MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 76


__ADS_3

" kenapa kamu nggak mau saya sentuh kamu nggak mau melakukannya sama saya iya? " tanya Rey dengan emosi yang masih memuncak.


shofia pun menggelengkan kepalanya dengan pelan


" bukan tapi saya mohon lakukan dengan pelan karena ini pengalaman pertama bagi saya " ucap shofia pelan dengan air mata yang menumpuk dan hampir jatuh di sudut matanya.


"Rey yang melihat shofia hampir menangis segera mengusap wajah nya dengan kasar dan menengadahkan wajahnya ke atas


" ya Tuhan apa yang aku lakukan pada shofia dia pasti ketakutan " batin Rey lalu memperhatikan tubuh istri yang penuh dengan tanda kemerahan kemudian dengan lembut Rey menutupi kembali tubuh istrinya dengan selimut.


" maaf maafkan saya " ucap Rey lalu hendak beranjak ke kamar mandi namun dengan cepat shofia memeluk tubuh suaminya dari belakang


" anda mau kemana? " tanya shofia lembut


" maaf klo kamu belum bisa melakukannya sekarang saya tidak akan memaksa " ucap Rey berusaha melepaskan pelukan shofia


" lakukanlah saya siap ..! " kata shofia sambil mencium punggung suaminya dengan lembut lalu Rey pun membalikkan tubuhnya dan menangkup wajah istrinya menatap mata indah istrinya


" apa kamu siap dan mau melakukannya sekarang ? " tanya Rey dan shofia pun menganggukkan kepalanya dengan pelan.


lalu Rey menangkup wajah cantik istrinya mencium bibir ranum istrinya dengan sangat lembut dan sangat sangat lembut dan ciuman itupun pindah ke leher jenjang milik shofia memberikan gigitan kecil di sana sebagai tanda kepemilikan.


shofia menikmati setiap sentuhan suaminya tangan Rey mulai turun ke bawah bagian puncak dada istrinya meremasnya dengan pelan, Shofia pun mendesah pelan. lalu Rey dengan pelan membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang dan kembali mencium setiap lekuk tubuh istrinya shofia terus mendesah dengan wajah memerah menikmati stimulus yang diber ikan oleh sang suami


" kita lakukan sekarang? " tanya Rey lembut.


shofia pun menganggukkan kepalanya


" saya akan melakukan dengan pelan " bisik Rey lalu menciumi kelopak mata istrinya. dan Rey pun mulai melakukan penyatuannya dengan sangat pelan. shofia menjerit tertahan menahan sesuatu yang tumpul masuk ke dalam pusat intinya yang terasa sakit dan perih hingga ia meneteskan air matanya. Rey membelai lembut tubuh istrinya dan membiarkan batang kejantanannya berada di dalam sana untuk sesaat. setelah melihat istrinya lebih rileks baru lah dia mulai menggerakkan tubuhnya maju mundur.


kini rasa sakit yang tadi di rasakan shofia berubah menjadi kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. mereka berdua terus memacu tubuh mereka untuk mendapatkan kenikmatan yang membuncah hingga satu jam kemudian barulah Rey tergeletak lemas di atas tubuh istrinya.


" Terima kasih untuk hari ini Terima kasih kamu menjaganya dengan baik dan menyerahkan nya untuk saya " ucap Rey sambil mencium punggung istrinya lalu kemudian menutupi tubuh istrinya dengan selimut dan Rey pun ikut masuk kedalam selimut tersebut memeluk tubuh istrinya dengan hangat


" i love you " bisik Rey ke telinga istrinya sambil memberikan gigitan kecil di telinga shofia


" heem " respon shofia dengan mata terpejam karena merasakan kelelahan setelah melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang seutuhnya untuk pertama kali. lalu pasangan suami istri itu pun tertidur lelap dengan posisi saling berpelukan .


sementara di lantai dasar mama widya baru saja tiba bersama kyara yang pulang sekolah


" jum Rey sudah pulang? kok tumben tu anak sore sudah di rumah? " tanya mama widya


" iya nya tadi tuan pulang bersama Nona shofia tapi nya..! " ucap bi jum menghentikan kalimatnya sambil melihat ke arah kyara


mama widya yang faham akhirnya memanggil salah satu nany di sana untuk mengajak kyara ke kamarnya


" sayang kamu sama Nany dulu ya! mba tolong bawa kyara ke kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian! " perintah mama widya


" baik nya..! " jawab Nany tersebut.

__ADS_1


" ada apa bi jum? ' tanya mama widya penasaran


" begini nya tadi tuan pulang sepertinya dengan kondisi marah tuan sampai menarik nona shofia dengan kasar lalu langsung masuk ke kamar. " terang bi jum


" terus? "


" saya kurang tau nyonya kerena saya tidak berani untuk ikut campur " ucap bi jum lagi.


" ya Tuhan ada apa lagi ini" kata mama widya


" ya sudah bibi tenang aja saya coba ke atas " ucap mama widya


" tapi nya..! "


" sudah kamu tenang aja" ucap mama widya lalu melangkah naik ke lantai atas kemudian mengetuk pintu kamar Rey sambil memanggil putranya itu namun tidak ada jawaban kemudian mama widya mengambil ponsel dari dalam tasnya mencoba menelpon shofia namun tak diangkat dan widya mencoba menghubungi ponsel Rey namun sama tidak diangkat kemudian widya kembali turun ke bawah lalu mencoba menghubungi Aldo asisten Rey


" ya Aldo dia pasti tau tentang masalah ini" batin mama widya


" hallo Al .! " sapa mama widya


" iya nyonya widya apa ada yang bisa saya bantu? " jawab Aldo


" begini apa kamu tau apa yang terjadi antara Rey dan shofia? tadi kata bi jum Rey pulang ke rumah dengan emosi sebenarnya apa yang terjadi? " tanya mama widya


" ah begini nyonya tadi kita ada meeting dengan klien di salah satu kafe dan saat kita meeting tanpa sengaja pak Rey bertemu dengan nona shofia bersama seorang laki laki dan pak Rey tampaknya sangat marah dia sampai memukul laki laki itu " terang Aldo


" ya nyonya kalo nggak salah namanya Andika "


" Andika..Andika ah iya saya ingat, saya pernah bertemu dengan dia satu kali di rumah sakit apa dia seorang dokter? "


" iya anda benar nyonya "


" lalu bagaimana kondisi Andika sekarang? "


" saya baru saja dari mengantarnya berobat dan seperti nya tidak ada luka serius nyonya " terang Aldo lagi


" ah syukur lah klo begitu..! ya sudah tante tutup telponnya Assalamu'alaikum "


" Waalaikum salam " jawab Aldo dan panggilan pun terputus. kemudian mama widya kembali menemui bi jum di dapur


" bi jum mana kunci cadangan kamar Rey? " tanya nya pada bi jum


" ada nyonya sebentar emang kenapa nya?" tanya bi jum mulai ikutan panik


" saya takut terjadi sesuatu sama mereka jum " ucap mama widya cemas sambil mengikuti langkah bi jum mengambil kunci cadangan pintu kamar Rey.


" ini nyah! " ucap bi jum sambil menyerahkan kunci serep tersebut.


mama widya segera naik ke lantai atas menuju kamar putranya setelah menerima kunci dari bi jum dengan di ikuti bi jum di belakangnya.lalu mama widya pun membuka kamar putranya tersebut

__ADS_1


" ceklek " mama widya melangkah perlahan ke kamar Rey yang tampak sepi namun baru saja dia melangkah empat langkah mama widya langsung menghentikan langkahnya dia melihat kondisi kamar anaknya yang sedikit berantakan, pakaian mereka berserakan di atas lantai lalu mama widya melihat ke atas ranjang tampak anak dan menantunya sedang tertidur pulas dengan posisi Rey memeluk istrinya dari belakang.


mama widya tersenyum dan bersorak dalam hati " alhamdulillah akhirnya mereka.. ah syukur lah klo begitu " kata mama widya dalam hati


" jum ayo kita keluar dari sini " bisik mama widya pada bi jum dan bi jum pun dengan patuh mengikuti majikannya dan kembali menutup kamar tersebut.


" bi jum malam ini kamu masak untuk Rey dan shofia, malam ini saya mau makan di luar bersama kyara dan kamu masak yang enak ya buat mereka berdua " pesan mama widya


" baik nya" jawab bi jum


" oke saya mau ke kamar dulu untuk siap siap " lalu mama widya segera masuk ke kamar mandi untuk bersiap siap mengajak kyara keluar malam ini karena dia tidak ingin cucunya mengganggu malam pertama papi dan mami nya malam ini.


sementara itu di salah satu kamar di mension tersebut tampak sepasang suami istri masih terlelap dalam satu selimut. shofia menggeliat terbangun dari tidurnya namun tubuhnya terasa susah di gerakkan lalu dia melihat ke bawah ternyata ada tangan kekar sedang memeluk tubuhnya. dengan pelan shofia memindahkan tangan suaminya


" jam berapa ini aku " ucap shofia sambil berusaha mengambil ponsel dari dalam tasnya dan Rey pun ikut terbangun karena pergerakan shofia


" shofia kamu sudah bangun? "


" ah iya Pak ini jam berapa ya? " tanyanya lalu melihat jam lewat ponsel miliknya


" ya ampun pak sudah hampir jam lima kita belum sholat ashar " ucap shofia segera turun dari ranjang sambil melilitkan selimut pada tubuh nya namun baru saja hendak melangkah


" ssstt auw " shofia meringis pelan Rey yang melihat hal tersebut langsung turun dari ranjang


" kenapa? apa masih sakit? " ucap Rey cemas


" hemm masih sedikit perih tapi nggak papa kok " ucap shofia sambil menahan perih pada pusat intinya dan tanpa basa basi Rey pun segera mengangkat tubuhnya ke kamar mandi


" pak Rey apa yang anda lakukan? " ucap shofia sambil menahan malu


" udah kamu diam saja biar aku mandikan kamu ya? " ucap Rey lalu dia duduk kan tubuh istrinya ke dalam bathtub dan mengisinya dengan air hangat. Rey dengan lembut menggosok tubuh istrinya dengan sabun


" pak Rey udah nggak papa biar saya saja "


" kenapa kamu malu? saya kan sudah melihat semuanya jadi kenapa harus malu. " ucap Rey


" pak Rey ih..! " ucap shofia sambil menutupi wajahnya Rey pun terkekeh melihat tingkah polos istrinya.


setelah selesai Rey pun ikut kembali mengangkat tubuh istrinya membawanya ke bawah shower dan membilasnya dan kini giliran shofia yang menuangkan sabun ke tubuh Rey lalu menggosoknya pelan. mendapat sentuhan lembut istrinya membuat sesuatu yang dibawah kembali terbangun membuat Rey ingin melakukan nya lagi namun Rey berusaha menahannya karena dia tau shofia masih merasakan sakit di bagian intimnya.


selesai mandi Rey memakaikan handuk pada tubuh istrinya dan kembali menggendongnya masuk ke dalam kamar lalu Rey pun menyiapkan perlengkapan sholat mereka


" kita berjamaah ya.! " ucap Rey


" iya Pak Rey " Jawab shofia lalu mereka berdua pun melaksanakan asar berjamaah.


*****


tetep dukung tinggalkan jejak kalian like komen dan vote kalian para readers ku 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2