MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 196


__ADS_3

pagi ini shofia tampak sibuk menyiapkan pakaian untuk Rey suaminya sedang si kembar ia titipkan pada Nany semenjak punya bayi kembar Shofia tidak lagi ikut membantu bi jum di dapur.dan pagi hari saat suaminya akan bekerja dan Kyara masuk sekolah ia menyerahkan bayi kembarnya pada nany karena ia tidak ingin suami dan anaknya merasa tidak di perhatikan lagi.


" sayang pasangkan dasiku " pinta Rey dan Shofia memasangkan dasi suaminya Rey menatap wajah sang istri.


" sayang kamu kapan bersihnya..? " tanya Rey


" kan baru dua minggu juga ih kamunya nanya mulu " jawab Shofia sedikit sewot. dan Rey terkekeh


" ya kan kebutuhan yang itu tambahan energi buat aku kan biasanya kita setiap hari malah bisa dua kali sehari lah ini... "


" sabar sayang... " kini Shofia yang terkekeh sambil mencubit hidung mancung suaminya


" yang... ! "


" hemm "


" kasih aku vitamin C dong biar semangat kerjanya "


" ya sebentar aku ambilin "jawab Shofia masih fokus sama dasi sang suami


" nggak usah diambilin kan udah ada di depan mata aku " jawab Rey


" maksudnya? " Shofia tidak mengerti sambil mentap suaminya


" ini yang.. " menunjuk bibirnya sendiri.


" ya ampun suami aku sudah mesum pagi pagi.. "


" kan sama istri sendiri yang... " kata Rey lagi dengan mata sayu.


" ya udah ini. cup.. " kecup Shofia sekilas


" yang kok bentar aku kan belum siap ulang.. " Shofia memutar matanya lalu kembali mencium bibir suaminya dan Rey pun dengan cepat menekan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya dan ciuman panas pun terjadi sedang tangan satunya menelusup ke dalam daster istrinya meremas benda kenyal milik istrinya.


" mami... aku mau rambutku di ikat.. " terdengar suara kyara dari luar kamar hendak masuk ke dalam kamarnya dan dengan cepat Shofia mendorong tubuh suaminya.


" iya sayang sini mami ikat " jawab Shofia sambil merapikan bajunya yang sedikit berantakan


" yang kamu nggak kunci pintunya..! " tanya Rey


" iya ngapain di kunci masih pagi juga" jawab Shofia lalu melangkah duduk di depan meja riasnya dan kyara duduk di samping nya.


" kamu mau ikat kayak apa ? " tanya Shofia sambil menyisir rambut Kyara


" aku mau di kepang dua mami "


" oke siap putri mami yang cantik " dan Shofia segera mengepang rambut kyara sedang Rey memilih duduk di sofa sambil membuka ponselnya.


" udah sekarang kamu ambil tas mu trus kita sarapan " ucap Shofia setelah mengepang rambut putri sambungnya tersebut.


" oke " lalu kyara berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


" sayang ayo kita ke bawah " ajak Shofia


" tapi dasi ku kayaknya masih belum rapi deh sayang " ucap Rey Shofia melihat ke arah dasi suami nya


" lho kok bisa perasaan tadi sudah rapi, kamu berantaki lagi ya.." protes Shofia sambil menyipitkan matanya


" nggak mana mungkin aku berantakin ini mungkin karena kita ciuman tadi makanya dia jadi miring gini. sekarang tolong di rapikan " pinta Rey lagi dan Shofia kembali merapikan dasi suaminya yang kembali terbuka simpulnya. Rey melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya sambil menciumi wajah nya


" sayang jangan seperti itu aku kesulitan " dan Rey pun menurut


" sayang nambah yang tadi boleh? tadi kan belum tuntas " katanya setelah sang istri selesai memasangkan dasi suaminya


" mas ini sudah siang lo nanti kyara terlambat sekolahnya "


" tapi aku butuh mood booster nih kerjaan ku numpuk hari ini beri aku energi tambahan " ucap Rey memelas


Shofia menarik nafas panjang


" ya udah tutup matamu" Rey menurut. Shofia mencubit hidung suaminya.


" pagi pagi pak jangan mesum " kemudian berlari secepat kilat keluar dari kamarnya


" Ya ampun aku di kibulin awas kamu ya..! " sambil tersenyum kemudian mengambil tas dan jas menentengnya turun ke lantai bawah.


" papi kok lama aku bisa terlambat ini ke sekolah " protes Kyara


" iya maaf sayang tadi papi lagi ngejar kucing anggora " ucapnya sambil melirik Shofia sedang Shofia mencebikkan bibirnya


" Oh ya trus dapat kucingnya? "


" emang bener ada kucing masuk kok bisa " ucap mama Widya


" ya nggak tau mungkin satpam nggak tau kalo ada kucing masuk ke rumah ini " kata Rey lagi


" yah sayang sekali pi...padahal aku pingin banget punya kucing, boleh ya pi kita pelihara kucing " pinta Kyara


" nggak boleh "


" ya papi.. tapi aku pingin "


" bulunya bahaya sayang klo sampe kehirup " jelas Rey lagi


" tapi kevin kok boleh melihara kucing malah dia punya tiga "


" tapi dia kan nggak punya adek bayi sayang"


" klo sama papi nggak boleh sama mami aja boleh ya mami? "


" tapi kamu bisa nggak meliharanya? klo mau adopsi kucing harus tanggung jawab ngasi makan mandiin bersihkan kandang bisa nggak ?" ucap Shofia


" bisa mami, nanti kan aku minta mang udin bantuin bersihin kandangnya trus nany yang akan mandiin "

__ADS_1


" lah kamu? " ucap Rey


" aku yang ngasi makan " jawab Kyara sambil mengunyah omelet di mulutnya.


" boleh ya mi..!" rengeknya lagi


"ya nanti mami bicarain lagi sama papi udah sekarang kamu habiskan sarapannya nanti terlambat. " kata Shofia. dan Kyara pun segera menghabiskan sarapannya.


setelah selesai sarapan Rey dan Kyara berangkat hendak meninggalkan kediamannya. beberapa hari ini jika Rey tidak sibuk maka ia yang bertugas mengantar Kyara ke sekolahnya.


" mami harus bisa bujuk papi biar boleh pelihara kucing " bisik Kyara sebelum masuk ke dalam mobil


" ya nanti mami usahakan sudah ayo masuk ke dalam mobil" ucap Shofia lagi kemudian mencium kening putrinya lalu beralih mencium tangan suaminya dan di balas Rey dengan mencium kening Shofia. begitulah mereka walaupun kini sudah ada si kembar di tengah tengah mereka, mereka tidak akan mengubah kebiasaan sebelumnya.


beberapa hari kemudian pagi ini. karena weekand Rey santai di taman belakang bersama si kembar yang bermain di atas stoler sedang Kyara dan Shofia sedang memberi makan si cimoy kucing anggora yang baru dua hari mereka adopsi itupun dengan banyak syarat dari Rey kucing harus berada di dalam kandang dimandiin setiap dua hari sekali. setelah berinteraksi dengan kucing harus mandi terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan si kembar.


" papi liat deh kucingnya lucu " teriak Kyara sambil menyulurkan tali yang di ikat dengan batang kayu kecil lalu di goyang goyang kan.


" hem " jawab si papi yang notabene kurang setuju ada kucing di rumah mereka tapi karena rayuan dua perempuan yang sangat di sayanginya akhirnya ia mengalah.


" ih papi nggak asik" ucap Kyara karena sang papi tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya


" udah biar aja papi belum jatuh cinta sama si cimoy " hibur sang mami


" sayang kamu jangan pegang pegang kucingnya nanti bulu nya nempel kasian si kembar " tegur Rey tampa menoleh


" iya sayang" saat mereka asik dengan kesibukan mereka Aldo datang dari ruang utama.


" pagi tuan nyonya " sapa Aldo


" ada apa Al tumben saat weekand pagi pagi sudah kesini " ucap Shofia


" iya nyonya muda saya mau menyampaikan kalo besok malam Insya Allah akan melamar Vania jadi saya harap tuan dan Nyonya bisa hadir, tante juga tentunya " ucap Aldo saat melihat mama Widya ikut bergabung bersama mereka.


" trus orang tuamu sudah datang? " tanya mama Widya


" hari ini rencananya mama datang tante dan saya sebentar lagi jemput di bandara "


" trus apa segala seserahan sudah kamu persiapkan Al? " tanya mama Widya lagi


" sudah tante saya sudah menyiapkan sebagian "


" trus orang tuanmu mau bermalam di mana klo tante sih ngusulin lebih baik mereka bermalam di sini dan segala persiapan lamarannya biar di sini aja di persiapkan, di apartemen kan nggak terlalu luas kasian juga orang tuamu, jadi kalo kamu nggak keberatan biar dari sini aja semuanya dan kita akan berangkat dari sini juga jadi apa yang kurang nanti biar tante yang melengkapi " usul mama Widya


" tapi apa nggak terlalu merepotkan tante " ucap Aldo nggek enak


" merepotkan apa sil Al anak tante sudah lebih hampir lima tahun ngerepotin kamu jadi biar segala yang kurang tante yang urus " kata mama Widya


" ya al apa yang dikatakan mama itu benar lagian di sini banyak nany yang akan membantu sedang di sana kamu cuman sendirian " shofia menimpali


" baiklah klo begitu tante nyonya muda Terima kasih sebelumnya "

__ADS_1


" udah nggak usah terima kasih kamu itu sudah banyak membantu keluarga ini sekarang kamu cepat kamu jemput orang tua mu dan langsung bawa ke sini jangan bawa ke apartemen mu kasian mereka di sana sempit " titah mama Widya padahal apartemen Aldo cukup luas tapi ia ingin memberikan yang terbaik untuk Aldo yang sudah mendampingi putranya bertahun lamanya.


" baik tante klo begitu saya pamit mari tuan nyonya muda " pamit Aldo dan langsung melangkah menuju pintu utama.


__ADS_2