keras melihat wajah istrinya yang sedang kesal.
" ada apa nak Rey ada yang lucu? " tanya mama mertuanya yang muncul dari arah dapur dengan membawa nampan berisi kopi dan cup cake
" nggak ada apa apa ma, oh ya Kyara dan Shofia mana ma? "
" tuh mereka di belakang sedang memberi makan ikan di kolam belakang, ayo nak Rey diminum kopi dan cake mama yang bikin "
" ya ma makasih " ucapnya lalu menyesap kopi yang di suguhkan mama mertuanya dan mencomot satunya cup cake kemudian memasukkan dalam mulutnya
" hem enak banget ma, pantes aja Kyara pingin cepat cepat kemari katanya mau makan cake q"
" benar kah ? ya itu dulu salah satu disert favorit di restoran papanya Shofia dulu " tutur mama mertuanya. Rey diam sejenak memikirkan kata kata mertuanya
" oh ya nak Rey silahkan klo mau istirahat bisa langsung naik ke lantai atas maaf kamar di sini tidak sebesar kediaman nak Rey "
" iya ma nggak papa klo begitu aku ke atas dulu istirahat "
" ya silahkan" ucap mama Rika lalu Rey pun naik ke lantai atas menuju kamarnya lalu membuka pintu balkon kamarnya dan melihat ke bawah tampak Shofia dan Kyara sedang bercengkrama di pinggir kolam ikan
__ADS_1
" sayang kalian ngapain? " teriak Rey
" papi sini aku lagi kasi makan ikan sama mami"
" papi capek mau istirahat sebentar kamu juga abis ini tidur siang ya biar nanti malam nggak ngantuk "
" iya papi " kemudian Rey dan Kyara masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar.
malam harinya Aldo dan Rey mulai sibuk membakar ikan dan seafood sedang Shofia sibuk menata meja makan bersama Kyara dan. ama Rika
" hallo sory ya terlambat malam tante " ucap Vania yang baru datang
" tante Vania kok baru datang? " ucap Kyara
" ya sayang tante tadi ada sedikit urusan "
" nak Vania apa kabar " sapa mam Rika
" baik tan "
" sama siapa loe ke sini mana mobil loe? " tanya Shofia yang tidak melihat mobil datang
" gua diantar sama dia, oh ya ini kenalkan Haris, Haris kenalkan ini Shofia dan ini mamanya tante Rika trus ini Kyara putrinya " Vania mengenalkan
" hey saya Shofia " ucap Shofia sambil menganggukkan kepalanya
" saya Haris senang kenal dengan anda " sedang Rey dan Aldo memperhatikan Vania yang baru datang bersama seorang laki laki
"oh ya klo gitu silahkan bergabung itu suami saya "
" Terima kasih tapi sepertinya saya belum bisa bergabung dengan kalian karena saya ada urusan pekerjaan "
" wah sayang sekali kamu nggak bisa ikut " ucap Shofia basa basi
" ya mungkin lain kali, klo begitu saya pamit, Van aku duluan ya sory nggak bisa menemani kamu malam ini "
" nggak papa kok jika pekerjaan kamu memang lebih penting "
" oke aku pergi dulu ya " ucap Haris sambil mengusap kepala Vania lalu melangkah pergi dan masuk masuk ke dalam mobil nya.
dan sepeninggal Haris
" jadi itu orangnya? apa kalian sudah jadian? dan kerja di mana? " tanya Shofia
" belum kita baru pedekate dan dia bekerja di salah satu perusahaan asing sebagai manajer "
" owh.. "
" kok owh doang "
" trus gua harus bilang wow gitu ? "
" ah loe nggak asyik "
" ya udah loe bantu nata makanan ini atau bantuin Aldo sana bakar bakar ikannya " ucap Shofia
" siapa pria tadi " tanya Rey yang tiba tiba datang
" oh itu temannya Vania "
" ehm " jawab Rey sambil mengambil air lalu meneguknya
" van tolong loe kasiin bumbu bakar ini ke Aldo"
" iya mana? " lalu menerima bumbu olesan dari Shofia dan di bawa nya ke tempat pembakaran.
" sepertinya misi kamu nggak berhasil sayang " sindir Rey
" ccckk " ini masih permulaan liat aja nanti lagian ya mas menurut penerawangan ku sepertinya mereka kurang cocok"
" nggak usah sok tau kamu "
" mas insting wanita hamil itu tajam lho "
__ADS_1
" he he sejak kapan istri cantikku ini jadi peramal " sambil mencubit hidung istrinya.