MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 180


__ADS_3

jam pun terus bergerak Shofia duduk di sofa kamarnya sambil menonton acara televisi malam ini ia ingin menunggu suaminya pulang ia tidak ingin masalah ini berlarut larut ini harus segera di selesaikan. batinnya namun hingga pukul sebelas malam Rey tak kunjung pulang. karena rasa capek dan kantuk akhirnya Shofia pun tertidur di sofa dengan posisi miring. menghadap televisi di depannya.


Rey kembali ke mansion saat tengah malam saat semua penghuni rumah sudah terlelap dalam tidurnya hanya ada satpam yang masih siaga di depan pintu gerbang.


Rey langsung masuk ke dalam mansion menuju kamarnya " ceklek " pintu dibuka dan dia langsung menatap ranjang kamarnya namun tidak di dapati sang istri di sana ia langsung mengedarkan pandangannya dan terhenti pada sosok wanita yang tertidur di atas sofa.


" ya ampun sayang kenapa tidur di sini sih " ucap Rey pelan lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya meletakkan tas kerjanya kemudian mengangkat tubuh sang istri memindahkannya ke atas kasur empuk mereka. Shofia yang sangat lelah hanya membuka matanya sebentar dan tertidur lagi.


" mas kamu sudah pulang? " tanyanya setengah sadar


" hem sekarang tidur lah ini sudah malam " ucap Rey lalu menyelimuti tubuh istrinya setelah itu Rey masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. lalu ikut berbaring di samping istrinya.


Shofia bangun dari tidur nya ia ingat tadi malam ia tertidur di sofa tapi mengapa ia ada di ranjang, ia lantas tersenyum " pasti mas Rey yang sudah memindahkan aku ke sini" gumam Shofia.lalu ia turun dari ranjang mencari sosok suaminya namun tidak ia temukan.


Shofia menghela nafasnya " apa mas Rey masih marah ya sama aku " pikirnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Shofia segera bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh selesai sholat Shofia turun ke bawah


" ada apa nona,apa nona menginginkan sesuatu?" tanya bi jum yang sedang menyiapkan sarapan pagi bersama dua orang Nany.


" tidak bi aku hanya pingin minum saja, oh ya bi jum liat mas Rey nggak ? tanya Shofia


" oh itu non tadi tuan sudah berangkat dan tadi juga hanya minta di buatkan teh hangat sama sandwich katanya dia buru buru katanya ada pekerjaan yang harus dia selesaikan " tutur bi jum


" oh ya "


" emang tuan nggak pamit dulu? "


" nggak bi mungkin tadi saya tidurnya lelap banget jadi mas Rey nggak tega mau bangunin" dan bi jum hanya mengangguk


" dan tadi tuan juga berpesan katanya bi jum di suruh buatkan camilan sehat buat non Shofia katanya non nggak ke rumah sakit hari ini " tambah bi jum


" tadi tuan bilangnya begitu ? "


" iya non"


" ya udah bi saya ke atas dulu "


" oh ya non Shofia mau sarapan apa pagi ini mau bi jum buatkan "


" apa aja bi terserah aja, saya ke kamar dulu ya " lalu melangkah masuk ke dalam lift kembali ke kamarnya.


" mas Rey sepertinya masih marah, ya Allah apa yang harus aku lakukan " gumam Shofia sambil duduk di pinggiran ranjang.


"apa aku telpon aja kali ya " katanya lagi dan Shofia meraih ponselnya berusaha menghubungi Rey namun tak diangkat


" ayo dong mas diangkat jangan kayak gini diemin aku kayak gini " bicara pada dirinya sendiri sambil berjalan mondar mandir

__ADS_1


" mami... kok belum siap siap memang mami nggak ke rumah sakit? " tanya Kyara yang muncul dari balik pintu dan berjalan mendekati sang mami.


" mami lagi libur sayang "


" trus papi mana? "


" papi sudah berangkat ke kantornya karena ada urusan yang harus di selesaikan "


" berarti mami bisa dong antar aku ke sekolah?"


" maaf sayang sepertinya mami hari ini kurang enak badan jadi kamu berangkat sama mang udin dulu ya "


" ya udah klo gitu sekarang kita sarapan oma sudah menunggu di bawah"


" ya sayang ayo.." lalu mereka pun turun ke bawah untuk sarapan pagi.


" mas Rey udah berangkat ke kantor " tanya mama Widya saat mereka selesai sarapan dan Kyara sudah berangkat ke sekolah.


" ya ma sepertinya mas Rey benar benar marah ma sama aku "


" nggak dia nggak marah kok dia hanya butuh waktu, udah kamu jangan banyak pikiran sekarang kamu istirahat fokus sama kehamilan kamu Oke.. masalah Rey nanti biar mama yang bicara "


" ya ma makasih "


" Oh ya kamu hari ini tidak masuk kan jadi mama tadi sudah menghubungi guru senam hamil untuk datang ke sini mengajarimu senam hamil supaya kamu dan bayimu sehat "


" mama janjinya sih jam delapan "


" oh ya udah aku siap siap dulu ya ma "


" hem siap siap sana " iya ma " lalu Shofia beranjak dari duduknya melangkah menuju kamarnya.


sudah dua hari Rey bersikap dingin pada Shofia sebetulnya ia tidak tega namun ia harus memberikan pembelajaran pada Shofia agar bisa berfikir lebih bijak. mama Widya merasa kasian pada Shofia yang terlihat murung


" Rey kamu jangan terlalu lama mendiamkan Shofia mama kasian sama dia dia seperti nya sedih banget dan mama kawatir dia jadi sakit dan ini tentu akan berpengaruh pada kondisi janin di dalam kandungannya " nasihat mama Widya saat berkunjung ke kantor Rey.


" Rey.. "


" iya ma aku nggak marah aku sedikit kecewa aja sama dia "


" kamu jangan begitu Shofia itu memang orangnya sangat baik dan berhati lembut seharusnya kamu tu bangga memiliki istri yang berhati lembut seperti Shofia "


" ya tapi aku tetep ma masih kesal apalagi tindakannya itu bisa membahayakan ia dan janinnya gimana klo Eliza nekad dan menyakitinya atau bayinya " ujar Rey


" ya mama tau tapi kamu jangan lama lama diemin Shofia mama nggak tega melihatnya "


" ya ma aku juga nggak bisa lama lama marah sama dia " karena sebenarnya Rey pun merasa tersiksa karena tidak bisa berdekatan dengan sang istri.

__ADS_1


dan malam ini Shofia sudah memantapkan diri tidak akan tidur sebelum suaminya kembali. dan seperti biasa Rey datang saat tengah malam " ceklek " pintu kamar di buka di lihatnya Shofia sudah terbaring di tempat tidur lalu ia mendekati ranjang menatap wajah sang istri lalu mengecup keningnya. Shofia yang pura pura tidur membuka matanya


" mas.. " ucapnya Rey yang mengira istrinya sudah tertidur buru buru hendak untuk menghindari namun dengan cepat Shofia menahan tangan suaminya. dengan susah payah ia bangun dari tidurnya dan langsung memeluk suaminya dari belakang


" mas aku minta maaf aku ngaku aku salah, tapi please jangan diamin aku kayak gini jangan menghindar dari aku aku nggak sanggup mas " ucap Shofia sambil terus memeluk tubuh suaminya


"kalau kamu mau marah marahin saja aku mas asal kamu jangan diamin aku kayak gini hik.. hik.. " Rey yang tak tega melihat istrinya menangis segera membalikkan tubuh nya lalu menangkup wajah istrinya.


" mas juga minta maaf karena mas sudah cuekin kamu, mas nggak marah mas cuman kecewa aja sama sikap kamu "


" ya mas aku memang salah aku nggak memikirkan perasaan kamu luka di hati kamu sekali lagi aku minta maaf "


" ya sudah mas juga minta maaf atas kata kata mas kemaren "


" nggak mas kamu memang pantas bicara seperti itu aku memang orang baru yang tidak ikut merasakan bagaimana sakitnya kamu' Kyara dan mama atas sikap Eliza dulu,maaf" ucap Shofia sambil mengusap rahang suami nya yang ditumbuhi bulu bulu halus. Rey memegang tangan shofia lalu ia kecup bibir Shofia sekilas. awalnya sebuah ciuman singkat namun sedetik kemudian berubah menjadi ciuman panas Rey menekan tengkuk sangat istri agar memperdalam ciumannya mereka melepaskan pagutannya ketika mereka berdua sudah kehabisan oksigen.


" kata mami kamu nggak enak makan bener itu" sambil mengusap bibir shofia yang basah. Shofia mengangguk


" trus sekarang sudah makan? "


"sudah tapi sekarang lapar lagi " Rey tersenyum


" kamu mau makan apa? "


" martabak keju "


" apa? tapi ini sudah malam sayang " Shofia mengerucutkan bibir


" tadi kan kamu yang nanya aku mau makan apa ya kau jawab pingin martabak keju "


" ya udah sebentar aku mandi sebentar badanku lengket semua " shofia mengangguk cepat


sepuluh menit cukup untuk Rey membersihkan diri dan berpakaian. ia menggunakan baju santai celana selutut serta kaos oblong putih menampakkan roti sobek pada tubuhnya.


" sudah siap ayo.. " ajak Shofia


" lho sayang kamu mau kemana? " .


" mau ikut "


" sayang ini sudah malam lho kamu tunggu di sini aja ya biar mas yang beliin, lagian udara malam nggak baik buat kesehatan kamu " Shofia kembali memanyunkan bibirnya


"tapi aku kan bisa pake jaket sayang dan aku juga pake syal jadi nggak akan masuk angin lagian aku bosan di rumah terus boleh ya.. ya..!" rayu shofia sambil menarik narik lengan suaminya. Rey menarik nafas panjang


" oke pakai jaket topi dan juga syal" ucap Rey


" oke sayang " jawab Shofia girang sedang Rey hanya menggelengkan kepalanya. ternyata membahagiakan istrinya tidak harus bayar mahal cukup mengajaknya beli martabak saja istri nya sudah kegirangan.

__ADS_1


__ADS_2