
Aldo berjalan mondar mandir di depan ruang Operasi dan ini sudah hampir tiga jam tapi belum ada tanda dokter atau perawat keluar dari ruangan tersebut
" tuan Aldo anda duduklah dulu jangan seperti ini apa anda tidak lelah trus berjalan mondar mandir seperti itu? " ucap Mandez yang pusing melihat Aldo berjalan mondar mandir
" aku nggak tenang tuan aku takut terjadi sesuatu pada tuan Rey "
" apa keluarganya sudah kau beritahu "
" belum aku belum berani memberi tahu mereka karena saat ini istri nya sedang hamil besar dan aku nggak mau mereka kepikiran apalagi kondisi mama nya tuan Rey saat ini kurang baik ditambah mereka harus menghadapi kasus perebutan hak asuh Kyara " tutur Aldo
" maksud anda hak asuh? apa Eliza yang melakukannya? "
" iya dia menginginkan hak asuh Kyara padahal dia dulu sama sekali tidak menginginkan putrinya itu "
" lalu sejauh ini bagaimana perkembangan kasusnya? "
" ntahlah tapi sepertinya posisi nona Shofia kurang kuat karena dia hanya ibu sambung ditambah lagi tuan Rey yang tiba tiba menghilang"
" apa anda tidak mencurigai nona Eliza? "
" maksud anda? "
" ya bisa saja dia melakukannya demi untuk memuluskan rencananya "
" tapi apa dia punya uang sebanyak itu untuk menyewa orang sebanyak itu? "
" anda jangan meremehkan dia, apa anda lupa klo dia adalah model internasional baginya satu juta dolar itu tidak ada apa apanya "
" ya anda benar belum lagi dia pernah memiliki sugar daddy pasti dia memiliki uang yang tidak sedikit "
" apa kau menyindirku.? "
" terserah anda jika anda merasa " kekeh Aldo
" bisakan kita bicara tidak terlalu formal sekarang, aku kurang suka bagaimana jika kita berteman sekarang"
" usul mu boleh juga " lalu mereka berjabat tangan
" tapi menurutku keluarga tuan Rayyan harus tau biar bagaimana pun mereka adalah keluarganya jadi mereka berhak tau dan seandainya terjadi apa apa dengan tuan Rayyan anda tidak akan di salahkan "
" ya anda benar, baiklah saya akan menelpon nya sekarang kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya
" hallo nona Shofia! "
" om Aldo mami masih di kamar mandi oh ini mami sudah keluar dari kamar mandi " ucap Kyara yang kebetulan ada di kamar maminya
" siapa sayang? "
" om Aldo mami " lalu meraih ponsel dari tangan Kyara
" ya Al ada apa bagaimana penyergapannya apa kamu sudah menemukan Rey? "
" sudah nyonya "
" lalu di mana dia aku ingin bicara "
" maaf nona, nona belum bisa bicara dengan tuan "
" kenapa? " tanya Shofia bingung
" maaf nona saat ini tuan sedang berada di ruang operasi tuan tertembak di dadanya "
__ADS_1
" apa? lalu bagaimana kondisinya? " mata mulai berkaca kaca
" tuan sedang di tangani tim dokter, maafkan saya nona tidak bisa menjaga tuan dengan baik"
" ya Allah Tuhan ..! " teriak Shofia mama Rika yang kebetulan lewat mendengar teriakan Shofia langsung masuk
" Al tolong kamu jaga mas Rey saya dan mama akan segera menyusul kamu ke LA "
" tapi nona kondisi anda sedang hamil "
" Al dia suamiku nggak mungkin aku ninggalin dia sendirian berjuang di sana " bentak Shofia sambil menghapus air matanya
" baik nona tapi sebaiknya anda konsultasi dulu pada dokter sebelum berangkat ke LA"
" kamu kabari terus aku ya sekali lagi aku titip mas Rey " ucap Shofia
" baik nona anda tenang saja saya akan menjaga tuan dengan baik" lalu ponsel dimatikan.
" ada apa sayang ada apa dengan Rey? " tanya mama Rika
" mas Rey..! mas Rey tertembak saat orang orang Mandez membebaskannya "
" ya Allah lalu bagaimana kondisinya "
" sekarang masih di ruang operasi, hik.. hik pantas saja perasaan aku nggak enak beberapa hari ini "
" sayang ada apa? tadi Kyara bilang katanya kamu menangis saat menerima telpon dari Aldo, ada apa nak? " tanya mama Widya yang tiba dari balik pintu dan Shofia langsung memeluk mama mertuanya itu
" ma Mas Rey dia tertembak "
" apa? lalu bagaimana kondisinya? dia baik baik aja kan? "
" sekarang mas Rey masih di ruang operasi ma"
" jeng yang sabar ya Insya Allah Rey nggak akan kenapa napa "
" ma aku mau nyusul mas Rey ke LA ma aku mau nemenin dia, dia pasti membutuhkan aku sekarang "
" sayang jangan begitu ingat kehamilan kamu Rey pasti akan marah jika terjadi sesuatu pada kehamilan mu, nanti biar mama yang akan menyusul ke sana jadi kamu tetap diam di sini jagain Kyara Oke! "
" tapi ma aku pingin ketemu mas Rey aku mau nemenin dia ma kasian dia "
" ya sayang mama ngerti tapi nanti kita konsultasi kan dulu sama dokter, tapi ingat jika dokter tidak mengizinkan kamu harus patuh" kata mama Widya berusaha bersikap setenang mungkin
" ya ma "
" oke klo begitu nanti kita ke rumah sakit kita temui dokter Farah untuk memeriksa kandungan mu, sekarang kamu istirahat biar mama Rika nemenin kamu mama mau ambilkan kamu minum dulu " lalu mama Widya melangkah keluar dari kamar Shofia sampai di luar air matanya langsung membasahi pipinya dadanya terasa sesak seperti di hantam palu besar.
" Nyonya anda tidak apa apa? " tanya bi jum
" jum Rey jum..! dia tertembak bagaimana nasib putra ku itu jum, apa salah keluarga ini hingga Tuhan menguji kami terus menerus "
" nyonya yang sabar insya Allah ada hikmah setelah ini dan saya yakin nak Rey kuat dia pasti bisa melewati ini " kata bi jum
" ya kamu benar putra ku kuat, jum aku ke kamar dulu tolong kamu bawakan susu hangat untuk Shofia dia juga sangat sedih "
" baik nyonya kalo begitu mari saya antar ke kamar " lalu bi jum memapah mama Widya masuk ke kamarnya dan membantu merebahkan tubuhnya.
" jum tolong ambilkan ponselku di meja itu "
" baik nyonya " lalu bi jum memberikan ponsel ke mama Widya,
__ADS_1
" makasih sekarang kamu boleh keluar "
" kalo begitu saya permisi nyonya " dan bi jum pun keluar dari kamar majikannya itu menuju dapur untuk membuatkan susu buat Shofia.
" hallo Aldo bagaimana apa yang terjadi sesungguhnya " kata mama Widya melalui sambungan telpon
" sebelumnya saya minta maaf nyonya tidak bisa menjaga tuan Rey dengan baik "
" tidak tidak aku yakin kamu sudah menjaganya dengan baik dan ini bukan salahmu "+
" iya Nyonya hari itu kita melakukan penyergapan di salah satu pulau terpencil di sana "
" lalu apa yang terjadi kenapa Rey bisa tertembak " tanya mama Widya dan Aldo pun mulai menceritakan apa yang terjadi.
" begitulah nyonya saya tidak menyangka musuh ternyata membawa pistol cadangan dari balik kemejanya,"
" ya ini sudah terjadi dan saya rencananya akan terbang ke LA nanti malam tolong kamu minta Cindy untuk memesahkan tiket dan Shofia maksa ingin ikut "
" tapi bagaimana dengan kondisi kehamilan nona? "
" ya rencananya saya akan mengajaknya untuk konsultasi dulu dengan dokter jika memungkinkan ia akan ikut bersama saya tapi klo tidak terpaksa saya terbang sendiri"
" baik nyonya nanti saya akan menjemput anda di bandara setiba anda di LA. "
" ya Al terimakasih dan tolong kamu jaga Rey ya dan kabari saya terus "
" baik Nyonya. " dan panggilan pun terputus
siang harinya mama Widya dan Shofia pergi ke rumah sakit untuk memeriksa sekaligus mengkonsultasikan keinginan Shofia yang akan terbang ke LA.
" kondisi kedua janinnya alhamdulillah sehat cuman detak jantungnya cepat sekali ini apa momy nya lagi banyak pikiran? jangan stres ya momy biar bayinya sehat terus"
" ya dok "
" oh ya dok misalkan menantu saya melakukan perjalanan ke LA kira kira gimana menurut dokter ? " tanya mama Widya
" aduh Nyonya maaf tapi saya tidak berani menanggung risiko apa lagi Nona Shofia saat ini sedang mengandung bayi kembar itu sangat beresiko karena di dalam pesawat tekanan udaranya sangat besar bayi bisa saja mengalami kontraksi jadi saya saran kan untuk tidak melakukan perjalanan jauh "
" Nona keselamatan anda dan bayi anda itu yang lebih utama " kata dokter Farah
" ya Shofia apa yang di katakan dokter itu benar mama janji akan terus calling dan video call kamu "
" ya ma " dan Shofia pun menurut. lalu dokter Farah segera memberikan resep vitamin untuk ibu hamil setelah menerima resep mereka berdua keluar dari ruangan dokter.
sementara di sebuah rumah sakit terbaik di LA Aldo masih setia menunggu di ruang operasi kini sudah hampir lima jam dia duduk di depan pintu ruang tersebut. nampak di sampingnya segelas kopi dan juga hamburger yang di belikan Mandez untuk nya sebelum akhirnya dia ijin kembali ke perusahaan karena saat ini Mandez pun sedang dalam masalah di perusahaan nya.
satu jam kemudian satu orang dokter dan dua perawat keluar dari ruang operasi. Aldo segera bangun dari duduk nya
" bagaimana dok "
" selamat tuan operasi nya sudah berhasil di lakukan dan kita tinggal menunggu hasil observasi beberapa jam ke depan "
" apa saya bisa menemui pasien sekarang? "
" untuk saat ini belum nanti tunggu setelah pasien di pindah di ruang perawatan barulah anda bisa menemui pasien "
" berapa lama saya menunggu "
" mungkin satu jam lagi " kata dokter tersebut.
" baiklah dok Terima kasih "
__ADS_1
"oke klo begitu saya permisi "
" silahkan dokter" dan dokter itu pun melangkah meninggalkan Aldo yang memilih untuk duduk kembali di kursi tunggu.