MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 200


__ADS_3

Vania masuk ke dalam lift bersama karyawan bernama Andi


" nona apa anda baru sekarang ini ke kantornya pak Aldo? "


" iya " jawab Vania


" pantas saja saya tidak pernah melihat anda datang kemari, tapi betul anda adiknya? "


" menurut kamu? "


" iya sih karena kalau pacar nggak mungkin karena pak Aldo itu orang nya sangat dingin dan saya nggak yakin dia penyuka wanita, ups...! maaf maaf "


" nggak papa "


" oh ya kita belum kenalan nama aku An.."


" Andi kan..! "


" ah iya klo anda "


" Vania "


" anda masih kuliah atau.. "


" masih kuliah eh nggak usah terlalu formal bisa kan " jawab Vania cepat sedang Andi hanya tersenyum terkekeh


" oh ya Andi emang pak Aldo nggak punya pacar atau wanita yang dekat sama dia gitu " korek Vania


" emh.. setau saya sih nggak nona karena selama saya kerja di sini nggak pernah liat pak Aldo jalan berduaan dengan perempuan kecuali dengan klien itu pun bersama tuan Rey "


" oh ya.. "


" iya tapi klo penggemar gelapnya banyak.. ha ha "


" maksudnya..? "


" ya pegawai sini banyak yang diam diam menyukainya tapi ciut duluan karena melihat tatapan dingin pak Aldo" tutur Andi. dan obrolan mereka terhenti ketika terdengar suara dentingan pintu lift. lalu mereka keluar dari lift dan berhenti di depan salah satu ruangan di lantai tersebut.


" silahkan Vania ini ruang pak Aldo"


" oh ya Makasih "


" it's Oke, oh ya kapan kapan apa boleh saya traktir kamu es krim " tawar Andi


" emm gimana ya... aku pikir kan dulu"


" oke aku tunggu " ucap Andi kemudian melangkah kembali menuju ruang kerjanya.


Vania masuk ke dalam ruang kerja Aldo kebetulan di depan tidak ada orang ia pun segera masuk.


sementara Aldo di ruangannya sedang meeting dengan salah satu klien perusahaan yang kebetulan seorang pengusaha wanita.


"oke tuan Aldo saya sangat tertarik dengan kerja sama kita ini, saya harap produk produk dari perusahaan ini bisa di minati para konsumen "


" tentu saya juga berharap begitu. "


" oke saya pamit, sebetulnya saya mau mengajak Anda sekalian makan siang tapi sepertinya Anda tidak bisa, dan saya harap kita bisa makan siang bersama suatu saat nanti. "


" insya Allah nona " kemudian mereka saling berjabat tangan lalu pengusaha wanita tersebut melangkah menuju pintu dan di iringi oleh Aldo namun sialnya sepatu wanita tersebut tersangkut pada ujung karpet alhasil ia hampir saja terjatuh dan dengan sigap Aldo menangkap tubuh wanita itu agar tidak menyentuh lantai. dan saat bersamaan pintu ruangan itu terbuka muncullah Vania dengan senyum mengembang sembari membawa rantang berisi makan siang buat calon suaminya.


melihat pemandangan di depan tiba tiba senyumnya menghilang. ia melebarkan matanya dadanya terasa sesak dan tak mampu berkata kata.

__ADS_1


Aldo yang melihat Vania yang tiba-tiba muncul sedikit kaget dan langsung melepaskan rangkulannya.


" Vania kamu kenapa nggak ngasi kabar klo mau ke sini ? " ucap Aldo dengan wajah canggung. sedang Vania berusaha menormalkan keadaan hatinya.


" eh maaf aku ngganggu ya? soalnya di depan tidak ada orang aku kira juga jam istirahat, eh taunya kamu lagi... oh ya ini mama nyuruh aku bawain kamu makan siang, klo begitu aku permisi" ucap Vania langsung keluar dari ruang Aldo.


" Vania tunggu..! " panggil Aldo namun wanita itu menahannya.


" tuan Aldo dia siapa? "


" dia tunangan saya calon istri saya dia pasti salah faham sekarang " ucap Aldo gelisah.


" udah biar kan saja dulu di jelaskan sekarang juga dia pasti nggak akan dengar biarkan dulu dia tenang, oh ya terima sudah nolong saya tadi klo tidak mungkin saya sudah jatuh terjerembab " kata wanita itu lagi.


" ya sama sama klo sudah tidak ada yang di bicara kan lagi silahkan saya permisi sebentar " ucap Aldo


" oh ya tentu saya juga pamit sampai ketemu nanti saat tanda tangan kontrak kerja sama kita "


" hem. " ucap Aldo sambil menganggukkan kepalanya. lalu wanita itu keluar dari ruangan Aldo di susul Aldo di belakang nya.


Aldo langsung turun ke bawah mencari Vania ia menanyakan pada resepsionis tentang keberadaan Vania namun resepsionis mengatakan tidak melihat Vania turun. Aldo semakin panik. ia segera masuk ke pos keamanan mengecek CCTV.


sementara Vania yang berjalan cepat menuju lift tiba tiba menabrak tubuh seseorang.


" Vania..? "


" eh Andi.. ! "


" kamu mau kemana sudah ketemu sama pak Aldo? " tanya Andi


" sudah " jawab Vania sambil memalingkan wajahnya


" hey kamu kenapa? wajahmu seperti abis menangis" tanya Andi. Vania menggeleng kan kepalanya. lalu Andi menarik tangan Vania mengajaknya masuk ke dalam lift naik ke lantai paling atas.


" aku sering ke sini klo lagi suntuk lagi banyak masalah aku akan menjerit sekeras kerasnya seperti orang gila dan setelah itu aku akan merasa sedikit tenang "terang Andi lalu mereka melangkah ke pinggiran gedung duduk di salah satu bangku yang terdapat di sana.


" ah iya kamu benar, ?di sini indah sekali untung saja langitnya sedikit mendung jadi cuacanya tidak begitu panas "


" ya sepertinya langit juga ikut bersedih melihat bidadari yang sedang bersedih " kata Andi


" apaan sih "


" oh ya tunggu sebentar jangan kemana mana lima menit aku kembali lagi tapi ingat jangan kemana mana "


" iya.. " jawab Vania dan Andi pun bergegas meninggalkan rooftop gedung tersebut. dan benar saja Andi datang lima menit kemudian dengan membawa kantong kresek berisi es krim berbagai rasa.


" ini..! katanya es krim bisa membuat perasaan lebih bahagia" ucap Andi sambil menyodorkan es ke Vania. Vania mengambil satu es krim dan mulai memakannya.


" aku nggak tau kenapa kamu tiba tiba menangis semoga es krim ini bisa mengurangi kesedihan mu"


" kamu pinter ya merayu sudah berapa wanita yang kamu rayu "


" apa sih Van nggak kok aku gini hanya sama kamu aja "


" oh ya kamu nggak balik kerja nanti kamu di pecat sama pak Rey. " kata Vania


" sekarang kan jam istirahat jadi aku masih ada waktu nemani kamu di sini, aku nggak mau ntar kamu tiba tiba loncat dari gedung ini kan bahaya"


" hey kamu kira aku remaja Labilun apa? ya nggak lah aku masih waras "


" ya bagus lah kalo begitu " lalu mereka pun mengobrol hangat sambil tertawa sesekali. Andi pria yang gampang dan mudah mencairkan suasana membuat Vania sedikit nyaman ketika mengobrol dengannya.

__ADS_1


sementara Aldo masih di ruang ke amanan meminta di putarkan CCTV di depan ruangannya. Aldo mengepalkan tangannya ketika melihat Andi menarik tangan Vania dan mengajaknya masuk ke dalam lift.


" cek pak dimana keberadaan mereka" perintah Aldo


" baik pak .. itu mereka pak mereka berada di lantai paling atas gedung pak "


" oke sekalian kamu buka CCTV di ruangan saya beberapa menit yang lalu lalu kamu kirim ke ponsel saya "


" baik pak " ucap kepala tehnik tersebut


setelah mendapatkan apa yang di inginkan Aldo segera naik ke rooftop gedung tersebut.


" ehem...! " Aldo mengeluarkan suaranya sontak Andi dan Vania menoleh ke asal suara.


Andi menundukkan kepalanya lalu Aldo memberikan kode untuk meninggalkan tempat tersebut. tidak ingin terkena masalah Andi langsung pergi begitu saja meninggalkan tempat tersebut.


" lagi ngapain di sini ayo turun aku lapar " ucap Aldo ikut berdiri di samping Vania.


"ngapain ke sini sudah puas dua duaan sama cewek cantik tadi "


" aku nggak ada hubungan apa apa sama dia. dia itu tadi mau jatuh dan aku reflek saja " tutur Aldo. Vania masih membuang muka


" ayolah jangan seperti anak kecil kita ke bawah yuk di sini anginnya kencang sekali nanti kamu masuk angin " ucap Aldo kini memeluk Vania dari belakang. namun Vania masih tak bergeming.


" apa kamu cemburu hem... tadi itu aku nggak sengaja memegangnya " kata Aldo lagi. Vania menatap Aldo sambil memicingkan matanya


" tapi kamu sepertinya menikmatinya"


" ya tadi itu aku hanya kaget aja tiba tiba kamu masuk "


" kamu tau nggak sih cewek tadi kayaknya menikmati sewaktu kamu peluk "


" tapi aku nggak "


" aku nggak percaya "


" ya sudah sini lihat " lalu Aldo membuka galeri ponselnya dan membuka rekaman CCTV di ruang kerjanya. Vania memperhatikan nya dengan serius.


" gimana kamu sudah percaya? " Vania mengangguk.


" maaf aku sudah menuduh mu yang tidak tidak "


" ya aku mengerti tapi besok besok klo marah jangan dekat dekat sama laki laki lain apalagi cowok itu dia play boy cap kadal " kata Aldo masih memeluk Vania


" iya aku tau tadi cuman iseng aja daripada sendirian di sini, trus misalkan aku loncat dari gedung ini bagaimana "


" benarkah segitunya frustasi nya kamu tadi ? gara gara itu "


" ya nggak lah tapi kan bisa saja misalkan kamu beneran selingkuhin aku "


" cup " nggak akan sayang hati dan perasaan aku sudah di penuhi oleh kamu " ucap Aldo sambil mengecup pipi calon istrinya .


" udah ayo kita ke bawah aku sudah sangat lapar " dan Vania pun menurut. mereka pun akhirnya turun ke bawah menuju ruang kerja Aldo.


*****


maaf lama nggak update karena kesibukan aku di dunia nyata akhir akhir ini sangat banyak.


oh ya author juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa buat saudara muslim semuanya. semoga ibadah puasa kita lancar .


dan mampir juga di novel baru aku ya para reader dan tetap beri dukungan kalian

__ADS_1



__ADS_2