MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 203


__ADS_3

"mami ade Rafa puff mi..! " teriak kyara


" ya sayang sebentar mami masih pakain ade Rafi baju " saut Shofia.


"mba tolong Rafa pokoknya di ganti ya " pinta Shofia pada salah satu nany


" ya nya " saut Nany tersebut kemudian membawa bayi Rafa untuk diganti popok nya.


hari weekend Rey libur bekerja dan rencananya mereka akan liburan ke vila mereka yang ada di daerah bogor.


"semua barang barang sudah dimasukkan sayang? " tanya Rey


" udah tu di tas warna biru itu kebutuhan si kembar dan warna pink itu kyara sedang yang hitam itu pakaian kita kamu bawak ya ke mobil supaya nggak lupa " kata Shofia.


" jaket anak anak sudah? "


" udah "


" ya udah aku bawa ini ke mobil Aldo dan Vania juga sudah di bawah " ucap Rey sambil membawa tas perlengkapan mereka untuk di simpan di mobil.


" mana si kembar mereka belum siap? " tanya mama widya pada Rey yang akan turun dari tangga


" belum ma yang satu masih puff yang satu masih di pakain baju sama maminya " jawab Rey sembari turun dari tangga di ikuti mama Widya.


" pagi tante assalamu'alaikum...! " sapa Vania


" waalaikum salam eh kamu udah datang mana Aldo? "


" tu masih Terima telpon tan " jawab Vania.


tak berselang lama Shofia turun di temani dia orang nany sambil masing masing menggendong bayi kembar mereka.


" aih ponakan aunty mau jalan jalan ya...! " sapa Vania begitu kedua bayi kembar sampai di ruang tamu.


" tante nanti kita tidur satu kamar ya sama aku " pinta Kyara


" tentu sayang "


" nggak bobo sama oma aja "


" nggak ah oma aku mau sama tenta Vania aja "


" kenapa nggak bobo sama mami kamu aja " kata Vania


" pasti papi nggak bolehin " jawab Kyara polos


" iya klo malam mami itu milik papi " Jawab Rey


" tu kan tante " timpal Kyara


" ya biar aja papi sama mami kan mau bikini kamu adik lagi " kata Vania


" eh nggak ya ini aja masih repotnya setengah mati" celetuk Shofia.


" kan ada mba mba yang urus sayang " kata Rey


" jangan aneh aneh deh kamu mas anak anak masih kecil kecil lagian kapan aku selesai koasnya klo beranak terus "


" berarti klo anak anak sudah agak gedean boleh nambah lagi ya.. " sambil menaik turunkan alisnya


" tau ah... " jawab Shofia dengan wajah merona kemudian melangkah keluar menuju mobil.


" al loe tau saat wajahnya memerah malu kayak gtu gua suka liatnya," ucap Rey lalu menyusul istrinya menuju mobil. sedang Aldo dan Vania saling tatap lalu tersenyum bersama.

__ADS_1


rombongan mereka telah sampai di Villa milik Rey setelah menempuh hampir tiga jam perjalanan.


sesampainya di Villa mereka langsung di sambut mang ujang beserta sang istri.


" selamat datang tuan nyonya dan nyonya muda, senang sekali akhirnya berkunjung juga ke villa ini "


" iya mang memang kita belum sempat "


" ah ini pasti nyonya shofia dan ini si baby kembar "


" ya mang benar tapi nggak usah panggil nyonya mang nggak enak panggil shofia aja. " tolak shofia


" ah mana bisa begitu neng shofia sekarang jadi istri tuan Rayyan jadi saya harus panggil nyonya "


" ah mamang bisa aja ya udah terserah mamang aja "


" nah ini neng gelis ini siapa atuh nyah "


" oh itu Vania calonnya Aldo " jawab mama Widya


" wah pinter eiy tuan Aldo cari istri "


" baru calon mang " celetuk vania dan langsung mendapat sentilan di keningnya.


" ya kan bener sayang calon "


" ya bentar lagi jadi istri "


" ya itu namanya calon "


" udah udah kalian ini ribut aja kayak abg " shofia menengahi.


" ayo ini semuanya di makan pisang goreng sama teh hangatnya ini di makan mumpung masih panas "


setelah menikmati teh hangat di selingi dengan obrolan santai akhirnya mereka masuk ke dalam kamar mereka masing masing.


Villa milik Rey terdiri dari 2 lantai serta memiliki 5 kamar.Rey langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. meregangkan otot-otot nya yang kaku. sedang Shofia menata pakaian mereka ke dalam lemari.dan bayi kembar mereka sedang tertidur pulas di samping Rey.


" yang... sini..! "


" apa sebentar aku masih masukin baju anak anak ke dalam lemari" jawab shofia tanpa menoleh dan masih sibuk menata pakaian nya dan juga si kembar. Rey melangkah mendekati shofia lalu memeluknya dari belakang.


" yang dingin " bisiknya


"ya mas namanya aja di puncak ya pasti dingin lah. " jawab shofia cuek


" yang...! "


" hemm "


" yang kita olah raga siang yuk mumpung si kembar lagi bobok " sambil mencium leher shofia


" ih nggak ah nanti kalau kyara ke sini gimana "


" ya kita kunci yang, ayolah yang kita pemanasan dulu kan tumben kita berada di tengah tengah perkebunan dan di kelilingi pemandangan bagus begini " ucapnya sambil terus mengendus endus leher sang istri


" tapi mas.. " dan seperti biasa Shofia tidak bisa menolak ketika Rey sudah memulai aksinya. tangannya yang nakal mulai menyentuh bagian bagian sensitif Shofia. Rey terus berusaha menjalankan aksinya perlahan ia bimbing istrinya menuju ranjang dan merebahkannya. satu persatu Rey mulai melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh istrinya hingga mereka sama sama polos dan siang itu terjadilah olah raga siang di atas ranjang dengan pemandangan yang indah di balik jendela kaca yang besar.


******* keduanya terdengar sangat manis hingga tiga puluh menit mereka berdua mengeluarkan lengkuhan panjang dan bersamaan dengan itu kedua bayi mereka terbangun.


Shofia dengan cepat mendorong tubuh suami nya dan bergegas membersihkan diri sebentar di kamar mandi kemudian memakai kembali pakaiannya.


" untung udah kelar kalau belum bisa bermain solo aku " ucap Rey sembari menutupi tubunya dengan selimut lalu berusaha menepuk nepuk kedua boking bayi kembarnya.

__ADS_1


shofia keluar dari kamar mandi kemudian segera menyusui kedua bayinya dengan di bantu Rey.


" untung aja udah selesai yang kalau belum "


" makanya kan aku bilang jangan sekarang, kamu sih nggak sabar "


" he he abis aku ngga kuat yang nahannya dari tadi malam "


" alah alasan wong hampir setiap hari juga"


" abis enak yang kamu nya juga menikmati gitu "


" ih mas jangan ngomong kayak gtu ah ada anak anak "


" ya elah dia kan masih bayi mana faham. " .


" ya tapi kan nggak enak aja mas "


" yang mereka nenenya sampe berapa bulan sih " tanya Rey sambil memperhatikan bayi mereka yang sendang menyusu dengan lahap


" dua tahun "


" ah lama banget trus aku kapan dapat jatahnya"


" plak " shofia memukul lengan suaminya.


" iya kan bener yang aku liburnya lama nggak bisa ***** sama kamu "


" ya Allah mas udah deh jangan ngomong kayak gtu di depan anak anak, sayang jangan dengerin papi ya "


" yang apa nggak bisa gtu satu tahun aja atau satu setengah deh "


" nggak dua tahun, udah sana kamu mandi "


" nggak ah nanti aja dingin "


" kan ada air hangat sayangku...! "


" ya ntar aja mandi bareng mami aja"


" tau ah terserah "


" nah gitu dong nurut sama suami, ya kan sayang mami kan harus nurut sama papi " ucap Rey sembari mentoel pipi salah satu bayi mereka dan kedua pun tersenyum melihat papinya.


setelah selesai menyusui Shofia bergegas masuk ke kamar mandi menyiapkan perlengkapan mandi si kecil.


" mas bantuin mandiin si kembar ya"


" ya tapi ada bonus nya "


" bonus apa? "


" mandi bareng " bisik Rey


" ih dasar mesum, oke mandi aja kan nggak ada plus plusnya "


" oke siap "


" awas aja macem macem "


" iya nggak akan sayangku cantikku cinta ku "


" alah gombal " jawab Shofia sambil tersenyum kemudian menggendong salah satu bayi mereka dan membawanya ke dalam kamar mandi di ikuti Rey yang juga menggendong bayi satu lagi.

__ADS_1


begitulah shofia walau sudah ada baby sitter namun ia tetap melakukan pekerjaannya selagi ia masih sempat dan tak jarang ia melibatkan suaminya dalam hal mengurus anak anak mereka untuk menumbuhkan rasa kasih sayang antara ayah dan anak.


__ADS_2