
selesai dari persidangan Shofia kembali ke mansion bersama yang lain
" nona sebaiknya istirahat saja urusan perusahaan biar saya yang menghandle " ucap Aldo saat mereka dalam perjalanan pulang
" makasih Al sepertinya aku memang sedikit pusing "
" ya udah loe istirahat aja jangan diforsir tenaga loe, ingat loe lagi hamil " Vania mengingatkan
" gua nggak nyangka ternyata wanita itu licik sekali aku kira dia benar benar tulus sewaktu datang ke rumah menjenguk Kyara dan menawarkan untuk mengantar dan menjemputnya ke sekolah ternyata dia punya maksud lain"
" ya sepertinya ini sudah di rencanakan " timpal Vania
" apa jangan jangan dia lagi yang nyulik Rey agar bisa mengambil alih hak asuh Kyara " lanjut Vania dan sontak Shofia dan Aldo saling tatap lewat kaca mobil
" loe jangan sembarangan ngomong kita nggak ada bukti tapi aku rasa nggak mungkin karena setau aku dia mencintai mas Rey dan sangat terobsesi untuk balik lagi ke mas Rey "
" ya siapa tau kan? "
" tapi kenapa dia tega hampir membunuh mas Rey "
" bukan dia tapi anak buahnya" kata Vania
Aldo tak berkomentar dia masih tetap fokus pada kemudinya
" ini sudah ada dia pendapat yang mengatakan kalau Eliza terlibat dalam hal ini dan alasannya cukup masuk akal " batin Aldo
" bagaimana menurutmu Al? "
" saya akan menyelidikinya Nona karena tidak menutup kemungkinan Nona Eliza terlibat dalam hal ini "
" semoga saja segera ketahuan kejahatannya "
" Al berhenti sebentar aku mau beli siomay itu dulu aku lapar " ucap Shofia
" baik Nona " Aldo menepikan mobilnya
" Nona tunggu di sini biar saya yang memesankan " Aldo turun dari mobil membeli dua porsi siomay dan tiga botol air mineral. setelah mendapatkan pesanannya Aldo membayarnya kemudian kembali ke dalam mobil.
" makasih ya Al "
" sama sama Nona "
" eh tapi kok dua untuk siapa nih "
" untuk nona Vania mungkin mau mencicipi "
" wah makasih pak Al anda perhatian juga sama saya " Aldo tak menjawab dan langsung menghidupkan mesin mobilnya. Shofia membuka kresek hitam dan memberikan satu untuk Vania dan tanpa menunggu lama ia segera membuka Styrofoam dan langsung menyantap siomay di hadapannya .
Aldo memarkirkan mobil nya ketika mereka tiba di mansion
" Nona jika tidak ada yang di butuhkan saya akan segera kembali ke kantor dan anda sebaiknya istirahat untuk beberapa hari ini kerjaan kantor biar saya yang urus "
" makasih Al tapi apa kamu tidak kembali ke LA? nemani mama? "
" ya Nona mungkin lusa saya akan kembali ke LA setelah pekerjaan di sini selesai "
" baiklah trus bagaimana Al apa tidak ada perkembangan mengenai kondisi suamiku? "
" menurut dokter pasien sudah mulai ada kemajuan walau sedikit dan dokter meminta untuk terus memberikan semangat dengan sering mengajaknya ngobrol "
" aku nggak tau bagaimana jika nanti kasus ini dimenangkan Eliza bagaimana aku harus menjelaskan nya pada Kyara karena selama ini yang dia tau mama kandungnya sudah meninggal padahal kenyataannya dia masih hidup bahkan sekarang mamanya menginginkan nya "
" ya udah loe ceritain aja apa adanya klo mamanya dulu membuangnya meninggalkannya waktu dia masih bayi gitu aja loe kok bingung "
" tapi aku takut Kyara kecewa ketika tau mama kandungannya dulu membuangnya dan tidak pernah menginginkannya "
" jadi mami aku masih hidup mami? " tanya Kyara yang tanpa mereka sadari sedari tadi berdiri tidak jauh dari mereka
" Kyara...." ucap Shofia
__ADS_1
" kamu sudah pulang sekolah? "
" iya mami tadi semua guru rapat jadi aku pulang lebih awal " sambil melangkah mendekati maminya
" jadi benar mami, mama aku masih hidup? tidak meninggal? "
" sayang..! " ucap Shofia memeluk Kyara
" jadi benar kata teman teman aku di sekolah klo aku mau diambil ibu kandung aku? trus siapa ibu kandung aku mami? " tanya nya dengan pipi mulai mengembung menahan tangisnya Shofia tak tahan menahan air matanya, ini yang ia takutkan selama ini
" sayang dengerin mami apapun yang terjadi kamu tetap anak mami anak pertama mami dan papi, mami sangat menyayangi mu sayang"
" mami belum jawab siapa mama kandung aku" sambil mengerjap ngerjapkan matanya agar air matanya tidak jatuh
" sayang liat mami, mami akan cerita tapi kamu jangan nangis mama kandung kamu adalah tante Eliza " sambil menggenggam tangan putrinya berusaha memberikannya kekuatan
" apa benar dia membuangku sewaktu aku kecil dan dia tidak menginginkan aku " ucapnya lagi karena Kyara adalah anak yang cerdas dan kritis apa yang di dengarnya dengan mudah dia cerna
" sayang tidak begitu mama kamu waktu itu sibuk dan harus bekerja karena itu mama kamu menitipkan kamu sama papi dan juga oma sayang "
" tapi kenapa dia tidak pernah datang waktu aku ulang tahun bahkan ketika aku sakit dia tidak pernah datang aku pingin bobok di peluk mama dulu tapi dia tidak pernah datang "
" ya karena mama kamu tinggal nya jauh jadi tidak bisa datang jengukin kamu sayang"
" trus kenapa dia sekarang mau mengambil ku aku nggak mau mami aku mau sama mami sama papi aku nggak mau sama tante Eliza " teriaknya histeris sambil berlari menaiki tangga dan masuk ke kamarnya Shofia berusaha mengejarnya namun di tahan oleh Vania
" loe jangan kejar dia biar kan dia tenang biarkan dia menangis nanti klo sudah mereda baru loe bicara sama dia "
" tapi kyara dia pasti sangat kecewa dia butuh gue "
" iya gua tau sekarang loe tenang, bi jum tolong ambilkan air putih untuk Shofia ! " teriak Vania
" aww perut gua " pekik Shofia sambil memegang perutnya
" nona anda kenapa? "
" ya udah sekarang loe istirahat tenangin pikiran loe ayo gua antar ke kamar nanti jika sakitnya bertambah kita langsung ke rumah sakit " ucap Vania sambil memapah Shofia menuju kamarnya mama Rika yang mendengar ribut ribut segera keluar dari kamarnya
" Shofia kenapa? "
" ini tante perut nya seperti nya kram saya mau membawanya ke kamar untuk istirahat " dan mama Rika segera ikut membantu membopong Shofia masuk ke kamarnya lalu membaringkannya di atas kasur.
Aldo segera menelpon dokter Farah yang bertugas menangani kandungan Shofia. dan lima belas menit kemudian dokter Farah tiba dan langsung di arahkan Aldo menuju kamar utama
" bagaimana dok? " tanya mama Rika
" ini hanya kontraksi palsu dan ini biasa terjadi apalagi klo bundanya sedang tegang atau stres jadi saya harap ibunya lebih tenang rileks ya? tapi ini nggak papa kok cuman jangan terlalu sering aja. karean saya takut akan terlalu kelahiran prematur dan ini saya resepkan obat dan vitamin agar bayinya tumbuh sehat "
" Terima kasih dok "
" ya sama sama tolong mami nya jangan banyak pikiran kasian dedeknya ikutan stress juga "
" iya dok "
" klo begitu saya permisi nyonya mari " dan dokter Farah pun keluar dari kamar shofia diantar Vania sampai di depan pintu utama
" hati hati dok "
" ya terimakasih " jawab dokter Farah lalu masuk ke dalam mobilnya, Vania menutup pintu lalu menangis terisak di pojok sofa ruang tamu dan tanpa sengaja Aldo melihatnya lalu melangkah mendekati Vania
" kamu kenapa nangis ? " dan dijawab gelengan kepala oleh Vania
" apa ada yang menyakitimu? apa Haris kembali mengganggu mu ? " kembali Vania menggelengkan kepalanya
" lalu? "
" heemm huaa" aku sedih melihat Shofia seperti ini baru saja dia menemukan kebahagiannya tapi sudah di timpa masalah seperti ini hik hik " sambil menutupi majahnya dengan kedua tangannya.
" aku nggak tega melihatnya pak Al dia dari sekolah dulu menderita papanya meninggal mamanya sakit dan dia harus berjuang sendirian apalagi restoran orang tuanya diambil pamannya trus baru saja dia menemukan kebahagiaan tiba tiba masalah ini datang Hu hu hu " isak Vania, Aldo hanya mematung duduk di samping Vania lalu memberikan sapu tangannya untuk menghapus ingus yang keluar dari hidungnya
__ADS_1
" pak Al boleh saya bersandar di bahu bapak sebentar saja? " tanya Vania dan Aldo pun mengangguk lalu Vania menangis di bahu Aldo dan Aldo pun perusahaan menepuk punggung Vania pelan berusaha menenangkannya.
" sudah saya janji masalah ini akan cepat berakhir dan saya akan segera membawa tuan Rey kembali ke sini "
" benarkah? "
" ya saya janji "
" makasih pak Aldo " dan langsung memeluk Aldo sedang Aldo hanya diam tanpa ekpresi namun perlahan ikut membalas pelukan Vania dengan sedikit canggung
" sudah kamu jangan nangis kamu harus kuat di depan nona Shofia " Vania menganggukkan kepalanya
" hapus air matamu kita kembali ke kamar nona Shofia dan liat kemejaku basah kena ingus mu" "
" he he sory pak nanti saya cuci " ucapnya malu
"udah cuci mukamu jangan sampai Nona Shofia melihat kamu menangis itu akan membuatnya semakin lemah " dan Vania menurut dia masuk ke dalam toilet mencuci wajahnya agar lebih segar
" Shofia kamu mau makan aku buatkan kamu mau makan apa ? " tanya Vania saat dia masuk ke kamar Shofia
" nggak van oh ya tolong kamu antar aku liatin Kyara kasian dia "
" sudah loe diam disini biar Kyara aku yang liatin dan nenangin dia kamu istirahat saja "
" makasih Van "
" hem sekarang loe istirahat ingat kata dokter lor nggak boleh banyak pikiran di sini ada Aldo gua dan mama Widya, gua liatin Kyara dulu sebentar " lalu melangkah menuju kamar Kyara.
" Kyara sayang boleh tante masuk? " tidak ada jawaban
" Kyara... tok tok.. tante masuk ya? . ayo dong sayang buka pintunya mami kamu sedih lho klo kamu kayak gini."
" ceklek " Kyara membukakan pintu nya
" boleh tante masuk? " Kyara menganggukkan kepala nya
" kamu kenapa? " tanya Vania sambil duduk di tepi ranjang bersama Kyara
" aku nggak mau tinggal sama tante Eli tante "
" kenapa? " bukannya kamu dari dulu merindukan mama kandungmu? "
" iya tapi sekarang aku sudah punya mami Shofia "
"apa kamu menyayangi mami? "
" aku menyayangi mami aku mau tinggal sama mami dan papi "
" oke sekarang dengarkan Tante, saat ini mami om Aldo dan oma Kyara sedang berusaha agar kamu tidak di bawa oleh Mama Eliza jadi seandainya nanti kamu tante ajak ke tempat sidang kamu harus ngomong sama bapak hakim klo kamu nggak mau tinggal sama mama Eliza kamu hanya mau tinggal sama mami dan papi oke! " .
" tempat sidang itu apa tante? " vania menggaruk kepalanya dia lupa jika anak di depannya sangat kritis
" tempat sidang itu tempat orang musyawarah membicarakan suatu masalah ya kayak kamu ini dan disana ada kepalanya namanya pak Hakim "
" oh, "
" kamu kenapa nggak mau sama mama Eliza? "
" aku nggak dulu dia yang bikin mami aku pingsan dan dia sering bilangin aku klo mami aku jahat padahal tidak mami aku kan baik dan sayang sama aku "
" ya tante juga kurang suka sama mama Eliza kok kita sama ya? " dan Kyara pun mengangguk
" trus nanti klo tante Eliza mengajak kamu kamu keluar jangan mau ya! "
" ya tante aku nggak mau ketemu sama tante Eliza aku takut nanti dibawanya pergi "
" ya sudah sekarang kamu jangan ngambek lagi ayo kita temui mami kasian mami dia sedih liat kamu sedih klo mami sedih dedek kembarnya juga sedih "
" iya tante ayo " lalu Vania dan Kyara melangkah keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar Shofia.
__ADS_1