MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 205


__ADS_3

Jam 3 dini hari Rey terjaga dari tidurnya karena merasa dingin yang menusuk sampai ke tulang Rey memeluk sang istri.


" yang dingin " bisik Rey semakin mengeratkan pelukannya


" hem " gumam Shofia dengan mata yang masih terpejam karena baru saja ia terbangun sehabis menyusui si kembar. namun Rey tak putus asa ia terus berusaha menggoda sang istri hingga tanpa sadar ******* lembut keluar dari bibir istrinya.


Shofia yang memakai daster busui membuat Rey leluasa bermain main pada dua aset milik istrinya. ntah mengapa malam ini ia sangat ingin melakukannya mungkin karena efek cuaca dingin atau karena terlalu banyak mengkonsumsi daging kambing? ah ntah lah yang terpenting malam ini ia harus menuntaskan hasratnya.


Rey kini beralih pada pusat inti istrinya. ia bermain main disana sesekali Shofia mengeluarkan ******* hingga sesuatu dibawah terlihat basah. dengan senyum kemenangan Rey langsung menindih tubuh istrinya dan mulai memasukkan kejantanannya ke dalam pusat istrinya. dan barulah Shofia terbangun karena merasa ada benda berat yang menimpanya.


" mas kamu mau ngapain? " tanya Shofia yang masih setengah sadar.


"he he olah raga menjelang subuh sayang "


" tapi mammmmb " belum selesai Shofia bicara Rey langsung ******* bibir manis istrinya. dan akhirnya Rey pun kembali mampu menaklukkan sang istri. Shofia dibuat mendesah dan merasakan klimks berkali kali.


hingga azan berkumandang Rey belum juga menyelesaikan permainannya.


" sayang udah ya udah azan lagian kaki aku pegel " rengek Shofia


" sebentar lagi sayang " dan Rey pun mempercepat tempo permainannya dan akhirnya cairan kental itu masuk menyeruak ke dalam rahim sang istri. Rey mencium istrinya berkali kali


" sory sayang sudah bangunin kamu. makasih ya.. love you "


" hem.. " jawab Shofia tak berdaya ia pejamkan matanya merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk.


" aku mandi duluan ya " ucap Rey Shofia hanya mengangguk. sedang Rey bergegas masuk ke kamar mandi.


" selesai sholat Shofia dan Rey memilih kembali bergelung dibawah selimut sedang si kembar Rey serahkan pada baby sitter.


" papi... mami...! ayo jalan jalan kita mau liat liat kebun teh mam " ajak Kyara sembari membangunkan maminya yang masih terlelap bersama sang papi


" iya sayang kamu pergi duluan aja nanti mama nyusul ya! " ucap Shofia masih setengah sadar.


" ya udah nanti mami nyusul ya " Shofia mengangguk dan kyara pun keluar dari kamar orang tuanya.


Kyara oma Widya, Vania dan Aldo berjalan jalan di sekitar Villa dengan mang ujang sebagai pemandu. mereka berkeliling menyapa para petani.


setelah puas berkeliling mereka memutuskan untuk kembali ke villa kecuali Kyara yang masih mau ikut dengan mang ujang untuk melihat sungai dengan menggunakan motor buntutnya.


" hati hati mang jangan ngebut " sang oma mengingatkan


" iya nyonya tenang aja, ayo neng kita jalan jalan melihat sungai "


" ayo let's go " teriak Kyara girang


" hati hati sayang pegangan yang erat "


" ya oma. da da tante Vania om Aldo"


" hati hati sayang " teriak Vania sedang Aldo hanya mengangguk tampak wajahnya berubah masam.


" kamu kenapa sih kak? wajahnya di tekuk kayak gtu "


" aku nggak suka ya kamu ngobrol deket gitu sama bapak bapak tadi dia ngeliatin kamu kayak gtu " ucap Aldo saat mereka berjalan menuju Villa


" ya ampun kak aku hanya ngobrol biasa sama mereka "

__ADS_1


" ya tapi nggak usah pake senyum senyum gitu kayak orang kecentilan aja " Vania terdiam ia sedikit tersinggung namun ia berusaha manahan amarahnya. dadanya yang bergemuruh berusaha ia tahan . biar bagaimana pun ini masih di muka umum tidak mungkin mereka ribut di sana apalagi ada tante Widya yang berjalan bersama mereka.


sepanjang jalan pulang Vania diam tak bicara sepatah kata pun hanya mama Widya yang banyak bicara sedang Aldo hanya sedikit menimpali.


sesampainya di Villa Vania memilih langsung masuk ke kamarnya. Aldo masuk ke dapur membuatkan teh hangat untuk Vania sedang mama Widya memilih selonjoran di atas sofa.


Aldo naik ke lantai atas membawakan secangkir teh hangat


" sayang... Vania ini aku buatkan teh hangat buka pintunya " Vania tak menjawab


" Van ini lho teh nya supaya kamu nggak merasa dingin " masih tidak ada jawaban hingga ketukan yang ke tiga batulah Vania membuka pintu


" ada apa? " tanya nya ketus.


" ini aku bawakan teh buat kamu kamu minum ya "


" oke makasih "


" hey kamu kenapa sayang hem..? capek "


" ya capek pingin tidur "


" ya udah kamu istirahat nanti pas makan siang aku banguni "


" hem " jawab Vania lalu menutup kembali pintunya dengan perasaan yang masih kesal.


sementara di kamar satunya Shofia membuka mata tatkala matahari sudah semakin tinggi. perutnya terasa lapar dan ia merasa asinya penuh hingga terasa sakit.


shofia membersihkan dirinya di kamar mandi kemudian membangunkan Rey suaminya dan mereka pun turun ke bawah untuk sarapan yang sudah kesiangan.


" lho kalian baru sarapan? " tanya mama Widya yang ikut membantu istri mang ujang menyiapkan makan siang.Rey mengangguk sedang Shofia tersipu malu.


" Vania kayaknya kecapean istirahat di kamarnya Aldo nggak tau kemana sedang Kyara masih keliling mau liat sungai katanya "


"lho kan jauh ma naik apa mereka? "


" naik motor "


" uhuk.. uhuk... apa ma mereka motoran? ya ampun ma Kyara kan nggak pernah naik motor nanti kalau jatuh gimana? " ucap Rey cemas


" udah mas nggak papa insya Allah mang ujang bisa jagain dengan baik, lagian biarkan Kyara mendapatkan pengalaman yang banyak "


" tapi sayang.. "


" iya Rey apa yang dikatakan shofia benar kamu nggak usah terlalu berlebihan kayak gtu "


" ya aku hanya hawatir aja ma " jawab Rey yang kembali menikmati sarapannya.


selesai sarapan yang sangat terlambat Shofia memilih kembali ke kamar baby sitter untuk melihat ke dua putranya dan bermaksud untuk menyusinya sedang Rey memilih mengobrol dengan Aldo membicarakan proyek yang sedang mereka kerjakan.


"Permisi tuan saya angkat telpon dulu sepertinya mama saya menelpon "


" hem " jawab Rey kemudian menyeruput teh hangat di depannya.


Aldo melangkah sedikit menjauh


" ya ma "

__ADS_1


" kamu sama Vania? "


" ya ma aku lagi nemeni keluarga tuan Rayyan liburan di Villa dan kebetulan Vania juga ikut "


" ya udah mama mau ngomong sama dia. itu mama sudah kirim desain undangan pernikahan kalian suruh Vania milih yang mana yang dia suka "


" baik ma aku ke kamar nya dulu "


" ya " dan Aldo melangkah naik ke lantai atas menuju kamar Vania.


" Tok.. tok.. Van buka pintunya sebentar, ni mama telpon mau bicara sebentar katanya " Vania membuka pintu kamarnya.


" ada apa kak? "


" ini mama nelpon katanya mau bicarain undangan " sambil memberikan ponsel nya pada Vania.


" assalamu'alaikum..ada apa ma? "


" waalaikum salam "


" itu mama sudah ngirimin kamu desain undangan, kamu pilih ya yang mana yang kamu suka " ucap calon mama mertuanya.


" ya ma klo aku terserah mama aja aku ikut pilihan mama "


" eh nggak bisa gtu dong kan ini hari spesial buat kamu sama Aldo kamu diskusikan ya berdua "


"ya ma "


"ya udah kalau gtu mama tutup dulu, assalamu'alaikum "


"Waalaikum salam " ucap Vania menutup sambungan telpon.


" apa kata mama? " tanya Aldo yangbmasihb


" mama ngirimin desain undangan di HP kamu kak "


" oh sebentar " Aldo membuka aplikasi Whatsapp dan membuka beberapa pesan gambar dari mamanya


" kak..! apa kita pikirkan lagi ya rencana pernikahan kita "


" maksud kamu "


" ya kita pikirkan lagi keputusan kita sebelum semuanya terlambat "


" aku nggak ngerti maksud kamu sekarang kamu jelaskan " ucap Aldo dengan dada berdebar.


" ya kaka fikirkan lagi apa benar kakak mau menikah sama aku cewek kecentilan kayak aku "


" jadi ini masalah tadi siang? " tanya Aldo Vania terdiam.


" oke aku minta maaf jika kata kata aku menyakiti kamu tapi aku tidak bermaksud menyinggung apalagi menyakiti perasaan kami. "


" ya tapi aku nggak bisa ngadepin sikap kakak yang super posesif begitu aku ini calon dokter kak nggak mungkin aku tidak tersenyum tidak ramah sama pasien aku. aku butuh kehidupan sosial yang normal kak, dengan kaka bersikap seperti itu seolah aku ini akan selingkuh saja " ucap Vania mengeluarkan unek uneknya.


" jadi menurut aku mungkin kita batalkan saja rencana pernikahan kita "


" ya nggak bisa kayak gtu dong Van masak gara gara masalah sepele begitu kamu mau batalkan pernikahan kita" ucap Aldo dengan nada sedikit tinggi membuat semua orang di Villa tersebut mendengar perdebatan mereka berdua.

__ADS_1


" bagi kakak itu hal sepele tapi bagi aku itu masalah besar yang nantinya akan jadi bumerang dalam pernikahan kita, jadi sebaiknya kita pikir ulang kak, permisi aku mau istirahat aku ngga mau semua orang mendengar pertengkaran kita. " ucap Vania lalu masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2