
ya ma ini aku Eliza, gimana kabar mama? " tanya Eliza sambil mencium tangan mama Widya
" baik, oh ya ada apa kamu kemari bukannya kemaren kamu bilang akan kembali ke Amerika? "
" ya ma aku akan kembali ke Amerika besok oh ya ini kenalkan teman aku dan juga tekan bisnis Rey, Mandez . " ucap Eliza mengenalkan Mandez pada mama Rika dan dibalas anggukan kepala oleh mama Rika.
" trus ada keperluan apa lagi kamu ke sini? " tanya mama Widya
" aku mau pamit ma sama Kyara aku ingin memeluknya sebentar saja "
" kenapa baru sekarang kamu mau memeluknya kenapa nggak dari dulu " ucap mama Widya Sedikit pedas. Eliza bangun dari duduk nya lalu memeluk kaki mama Widya yang dulu jadi ibu mertuanya.
" ma maafin aku ma sungguh aku minta maaf atas sikap aku dulu " ucapnya
" sudahlah kamu nggak usah berlutut seperti ini toh ini nggak akan mengubah apapun cuman mama minta sama kamu jangan ganggu rumah tangga anak mama, sekarang dia sudah bahagia, dan dia sudah bisa menata hidupnya kembali, kamu nggak tau betapa hancurnya hati mama ketika melihat putra mama menangis diam diam tatkala melihat putrinya rewel tengah malam, apalagi ketika melihat Kyara demam mama benar benar putus asa, jujur mama masih marah dan kecewa sama keputusan kamu, lalu sekarang tiba tiba kamu datang hendak mengambil hak asuhnya, dimana pikiran dan hati nurani kamu " ucap mama Widya berusaha meluapkan amarahnya yang selama bertahun-tahun di pendam nya.
Shofia dengan cepat merangkul mama mertuanya agar tenang lalu membimbingnya untuk duduk
" ya ma aku tau aku sangat salah aku egois tapi kini aku menyesal ma seandainya waktu bisa aku putar kembali aku ingin memperbaikinya " ucap Eliza sambil menghapus air matanya
" tapi sayangnya itu tidak bisa, lalu sekarang apa yang kamu inginkan? "
" aku hanya ingin bertemu Kyara dan memeluk nya karena mungkin setelah ini aku akan lama berada di Amerika "
" mama nggak bisa mengatakan apapun semua terserah Rey "ucap mama Widya
" ya kamu boleh menemui Kyara tapi dengan syarat tadi kamu nggak boleh mengatakan apapun tentang siapa kamu sebenarnya kepada Kyara " saut Rey
" ya baiklah aku setuju " jawab Eliza
" sayang tolong panggil Kyara sebentar " ucap Rey pada Shofia istrinya.
" baik mas " kemudian Shofia masuk ke dalam untuk mencari Kyara
" sayang Kyara lagi ngapain? " tanya Shofia saat melihat Kyara sedang bermain bersama Vania
" aku lagi main ni ma sama tante Vania "
" oh, tapi mainnya nanti lagi ya di lanjutkan di bawah ada tante Eliza yang ingin ketemu sama kamu " ucap Shofia sambil menggenggam tangan putrinya
" tante Eliza yang kemaren di Mall itu ma? "
" ya sayang "
" Shof mau apa dia kemari? " bisik Vania namun Shofia memberikan kode untuk tidak membahasnya di depan Kyara.
" baik ma ayo! tante sebentar ya aku ke bawah dulu " lalu Kyara menggandeng tangan maminya melangkah menuju ruang tamu.
" hay tente Eliza..! " sapa Kyara, Eliza langsung menoleh ke arah Kyara lalu berdiri dan langsung memeluk Kyara
" sayang kamu apa kabar? "
" baik tante, tante kenapa mencari aku? " tanya Kyara. Eliza langsung melepaskan pelukannya
" ini tanye bawain ini boneka Barbie buat kamu "
" buat aku? wah makasih tante kebetulan aku belum punya yang model ini "
" kamu senang sayang? " tanya Eliza
" hem aku senang banget makasih ya tante sudah kasih aku boneka "
" sama sama sayang, oh ya tante juga sekalian mau pamit sama Kyara, tante mau kembali ke Amerika "
" kenapa tante cepat sekali kembali ke Amerika padahal kita kan baru berteman, tante mau kan jadi teman aku kayak tante Vania ". Eliza menganggukkan kepalanya lalu air matanya pun menetes sedih mengapa putrinya hanya memintanya menjadi teman, tapi tidak apa apa dia bisa dekat begini saja dia sudah bersyukur, batinnya.
" tante mau sayang, tante mau! " jawab Eliza
" tante kenapa nangis? kita masih bisa kok ketemu, tante klo kangen sama aku kan kita bisa video call ..! tapi dulu teman aku juga nangis waktu dia mau pindah sekolah sama kayak tante " ucap Kyara polos
__ADS_1
" ya sayang tante sedih karena harus pisah sama kamu "
" tante tenang aja nanti aku minta mami buat sering sering video call ke tante "
" tentu sayang makasih ya kamu baik banget " ucap Eliza lagi semakin tak mampu membendung air matanya.
" Kyara begitu polos dia tidak tau apa yang mamanya lakukan dulu padanya tapi dia begitu tulus menerimanya " batin mama Widya. sedang Rey dan Shofia hanya melihat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
" Eliza ini sudah malam kita juga belum mengapak barang barang, sebaiknya kita pamit sekarang " ucap Mandez yang tak ingin drama ibu dan anak ini berlanjut terus "
" yah kita pamit " lalu Eliza berdiri sambil menyeka air matanya.
" ma aku pamit Rey Shofia maaf sudah menggangu waktu kalian "
" ya nggak masalah " jawab Shofia. kemudian Eliza menjabat tangan Rey kemudian mama Widya lalu ia memeluk Shofia
" aku titip putri aku tolong jaga dia dengan baik dan Terima kasih karena sudah menyayanginya dengan baik " bisik Eliza
" ya itu sudah jadi kewajiban aku sebagai mama sambungnya dan kamu tenang saja dia akan baik baik saja di sini bersama kami" bisik Shofia. kemudian mereka melepaskan pelukan mereka
" aku pamit ya! Kyara baik baik ya di sini "
" ya tante "
" oke Terima kasih atas waktunya kami pamit dulu " ucap tuan Mandez lalu menyalami Rey Shofia dan juga mama Widya dan terakhir Kyara.
" Kyara kapan kapan kamu ikut sama aku ke Amerika ya! " kata Mandez
" ya om nanti sama papi dan mami, ya kan pi? "
" ya sayang nanti setelah adik adik kamu lahir dan kamu libur sekolah " jawab Rey
" ah tentu saya tunggu itu taun Rayyan " ucap tuan Mandez kemudian melangkah masuk ke dalam mobil dan bergerak perlahan meninggalkan mansion.
setelah kepergian tuan Mandez dan Eliza mereka semua kembali masuk ke dalam mansion tampak senyum bahagia terpancar dari wajah mereka.
" mau apa wanita itu ke mari ? "
" dia ingin ketemu Kyara "
" mau ngapain dia ketemu Kyara? trus Kyara sudah tau tentang mama kandungnya? "
" belum dan kami melarangnya karena dia masih sangat kecil untuk mengetahui semuanya, nanti klo dia sudah agak besar barulah kita akan memberitahu nya "
" lalu laki laki itu siapa? apa dia suaminya? "
" kayaknya bukan tapi ntalah mungkin pacar nya kali "
" keren ya punya pacar bule kok aku pingin punya yang bule bule gitu "
" ck nggak usah ngayal tu udah ada Aldo kan dia juga kayak bule, bule Korea he he "
" ya elu balik lagi dah "ucap Vania lalu memilih pergi dari hadapan Shofia.
karena hari sudah semakin malam Vania pamit undur diri sedangkan mama Rika di minta untuk menginap di sana
" gua pamit ya udah malam ini" kata Vania
" ya elo hati-hati "
" ya tenang aja, tante mana ya gue mau pamit "
" kayaknya di atas deh loe cari sana " kemudian Vania naik ke lantai atas untuk berpamitan pada tante Rika dan juga tante Widya.
setelah berpamitan Vania keluar dari kediaman keluarga Rayyan kemudian masuk ke dalam mobilnya lalu berjalan perlahan meninggalkan mansion tersebut. dan tak begitu lama Aldo pun juga pamit undur diri untuk kembali ke apartemen nya.
" ah lelah sekali " ujar Shofia setelah dia selesai membersihkan tubuhnya kemudian selonjoran di atas ranjangnya. Rey yang melihat Shofia memijit betisnya kemudian melangkah mendekati sang istrinya
" kenapa pegel? "
__ADS_1
" iya mas pegel banget kaki aku "
" sini biar mas pijitin " kemudian memindahkan kaki Shofia ke atas pangkuan nya dan memijatnya pelan sambil mengoleskan obat nyeri sendi.
" ah enak banget mas "
" gimana enak ? "
" hem " dan Rey terus memijat kaki Shofia pelan pelan awalnya memijat betis kini mulai naik ke paha
" mas kamu sibuk nggak besok? "
" kenapa? "
" besok jadwal aku periksa kamu temani ya! aku udah nggak sabar ingin melihatnya " ucap Shofia
" tentu mas akan usahakan emang jam berapa kamu mau periksa? "
" enaknya pagi apa sore? "
" pagi aja besok sebelum mas ke Kantor mas antar kamu dulu ke rumah sakit "
" ya udah terserah kamu aja " jawab Shofia yang kini sudah mengantuk
" kamu ngantuk ? "
" hem " jawab Shofia
" ya udah tidur sana kamu pasti capek "
" klo begitu aku tidur ya mas "
" ya tidur lah "
" emang mas nggak tidur ? " .
" mas masih ada pekerjaan sedikit nanti mas nyusul "
" tapi jangan lama lama "
" kenapa? "
" aku nggak bisa tidur klo mas nggak temani "
"ya udah sini mas temani kamu dulu nanti setelah kamu tidur baru mas ke ruang kerja " dan Shofia pun tersenyum senang. Rey merebahkan tubuhnya di atas ranjang di samping istri nya. Shofia tidur
didalam pelukan suaminya tangannya memainkan dada suaminya mengukir tanda cinta di sana
" tidurlah tadi katanya ngantuk " ucap Rey lalu mengecup pucuk kepala sang istri.
" aku nggak bisa tidur " ucap Shofia
" trus ?? " tanya Rey. Shofia tak menjawab namun dari bahasa tubuhnya Shofia seperti menginginkannya
" apa kamu menginginkannya? " tanya Rey lagi
dan Shofia mengangguk pelan
" memang nggak capek? "
" sudah hilang kan sudah kamu pijitin "
" ya udah ayo mas akan bikin kamu lelah malam ini lalu kau akan tertidur pulas setelah nya " ucap Rey lalu mengubah posisinya berada di atas tubuh istrinya. perlahan Rey mulai melakukan tugasnya untuk memuaskan sang istri malam ini. ntah sudah berapa kali Shofia merasakan ******* hingga satu jam kemudian setelah melihat Shofia kelelahan barulah Rey menyudahi permainannya.
Rey mengecup bibir istri nya sebelum akhirnya dia menutupi tubuh polos sang istri dengan selimut kemudian membelai rambut sang istri
" tidur lah ini sudah malam " ucap Rey
" hem " jawab Shofia yang memang sudah kelelahan dan benar saja tak menunggu lama akhirnya Shofia pun tertidur lelap. Rey perlahan turun dari ranjangnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian kembali ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan sedikit pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.
__ADS_1