MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 48


__ADS_3

Rey sudah duduk di depan penghulu dia hirup udara dalam dalam lalu dia hembuskan.


" semoga keputusan ku ini benar dan akan membawa kebaikan dan kebahagiaan untuk semua orang di rumah ini " batinnya


" hari ini aku akan mengikuti keinginan mama dan juga putriku kyara" batinnya lagi, Rey termenung dia ingat akan kata kata mamanya tadi malam sebelum dia tidur


\=\=\=\=\=


" Rey kamu sudah tidur? " tanya mamanya sambil mengetuk pintu kamarnya


" belum ma masuk aja " ucap Rey, lalu mamanya pun masuk ke dalam kamar putranya


" ada apa? tumben mama ke kamar aku " ucap Rey sambil duduk selonjoran dengan bersandar pada kepala ranjang


" ada yang mau mama bicarakan sama kamu Rey " ucap mamanya yang ikut duduk di tepi ranjang


" Rey kamu besok akan menikah mama tau kamu menikah tidak atas dasar cinta, tapi mama mohon sama kamu tolong kamu hormati shofia jadilah suami yang baik untuk istrimu dan belajarlah untuk mencintainya" nasihat mamanya


" dulu kamu menikah atas dasar cinta dan atas pilihan kamu sendiri mama dan almarhum papa kamu menentang hubungan kalian tapi melihat besarnya cinta kamu pada mantan istrimu akhirnya kami mengalah kami merestui hubungan kalian lalu kalian pun menikah tapi apa yang kamu dapatkan ? dia pergi meninggalkan mu " terang mamanya


" sekarang kamu akan menikah dan kali ini bukan atas pilihanmu sendiri melainkan karena pilihan mama dan juga kyara dan mama harap kamu bisa mencintai istrimu karena mama tau dan mama yakin shofia adalah wanita baik baik " tambah mamanya lagi


" kamu tau Rey setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan mama yakin shofia adalah yang terbaik buat kamu " kata mamanya lagi sambil menggenggam tangan Rey putranya. Rey hanya terdiam


" ya sudah kamu istirahat supaya besok kamu tidak bangun kesiangan " ucap mamanya lalu keluar dari kamar Rey.


\=\=\=\=


bagaimana tuan Rey apa acaranya bisa kita mulai? " tanya penghulu di depannya


" siap pak silahkan di mulai " jawab Rey


" baiklah tolong mempelai wanitanya segera hadirkan " ucap pak penghulu tersebut


kemudian shofia pun berjalan perlahan menuju tempat ijab kabul dia berjalan dengan di dampingi vania dan juga shofia.mama Widya menatap penuh haru, dia berdoa dalam hati Semoga anak menantu dan cucu nya selalu hidup bahagia.


Rey menatap shofia yang berjalan dengan di dampingi vania dan juga kyara putrinya.


shofia duduk di kursi disamping Rey. Rey menjabat tangan penghulu yang akan menikahkannya. terlebih dulu Rey diminta untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, setelah itu penghulu membimbing Rey untuk mengucapkan ijab kabulnya dan dalam satu kali tarikan nafas Rey dapat mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar


" bagaimana saksi sah..? " tanya penghulu


"sah..! " jawab para saksi, lalu kompak para undangan mengucapkan alhamdulillah dan akhirnya penghulu membacakan doa pernikahan.


shofia memasangkan cincin pernikahan ke jari Rey begitu juga Rey memasangkan cincin ke jari shofia setelah itu shofia mencium tangan Rey yang kini telah sah menjadi suaminya.


selesai akad para undangan di suguhkan beberapa menu hidangan. Rey dan shofia pun meladeni beberapa tamu, memang tidak banyak tamu yang di undang hanya kerabat terdekat dan juga beberapa tetangga, orang perusahaan pun hanya aldo yang di undang


" mami aku lapar! " ucap kyara yang datang mendekati mami dan papinya


" oh kamu lapar? aduh kasin anak mami ayo kita makan mami juga lapar " kata shofia


" pak Rey saya permisi sebentar mau ngajak kyara makan dia lapar ? " kata shofia ijin pada suaminya


" hemm " hanya itu jawaban Rey. lalu shofia pun mengambilkan shofia makanan kemudian duduk di salah satu meja undangan

__ADS_1


" shofia kok kok kalian makan cuman berdua mana Rey? " tanya tante irma kakak dari mama widya


" anu tan tadi kyara lapar jadi aku suapin kyara dulu dan Rey masih menyapa para tamu " jawab shofia


"lhoo kyara kan sudah gede sayang kok kamu masih di suapin? " katanya lagi menegur kyara


" aku seneng klo mami yang nyuapin oma " jawab kyara


" shofia tante cuman berpesan tolong kamu jagain Rey dengan baik kamu tau kan dia itu ponakan tante yang paling ganteng sudah gitu kaya mapan jadi sudah tentu banyak wanita wanita di luar sana yang tergila-gila sama dia jadi kamu tuh harus benar benar menjaganya dan melayaninya dengan baik " kata tante irma yang ikut duduk di meja mereka


" iya tan Terima kasih sudah ngingetin aku " jawab shofia sopan


" oh ya shofia kapan kapan kamu ajak Rey ke tempat tante, anak itu sejak dia memimpin perusahaan dia tidak pernah mengunjungi tante" keluh tante irma


" iya tan nanti klo kami ada waktu insya Allah kita main ke tempat tante " ucap shofia


" ya udah klo gitu tante ke sana dulu ya "


" ya tan silahkan "


kemudian shofia pun melanjutkan menyuapi kyara hingga habis. setelah selesai kini giliran dirinya yang sarapan karena perutnya juga terasa lapar belum makan sama sekali mulai tadi pagi.


selesai sarapan shofia kembali menyapa para tamu berdiri di samping Rey suaminya.


menjelang siang hari para tamu pun mulai pamit pulang. shofia merasa gerah memakai kebaya hampir seharian dia pun bermaksud mengganti pakaiannya setelah semua tamu meninggalkan mension milik Rey.


shofia berjalan menaiki tangga dia handak masuk ke dalam kamarnya


" lho shof kamu mau ke mana? " tanya mama widya ketika melihat shofia hendak membuka handle pintu kamarnya


" trus kenapa kamu masuk ke kamar itu? " tanya mama widya lagi


" maksud mama? " tanya shofia bingung


" shofia kamu lupa ya sekarang ini kamu sudah menikah dengan Rey ..! jadi sekarang kamar kamu itu di situ di kamarnya Rey " ucap mamanya


" tapi ma..? aku mau ambil baju aku dulu di sini " kata shofia


" baju baju kamu sudah mama pindahkan ke kamar Rey tadi mama minta mba mba untuk mindahin " ucap mamanya . Rey yang kebetulan juga mau masuk kamar langsung menghentikan langkahnya


" ada apa ma? " tanya Rey


" ini lho mama cuman ngasi tau shofia kalo sekarang kamarnya itu bukan di sini tapi di disini di kamar kamu" kata mama widya sambil menunjuk kamar Rey.


" oh " Rey pun cuek langsung masuk ke kamarnya


" sudah ayo kamu masuk sana! " kata mama mertuanya sambil mendorong tubuh shofia agar masuk ke dalam kamar suaminya.


shofia pun masuk ke dalam kamar tersebut dia melangkah perlahan sambil memperhatikan seisi kamar tersebut. kamar yang lebih luas dari kamar yang dia tempati.


di sana ada dua pintu kaca yang satu pintu kamar mandi dan satu lagi pintu ruangan yang cukup besar terdapat dua lemari besar didalamnya dan juga terdapat kaca besar seukuran tubuh manusia bisa dipastikan di sana adalah ruang Wardrobe. lalu di depannya terdapat ranjang ukuran king zise sedang di sampingnya ada lemari hias dan juga terdapat sofa lengkap dengan TV 32"


shofia masih mematung di depan pintu di bingung harus ngapain lalu terdengar suara pintu kamar mandi di buka


" ceklek" tampak Rey keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Rey mengibas ngibaskan rambutnya yang masih basah tetesan air jatuh di tubuhnya yang kekar berisi. dadanya yang kotak kotak menunjukkan tubuhnya yang atletis.

__ADS_1


shofia menelan ludahnya dadanya tiba tiba berdebar sangat kencang " Ya Tuhan betapa sempurnanya ciptaan Tuhan di depan ku ini " batin nya


Rey yang belum menyadari kehadiran shofia masih mengibas ngibaskan rambut lalu matanya menangkap sosok shofia yang berdiri depannya


" kamu..! kenapa bengong di situ? " ucap Rey membuyarkan lamunan shofia


" ah.. eh iya Pak " jawab shofia gugup


" ini apa..! em saya mau ganti pakaian saya! " ucapnya sambil menundukkan kepalanya karena malu ketahuan memperhatikannya dan juga sedikit gugup a ini adalah pertama kalinya dia berada di satu ruangan dengan laki laki selain papanya.


" itu ruang wardrobe kamu bisa ganti pakaianmu di sana " ucap Rey


" baik Pak " lalu shofia pun masuk ke dalam ruangan wardrobe dan Rey pun masuk melangkah mengekor di belakang nya


" eh bapak mau apa ke sini? " tanya shofia kaget karena melihat Rey juga berada di ruangan itu yang hanya mengenakan handuk


" kamu pikir mau apa? ya ganti bajulah" jawab Rey cuek sambil membuka lemari pakaiannya


" klo begitu silahkan bapak duluan saya nanti saja " ucap shofia sambil menahan debaran jantungnya lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut.


setelah sepuluh menit Rey pun keluar dari ruangan tersebut lalu dengan cepat shofia masuk ke dalam ruangan wardrobe untuk mengganti pakainya


" sebaiknya aku mandi dulu badannku lengket semua " lalu shofia mengambil pakaian ganti dan membawanya ke dalam kamar mandi sedang Rey sudah duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya


shofia masuk ke kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya namun sial dia kesulitan membuka resleting kebayanya.


" gimana caranya aku membukanya tanganku nggak sampai " ucapnya pelan


" nggak mungkin kan aku minta bantuan pak Rey " katanya lagi


shofia mondar mandir di dalam kamar mandi dan akhirnya dia beranikan diri keluar dari kamar mandi meminta bantuan pada suaminya


" pak Rey maaf saya bisa minta tolong! " ucap shofia pelan


" apa " jawab Rey yang sudah berada di depan pintu hendak keluar dari kamarnya


"ini saya kesulitan membukanya apa bapak bisa menolong saya sebentar " kata shofia dengan wajah memerah karena malu


Rey sedikit kaget " ah nggak papa klo bapak keberatan,saya bisa minta tolong mama atau kyara " ucap shofia hendak keluar dari kamar, namun dengan cepat Rey menghalanginya


" ngapain cari mama kamu mau saya diomelin sama mama karena nggak mau bantuin kamu..! sini biar saya bukakan.! ucap Rey. lalu shofia pun membalikkan tubuhnya


dengan perlahan Rey menarik resleting kebaya yang dikenakan shofia. dia menelan salivanya menatap leher jenjang serta punggung istrinya yang putih bersih dan juga aroma tubuhnya. tiba tiba fantasi liarnya bermain dia membayangkan bagaimana dia menciumi leher serta punggung mulus milik wanita yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi istrinya.


" pak Rey sudah? " ucap savira menyadarkan lamunannya


" ah iya sudah " jawab Rey


" Terima kasih pak klo begitu saya mandi dulu"kata shofia lalu secepat kilat dia masuk ke dalam kamar mandi


Rey mengusap wajahnya kasar " apa yang aku pikirkan ..? tidak aku tidak akan menyentuh nya sebelum aku benar benar jatuh cinta padanya" ucapnya pelan lalu dia pun memutuskan keluar dari kamar menuju ruang kerjanya. dia tidak ingin berlama lama berada di kamar bersama shofia karena biar bagaimanapun dia adalah laki-laki normal.


***********


seperti biasa aku minta dukungan dan kalian para readers untuk memberikan like dan komen kalian jangan lupa pula votenya

__ADS_1


happy reading 😍😍😍


__ADS_2