MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 165


__ADS_3

Rey duduk di kursi kerja di ruang kerjanya sedang Aldo duduk di depannya.


" bagiamana Al dengan kasus Eliza ? " Rey mulai pembicaraan


" ya tuan saat ini kasusnya sudah mulai di ajukan ke pengadilan negeri Negara dan bahkan para hakim yang sudah di suap oleh nona Eliza juga sudah di tangkap dan kasus nya juga akan segera di proses dan mulai saat ini dia di pecat dari Dewan hakim " tutur Rey


" lalu bagaimana dengan orang orang yang memberikan kesaksian palsu kemaren ? "


" mereka juga sudah diamankan di kepolisian untuk di adili tuan"


" bagus kau atur semuanya aku mau mereka semua di hukum sesuai dengan kesalahannya "


" tapi tuan mengenai kasus penculikan anda, kerena kejadiannya di LA maka pengadilan akan melimpahkan kasusnya di sana " terang Aldo lagi


" tidak bisakah kasusnya di limpahkan di sini saja aku kasian jika harus meninggalkan Shofia apalagi saat ini dia sedang hamil besar, coba kau urus Al, agar kasus ini di limpahkan di sini saja karena pelaku dan aku sebagai korban ada di sini "


" baik tuan akan segera saya usahakan dan saya akan konsultasi kan ini dengan tim pengacara kita "


" lalu bagaimana dengan restoran milik orang tua Shofia apa kau sudah urus? " tanya Rey lagi sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi


" sudah tuan Restoran yang dikuasai oleh paman nona Shofia sudah kita ambil alih dan sekarang sudah atas nama nona Shofia dan satu lagi tuan ternyata anak buah kita menemukan kejanggalan atas kematian mertua anda tuan"


" maksud mu? " kini Rey bangun dari saudaranya


" ya tuan menurut informasi orang kepercayaan kita serta informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa kondisi mobil yang di tumpangi papa mertua anda remnya dalam keadaan blong dan itu seperti di sabotase dan anehnya kasus tersebut sengaja di tutupi oleh pihak keluarga " tutur Aldo, Rey mengerutkan alisnya lalu mengetuk ngetuk jari telunjuknya di atas meja


" apa mungkin pamannya Shofia orang dibalik kecelakaan itu? "


" bisa jadi taun tapi kita harus menyelidiki ini dengan hati hati "


" ya kamu benar karena kasus ini sudah lama hampir empat tahun yang lalu "


" ya anda benar tuan"


" kalo begitu kamu coba selidiki secara diam diam setelah bukti bukti kita temukan minta pihak kepolisian untuk membuka kasus itu kembali "


" baik tuan"


" dan satu lagi kamu awasi terus gerak gerik om Farhan jangan sampai dia tau klo kita diam diam menyelidiki kasus kematian papa mertua ku"


" baik tuan "


" trus apa jadwalkan besok?"


" besok kita ada rapat dengan beberapa kepala bagian dan siangnya kita meeting dengan para pemilik saham " terang Aldo


" ya sudah sekarang kau boleh kembali "


" baik klo begitu saya permisi tuan" dan Aldo melangkah keluar dari ruang kerja Rey dan berjalan menuju pintu utama

__ADS_1


" lho Al kamu mau kemana?" tanya mama Widya yang kebetulan berpapasan dengan nya di depan ruang kerja Rey


" saya mau pulang Nyonya "


" sudah ayo makan siang dulu ini kan sudah waktunya makan siang kebetulan hari ini saya masak banyak "


" iya Nyonya Terima kasih "


" eh nggak usah nolak ayo semua sudah siap kok "


" udah nggak usah nolak Al ayo temani aku makan " ucap Rey yang juga akan keluar dari ruang kerjanya


" baik tuan "


" ya udah Rey kamu panggil Shofia di atas ajak makan siang bersama "


" iya aku ke atas dulu ma "


" ayo Al ikut tante ke ruang makan "


" baik Nyonya "


" hay kau ini berhenti memanggil ku Nyonya kan aku sudah bilang panggil saja tante atau mama juga boleh seperti Rey memanggil ku " ucap mama Widya


" baik Nyonya "


" Al.. "


" bagus jadi mulai sekarang kamu panggil tante ingat itu "


" baik tante "


" bagus "


sementara Rey naik ke lantai atas untuk menyusul istrinya Shofia


" ceklek " Rey membuka pintu ia mengedarkan pandangannya namun tidak menemukan sosok sang istri dan dari kamar mandi terdengar suara gemericik air menandakan ada yang beraktifitas di sana, Rey segera merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. tak lama Shofia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono dan langsung duduk di depan meja riasnya.


Rey segera bangkit dari tidurnya melangkah mendekati Shofia


" sayang kamu abis mandi? " sambil memeluk istrinya dari belakang dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.


" iya mas sejak hamil besar aku gampang gerah" jawabnya sambil mengaplikasikan body lotion ke tangan dan kakinya sedang Rey terus menciumi pipi leher menghirup aroma sabun yang menempel pada tubuhnya.


" kamu nggak mandi? mandi gih " tanya Shofia


" nggak ah eman klo mandi nggak ngapa ngapain "


" maksudnya? "

__ADS_1


" ya aku tu mau mandi setelah kita melakukannya " masih menciumi istrinya


" dasar mesum ..."


" yang boleh nggak? "tanya Rey sambil memainkan alisnya sedang tangannya mulai menyentuh benda kenyal yang tentu saja semakin membesar dari biasanya


" nggak ada ya..aku baru aja abis mandi jangan macam macam "sambil mengoleskan pelembab di wajahnya.


" oh ya Aldo sudah pulang ? " tanya Shofia masih sibuk mengoles pelembab di wajah dan lehernya


" Aldo.. ah iya aku lupa mama Minta aku buat manggil kamu untuk makan siang bareng " sambil menepuk jidatnya


" ya ampun kamu mas kok nggak ngomong dari tadi kan aku bisa cepet cepet .." kata Shofia mulai sewot


" ya sory aku lupa abis kamu mengalihkan dunia ku " bisik Rey di telinga Shofia.


" prett.. lebay " kekeh Shofia lalu melangkah masuk ke dalam Wardrobe untuk mengganti pakaian dan Rey pun mengekor di belakang


" mas kamu mau ngapain ikut kemari "


" ya mau nemanin kamu lah takut terjadi apa apa "


" ck alasan,..jangan modus kamu .. !" Rey terkekeh


" modus ama istri sendiri kan nggak papa sayang" kembali memeluk sang istri sambil menciumi leher dan punggung nya


" mas..ih aku mau pake baju lepasin dulu " berusaha melepaskan diri namun Rey tak bergeming, Shofia menarik nafas panjang


" katanya aku di suruh ke bawah untuk makan siang lagian aku sudah sangat lapar sayang kasian bayi bayi kita mereka juga pasti kelaperan " Rey langsung melepaskan pelukannya lalu melangkah menghadap ke arah Shofia kemudian berlutut di hadapan perut istrinya yang semakin membesar


" auwh anak papi kalian laper ya sory ya papi abis kangen ama mami kalian ya udah kita makan dulu ya nanti papi bakal jengukin kamu sering sering biar kamu kenal sama papi oke..! " kemudian mencium perut buncit istri nya. sedang Shofia hanya geleng geleng kepala melihat tingkah obsurd suaminya.


selesai berpakaian kedua suami istri itupun turun ke ruang makan dan tampak di sana semua sudah berkumpul


" maaf menunggu lama tadi aku mandi dulu soalnya gerah banget " ucap Shofia merasa tidak enak hati


" nggak papa sayang mama ngerti kok klo lagi hamil besar kayak gini memang bawaannya kepanasan mulu, ya udah ayo kita makan " ajak mama Widya dan mereka pun mulai menuangkan nasi beserta lauknya di atas piring


" lagi sayang? " tanya Rey pada Shofia setelah mengisi piring istri nya dengan nasi.


" udah mas ini kebanyakan kurangin lagi"


" lho tadi katanya laper? "


" iya tapi segitu aja cukup kok " jawab Shofia


" iya nak Rey Shofia nggak bisa klo makan sekalian banyak katanya perutnya jadi sesak makanya dia makan sedikit tapi sering " tutur mama Rika.


" oh.. maaf ya sayang aku nggak tau"

__ADS_1


" udah nggak papa sekarang sini mari piring mu aku isikan nasi "


" nggak usah biar aku sendiri aja sekarang kamu makan.. kamu mau yang mana? " tanya Rey lagi berusaha melayani istri nya untuk menebus waktu yang hampir dua bulan mereka terpisah.


__ADS_2