MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 127


__ADS_3

Rey sudah diperbolehkan pulang dengan diantar Aldo Rey dan shofia tiba di mension


" Aldo nanti kamu bawakan berkas yang kemarin biar aku tanda tangani di sini seperti nya aku akan bekerja dari rumah untuk beberapa hari ke depan "


" baik tuan "


" dan tolong urusan kantor kamu handle sementara aku hanya akan ke kantor jika ada urusan yang sangat penting "


" baik tuan saya akan meng-handle semuanya "


" hem bagus "


" kalo begitu saya pamit kembali ke perusahaan tuan " pamit Aldo kemudian melangkah menuju pintu dan bersamaan dengan itu shofia masuk dengan membawakan dua cangkir teh


" lho Aldo mau kemana ini lho aku udah buatin teh hangat buat kamu ayo di minum dulu "


" Terima kasih nona tapi saya harus kembali ke kantor "


" tapi aku sudah susah payah lho bikini kamu "


" Al kamu nggak denger apa kata istri saya ayo duduk kamu minum dulu tehnya "


" baik tuan " jawab Aldo patuh kemudian meraih cangkir berisi teh tersebut lalu meminumnya.


" terima kasih teh nya nona klo begitu saya pamit mari tuan nona" ucap Aldo sambil menundukkan sedikit badannya


" ya Terima kasih Al kamu hati-hati ya " ucap shofia sambil melangkah hendak mengantarkan Aldo ke pintu namun belum juga melangkah tangannya di tahan oleh Rey


" mau kemana kamu? "


" aku mau ngantar Aldo sampai ke depan "


" nggak usah lagian dia sudah tau jalan "


" iya tapi..! "


" udah kamu duduk aja di sini temani aku, dan aku nggak suka kamu terlalu perhatian sama dia "


" kenapa apa kamu cemburu? "


" nggak "


" terus? "


" ya pokoknya nggak suka aja "


" bohong kamu cemburu kan ayo ngaku! .ngaku nggak! klo nggak aku keluar ni " ancam shofia


" iya aku cemburu,..! puas..? " ucap Rey dengan sedikit kesal. shofia menarik sudut bibirnya


"aahh sweat banget sih..!" sambil mencubit pipi sang suami


" sayang sini..! kamu nggak usah cemburu gitu sama Aldo. aku baik sama dia karena dia mengurus suami aku dengan sangat baik dan dia pasti sangat kerepotan sekarang harus ngurus perusahaan dan aku sedikit kasian aja sama dia " ucap shofia dan kini berpindah duduk di pangkuan suaminya sambil membuka satu persatu kancing kemeja suaminya.


" tapi aku sudah membayarnya mahal untuk itu.

__ADS_1


" iya aku tau tapi dia sepertinya harus bekerja 24 jam untuk suami ku ini" sambil mengusap dada bidang sang suami


" apa kau menginginkannya? " tanya Rey dan shofia menganggukkan kepala nya pelan dengan senyum manisnya.


Rey tidak melepaskan kesempatan yang ada dan langsung ******* bibir ranum sang istri mengecapnya dengan rakus membelit lidah istrinya hingga mereka kehabisan nafas


Rey menatap mata indah istrinya sambil mengusap sisa saliva di sudut bibir shofia.


" apa kamu nggak papa mas klo kita melakukannya sekarang? " tanya shofia


" aku nggak akan kenapa napa asal kamu ada di dekat ku sayang " jawab Rey lalu merebahkan istrinya di atas sofa dan kini posisi Rey berada di atas.


Rey mulai melucuti satu persatu pakaian istrinya hingga tanpa sehelai benang pun lalu kembali mencumbui istrinya melakukan penyatuannya.


desahan nikmat keluar dari mulut mereka kini Rey mengangkat tubuh istrinya kedudukannya di atas meja kerjanya dan kembali menghujamkan junior nya ke dalam pusat inti sang istri dengan keringat yang menetes pada tubuh mereka Rey terus memompanya hingga mereka berdua sama sama mencapai puncak kenikmatan.


Rey menggendong sang istri meletakkannya di sofa dan dia ikut duduk di samping sang istri menggenggam tangan istrinya sambil menciumi tangan sang istri. nafas mereka tersengal beberapa menit mereka berusaha mengatur nafas mereka.


beberapa saat kemudian Rey menundukkan tubuhnya mencium perut istrinya yang masih rata.


" sayang apa papi menyakitimu? "


" nggak papi " jawab shofia dengan suara meniru anak kecil.


" papi akan menjaga kalian dan juga mami kalian dengan baik " ucapnya lagi sambil terus menciumi perut sang istri


" sayang maaf ya karena kamu juga merasakan ngidam kayak gini " ucap shofia sambil membelai rambut suaminya


" nggak papa kok asal kamu dan bayi bayi kita baik baik aja aku nggak masalah " ucap Rey masih betah menciumi perut sang istri dan kemudian pandangannya beralih pada lembah berbulu di bawah perut sang istri. membelainya lalu menciumnya sekilas


shofia membelalakkan matanya lalu dengan cepat menutupi pusat intinya


" nggak..! ingat ya kata dokter kita nggak boleh sering sering "


" ya tapi klo nggak ada masalah nggak papa kan! "


" nggak aku capek udah aku pake baju dulu mau bantuin bi jum nyiapin makan siang " sambil menyingkirkan kepala sang suami lalu memungut pakaiannya yang tergeletak di lantai memakai nya dan keluar dari ruang kerja suaminya.


Satu bulan kemudian Rey masih bekerja dari rumah karena belum bisa jauh dari sang istri sedang shofia pihak rumah sakit memberikan kelonggaran dimana dia hanya diwajibkan hanya dua jam berada di rumah sakit hal ini disebabkan suaminya yang tidak bisa berada jauh dari sang istri.


Rey akan tiba tiba pusing dan mual jika jauh dari ustrinya. sedang Aldo bisa dipastikan dia lah yang paling direpotkan dengan segala urusan kantor harus bolak balik kantor dan mension belum lagi harus memenuhi keinginan dua suami istri itu yang kadang mengidam sesuatu. seperti hari ini contohnya mereka ingin memakan rujak mangga tapi harus metik dari atas pohon dan yang bertugas naik ke atas pohon adalah Aldo.


" sini al kamu cicipin ini enak lho seger " ucap shofia sambil mengupas dan mengiris mangga yang baru di petik Aldo dari pohonnya di taman belakang


" Terima kasih nona buat anda saja " tolak Aldo sambil menahan salivanya sambil membayangkan bagaimana kecutnya mangga tersebut.


" cobalah sedikit ini enak lho yang kan sayang "


" hem " ucap Rey sambil mencocol mangga dengan bumbu rujak lalu memasukkan ke dalam mulut nya.


" ayo al sini di coba kita jadi nggak enak lho masak kamu nggak mau nyicipin, ayo..! " paksa shofia.


Aldo sedikit ragu untuk mencicipi rujak yang pasti nya terasa sangat kecut tapi mendapat tatapan tajam dari atasannya membuatnya terpaksa ikut duduk di gazebo bergabung dengan suami istri yang sedang mengidam tersebut


baru sepotong mencicipi mangga tersebut Aldo merasakan giginya ngilu merasakan kecutnya rasa mangga tersebut.

__ADS_1


" gimana enak kan? " tanya shofia penuh antusias


" ehm iya nona "


" klo begitu ayo dimakan lagi "


" sudah nona Terima kasih saya rasa cukup "


" beneran nggak mau lagi "


" iya nona Terima kasih "


" om Aldo..! " tiba tiba kyara datang dari samping


" nona kyara "


" om ayo temani aku main ayunan di sana "


" oh ya ayo om akan temani nona kyara main ayunan, tuan nona saya permisi mengajak nona kyara bermain "


" iya, kyara sayang mainnya hati hati "


" iya mami..! ayo om " kemudian kyara menarik tangan Aldo menuju ayunan di samping kolam renang


" alhamdulillah selamat untung ada nona kyara" batin Aldo. sambil mulai mendorong ayunan nona kecilnya.


beberapa hari kemudian pagi itu jam sudah Menunjukkan pukul 8 pagi Rey dan shofia baru selesai mandi untuk kedua kalinya


" sayang tolong dong keringkan rambut aku " ucap shofia yang masih menggunakan piyama mandinya sedang Rey telah rapi dengan setelan jasnya rencananya Rey akan mulai masuk ke kantor


" sayang mas sudah kesiangan ini kamu keringkan rambut kamu kan biasa nya kamu juga ngeringin rambut kamu sendiri " ucap Rey sambil merapikan stelan jasnya


" ya tapi kamu harus tanggung jawab gara-gara kamu aku harus keramas dua kali " sewot shofia Rey melangkah mendekati istrinya mengambil alih hairdryer


" he he tapi kamu juga menikmatinya sayang buktinya kamu sudah ngasiin mas tanda kemerahan di leher dan di dada mas " goda Rey sambil mengarahkan hairdryer ke rambut istrinya


" hah mana ada nggak jangan bohong " elak shofia


" mas nggak bohong ini kalo nggak percaya " sambil membuka sedikit kancing kemejanya dan menunjukkan kepada shofia tanda kepemilikan yang sudah dia berikan kepada suaminya.


" gimana hem percaya? "


" iya ya udah ah aku malu " ucap shofia dengan wajah merahnya sambil menundukkan kepalanya.


shofia kini sudah selesai berpakaian dan turun ke meja makan bersama suaminya.


" kamu mau ke kantor Rey ? apa sudah baikan? "


" alhamdulillah ma sudah mendingan lagi pula aku nggak enak kelamaan nggak ke kantor dan kerjaan aku banyak sekali ma "


" ya kamu hati hati klo begitu "


" iya ma " jawab Rey


selesai sarapan Rey mengantarkan shofia ke rumah sakit setelah itu dia langsung Menuju perusahaan nya.

__ADS_1


__ADS_2