
setelah kepergian Vania Aldo merasa sedikit lega kemudian mereka lanjut membicarakan masalah bisnis yang selama ini sudah mereka jalankan bersama. Shofia menidurkan si kembar di box bayi.
" jadi kapan sidang Eliza akan di gelar? " tanya Rey setelah mereka selesai membicarakan masalah bisnis.
" besok lusa berdasarkan surat panggilan yang aku Terima " jawab Mandez.
" apa anda akan menghadiri sidang nanti? "
" ntah lah liat nanti saja, assemenjak aku punya dua bayi kembar ini aku jadi malas untuk keluar rumah"
" kau jangan seperti itu justru kau punya anak kembar sekarang harus lebih giat lagi kerjanya " tegur Mandez
" he he kau benar " kekeh Rey.
" dan kau sendiri apa kau belum menemukan wanita yang pas ? menikahlah menikah itu enak Apalagi ditambah adanya kehadiran anak itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi buat kita setelah seharian lelah bekerja "
" ya nanti akan aku pikirkan " jawab Mandez
" berhentilah berpetualang sekarang cari wanita yang benar benar baik tulus mencintai kita seperti aku dan Shofia istriku " pamer Rey
" ya mungkin aku akan mencari nya di sini dan seperti nya aku sudah menemukannya semoga saja dia tidak menolak ku "
" oh ya benar kah? " tanya Rey antusias
" siapa dia apa aku mengenalnya? mungkin jika aku mengenalnya aku akan berusaha menjadi mak comblangnya "
" mak comblang? what mak comblang? " tanya Mandez tidak mengerti
" itu apa.. seperti perantara ya seperti itulah agar rencanamu bisa menjadi lancar "
" wah benarkah klo begitu aku setuju, sebenarnya aku tertarik sejak pertama kali ketemu dia orangnya hamble banget dan kau juga mengenalnya " tutur Mandez, sedang Aldo hanya menyimak dengan sorot mata yang sulit diartikan.
" oh ya siapa.. ? "
" nona Vania "
" uhuk uhuk... " Aldo yang sedang meneguk air mineral langsung terkejut dan tersedak
" tuan Aldo anda tidak apa apa " tanya Mandez
" tidak saya hanya keselek sedikit " jawab Aldo
" oh jadi Vania tapi sepertinya kau akan memiliki saingan nantinya " ucap Rey sambil melirik ke arah Aldo
" tok.. tok.. assalamu'alaikum.. eh ada tamu " ucap mama Rika dan mama Widya yang muncul dari balik pintu.
" waalaikum salam..iya ma ni ada tuan Mandez "
" oh tuan Mandez wah tamu jauh ni namanya "
" ya nyonya kebetulan ada urusan jadi sekalian jenguk bayi tuan Rayyan "
" ya udah lanjut ngobrolnya kita mau masuk ke dalam " kemudian mereka melangkah masuk ke dalam ruangan Shofia sambil menenteng rantang berisi makanan.
lima belas menit kemudian Rey Aldo dan Mandez pamit keluar hendak meninjau pabrik yang mereka bangun bersama.
saat istirahat siang mereka memilih untuk makan siang di salah satu kafe dekat pabrik. sedang Aldo memilih kembali ke perusahaan.
sore hari Aldo sengaja kembali ke rumah sakit dengan alasan ada berkas yang harus di tandatangani Rey. dan juga sekalian membicarakan masalah lain. selain itu ia ingin mengawasi Mandez yang berniat mendekati Vania
Aldo turun dari mobil melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit.
" Vania tunggu " panggilnya saat bertemu di lorong rumah sakit.
" eh pak Aldo ada apa? "
" kamu sudah mau pulang? "
" ya tiga puluh menit lagi " sambil masuk ke dalam lift.
" pulang nanti biar aku antar "
" hah.. ? "
" iya kamu hari ini nggak bawak mobil kan ? "
" he he iya mobil kebetulan masih di bengkel "
" bagus klo begitu nanti aku yang antar. sekarang kamu mau ke mana?"
" aku mau ke lantai atas mau minta tanda tangan direktur buat laporan "
" oh. " jawab Aldo kemudian mereka keluar barengan karena kebetulan berada di lantai yang sama.
Vania melangkah menuju ruang direktur sedang Aldo masuk ke ruang perawatan Shofia disana tampak Rey sedang duduk di pinggir ranjang sambil metoel toel pipi bayi nya yang sedang menyusu pada maminya.
" silahkan duduk Al " ucap mama Rika
__ADS_1
" iya nyonya " kemudian duduk di sofa ruang tamu
" ada apa Al? " tanya Rey menyusul duduk di sofa
" ini tuan ada berkas yang harus di tanda tangani " sambil memberikan map berisi berkas berkas penting ke pada Rey.
" oh ya tuan untuk besok gimana jam berapa kira kira nona Shofia pulang dari rumah sakit supaya saya bisa mempersiapkan semuanya rencananya malam ini saya akan memulai menyiapkan semuanya " ucap Aldo sedikit berbisik
" yah mungkin sekitar jam sembilan sepuluh lah "
" oke baik tuan "
" lalu apa pamannya hadir juga? " tanya Rey
" saya pastikan dia juga akan hadir tuan "
" good kita beri kejutan pada semuanya besok " ucap Rey yang ikut berbisik
" Rey mama sama mama Rika mau pulang dulu ya tu mang udin sudah nunggu di parkiran "
" ya..mama hati hati ya.. "
" hem nanti biar bi jum ke sini bantuin jaga si kembar "
" ya ma " kemudian mencium tangan kedua mamanya.
bersamaan dengan itu Vania tiba di depan pintu
"tante mau kemana? aku baru aku juga datang "
" tante mau pulang dulu, dan kebetulan kamu datang tante minta tolong ya kamu jagain sebentar si kembar sampe bi jum datang " ucap mama Rika
" oke siap tante "
" makasih ya van klo gitu kita duluan ya.. "
" ya tan hati hati" kemudian Vania masuk ke dalam ruangan tersebut.
"permisi pak Rey pak Aldo "
" masuk van " ucap Rey dan Vania langsung masuk ke dalam ruangan dimana shofia dan si kembar berada.
" lagi apa shof? "
" ini gantiin popoknya kayaknya pup deh "
" sini aku bantu " kata Shofia sambil mengambil alih menggantikan popok salah satu anak kembar Shofia. selesai memasang popok Shofia dan Vania ikut duduk di sofa bergabung bersama Rey dan Aldo.
Aldo menatap Vania dengan tatapan kagumnya.
" ehem.. kayaknya ada yang terpesona nih.. " goda Shofia
" udah Al cepetan di halalin liat Vania sudah sangat cocok jadi ibu " tambah Shofia lagi
" apaan sih shof.. " balas Shofia sedikit malu sedang Aldo hanya tersenyum.
" sayang rencananya nanti kita akan menggelar acara akikah si kembar pada hari ketujuh kamu nggak papa kan? maksud aku kamu sudah merasa baikan kan?"
" iya mas aku insya Allah sudah sehat kok " jawab Shofia sembari memangku bayinya. sedang Rey meletakkan kepalanya di bahu sang istri sambil memandang bayi mereka.
" trus rencananya siapa saja yang mau diundang? " tanya Shofia
" ya mungkin beberapa petinggi perusahaan kemudian beberapa rekan bisnis kemudian kelompok pengajian masjid dengan rumah sama anak anak panti, kamu kalo mau undang teman teman kamu juga boleh " ucap Rey
" ya baik lah klo begitu "kemudian mereka lanjut mengobrol banyak hal sesekali Rey tertawa lepas sedang Aldo hanya tersenyum tipis. Vania merasa heran karena selama ini yang iya tau Rey adalah sosok laki laki dingin yang pelit dengan senyuman tapi kali ini dia melihat Rey sama seperti manusia normal pada umumnya.
" tok tok assalamu'alaikum " ucap bi jum di balik pintu
" waalaikum salam masuk bi jum " jawab Shofia. bi jum masuk sambil membawa dua paper bag satu berisi pakaian ganti untuk Shofia dan Rey sedang satunya berisi cemilan.
" bawa apa bi jum? " tanya Rey tanpa merubah posisinya
" ini saya bawa gado gado tadi beli di jalan"
" wah kebetulan bi jum aku laper banget " ucap Shofia
" ya sebentar saya ambilkan piring" kemudian bi jum melangkah masuk ke dalam mengambil empat piring lalu menyajikan gado gado untuk Rey Shofia Aldo dan Vania
" ni gado gado nya tuan nona " ucap bi jum sembari meletakkan gado gado di atas meja.
" bi jum tolong Rafi letakkan di box bayi ya " kata Shofia sambil menyerahkan bayi Rafi ke bi jum sedang bayi Rafa di letakkan di box bayi oleh Vania.
" ayo van makan, bi jum juga ayo makan bareng kita " ajak Shofia
" nggak non bibi masih kenyang nanti saja bibi makannya "
" oh ya udah.., van ayo makan "
__ADS_1
" ya " jawab Vania sambil berjalan dan ikut duduk di sofa untuk menikmati gado gado yang di bawa bi jum tadi.
" wah enak banget gado gado nya "
" iya ini memang gado gado langganan aku dan memang enak mas Rey aja ketagihan " terang Shofia
selesai menyantap gado gado
pun Vania hendak pamit undur diri.
" shof kayaknya gua harus pulang deh soalnya ntar malam gue harus nganter nyokap menghadiri undangan temannya "
" oh ya udah kamu hati hati "
" klo begitu saya juga pamit tuan "
" lho kamu kok pulang juga? " tanya Rey
" ya soalnya saya sudah janji mau mengantar Shofia pulang " jawab Aldo
" oh ya silahkan Al kamu boleh pulang makasih ya kamu mau antar Vania pulang " ucap Shofia senang
" tapi sayang... " Rey tampak keberatan
" udah nggak papa masak kamu tega liat Vania pulang sendirian "
" ya sudah " ucap Rey pasrah
" klo pak Aldo sibuk nggak papa nanti saya pulang naik taksi saja " kata Vania merasa nggak enak
" eh nggak Aldo sudah selesai ya kan sayang... sekarang kamu pulang biar diantar Aldo lagian aku nggak tega liat kamu pulang sendirian "
" ya bener kata Shofia, Aldo sudah sekarang kamu antar Vania pulang " ucap Rey
" baik tuan klo begitu saya permisi " Aldo undur diri yang di diikuti Vania. lalu mereka melangkah menuju lift. sampai di dalam lifte
" ya ampun sepertinya kunci mobil ketinggalan di atas " kata Aldo sambil memeriksa kantong jas dan jas dan celananya
" oh ya "
" ya udah kamu tunggu di parkiran biar aku naik ke atas lagi "
" Oke aku tunggu di parkiran " kemudian Vania keluar dari lift sedang Aldo kembali memencet tombol lift menuju lantai atas.
Vania melangkah menuju parkiran
" nona Vania tunggu " terdengar suara seseorang memanggil namanya Vania menoleh ke belakang
" tuan Mandez..ando kok masih di sini? apa anda ada perlu dengan tuan Rayyan? " tanya Vania
" ah tidak sama sekali saya justru datang ke sini buat ketemu sama kamu "
" saya..? " sambil menunjuk dirinya.
" hemm" sambil menganggukkan kepalanya.
" ada perlu apa? " tanya Vania. Mendez menggaruk tengkuknya
" saya mau mengantarkan anda pulang sekalian mengajak anda makan malam, gimana? " tanya Mandez
" dia tidak bisa...! " terdengar suara Aldo sambil berjalan mendekat
" tuan Aldo " ucap Mandez
" Vania tidak bisa karena saya yang akan mengantarnya pulang "
" benarkah? " tanya Mandez pada Vania
" iya tuan tadi pak Aldo sudah menawarkan diri mengantarkan saya pulang "
" wah sayang sekali padahal saya sudah semangat sekali ingin mengajak anda makan malam sekalian meminta anda mengantarkan saya jalan jalan keliling kota jakarta "
" tapi sayang Vania tidak bisa "
" Oke nggak masalah mungkin lain hari saja gimana nona Vania..? "
" dia tidak bisa..sekarang atau besok dia tidak bisa karena dia sibuk "
" oh ya..! "
" iya tapi mungkin.. " ucap Vania
" ayo sayang kita pulang " potong Aldo sambil merangkul Vania menggiringnya masuk ke dalam mobil. sedang Mandez masih mematung melihat Aldo merangkul Vania tampak gurat kekecewaan dari raut wajahnya.
******
yang minta part Aldo dan Vania mana komenya...! masih lanjut besok ya...
__ADS_1
jangan lupa like komen dan masukkan favorit ya.😘😘😘
happy reading..