
selesai sarapan shofia kembali ke kamarnya
dengan sedikit kesal
" aku klo ijin terus gimana mau lulus dengan nilai yang bagus, Ya Tuhan aku bosan klo gini terus padahal aku sudah baik baik saja mual mual kan hal wajar " shofia mengoceh seorang diri kemudian mengambil ponselnya bermaksud menghubungi sang sahabat namun ia urungkan niatnya karena jam segini pasti vania sibuk memeriksa pasien dan akhirnya dia hanya duduk di sofa sambil menonton drama Korea.
sementara Rey setibanya di perusahaan langsung di sambut Aldo dan mereka segera masuk ke ruang Rey untuk bertemu dengan investor dari brunai
" apa semua sudah kamu siapkan Al? " tanya Rey saat mereka keluar dari lift
" sudah tuan tadi saya sudah meminta cindy untuk menyiapkannya dan semua berkas yang di butuhkan sudah ada di meja anda tuan "
" hem bagus, apa investor itu sudah tiba? "
" tadi dia sempet mengubungi dan katanya sudah di jalan "
" oke klo begitu kita langsung ke ruang ku " ucap Rey melangkah menuju ruangannya
setelah satu jam meeting dengan investor aldo pun kembali ke ruangannya, sedang Rey melanjutkan pekerjaannya.dan menjelang makan siang aldo kembali masuk ke dalam ruangannya
" permisi tuan "
" ada apa? "
" maaf tuan saya baru saja mendapat laporan dari Singapore seperti nya cabang perusahaan kita di sana lagi ada masalah tuan " lapor Aldo
Rey mengerutkan kening nya
" maksud loe? "
" kata direktur perusahaan ada masalah pada devisi keuangan disana tuan "
" sejauh mana masalah di sana ? "
" saya sendiri juga belum begitu tahu persis tuan tapi seperti nya kita harus seger berangkat ke sana tuan saya kawatir perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar jika kita tidak segera turun langsung " terang Aldo sedang Rey tampak gelisah
" Al apa aku juga harus berangkat? kau kan tau aku nggak bisa ninggalin shofia apalagi saat ini dia lagi ngidam aku nggak sampai hati mau ninggalin dia " ucap Rey
" tapi tuan masalah ini harus segera kita tangani "
" iya kamu benar, kira kira berapa hari kita di sana "
" saya kurang tau tuan tapi saya akan menyuruh orang kepercayaan kita untuk menyelidiki dan mendapatkan bukti secepatnya nanti setelah semua bukti di dapatkan barulah kita berangkat ke sana"
" ya aku rasa itu ide yang baik, kamu pantau terus perkembangannya aku nggak akan biarkan tikus tikus itu mengambil keuntungan sendiri dari perusahaan ini " ucap Rey geram
" baik tuan saya akan memantau terus perkembangannya klo begitu saya permisi tuan "
" hem" ucap Rey. dan Aldo pun keluar dari ruangan bosnya .
sementara diam diam eliza menguping pembicaraan eliza dan Aldo dari balik pintu tadinya eliza hendak langsung masuk ke ruangan Rey ketika melihat cindy sekertaris Rey tidak ada di mejanya namun Langkahnya terhenti saat mendengar obrolan Rey dan Aldo.
" jadi Rey akan ke Singapore? " batinnya kemudian cepat cepat melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut namun langkah nya terhenti ketika Aldo melihatnya dan memanggilnya
" nona eliza apa yang anda lakukan di sini? " tanya Aldo penuh curiga
" ah tidak tadi nya aku hendak masuk ke ruangan Rey tapi sepertinya kalian sedang bicara serius jadi aku batalkan saja "
" bagus lah sebaiknya anda jangan ganggu tuan Rayyan jika anda tidak ada urusan penting dan sebaiknya anda tinggalkan tempat ini" ucap Aldo.
eliza mendengus kesal kemudian dia melangkah meninggalkan ruangan tersebut masuk ke dalam lift. dan bersamaan cindy tiba di meja nya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aldo
" dari mana kamu? ingat jangan biarkan orang asing masuk ke dalam ruangan ini jika tanpa seijin tuan Rey atau saya ingat itu "
" ee iiya Pak maaf tadi saya ke toilet sebentar " jawab cindy gugup dan tidak faham sebenarnya apa yang terjadi.
------
pulang kerja Rey langsung di sambut istri dan anaknya, Rey langsung menggendong kyara kemudian shofia mencium tangan suaminya dan Rey membalas dengan mencium kening sang istri lalu shofia mengambil alih tas kerja suaminya.
" bagaimana apa kamu masih mual sayang? " tanya Rey sambil berjalan masuk ke dalam mension
" nggak mas sudah agak mendingan dan tadi aku sudah bisa makan tanpa mual mual "
" ah syukurlah kalo kyara gimana tadi disekolah? "
" aku tadi belajar berkebun papi tadi aku sama bu guru Belajar menanam sayuran "
" oh ya ? apa kamu bisa? "
" bisa papi "
" wah pinter anak papi " sambil terus melangkah menaiki lift kemudian masuk ke dalam kamar. Rey menurunkan kyara di atas ranjang sedang shofia meletakkan tas kerja suami lalu menyiapkan pakaian santai untuknya.semantara Rey melangkah masuk ke kamar mandi selesai mandi Rey langsung memakai baju santai yang sudah disiapkan shofia.
Rey Melangkah naik ke atas ranjang bergabung dengan istri dan anaknya . Rey memeluk shofia yang saat itu sedang menemani kyara mewarnai gambarnya.
" mas ih jangan kayak gini " ucap shofia masih sibuk membantu kyara mewarnai gambar. namun Rey tak menggubrisnya malah semakin mendusel dusel wajahnya ke punggung istrinya
" papi..! jangan ganggu mami..! mami susah mau warnain! "
" papi nggak ganggu kok papi cuman peluk aja " ucap Rey semakin mengeratkan pelukannya
" iya tapi mami jadi susah mewarnainya "
__ADS_1
" ya udah klo gitu papi peluk kamu aja ya? "
" nggak..! nggak mau "
" trus papi ngapain dong? "
" papi duduk aja liatin kita " ucap kyara sedang shofia hanya mengulum senyumnya dan Rey pun patuh duduk di samping shofia sambil melihat interaksi antara istri dan anaknya. shofia yang posisinya duduk dengan sedikit menelungkup sambil mewarnai gambar tanpa sengaja Rey menangkap pemandangan indah dua bukit kembar istrinya sedikit menyumbul.tiba tiba fantasi liarnya muncul di benaknya
" kyara sayang papi boleh minta tolong nggak! "
" apa papi? "
" tolong bilangin bi jum suruh buatkan teh hangat buat papi sama mami ya ! anak papi kan pinter " bujuk Rey
" ya udah sebentar " kemudian kyara turun dari ranjang keluar dari kamar kedua orang tuanya dan dengan cepat Rey mengunci pintu kamarnya kemudian menyusul istrinya naik ke atas ranjang dan langsung memeluk sang istri meremas bukit kembar istrinya
" plak! " mas kamu ini nanti di lihat kyara " ucap shofia sambil melototkan matanya
" dia masih di bawah dan pintunya sudah aku kunci " bisik Rey sambil mengigit telinga shofia
" trus " ucap shofia mulai memasang kuda kuda
" jangan macam macam ya " ucap nya lagi
" nggak mas nggak macam macam cuman mau cium sana peluk aja, sini " dan shofia memicingkan matanya nggak percaya
" beneran sayang tadi kan belum di cium karena ada kyara. " kata Rey memelas
" bener ya nggak lebih '
" iya sayang "
" emmbh " Rey langsung menyambar bibir sang istri ********** dengan rakus hingga shofia kehabisan nafas barulah Rey melepaskan tautan bibirnya.
" cium yang itu boleh? " tanya Rey sambil matanya mengarah bukit kembar sang istri dan dengan spontan shofia menutupinya dengan kedua tangannya
" nggak " ucap shofia cepat
" dikit aja yang boleh ya "
" nggak jangan macam macam ..!"
" dosa lho yang nggak nurut keinginan suami " Rey mulai menakut nakuti. shofia menarik nafas dalam dalam
" ini masih sore suamiku sayang lagian nanti kamu kebablasan " jawab shofia geregetan
" nggak aku janji sebentar aja ya! aku pingin yang ..! salah kamu sendiri mancing mancing tadi"
" ehh" mancing gimana? mana ada .! " bantah shofia
" iya kamu ngalah lah sama anak"
" iya makanya aku mau puas puasin dari sekarang lagian itu juga bagus buat ngerangsang supaya ASI kamu lancar dan cepat keluarnya " kali ini shofia terdiam karena apa yang di katakan suaminya memang ada benarnya
" ya.. boleh ya..! " rayu Rey lagi, shofia menarik nafas dalam dalam
" ya sebentar aja tapi dan nggak boleh minta lebih ingat kata dokter " shofia mengingatkan
" iya tenang aja "jawab Rey dengan senyum penuh kemenangan.
Rey mulai melakukan aksinya menyingkap pakaian bagian atas istrinya menarik pengait bra kemudian menyumbullah dua bukit kembar milik sang istri Rey mulai meremasnya dengan lembut dan mendekatkan mulutnya pada dua tonjolan kecil pada benda kenyal yang sangat memabukkan tapi tiba tiba saja
" tok.. tok..! " mami buka pintu! " teriak kyara dari luar kamar, sontak shofia yang sudah hampir setengah telanjang langsung mendorong suaminya.
" mas kyara ..! kamu buka pintu dulu kyara tu " sambil membetulkan pakaiannya
" tapi yang nanggung belum juga mulai " ucap Rey frustasi sementara kyara terus memanggil kedua orang tuanya
" iya nanti aja di lanjutin sekarang kamu buka pintu dulu gih "
" nggak " jawab Rey yang malah merebahkan tubuhnya ke ranjang sambil memeluk guling. shofia memicingkan matanya
" kamu buka pintu nggak! klo nggak, nggak akan ada jatah buat kamu " ucap shofia hendak turun dari ranjang namun dengan cepat Rey mencegahnya
" iya iya mas bukain " ucap Rey sambil melangkah menuju pintu
" ya ampun kenapa istri aku jadi galak begini kemana istriku yang manis dan lembut dulu Tuhan " gumam Rey
" ceklek" pintu di buka dan kyara langsung masuk ke dalam kamar orang tuanya tanpa rasa bersalah
" untung anak sendiri klo bukan sudah aku buang ke kutub utara kamu sayang" gumam Rey lagi
" papi kenapa pintunya di kunci " tanya kyara kemudian kembali duduk di atas ranjang hendak mengambil buku gambar serta crayon nya.
" iya tadi mami mau nangkep ulat bulu makanya pintunya di kunci sama papi " ucap shofia sambil lirik ke suaminya.
" yang..! " ucap Rey tak Terima dan bersamaan dengan itu bi jum datang membawakan teh hangat untuk Rey dan juga shofia
" letakkan di sana aja bi " kata shofia
" baik non dan ini ada pisang goreng hangat semoga non bisa makannya dan nggak mual "
" aduh makasih ya nanti aku makan bi "
__ADS_1
" ya non klo gitu bibi permisi mari non tuan " ucap bi jum sopan Rey hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk di sofa meraih cangkir teh dan menyesapnya lalu meletakkan kembali ke atas meja dan lanjut mencomot pisang goreng yang di bawa bi jum
" hem enak sayang cobain deh " shofia mendekat dan mencobanya
" hem bener enak, kyara mau ? " kyara mengangguk lalu duduk di samping sang mami
" awas panas sayang" ucap shofia berusaha meniup pisang goreng yang masih sedikit panas
" udah biar mas yang nyuapin kyara kamu makan aja " ucap Rey dan shofia menyerahkan pisang yang tadi hendak ia berikan ke kyara. dan mereka bertiga menikmati pisang goreng hangat dengan suasana penuh kehangatan.
malam ini kembali shofia memuntahkan makanannya saat makan malam seperti biasa Rey akan siaga menjaga dan membantu sang istri dengan memijat tengkuk sang istri.
" udah mas kamu makan aja sana aku ke kamar aja ya istirahat " ucap shofia
" tapi kamu belum makan sayang"
" tadi kan aku sudah makan pisang goreng, udah nggak papa daripada di paksakan toh nanti muntah lagi "
" ya udah mas antar kamu ke kamar " ucap Rey lalu membimbing istrinya untuk naik ke kamarnya.
" mami nggak makan oma? " tanya kyara
" mami mual sayang jadi nggak bisa makan, udah kamu lanjutkan makannya"
" tapi mami nggak papa kan? "
" nggak papa nggak usah kawatir "
" oma apa gara gara aku minta adik mama jadi mual mual? " tanya kyara
" bukan sayang memang begitu klo orang lagi hamil memang mual mual, udah ayo di makan lagi mami nggak papa kok nanti setelah istirahat akan baik lagi " tutur sang oma dan kyara pun menurut melanjutkan lagi makannya.
selesai makan malam Rey langsung masuk ke kamar melihat kondisi shofia yang sedang tidur meringkuk di atas ranjang Rey melangkah mendekati sang istri tampak wajahnya sedikit pucat.
" kasian kamu sayang harus mengalami ini " ucap Rey pelan sambil menyingkirkan anak rambut dari wajah istrinya. mengecup keningnya kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
selesai mandi Rey memilih duduk di samping istrinya sambil membuka tabletnya membuka file file yang kirim Aldo dari orang kepercayaan nya. tak berapa lama ponsel nya berdering Rey melangkah menjauh menuju balkon kamar nya.
" ya al bagaimana? "
" ternyata benar tuan dan sebagian bukti bukti sudah kita dapatkan mungkin besok atau lusa kita sudah bisa berangkat ke Singapore tuan " terang Aldo. Rey diam sejenak ada kebimbangan dalam hatinya bagaimana dia akan pergi meninggalkan istrinya dalam ke adaan seperti ini, batinya
" hallo tuan..! tuan..apa tuan masih di sana? " panggil Aldo
" eh iya al"
" apa tuan baik baik saja ? "
" iya aku nggak papa, kira kira berapa hari kita di sana? "
" mungkin dua sampai tiga jari tuan"
" apa tidak bisa kau urus supaya satu hari saja "
" seperti nya tidak bisa tuan tapi saya akan usahakan tuan"
" hem baiklah kau urus semuanya dan laporkan terus perkembangannya "
" baik taun, klo begitu selamat malam tuan "
" hem malam " dan Rey pun menutup telponnya kemudian kembali masuk ke dalam kamar melangkah naik ke atas ranjang tidur di samping sang istri.
Rey memeluk sang istri kemudian ikut memejamkan matanya.
jam menunjukkan pukul dua belas malam shofia mengerjapkan matanya terbangun karena cacing di perutnya mulai berdemo minta di isi.
" kriuuuk.. "! aduh laper banget " ucapnya pelan kemudian duduk dari tidurnya berusaha membangunkan Rey suaminya
" sayang bangun..! " sambil menepuk pelan pipi Rey
" sayang aku laper " ucapnya lagi
" eemmh" Rey hanya menggeliat tanpa membuka mata
" sayang ayo bangun aku laper " kata shofia lagi kini sambil menggoyang goyang kan tubuh sang suami. Rey membuka matanya dan duduk dari tidur nya
" kenapa sayang hem? "
" aku lapar..! "jawab shofia
" ya Tuhan jam berapa ini? " ucap Rey sambil meraih ponsel diatas nakas
" jam 1, kamu mau makan apa? ayam bakar lagi? " namun shofia menggelengkan kepalanya
" terus? "
" aku mau makan sate kambing "
" what???? " ucap Rey kaget 😃😃🤪
*********
segini dulu ya gaes kita buat dulu babang Rey kerepotan karena ulah nyonya nya yang lagi ngidam
__ADS_1
jangan lupa like vote dan vaforit serta komennya para readers ku😘😘😘