MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 163


__ADS_3

sehabis dari persidangan yang cukup menegangkan mereka segera membawa Rey ke rumah sakit untuk melanjutkan perawatan walau harus melalui perdebatan panjang


" sayang aku mau pulang saja aku sudah baik baik saja kok..! aku cukup istirahat di rumah aja"


" mas tapi kata dokter Yusuf kamu harus di rawat di rumah sakit klo di rumah alat alat nya nggak ada lagian paling juga satu minggu nanti klo memang sudah sembuh dan tidak ada keluhan kamu boleh melanjutkan perawatan di rumah kok "


" tapi sayang... "


" mas please luka kamu itu serius aku nggak mau terjadi apa apa lagi sama kamu oke..! jangan bikin aku kawatir " ucap shofia dengan sedikit galak


" sayang aku kan baru nyampe masak sudah kamu marahin " ucap Rey sambil merajuk memeluk istrinya sedang Kyara yang duduk di samping sang mami hanya menggelengkan kepala.


" habis kamu itu di bilangin juga ngeyel "


" ya Rey apa yang dikatakan istri mu itu benar udah kamu nurut aja " ucap mama widya


" tapi sayang aku kan kangen sama kamu " ucap Rey sambil bersandar di bahu istrinya


" ya ampun sayang iya aku tau nanti kan aku bisa temani kamu selama berada di rumah sakit "


" ya sudah terserah kalian saja " dan akhirnya Rey mengalah, mobil mereka pun berbelok menuju rumah sakit.


dan disinilah Rey kini kembali berbaring di rumah sakit ruang VVIP yang di sulap seperti kamar hotel. Rey sedikit kesal karena keinginan nya untuk segera kembali ke mansion gagal juga padahal ia sudah berkhayal sesampai di kediamannya akan berdiam diri di dalam kamar bersama istrinya dan mengurung di sana.


Rey merebahkan dirinya sambil memejamkan mata dengan satu tangannya ia gunakan untuk menutupi matanya. dokter baru saja memeriksa kondisi nya dan memang baik baik saja cuman tetap harus dibawah pengawasan dokter.


" mas ayo makan dulu sini aku suapin " ucap Shofia dengan membawa mangkuk berisi bubur


" hem " jawab Rey


" mas ayo buka mulutnya aku suapin ya " namun Rey nggak bergeming Shofia meletakkan mangkuk berisi bubur di atas nakas kemudian menurunkan lengan suaminya yang menutupi wajahnya


" kamu kenapa hem kok aku di cuekin? katanya kangen " tanya Shofia sambil menatap wajah suaminya namun Rey masih tak bergeming malah mengalihkan pandangannya.


" ya udah klo aku di cuekin mending aku pulang aja " kata Shofia hendak bangun dari duduk nya dan dengan cepat Rey menangkap pergelangan istrinya


" aku kangen aku mau berduaan sama kamu tapi kamu malah nyuruh aku bermalam di sini" terang Rey. Shofia menarik sudut bibirnya lalu kembali duduk di sisi ranjang kemudian membelai lembut tangan suaminya


" aku juga kangen banget sama kamu mas tapi aku nggak mau egois kesehatan kamu itu jauh lebih penting "

__ADS_1


" tapi sayang kamu kan tau kita sudah lama nggak.. "


" nggak apa jangan macam macam kamu masih sakit lho.. "


" cckk aku nggak papa sungguh "


" udah nggak usah mikir macam macam dulu sekarang yang penting kesehatan kamu mas " ucap Shofia sambil mengambil mangkuk yang tadi di letakkan di atas nakas dan mulai menyuapi Rey. selesai menyuapi suaminya Shofia lalu duduk di Samping ranjang pasien Rey membelai pipi sang istri yang kini semakin bulat sesekali ia cium tangan sang istri


" yang tidur di sini temani aku.. " pinta Rey


" mas ini rumah sakit lho nanti klo ada dokter atau perawat yang masuk bagaimana? "


" kunci aja pintunya lagian mereka pasti ketuk pintu dulu sebelum masuk, ayo sini aku kangen pingin peluk kamu " sambil menepuk sisi ranjangnya dan Shofia pun akhirnya ikut naik ke atas ranjang menemani suaminya dan Rey langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang


" yang aku semakin besar ya kamu kesulitan peluk aku jadi nya " ucap Shofia


" hem tapi kamu kayak gini bikin aku tambah gemes ucap Rey sambil menggigit telinga sang istri


" sayang kamu ceritain apa saja yang kamu alami selama aku berada di LA" ucap Rey dengan bibir terus menciumi tengkuk bahu serta punggung sang istri membuat Shofia sedikit meremang dan tidak di pungkiri Shofia sangat merindukan sentuhan itu


" ya banyak aku harus bisa membagi waktu antara tugas koas dan juga tugas sebagai CEO di perusahaan mu"


" hem lumayan tapi ada Aldo Cindy dan juga Vania yang selalu membantu ku tapi yang terberat itu ketika Eliza menggugat hak asuh Kyara karena aku tidak begitu tau dengan kejadian yang sebenarnya dan aku takut sekali bagaimana seandainya dia berhasil mendapatkan hak asuh Kyara aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan kamu mas " tutur Shofia. mendengar itu Rey membalikkan tubuh istrinya agar menghadap ke arahnya dan


" cup " teruma Terima kasih sayang kamu sudah menjaga keluarga kita dengan sangat baik maaf aku sudah merepotkan mu " sambil membelai wajah istrinya dan Shofia segera meletakkan jarinya ke bibir Rey


" ssttt ... kamu jangan ngomong kayak gitu dan nggak usah minta maaf ini kan bukan kesalahan mu sayang " Rey memegang tangan istrinya lalu menciumnya kemudian ciumannya berpindah ke dahi Rey mengangkat sedikit kepala sang istri lalu meraup bibir manis nya dengan rakus Shofia mendorong dada suaminya karena asupan oksigennya mulai habis. Rey terkekeh


" kau ini sudah hamil besar juga masih belum pandai membalas ciuman ku tapi nggak papa sayang aku akan mengajarimu setiap hari " bisik Rey spontan pipi Shofia langsung memerah.


" yang kamu tau nggak aku tuh rasanya hampir gila ketika kamu hilang tanpa kabar aku takut sekali " ucap Shofia sambil membelai dada suaminya


" sama sayang aku juga khawatir banget rasanya aku ingin menyeberangi lautan itu agar bisa bertemu kamu apalagi ponsel ku di buang oleh mereka membuat ku semakin putus asa tapi aku bersyukur sekarang kita sudah bisa bersama lagi " sambil membelai rambut istrinya.


" yang kita lakukan sekarang ya mas pingin banget "


" nggak ah ini kan rumah sakit nanti klo tiba tiba dokternya datang bagaimana? "


" nggak papa yang kamu kunci aja pintunya "

__ADS_1


" nggak ah nanti kita di kira ngapa ngapain lagi "


" kan memang kita lagi ngapa ngapain, mas pingin jenguk baby twins nya boleh ya "


" nggak mas ih aku malu nanti ada yang masuk"


" tapi yang.. "


" nggak klo kamu minta aku tidur di ranjang itu " menunjuk ranjang sebelahnya


" ya udah klo kamu nggak mau aku juga besok mau pulang aja aku mau minta Aldo mengurusnya


" maas...! "


" ya Shofia istri ku sayang .. "


" ih kamu jangan konyol deh kayak anak kecil aja"


" biarin.. makanya boleh ya sebentar aja kamu nggak liat ni yang di bawah sudah mengeras dari tadi " ucap Rey sambil mengarahkan tangan Shofia ke junior nya


" tapi memang kamu nggak papa? " Shofia memastikan


" aku nggak papa sayang kalian aja yang berlebihan "


" tapi bener nggak papa? " tanya nya lagi


" iya sayang...ya boleh ya.. " dan Shofia mengangguk pelan dan Rey pun memeluk istrinya dan mulai aksinya tangan sebelahnya masuk menyelusup ke dalam pakaian Shofia memainkan benda kenyal di sana ******* pun berhasil lolos dari bibir Shofia kemudian tangan Rey berpindah ke bawah bermain main di lembah Hijau milik istrinya Shofia semakin terlena di buatnya


" kita lakukan sekarang ya tapi sayang kamu ganti posisi nya aku takut klo aku di atas nanti menyakiti anak kita " ucap Rey dan Shofia pun merubah posisi seperti orang merangkak dan dengan perlahan Rey mulai memasuki gua milik istrinya


" ah sayang kenapa sempit sekali.. aah" Rey mulai melakukan aksi memaju mundurkan tubuhnya suara decitan ranjang pasien terdengar di ruangan tersebut. kerinduan selama ini yang mereka rasakan kini terbayarkan sudah mereka saling meluapkan kerinduan yang begitu menyesakkan dada.


setelah dua kali mengganti posisi Rey pun mengakhiri permainannya karena dia tidak ingin Shofia istrinya terlalu lelah.


Shofia memejamkan matanya di samping suaminya bulir keringat tampak di kening sang istri. Rey menciumi wajah lelah istrinya. dan tak menunggu lana Shofia pun terlelap. Rey meraih Ponselnya dan menghubungi kepala rumah sakit.


" jangan biarkan siapa pun masuk ke ruanganku hingga Dua jam ke depan " tulis Rey dalam chat nya


" baik tuan " balas dokter yusuf dan Rey pun meletakkan kembali ponselnya dan memilih tidur disamping istrinya.

__ADS_1


__ADS_2