
shofia dan Rey menuruni tangga bersama sama Rey menggenggam tangan istrinya hingga ke meja makan. mama widya yang melihat pemandangan seperti itu tersenyum bahagia.
" alhamdulillah akhirnya shofia mampu meluluhkan hatimu Rey " batin mama widya
"pagi ma.. ! " sapa Rey dengan senyum merekah membuyarkan lamunannya
" eh pagi.. gimana kabar kalian? " tanya mamanya
" baik ma " jawab shofia lalu mereka berdua pun duduk di meja makan dan seperti biasa shofia mulai melayani suaminya mengambilkan nasi dan lauk untuknya setelah itu barulah dia mengambil makannya sendiri
" kyara kok makannya sedikit? " tanya shofia sambil mengambil alih piring kyara lalu melanjutkan menyuapinya.
" aku kan nunggu mami nyuapin aku " jawab kyara. Rey yang melihat shofia sibuk menyuapi anaknya segera mengambil makanan shofia lalu menyuapkan ke shofia.
" mas nggak usah nanti aku makan sendiri " tolak shofia
" ini sudah siang nanti kita terlambat, ayo buka mulutmu,.!" ucap suaminya. shofia melihat ke arah mama mertuanya dan mendapat respon anggukan kepala shofia pun membuka mulutnya membiarkan suaminya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
selesai makan mereka bertiga segera berangkat meninggalkan mension menggunakan mobil Rey dengan Aldo sebagai supirnya.
Rey mengantarkan kyara lebih dulu setelah itu barulah dia mengantarkan istrinya menuju rumah sakit.
" nanti sore aku jemput kamu ya! " ucap Rey saat shofia mencium tangannya ketika mobil telah sampai di depan rumah sakit.
" ya sayang " ucap shofia lalu hendak turun dari dari mobil
" shofia sebentar ada yang ketinggalan " ucap Rey. shofia mengernyitkan kening nya.
" apa? " tanya shofia bingung lalu Rey mencium kening pipi kanan dan kiri dan terakhir bibir istrinya.
" selamat bertugas ya ! kamu hati hati " ucap Rey
" iya sayang kamu juga semangat kerjanya dan hati hati di jalan " ucap shofia lalu segera turun dari mobil suaminya.
shofia masuk ke dalam rumah sakit setelah mobil suaminya bergerak perlahan meninggalkan nya.
" pagi mba shofia " sapa perawat yang kebetulan lewat dan mengenalnya
" pagi Sus..! " jawab shofia ramah lalu langsung masuk ke dalam bangunan rumah sakit.
setelah melakukan absen dan apel sebentar shofia langsung menuju ruang jaganya. kali ini dia di tugasnya satu tim dengan vania
" hay gimana keadaan loe..! loe nggak papa kan? " tanya sahabatnya
" nggak papa gua baik baik aja " jawab shofia
" trus gimana pak Rey apa dia masih marah sama loe? " tanya vania
" nggak kok malah dia yang antar gue kemari " jawab shofia
" ah sukur dah klo gitu. gua telpon loe tapi hape loe nggak aktif " kata vania
" iya sory hape gua lowbatt gue lupa ngecash " jawab shofia bohong padahal hapenya di matikan suaminya ketika mereka saling chat tadi malam.
" oh ya van gimana kabar kak Andika? " tanya shofia kawatir
" kondisinya babak belur tapi untung aja asisten laki loe sudah membawanya ke mari untuk di obati dan seperti nya dia kecewa banget shof, kemaren sore sepulang dari rumah sakit, gue sempet ngunjungin dia di rumahnya dan keadaannya sangat menyedihkan, gua kasihan sama dia " ucap vania sambil mencatat nama pasien yang akan di visit nanti
" ya gue trus harus gimana coba? kan nggak mungkin gue cerain laki gue dan ninggalin kyara " ucap shofia lirih
" apa loe bener bener mencintai pak Rey? " tanya vania sambil menatap mata sahabatnya itu
" iya sepertinya gue mulai mencintainya di balik sikap dinginnya ternyata dia adalah sosok laki laki yang baik " terang shofia
" ya gue dukung keputusan loe asalkan loe bahagia memang benar kata orang ya cinta itu datang karena biasa, sekarang loe nggak usah terlalu mikirin perasaan kak Andika, gua tau kak Andika orang baik dan gua yakin lambat laun dia akan mengerti akan keputusan loe " ucap vania
" makasih ya van! loe sudah membuat hati gue sedikit tenang "
" itulah gunanya teman, udah ah ayo kita keliling untuk memeriksa pasien " ajak vania. lalu mereka berdua melangkah menuju kamar kamar pasien untuk mengecek dan melakukan pemeriksaan.
sore hari shofia sudah siap siap untuk pulang
" shofia loe di jemput atau mau gua antar? " vania menawarkan saat mereka berjalan ke area parkiran
__ADS_1
"nggak gue di jemput kok" jawab vania
tiit.. tiit " terdengar suara klakson mobil tidak jauh dari tempat dia berdiri.
" nah itu jemputan gue sudah datang " Ucap shofia
" tumben Loe di jemput ama laki loe " tegur vania dan shofia hanya menaikkan bahunya
" mungkin laki loe takut kak Andika bakal nemuin loe lagi " bisik vania
" ntahlah gua juga nggak tau, ya udah gua duluan ya daa! " ucap shofia lalu segera melangkah mendekati mobil milik suaminya.
Rey segera turun dari mobil menyambut istrinya lalu shofia mencium tangan suaminya setelah itu Rey pun mencium kening istrinya
" mas ih malu depan umum nanti diliat orang bagaimana?" ucap shofia
" kenapa malu istri sendiri juga " ucap Rey lalu segera membukakan pintu mobil untuk sang istri dan shofia segera masuk ke dalam mobil tersebut.
Rey dan shofia duduk di kursi penumpang sedang Aldo dengan siaga duduk di kursi kemudi.
" sore nona shofia gimana kabar anda " tanya Aldo
" baik Pak aldo, kabar anda bagaimana? " tanya balik shofia
" saya baik nona " jawab aldo. lalu menyalakan mobilnya.
" kita langsung berangkat tuan ? " tanya aldo
" ya kita langsung berangkat " jawab Rey. kemudian mobil pun perlahan bergerak meninggalkan area rumah sakit dan langsung menuju bandara
sementara itu di sebrang jalan tampak Andika memperhatikan shofia dan Rey. awalnya Andika Hendak menghampiri shofia namun niatnya ia urungkan ketika melihat Rey tiba tiba muncul dari dalam mobil.
" apa kamu bahagia bersama laki-laki itu shofia? " batin Andika
" aku harus memastikannya langsung jika kamu bahagia maka aku akan ikhlas melepasmu " batinnya lagi lalu menyalakan mesin mobilnya dan berjalan perlahan meninggalkan area rumah sakit.
sementara di dalam mobil Rey
" alhamdulillah lancar " jawab shofia sedikit gugup
" mas kamu kok tumben jemput aku kenapa? " tanya shofia
" emang kenapa? apa nggak boleh suami jemput istrinya? " ucap Rey
" iya nggak gitu cuman tumben aja "
" ya udah mulai besok aku akan antar jemput kamu gimana apa kamu senang? " ucap Rey yang kini beralih mencium pipi istrinya
" hah..! i-iya senang, tapi nggak usah deh mas nanti kamu repot kamu kan pasti banyak pekerjaan, aku nggak papa kok diantar mang udin " tolak shofia halus
" ya sudah gini aja klo aku nggak sibuk aku yang akan antar jemput kamu ..! cup " sebuah kecupan mendarat di pipinya
" mas jangan gitu ada pak aldo di depan " bisik shofia
" emang kenapa dia nggak akan liat kok..! al kamu liat nggak? " ucap Rey
" tidak tuan " jawab Aldo.kemudian Rey kembali menciumi istrinya dari ciuman yang biasa menjadi ciuman panas. Aldo hanya bisa pura pura tuli dan buta.
Rey hanya berhenti melahap bibir istrinya ketika shofia kehabisan nafas
" sayang udah nggak enak sama pak Aldo " bisik shofia
" Aldo apa kamu merasa nggak enak? " tanya Rey lagi pada Aldo
" nggak tuan saya nggak liat dan nggak dengar" ucap Aldo
" tu kan kamu dengar kata dia " ucap Rey lagi dan kembali hendak mencium shofia
" sayang jangan di sini ya nanti di rumah aja aku malu " bisik shofia
" bener di rumah dan kamu nggak boleh nolak "
" iya sayang kamu boleh melakukannya sepuasnya tapi jangan disini aku malu " bisik shofia
__ADS_1
" baiklah " kemudian Rey pun hanya duduk sambil Menggenggam tangan istrinya. dan itu hanya terjadi beberapa menit karena setelah itu dia kembali menciumi pipi dan rambut istrinya
" sayang.. " ucap shofia
" kenapa aku kan hanya begini aja " ucap rey
" ccckkk" shofia mendecak
" lho sayang kita mau kemana ini kan bukan jalan menuju rumah? " tanya shofia
" iya kita memang bukan mau ke rumah " jawab Rey
" trus kita mau ke mana? " tanya shofia
" aku akan membawamu ke suatu tempat dan kamu pasti suka" jawab Rey
" kemana? " tanyanya lagi
" rahasia nanti kamu juga akan tau " jawab Rey
" kenapa sih pake rahasia rahasiaan segala "
" namanya juga suprise " ucap Rey sambil kembali menciumi pipi istrinya dan shofia hanya pasrah karena walau di larang suaminya tetap akan melakukannya.
shofia menguap merasakan kantuk yang luar biasa.
" kamu ngantuk udah tidur sini nanti kalau sudah sampai aku bangunkan kamu " ucap Rey sambil menepuk pahanya dan shofia pun langsung membaringkan kepalanya di paha suaminya. Rey dengan lembut membelai rambut istrinya sedang tangan satunya mulai menyelusup masuk di balik kemeja shofia melintir tonjolan kecil di dada istrinya
" sayang tanganmu " ucap shofia sambil berusaha mengeluarkan tangan suaminya dari balik kemejanya dengan mata terpejam.
" kenapa aku nggak ngapa ngapain udah tidur sana " ucap Rey sambil terus membelai rambut istrinya. dan tak berapa lama shofia pun tertidur
satu jam kemudian mobil mereka sampai di bandara. shofia masih tertidur pulas di pangkuan suaminya.
" al jam brp pesawatnya berangkat? " tanya Rey
" tiga puluh menit lagi tuan " jawab Aldo
" baiklah klo begitu kita tunggu lima belas menit lagi " ucap Rey
" baik tuan " lalu mereka menunggu sebentar membiarkan shofia melanjutkan tidurnya
" heemm " shofia menggeliat
" sayang kita sudah sampai? " tanya shofia sambil mengerjapkan matanya lalu berusaha duduk dari tidurnya
" sudah sepuluh menit yang lalu " ucap Rey sambil merapikan rambut istrinya
" kenapa nggak dibangunkan dari tadi! ini dimana? lho ini kan bandara memang kita mau kemana? " tanya shofia bingung
" Singapore aku ada kerjaan di sana beberapa hari kamu nggak papa kan nemani aku di sana? tanya Rey
" ya nggak papa sih tapi gimana dengan tugas aku di kampus di rumah sakit? " tanya shofia
" sudah kamu tenang aja sudah aldo yang mengatur ayo kita turun dua puluh menit lagi pesawat akan take off" ucap Rey
" tapi mas aku nggak bawa baju sama sekali ucap shofia ketika turun dari mobil
" semua sudah ada di koper kamu tu..! bi jum yang nyiapin " ucap Rey lalu menarik kopernya sedang Aldo membawakan koper shofia dan mereka pun segera masuk ke dalam bandara untuk melakukan boarding pas. setelah selesai melakukan pemeriksaan mereka segera masuk ke dalam pesawat
" tuan dan nona hati hati di jalan saya akan menyusul anda dua hari lagi " ucap aldo sebelum atasannya masuk ke dalam pesawat.
" makasih al kamu memang bisa saya andalkan. saya titip kantor dan perusahaan ya " ucap Rey
" baik tuan klo begitu selamat jalan " ucap aldo
Rey dan shofia segera melangkah masuk kedalam pesawat dan tak berapa lama pesawat
pun take off menuju Singapore. sedang Aldo tak lama kemudian segera meninggalkan bandara setelah pesawat yang membawa atasan beserta Istrinya terbang. memecah cerahnya awan biru di langit
*****
tetep kasi dukungan kalian para readers ku like komen dan vote kalian
__ADS_1