MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 63


__ADS_3

stela tersenyum puas setelah melihat Rey mengusir shofia dari kamarnya


" Rey kenapa sih dia masih berada di sini? " tanya shofia dengan nada yang tidak suka


" itu karena kyara lagi pula mama sedang berada di luar negeri jadi dia yang merawat aku kan kebetulan dia seorang dokter " terang Rey


" kamu kan punya dokter pribadi kenapa harus dia yang merawat mu? " kata shofia lagi.


" aku kan cuman demam biasa jadi nggak usah terlalu berlebihan " ucap Rey.


" kamu sekarang ada apa kemari? " tanya Rey sambil duduk bersandar pada kepala ranjang.


" aku kemari karena mencemaskan mu tadi kata Aldo kamu sakit makanya aku kemari, oh ya kamu belum makan kan biar aku suapi. " ucap stela sambil mengambil nampan di atas nakas


" nggak usah nanti saja aku masih kenyang " tolak Rey


" tapi kamu kan harus minum obat Rey "


" udah nanti saja " ucap Rey lagi


" sekarang sebaiknya kamu kembali perusahaan kamu pasti banyak pekerjaan kan?"


usir Rey secara halus.


" tapi aku masih ingin di sini Rey jagain kamu" ucap stela


" aku nggak mau karyawan ku tidak di siplin sebentar lagi waktu istirahat habis " ucap Rey


" iya ya aku balik ke kantor dan kamu jangan lama sakit cepat sembuh aku capek ngurus perusahaan mu berdua dengan Aldo " gurau stela


" hey aku sudah mengaji kalian sangat banyak jadi jangan mengeluh " ucap Rey


" ah dasar kau..! ya udah aku balik ke kantor kamu istirahat ya bay..! " ucap stela lalu melangkah keluar dari kamar Rey.


***


sementara shofia yang kesal karena Rey malah menyuruhnya keluar dari kamar mereka ngomel mengumpat sendirian di taman belakang di Samping kolam


" apaa apaan dia sama sekali nggak menghargai aku,tadi aja sikapnya manis sekarang judes lagi ah menyebalkan "


omelnya sambil duduk di pinggir kolam. dan bersamaan dengan itu ponselnya pun berdering


" hallo..! " ucap nya dengan nada kesalnya


" hey non jangan galak galak dong loe kenapa lagi PMS lho? " tanya vania dari sebrang telpon


" nggak papa tadi di kamar gua ada kutu jamur " ucap shofia beralasan


" ada apa loe telpon gua? " tanya shofia


" loe ngapain nggak datang ke rumah sakit hari ini?


" oh itu pak Rey sakit dan gua harus ngerawat nya kasian dia klo ditinggal "- jelas shofia


" cie cie istri sholehah yang berbakti sama suaminya " goda vania


" apaan sih loe..! jadi loe telpon gua hanya untuk ini doang " kesal shofia


" he hehe sory, oh iya hampir lupa gua, itu si akbar teman sekampus kita anak ekonomi, tadi telpon gua katanya hari ini dia ulang tahun dan dia berharap supaya loe mau datang ke kafe ceria dia mau ngerayain sama kita, tapi sudah lah loe juga paling nggak bisa " ucap vania


" eh siapa bilang nggak bisa gua bisa kok kapan jam berapa ? " tanya shofia semangat karena dia bosan berada di mension apalai ada stela di sini.


" setengah jam lagi " cengir vania


" apa ?? gila loe ya kenapa baru ngomong sekarang? "

__ADS_1


" he he sory tadi gue sibuk si rumah sakit makanya baru sempat ngabarin loe " ucap vania


" ya udah gue siap siap sekarang " lalu shofia pun mematikan ponsel nya kemudian naik ke lantai atas dia enggak masuk ke kamar Rey dia memilih masuk ke kamarnya yang dulu di sana masih ada beberapa potong pakaiannya.


selesai mengganti pakaiannya dia dandan sedikit lalu segera turun lagi menuju halaman rumah


" mang tolong antar saya sebentar ke kafe ceria abis itu kita langsung jemput kyara " ucap shofia dan langsung masuk ke dalam mobil


mang udin pun ikut masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju tempat yang hendak di tuju.


" mang aku boleh nanya nggak? "


" nanya apa non! "


" ehm mamang kenal nggak sama nona stela? "


" oh nona stela tau sih non dia kan teman tuan Rey mereka sudah lama berteman non mulai dari sekolah SMA sampe kuliah dulu non " tutur mang udin


" trus mereka sudah lama pacarannya? " tanya shofia lagi


" pacaran? aduh klo itu saya kurang tau non, soalnya non stela jarang ke sini dan setau mang udin kayaknya mereka nggak pacaran kok non! " terang mang udin lagi dan serta merta dada shofia langsung berbunga bunga


" ah masak sih ..! mang udin nggak tau kali " ucap shofia


" iya non mamang kerja di sini sudah lama sejak masih ada almarhum papanya tuan Rey


dan saya sudah hafal dengan sifat tuan Rey jika dia menyukai sesuatu maka dia akan menjaganya dengan baik "


" oh gitu ya mang "


" iya non" ucap mang udin sambil menatap nyonya mudanya dari balik spion.


" mang kita sudah hampir sampai mamang cari parkiran aja mungkin saya agak lama di sini " ucap shofia ketika mobil sudah masuk ke area kafe.


" baik non..! "


" shof sini ! " teriak laki laki tersebut


" hay bar apa kabar loe! " ucap shofia sambil duduk di samping akbar


" baik loe sendiri gimana kabar loe..! gua liat tambah cantik aja loe " ujar akbar


" kabar gua alhamdulillah baik, ah loe ya bisa aja loe, dari dulu ya emang loe raja gombal..!"


ucap shofia


" vania mana loe nggak bareng dia? " tanya akbar


" kagak tapi tadi dia bilang udah otw " ujar shofia


" oh ya sory gue nggak bawa kado soalnya gue baru dikasi tau tiga puluh menit yang lalu sama vania jadi gua belum sempat beliin loe kado " kata shofia lagi


" nggak papa santai aja kayak anak kecil aja gua di kasi kado " ujar akbar


" kita pesan makan sekarang? " tawar akbar


" boleh gua udah laper nih " ucap shofia


lalu akbar pun memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua


" vania mau dipesankan sekarang atau nanti? " tanya akbar


" nanti aja biar dia milih sendiri menunya " ucap shofia


" ya udah mba itu dulu nanti pesanan lainnya nyusul " ucap akbar

__ADS_1


" baik mas klo begitu saya permisi " ucap pelayan restoran tersebut


tak berselang lama vania pun datang dengan keburu buru


" sory gue terlambat tadi di jalan macet " kata vania masih ngos ngosan


" ya elu kapan si jakarta itu nggak macet " balas shofia


" ya ya sory nih gua bawa kado buat loe " ucap vania sambil menyerahkan benda persegi empat kepada akbar


" makasih van tapi loe nggak usah repot repot kali. oh ya loe belum pesan makanan, sebentar gua panggil pelayan dulu." kemudian akbar pun memanggil pelayan untuk memesan makanan. pelayan pun datang mencatat menu yang di pesan.


" eh sebentar gua ke toilet dulu ya! " ucap vania lalu melangkah menuju toilet.


sementara di mension Rey sedang sendirian di kamarnya menunggu shofia yang tak kunjung kembali ke kamarnya sudah hampir satu jam sejak dia meminta shofia keluar dari kamarnya.


" kemana dia? bukannya ini waktunya aku minum obat? " ucap Rey


" apa dia marah ya sama sikap aku tadi? " gumam Rey lagi. kemudian Rey bangun dari tidurnya meraih ponselnya dan menelpon bi jum


" halo jum shofia ada di sana? " tanya nya


" nggak ada tuan, tadi kan nona shofia keluar diantar mang udin " jawab bi jum


" apa kamu tau dia pergi kemana? " tanya Rey lagi


" saya nggak tau tuan, nona tadi tidak bilang apa apa sama saya tuan " ucap bi jum lagi


" ya sudah klo begitu" lalu Rey pun menutup panggilan nya kemudian dia mencoba menghubungi mang udin


" halo mang " panggil Rey setelah panggilan nya tersambung


" ya tuan ada yang bisa saya bantu tuan?" jawab mang udin


" kamu dimana sekarang apa shofia ada bersama kamu? " tanya Rey


" iya Tuan non shofia ada di dalam tuan di kafe ceria" jawab mang udin


" lagi ngapain dia ? " tanya Rey lagi


" aduh saya kurang tau tuan tadi non shofia cuman minta diantar dan sekarang saya nunggu di parkiran " terang mang udin


" ya sudah sekarang kamu masuk cari tau sedang apa dia di sana foto dan kirimkan ke saya" perintah Rey


" baik tuan klo begitu saya masuk ke dalam dulu " ucap mang udin.


" hemmm" jawab Rey kemudian mang udin pun masuk ke dalam kafe dengan menggunakan masker dan kaca mata hitam untuk mencari sosok istri majikannya.


setelah mang udin melihat shofia dia segera mengeluarkan ponsel nya lalu mengambil beberapa gambar shofia yang sedang berdua dengan akbar mengobrol tertawa lepas.


" ting " suara notifikasi pesan masuk ke HP Rey dan Rey pun segera membuka pesan yang di kirimkan mang udin kepada nya. matanya nanar ada perasaan marah tidak rela melihat shofia istrinya berasama laki laki lain


" sial..! berani beraninya dia keluar bersama


laki laki lain " geram nya


" siapa laki laki itu kenapa shofia terlihat tertawa bahagia bersama orang ini? apa dia kekasihnya ? " batinnya lagi


" mang kamu awasi terus dia " pesan Rey kapada mang udin


" baik tuan " balas mang udin.


Rey berjalan mondar mandir di kamarnya menunggu kepulangan shofia.


"dasar suami lagi sakit bukannya di tungguin ini malah keluyuran sama laki laki lain, berarti benar dugaanku dia buka wanita baik baik, sikapnya yang polos itu hanya pura pura belaka. " gumam Rey lagi. sambil menahan emosi.

__ADS_1


******


like yang banyak dan beri komentar dan vote kalian para reader's ku 😘😘😘


__ADS_2