MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 161


__ADS_3

hari ini Eliza datang berkunjung ke kediaman Rey dengan membawa oleh oleh untuk Kyara


" ada apa kamu kemari aku harap kamu tidak punya rencana licik dibalik semua ini" ucap Shofia


" aku ke sini hanya ingin bertemu Kyara, aku ingin dia bisa lebih dekat dengan ku karena lambat laun dia akan tinggal bersama ku"


" kamu jangan terlalu berharap karena aku yakin suamiku akan segera sembuh dan dia tidak akan membiarkan mu mengambil Kyara dari kami "


" terserah kau saja tapi yang jelas saat ini akulah orang yang paling berhak atas diri Kyara karena aku ibu kandungnya sedang kamu hanya ibu tiri "


" mau apa kamu datang ke sini ? " ucap mama Widya yang tiba tiba muncul dari ruang tengah


" ma aku hanya ingin bertemu dengan Kyara ma, apa dia ada? " jawab Eliza sedikit gugup


" dia tidak ada dia masih sekolah " jawab mama Widya ketus


" tapi apa aku boleh menunggunya ma?"


" mau apa lagi sih kamu? "


" ma dia anak aku jadi aku berhak juga atas Kyara, aku rasa mama dan Rey sudah cukup menjaganya sekarang giliran biarkan aku yang merawatnya "


" kenapa kamu baru sekarang mencarinya kamu kira Kyara itu barang yang bisa kau buang lalu kau ambil sesuka hatimu? dia itu manusia dan selama ini dia tidak mengenalmu dan aku nggak yakin apa dia mau hidup bersamamu "


" ya karena itu aku ingin bisa lebih dekat dengannya ma jadi aku mohon kalian jangan egois, kamu Shofia kamu sebentar lagi akan memiliki anak kembar dan kamu juga sudah mengambil Rey dari aku jadi biarkan aku memiliki Kyara "


" aku tidak pernah mengambil mas Rey dari kamu, kamu sendiri yang membuangnya " jawab Shofia kesal.


" ya aku tau tapi setidaknya jika kamu tidak hadir sekarang aku yakin mas Rey akan kembali lagi dengan ku "


" jaga bicaramu Eliza..! ada Shofia atau tidak aku yakin Rey tidak akan pernah kembali sama kamu atas apa yang sudah kamu lakukan dulu yang tega meninggalkan anak kandungnya sendiri hanya demi mengejar karirmu, Rey sangat muak dengan sikap egoismu itu "


" ma... aku mohon maafin aku aku sudah minta maaf "


" ya kamu sudah kami maafkan tapi mulai sekarang mama mohon jangan lagi ganggu rumah tangga rey biarkan Kyara bersama kami"


" tapi ma saat ini aku yang paling berhak atas Kyara apalagi kondisi Rey saat ini sedang koma karena aku ibu kandungnya "


" ya mama tau tapi apa kamu bisa menjaganya dengan baik karena mama nggak yakin kamu bisa dan mama sama Shofia masih sanggup menjaganya"


" maaf ma aku nggak bisa aku tetap ingin mengambil hak asuh Kyara karena biar bagaimana pun dia anak aku tidak ada yang bisa memutuskan hubungan antara anak dengan ibunya dan mama tau itu karena mama juga seorang ibu dan kamu shofia sebentar lagi kamu juga akan menjadi seorang ibu kamu pasti merasakan apa yang aku rasakan "


" tapi itu semua pilihan mu, dulu kamu meninggalkan dia saat masih bayi merah dan kamu tega melakukannya "


" ya aku sadar itu adalah kebodohan terbesar yang sudah aku lakukan "


" oma... mami... " panggil Kyara yang tanpa mereka sadari sudah berdiri dari tadi mendengarkan percakapan mereka.


" Kyara... " ucap mereka hampir bersamaan


" sayang sini sama mama nak.. " kata Eliza


dan kyara langsung berjalan cepat menuju maminya dan memeluk nya Shofia.


" sayang kamu sudah pulang sekolah ? " tanya Shofia sambil memeluk putrinya dan di jawab anggukan kepala oleh Kyara


Eliza mendekati kyara dan membelai kepala nya


" Kyara sayang kita jalan jalan yuk ..! "

__ADS_1


" nggak... aku nggak mau sama tante aku sama mami aja " sambil mengencangkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya dengan leher sang mami


" sayang ini mama kamu nak ini mama kandungnya Kyara " ucap Eliza lagi. Kyara menggelengkan kepalanya


" nggak aku nggak mau aku mau mami aja yang jadi mami aku "


" tapi sayang dia bukan mami kandung kamu..mama mama kandung kamu sayang katanya Kyara kangen sama mama ayo sayang sini peluk mama "


" nggak .. " semakin mengerat kan pelukannya


" Eliza sudah jangan paksa dia atau nanti dia akan semakin takut sama kamu " kata Mama Widya


" baiklah mungkin hari ini Kyara masih malu malu sama mama nggak papa, oh ya ini mama bawakan maianan buat kamu kamu ambil ya " sembari meletakkan paper bag di disamping Kyara namun Kyara masih masih menyembunyikan wajahnya di leher maminya.


" mama pulang dulu besok mama ke sini lagi nemuin Kyara " sambil membelai kepala putrinya dan mengecupnya lalu melangkah keluar dari kediaman Rayyan.


selepas kepergian Eliza " mami aku nggak mau sama tante Eliza aku nggak mau aku mau sama mami aja "


" lho kenapa sayang kan dia mama kandung Kyara sedang mami akan tetap jadi maminya Kyara juga "


" tapi aku nggak mau diambil sama tante Eliza aku mau tinggal sama papi oma sama mami juga hik hik.. "


" ya sayang kamu akan tinggal sama mami papi dan juga oma kok "


" ya bener kata mami kamu udah jangan sedih ya sekarang kamu ganti baju abis gitu bobok siang "


" ya oma "


" mau mami temani? " dan Kyara pun mengangguk lalu mereka berdua bergegas naik ke lantai atas.


***


" oma aku mau ikut.. aku kangen papi boleh ya ..? "


" sayang tapi kan kamu harus sekolah" ucap Shofia


" tapi aku pingin ketemu papi aku mau bangunin papi supaya cepat bangun dan pulang ke mari "


" tapi sayang.. "


" kamu beneran mau ikut? tapi mami nggak ikut lho ya .. " ucap mama Widya


" iya oma "


" kamu janji nggak akan rewel di sana ..! "


" iya aku janji.. aku kangen papi oma " sambil menundukkan wajahnya dan bersamaan dengan itu air matanya pun meleleh di pipi chubby nya


"ya sudah kamu boleh ikut "


" beneran oma? " tanya Kyara penuh antusias


" hem tapi kamu nggak boleh rewel setiba di sana "


" ma.. tapi kan Kyara harus sekolah ma " Shofia kurang setuju


" nggak papa Shof lagian dia juga masih TK, dan siapa tau dengan hadirnya Kyara bisa mempercepat kesembuhan Rey " ucap mama Widya yang hampir putus asa melihat Rey belum sadar juga.


" ya sudah tapi mama nggak papa klo ngajak Kyara ? " tanya Shofia lagi

__ADS_1


" ya nggak papa "


" klo begitu biar aku siapkan keperluan Kyara dulu " ucap Shofia lalu masuk ke kamar Kyara dengan dibantu salah satu nany untuk menyiapkan pakaian Kyara dan di masukkan ke dalam koper.


dan keesokan harinya mama Widya terbang ke LA Kyara tampak bahagia karena akan bertemu dengan papinya.


sesampai di LA mama Widya mengajak Kyara ke hotel terlebih dahulu untuk istirahat dan saat menjelang sore barulah mama Widya mengajak Kyara untuk mengunjungi Rey di rumah sakit.


" papi... " teriak Kyara langsung berlari menuju ranjang pasien dan memeluk papinya penuh rindu


" papi apa kabar papi kenapa nggak pulang pulang? mami kirim salam lho buat papi katanya mami sangat rindu papi, ayo dong pi bangun " celoteh Kyara sambil membelai pipi Rey yang mulai di tumbuh bulu hals


" papi aku mau di sini aja nemenin papi boleh? trus ajak mami juga, aku males di Indonesia pi soalnya ada tante Eliza yang mau ambil aku, aku sudah tau klo tante Eliza itu mama kandung aku, tapi aku nggak mau pi aku nggak mau klo harus ikut tante Eliza makanya papi cepat sembuh supaya tente Eliza nggak jadi ambil aku, aku nggak mau tinggal sama tante Eliza papi " kata Kyara yang terus saja bicara hingga beberapa menit kemudian ia tertidur sambil menggenggam tangan Rey dan tiba tiba tiba saja


" Kyara... " panggil Rey pelan namun Kyara tampak tertidur pulas Rey kembali memanggil putrinya sambil mengusap jari mungil putrinya berharap ia akan terbangun


" Kyara sayang papi haus nak " ucap Rey lagi dan Kyara pun membuka matanya


" papi... papi sudah bangun..! oma... oma papi sudah bangun oma..! oma.. " teriak Kyara.


mama Widya yang berada di luar ruangan bersama Aldo langsung masuk ke ruangan ICU di mana Rey di rawat


" ada apa sayang..? "


" papi sudah bangun oma " ucap Kyara dan mama Widya menatap putranya dan benar saja Rey membuka matanya


" Rey sayang... alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga Rey... Aldo cepat kamu panggilkan dokter...! "


" baik nyonya " Aldo segera bergegas menuju ruang dokter dan dokter pun segera masuk ke ruangan Rey


" maaf permisi sebentar pasien akan kami periksa dulu" dan Kyara sedikit mundur memberikan tempat untuk dokter memeriksa papinya.


" bagaimana dok kondisi Putra saya? "


" syukurlah pasien sudah melewati masa kritis nya sekarang tinggal masa pemulihan nya saja"


" ah syukurlah Terima kasih dok "


" ya tapi untuk sementara waktu pasien jangan beraktivitas terlalu banyak karena luka di paru parunya masih belum sembuh total " tutur dokter tersebut.


"ma.. aku haus " ucap Rey


" ah iya sebentar mama ambilkan "


" minum air hangat dulu atau teh hangat dulu supaya lambungnya tidak kaget sebentar perawat akan mengambilkan " ucap sang dokter dan salah satu perawat keluar dari kamar itu kemudian kembali membawakan segelas teh hangat untuk Rey.


mama Widya membantu Rey meminum tehnya hingga separuh


" bagaimana tuan kondisi anda apa ada keluhan? "


" nafas saya dok masih terasa sedikit sesak "


" ya itu wajar karena peluru nya mengenai paru paru anda tapi sejalannya waktu bersamaan mengeringnya luka di dalam makan sesaknya akan semakin berkurang yang penting jangan bekerja terlalu barat dan jangan sampai menghirup udara yang kotor seperti asap rokok dan polusi udara lainnya itu akan semakin menganggu pernafasan anda "


" baik Terima kasih dok "


" baik klo begitu kita pamit jika ada keluhan segera sampaikan kepada kami"


" tentu dok sekali lagi Terima kasih " ucap mama Widya dan rombongan para dokter itu pun melangkah keluar dari ruangan Rey.

__ADS_1


__ADS_2