MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 77


__ADS_3

selesai sholat shofia merapikan mukenahnya namun dengan cepat Rey mengambil alih


" sini biar aku saja kamu istirahat duduk aja sana di ranjang " ucap Rey


" tapi pak Rey "


" udah jangan membantah " kata Rey lagi dan akhirnya shofia memilih untuk mengganti pakaiannya dengan dress selutut. setelah itu dia melangkah ke arah meja rias untuk mengeringkan rambutnya, dia melangkah dengan hati hati karena merasakan organ intimnya masih terasa sakit. Rey memperhatikan langkah istrinya dan lagi lagi Rey mendekati istrinya lalu mengambil hairdryer dari tangan shofia


" sini biar aku bantu keringkan rambutmu " ucap Rey sambil berusaha mengeringkan rambut istrinya dengan hairdryer.shofia pun hanya diam dan patuh sambil memandang wajah tampan suaminya lewat kaca cermin di depannya


setelah selesai Rey memeluk istrinya dari belakang


" kita makan malam di kamar saja ya? " ucap Rey


" kenapa begitu pak Rey nanti klo mama dan kyara nyariin kita gimana? '


" udah nggak papa nanti saya kasi tau mereka memang kamu mau turun ke bawah dengan kondisi kayak gini lihat leher dan dada kamu trus jalan kamu juga berubah gitu " ucap Rey sambil mengendus leher jenjang istrinya.


lalu shofia menatap ke arah kaca dan membelalakkan matanya


" pak Rey apa yang anda lakukan liat saya seperti macam tutul " ucap shofia


" he he maaf klo itu saya khilaf " ucapnya sambil menambahkan gigitan kecil di leher sebelah kanan istrinya tentu saja shofia segera mencubit pinggang suaminya.


" shofia mulai sekarang kamu jangan panggil aku pak..! kok aku merasa tua sekali padahal jarak usia kita hanya beda 6 tahun " ucap Rey yang kini posisinya berjongkok di hadapan istrinya


" trus aku harus panggil apa dong " tanya shofia bingung


" ya apalah asal jangan bapak "


" kakak? "


" no..! "


" mas? abang..! "


" nggak ah pasaran banget tapi boleh lah "


" trus apa dong? gimana klo aku panggil papi kyara aja sama kayak kyara"


" nggak aku mau kamu panggil aku sayang, jadi mulai sekarang kamu harus panggil aku sayang " ucap Rey sambil mencubit hidung bangir istrinya


" nggak ah kan malu " ucap shofia dengan pipi yang mulai blushing.


" cup " kenapa harus malu? oke klo begitu kamu panggil aku sayang saat kita berdua aja " ucap Rey sambil mencium pipi istrinya


" ya malu aja "


" pokoknya mulai sekarang kamu panggil aku sayang kalo kita sedang berdua aja " ucap Rey lalu kembali mencium bibir manis istrinya


" ya udah aku kebawah dulu minta bi jum agar membawakan makan malam untuk kita dan kamu istirahat saja " ucap Rey lalu mencium pucuk kepada istrinya dan kemudian melangkah keluar dari kamarnya menuju dapur.


sampai di dapur bi jum sedang sibuk memasak menu makan malam bersama dua pelayan lainnya


" bi jum nanti tolong bawakan makan malam saya dan shofia ke kamar ya shofia kurang enak badan " ucap Rey


" baik tuan " jawab bi jum dengan senyum penuh arti


" oh ya dan bilang sama mama dan kyara klo saya menemani shofia makan malam di kamar " ucap Rey lagi


" maaf tuan nyonya dan non kyara Sekarang sedang keluar dan kata nyonya mereka akan makan malam di luar " tutur bi jum


" mengapa mereka tidak bilang ke saya? " tanya Rey

__ADS_1


" maaf tadi mama anda sudah mengetok pintu kamar anda tapi sepertinya tuan sedang istirahat " ucap bi jum lagi


" oh ya sudah nanti klo sudah siap kamu langsung bawak ke kamar saya "


" baik tuan "


" oh ya tolong buatkan teh hangat untuk saya dan shofia sekarang " ucap Rey sambil duduk di meja makan sambil mencomot buah anggur dari tangkainya. sambil menunggu bi jum yang sedang membuatkan teh hangat buat tuannya. lima menit kemudian teh sudah tersaji di atas nampan. dan Rey segera membawa ke kamarnya.


Rey membuka pintu kamarnya tampak shofia sedang berbaring di atas ranjangnya sambil membalas pesan yang dikirimkan oleh vania sahabatnya.


" sayang ini aku bawakan teh hangat buat kamu" ucap Rey sambil meletakkan teh di samping nakas


" ya Terima kasih pak Rey " ucap kyara masih fokus pada ponsel nya


" sayang mana ponselmu lagi chat sama siapa sih? " tanya Rey


" ini vania WA dia menanyakan kabar aku dan kak andika " ucap shofia yang masih fokus sama ponselnya. kemudian Rey mengambil ponsel dari tangan shofia


" kenapa kamu masih peduli sama dia pokoknya aku nggak mau kamu membahas dia lagi titik. " ucap Rey


" pak Rey ..! " ucap shofia dan langsung di balas tatapan tajam oleh suaminya dan tanpa aba aba Rey langsung ******* bibir istrinya hingga shofia kehabisan nafas dan memukul dada suaminya


" itu hukuman karena kamu masih panggil aku bapak dan habis ini hukuman mu akan semakin bertambah klo kamu masih panggil aku bapak " ucap Rey


" maaf aku kan lupa " ucap shofia


" ya sudah ayo sekarang minum tehnya nanti keburu dingin " ucap Rey lalu turun dari ranjang dan duduk di sofa di dalam kamarnya dan shofia pun segera bangun dari ranjang dan ikut duduk di sofa bersama sang suami .


" shof aku boleh nanya sesuatu ke kamu? " ucap Rey


" mau nanya apa? " tanya shofia sambil menyeruput tehnya.


" apa kamu dan laki laki tadi memang ada hubungan spesial ? " tanya Rey sambil membelai rambut shofia


" aku sama kak andika kita hanya teman dan kita sangat akrab bahkan orang lain mengira klo kita pacaran namun kenyataannya kita memang tidak ada komitmen apa apa hingga tadi dia tiba tiba muncul dan mengatakan hal itu tadi " terang shofia


" ntahlah tapi sekarang perasaan itu berbeda dulu aku sangat bahagia ketika berada di sampingnya tapi sekarang perasaan itu biasa saja" kata shofia sambil menatap wajah tampan suaminya.


" pak Rey apa aku boleh nanya sesuatu ? "


" cettak" Rey menyentil pelan kening istrinya


" auww " kenapa anda menyentil ku " ucap shofia sambil mengusap keningnya


" jangan panggil aku pak ingat kau sudah tiga kali memanggil ku pak dan aku akan menghukum mu nanti. sekarang apa yang mau kamu tanyakan?" ucap Rey dengan seringai nya


lalu menyandarkan kepala shofia di dadanya


" aku ingin tau bagaimana perasaan kamu ke aku sekarang? " ucap shofia pelan sambil membelai dada suaminya


" ntahlah tadinya aku tidak yakin akan perasaan ku, tapi yang jelas aku marah ketika melihat laki laki itu menyentuhmu aku merasa takut kehilangan ketika mendengar dia mengutarakan perasaan nya pada mu dan aku sedih ketika dia mengatakan kau menikah denganku karena balas budi, takut jika dia akan mengambil mu dari aku dan kamu pergi meninggalkan aku dan kyara, dan sekarang aku sudah yakin dengan perasaanku klo aku jatuh cinta padamu shofia, I love you " ucap Rey sambil mengecup puncak rambut istrinya.


shofia pun merenggangkan tubuhnya lalu balik menatap wajah tampan suaminya dan membelai pipi suaminya yang ditumbuhi bulu bulu halus " i love you too " balas shofia lalu menempelkan keningnya pada suaminya. rey kemudian sedikit memiringkan wajahnya dan mencium bibir manis istrinya ********** dengan lembut dia gigit bibir bagian bawah istrinya shofia membuka sedikit mulutnya dan itu digunakan Rey untuk memasukkan lidahnya membelit lidah istrinya dan menjelajah didalam rongga mulut istrinya . shofia yang masih belum pengalaman masih tetap kesulitan cara mengambil nafas lalu dia pukul dada suaminya karena kehabisan nafas.


" he he kamu kehabisan nafas ? " ucap Rey sambil mengusap bibir istrinya yang sedikit membengkak berkat ulahnya sedang shofia hanya menganggukkan wajahnya yang memerah karena malu. Rey menatap bibir istrinya yang kini seperti candu baginya.


setelah beberapa menit kemudian Rey kembali mengecap bibir manis itu sambil sedikit mendorong tubuh istrinya hingga shofia bersandar pada pegangan sofa kini bibir itu dengan lincah turun ke leher istrinya sedang tangannya mulai nakal menjelajah bagian bawah milik istrinya mencoba memegang pusat inti istrinya


" apa ini masih sakit? " tanya Rey dan shofia menganggukkan kepalanya


" sedikit " jawab shofia sambil menahan kejolak di dadanya.


perlahan Rey menurunkan resleting pakaian istrinya dan serta merta pakaian itu pun melorot hingga ke dada istrinya menampakkan dua gundukan yang terbungkus kain berwarna pink muda. Rey menelan ludahnya melihat pemandangan indah di depannya.dan Rey pun melepaskan koas yang melekat pada tubuhnya

__ADS_1


kemudian dengan pelan Rey melepaskan pengait bra milik istrinya dan bibir itu dengan lincah mulai mengekspos isi di balik kain berwarna pink tersebut menyesap nya seperti bayi yang menyusu pada ibunya. desahan yang keluar dari bibir shofia menambah gairah Rey dengan pelan Rey menarik ****** ***** milik istrinya namun tiba tiba terdengar ketukan pintu kamar nya


" sayang ada yang mengetuk pintu! " ucap shofia sambil menahan tubuh Rey


" biar saja " ucap Rey masih ingin melanjutkan aksinya


" sayang buka pintunya dulu mungkin itu mama atau kyara " ucap shofia


" ckkk " siapa sih mengganggu saja" ucap Rey kesal lalu bangun beranjak melangkah menuju pintu sedang shofia dengan cepat merapikan pakaiannya kembali


" ceklek " Rey membuka pintu tampak bi jum datang membawakan makan malam untuk mereka


" maaf tuan ini saya bawakan makan malam untuk anda dan nona shofia " ucap bi jum sambil memperhatikan penampilan Rey yang bertelanjang dada dengan rambut yang sedikit acak acakan bi jum hanya tersenyum.


" mana biar saya yang meletakkan di dalam " ucap Rey sambil mengambil alih nampan berisi makan malam mereka. lalu kembali mengunci pintu kamarnya dan meletakkan makan malam mereka di atas meja.


Rey kembali ke sofa sedang shofia sudah kembali berpakaian rapi


" sayang kenapa bajunya di pasang lagi " ucap Rey kesal


" aku lapar lagian ini sudah hampir magrib kita sholat dulu " ucap shofia dan akhirnya Rey pun harus menahan hasratnya yang sudah membuncah


" ya udah kita makan dulu dan kamu makan yang banyak setelah ini aku akan memakanmu" bisik Rey dan sontak bulu kuduk shofia meremang mendengar bisikan suaminya sambil tertunduk malu.


Rey mengambilkan makanan untuk istrinya lalu memberikannya kepada shofia


" malam ini biar aku yang melayani kamu ayo makan! " ucap Rey dan shofia pun menerima piring yang sudah di isi banyak makanan


" sayang kenapa banyak sekali aku nggak mungkin menghabiskan nya gimana klo kita makan sepiring berdua " tawar shofia


" ide bagus " ucap Rey kemudian shofia pun mengambil dua sendok untuk mereka makan berdua.


selesai makan mereka langsung melaksanakan sholat magrib kemudian dilanjutkan dengan membaca alquran qur'an hingga waktu sholat isya tiba dan mereka pun melanjutkan melaksanakan sholat isya.


setelah sholat dan merapikan peralatan sholat mereka Rey melangkah menuju ruang wardrop mengambil sesuatu lalu membawanya kepada shofia.


shofia yang sedang duduk di depan cermin membersihkan wajahnya langsung di peluk dari belakang oleh suaminya


" sayang jangan seperti ini aku sulit membersihkan wajahku" ucap shofia


" sayang aku boleh minta sesuatu nggak? " tanya Rey sambil menciumi kepala istrinya


" hem apa ? " jawab shofia lalu Rey melepaskan pelukan nya dan memberikan gaun tidur yang super seksi


" aku mau kamu pake ini lagi sekarang " ucap Rey


" hah nggak ah aku malu " ucap shofia dengan wajah memerah karena malu


" kenapa malu kemaren kamu pake ini dan aku suka" bisik Rey


" tapi kenapa waktu itu tuan Rayyan menolaknya? " sindir shofia


" siapa yang menolakmu nona shofia..! waktu itu kan aku sedang menerima telpon, dan siapa coba yang tidur duluan? " kini Rey menyindir istrinya


" ya tapi aku malu " ucap shofia


" kenapa malu toh aku sudah melihat semuanya tadi, lagian nolak keinginan suami dosa lho " ucap Rey lagi


" ya sudah mana aku pake " ucap shofia


" oke sayangku muach.. " Rey mengecup bibir istrinya sekilas. sebelum akhirnya shofia masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


*****

__ADS_1


aku nulis ini jadi keringat dingin ah untuk author da nikah 😀 yang belum nikah dan belum ada pasangan sabar ya..😅😅


tetep jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote kalian 😘😘😘


__ADS_2