
masih sama seperti tadi pagi shofia belum bisa makan dengan benar tadi sore dokter kandungan datang ke mension untuk memeriksa nyonya muda yang saat ini sedang hamil muda menurut sang dokter "usahakan ibunya bisa makan karena asupan gizi yang di butuhkan dua kali lipat dari yang biasanya"
" sayang di coba ya makannya " ucap Rey sambil berusaha menyuapi sang istri. bi jum dan beberapa nany berusaha membuat berbagai menu yang tidak banyak mengandung bumbu namun masih sama shofia masih nggak untuk memakannya
" nggak mas aku takut muntah lagi " ucap shofia dengan air mata yang hampir jatuh
" ya tapi kamu harus makan oke sekarang kamu mau makan apa? " tanya suaminya
" ayam bakar "
" apa ayam bakar? " tanya Rey ulang dan shofia mengangguk
" oke mas akan minta bi jum membuatnya " namun shofia menggelengkan kepalanya
" lha trus ? apa kamu mau pesan aja? " shofia masih menggelengkan kepalanya
" lalu? "
" aku mau kamu yang masakin " ucap shofia dengan mata popiesnya. Rey membelalakkan matanya lalu menarik nafas dalam dalam seumur hidup dia belum pernah memasak jika pun masak itu hanya membuat mie instan ketika masih kuliah dulu.
" oke mas yang masakin tapi kamu janji harus memakannya " ucapnya dan shofia mengangguk cepat
" oke kamu tunggu di sini mas mau ke bawah bikini ayam bakar buat kamu " ucap Rey sambil berfikir akan diam diam menyuruh bi jum yang membuatnya
" aku ikut " teriak shofia hendak turun dari ranjangnya
" eh nggak usah kamu tiduran aja nanti klo sudah jadi mas langsung bawain ke mari oke! "
" nggak mau aku mau ikut pingin liat kamu masak " rengek shofia dan dengan terpaksa Rey pun turun ke dapur
Rey mulai memakai celemeknya ala ala chief profesional namun setelah itu dia bingung harus apa
" sayang mas panggil bi jum ya buat bantuin mas " dan shofia pun mengangguk. tak lama kemudian bi jum datang dan mulai mengeluarkan ayam dari dalam kulkas dan juga menyiapkan bumbu bumbu.
bi jum mulai mengupas bawang merah dan bawang putih
" bi jum biarkan mas Rey yang mengerjakan bi jum di sini aja temani aku sambil kasi tau mas Rey " ucap shofia.
" tapi non "
" udah bi nggak papa bibi tinggal kasi tau aku aja cara bikinnya. "
" tapi tuan "
" udah tenang aja aku bisa kok " ucap Rey sambil mengupas bawang putih dan bawang merah. awalnya Rey masih baik baik saja namun saat mengupas bawang merah
" hik.. hik " Rey berusaha menahan air matanya
" mas kamu kenapa? kamu menangis ya? " tanya shofia namun Rey menggelengkan kepala nya
" non seperti nya mata tuan perih karena mengupas bawang biar bibi bantuin ya? "
" ya bi bibi bantuin aja " ucap shofia tak tega lalu bi jum pun mulai membantu Rey mengupas semua bumbu kemudian menghaluskan sedang Rey ke bagian membersihkan ayam yang sudah di potong potong.
setelah itu Rey mulai merebus ayam beserta bumbu yang sudah di haluskan Rey dengan serius memperhatikan arahan bi jum lalu Mempraktekkannya. sambil menunggu ayam di rebus bi jum mulai mengajarkan Rey membuat sambal.
kini Rey mulai membakar ayam yang sudah terlebih dulu di rebus dari aromanya sudah sangat menggoda.
tiga Puluh menit lebih Rey berkutat di dapur dengan di temani bi jum. ayam bakar sudah tertata di atas piring Rey membalikkan tubuh nya hendak meletakkan nya di atas meja makan namun langkahnya terhenti karena melihat sang istri tertidur di meja makan dengan menelungkupkan kepalanya di atas meja makan
" ya Allah liat bi dia tertidur " ucap Rey sambil menggelengkan kepalanya.
" tapi ayamnya gimana tuan " udah bi nggak papa bibi tolong bawakan ayam ini ke atas dan juga jangan lupa bawakan nasi juga siapa tau shofia bangun dan kelaparan nanti biar aku akan gendong shofia " ucap Rey
" baik tuan" kemudian Rey menggendong istrinya ala bridal naik ke lantai atas menuju kamarnya.sedang bi jum mengekor di belakang nya membawa nampan berisi ayam bakar dan sepiring nasi.
Rey dengan pelan meletakkan shofia di atas ranjang namun hal itu membuatnya terbangun.
" mas ayam bakarnya sudah jadi? " tanya shoda Rey tersenyum
" sudah ayo bangun kita makan ayam bakarnya" ucap Rey sambil mengusap pucuk kepala sang istri
shofia bangun dari tidurnya Rey membimbingnya untuk duduk di sofa
" ini ayam spesial buat istri tersayang ayam bakar ala chief Rayyan " ucap Rey sambil membentangkan tangannya shofia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
" makasih sayang..! aku coba ya? "
" hemm coba aja sini mas suapin " shofia pun menurut membuka mulutnya kemudian mulai mengunyah pelan. Rey sedikit tegang menunggu reaksi sang istri
" gimana?? "
" hemm enak! " jawab shofia sambil mengacungkan dua jempol.tentu senyum Rey sang suami mengembang bahagia
" oke klo begitu kau harus habiskan ini "
" hem tentu " jawabnya sabil terus mengunyah ayam bakar yang di buatkan langsung oleh Rey
" sayang kamu nggak mau nyoba ini enak lho! " shofia berusaha menyuapi suaminya
" nggak sayang buat kamu saja kamu dari tadi pagi makan nya nggak bener " tolak Rey
" tapi aku mau kamu nemani aku makan, ayo aaak" shofia nggak mau nyerah dan Rey pun membuka mulutnya
" gimana enak kan? " tanya shofia
__ADS_1
" hem iya sayang ini enak banget wah ternyata aku bisa juga masak enak ya? " ucapnya sambil mengunyah ayam bakarnya.
mereka berdua saling menyuapi hingga tak menunggu lama ayam bakar itu pun ludes. Rey membersihkan sudut bibir istrinya yang terkena saos.
" makasih sayang kamu perhatian banget jadi makin sayang deh " ucap shofia
" istri aku sekarang sudah pandai bicara manis, udah ayo cuci tanganmu " ucap Rey sambil membawa nampan tempat makan mereka ke dapur.
Rey kembali ke kamar dan melihat shofia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya
" sayang kamu kok nggak tidur? ayo tidur ini sudah malam " ajak Rey yang ikut duduk di samping shofia
" sebentar lagi mas lagian nggak bagus klo langsung tidur " ucap shofia
" kamu nggak mual? " tanya Rey
" iya ya mas aku kok nggak mual ya, biasanya aku selalu mual abis makan "
" itu tandanya anak papi senang sama masakan papi ya kan sayang ? " ucap Rey sambil mengelus perut shofia yang masih rata
" iya mas kayaknya anak kamu doyan ama masakan Papi nya " sambung shofia.
" syukurlah klo begitu "ucap Rey sambil membiarkan shofia bersandar di dadanya
" sayang aku boleh nanya nggak? "
" hem mau nanya apa? "
" gimana perasaan kamu sekarang sama mama kandungnya kyara? " tanya nya hati hati sambil mengelus dada suami nya. Rey menarik nafas dalam dalam
" biasa saja " ucap Rey
" benar kah? "
" iya sayang bahkan mungkin aku lebih kepada sakit hati atas perlakuannya terhadap kyara dulu "
" bagaimana jika benar ia ingin rujuk lagi "
" aku akan menolaknya "
" trus klo dia ambil kyara dari kita gimana? " tanya shofia lagi
" mas akan mempertahankannya sayang.mas tidak akan membiarkan siapa pun mengambil kyara dari kita, udah jangan berfikir macam macam " ucap Rey akhirnya namun sebenarnya di dalam hati kecilnya ada sedikit kekhawatiran akan hal itu namun dia berusaha menutupinya sebaik mungkin.
"sayang seperti nya aku harus bersyukur dia meninggal kan kamu dan kyara dulu" ucap shofia pelan
Rey mengerutkan keningnya dan merenggangkan pelukannya agar dapat memandang wajah sang istri
" kenapa begitu? " tanya Rey tak mengerti
" iya jika dia tidak berbuat seperti itu kita nggak mungkin akan seperti ini " ucap shofia sambil menusuk nusuk dada suaminya. Rey tersenyum memandang istrinya
" aku yang seharusnya berterima kasih kamu sudah banyak membantu aku dan mama " ucap shofia.
" itu sudah jadi kewajiban aku jadi kamu nggak usah berterima kasih " kemudian mata mereka saling beradu lalu Rey memiringkan sedikit kepalanya menyatukan bibir mereka saling menyesap satu sama lain. shofia memejamkan matanya Rey pun tak tinggal diam tangannya mulai menyelusup dibalik gaun tidur istrinya meremas dua benda kenyal milik istrinya dan tanpa diminta desahan desahan lolos dari bibir shofia.
" maas " desah shofia dengan wajah yang mulai memerah menahan hasratnya dan Rey menghentikan kegiatannya
" he he sayang sudah mas takut kebablasan sekarang kita tidur aja istirahat " ucap Rey membelai rambut sang istri. shofia merona menahan malunya karena terbawa suasana.kemudian mengekor di belakang suaminya naik ke atas ranjang.
kini mereka sudah berada di atas ranjang Rey membiarkan lengannya di gunakan sebagai bantal
" sudah tidur " ucap Rey sambil mengelus punggung sang istri dan shofia pun membalas memeluk sang suami dan tak menunggu lama mereka berdua pun terlelap dalam tidur nya.
pagi itu shofia bangun sebelum subuh dan seperti biasa shofia kembali mual mual di dalam kamar mandi Rey terbangun dari tidurnya menyusul sang istri membantu memijit tengkuk sang istri
" huek huek " shofia terus memuntahkan isi perutnya Rey sungguh nggak tega melihatnya
setelah merasa mendingan shofia langsung berwuduk untuk melaksanakan sholat subuh.
selesai sholat shofia memilih untuk kembali merebahkan tubuh nya. Rey melumuri tubuh istrinya dengan minyak kayu putih setelah itu dia turun ke bawah meminta bi jum membuatkan teh herbal untuk sang istri
" sayang minum ini dulu ya " shofia pun di bantu untuk duduk oleh Rey kemudian meminum teh yang di bawa oleh Rey dari dapur kemudian merebahkan tubuhnya kembali
" kamu mau sarapan apa hem..? biar mas bikinin " shofia menggelengkan kepalanya
" nanti klo pingin apa bilang ya " kata Rey lagi
" iya mas " ucap shofia sambil memejamkan matanya
Rey membelai perut sang istri " sayang jangan merepotkan mami ya? kasian mami kamu" ucap Rey dan shofia menarik sudut bibirnya
.
" mas kamu siap siap gih nanti terlambat ke kantor "
" nggak papa nggak usah pikirkan aku kan bosnya "
" iya tau tapi kan nggak enak sama karyawan kamu bos nya terlambat terus "
" mas nggak bisa ninggalin kamu kayak gini "
" aku nggak papa kok ntar juga baikan " tutur shofia namun Rey bukannya bangun dari ranjang tapi malah ikut merebahkan tubuhnya di samping shofia dan memeluknya. jujur shofia merasa nyaman berada di posisi seperti ini tapi dia tidak mau egois suaminya harus berangkat ke kantor.
" kriiing.. kringg" ponsel Rey berbunyi dan dia langsung mengangkat nya
__ADS_1
" ya Al! "
" maaf tuan saya hanya mengingatkan anda nanti jam 8 kita ada meeting dengan investor dari brunai tuan " Rey menarik nafasnya
" iya aku tau " jawab Rey ketus
" maaf tuan klo begitu saya tutup ponselnya "
" iya " kemudian Rey meletakkan ponsel nya di atas nakas
" kenapa? aldo? " tanya shofia
" hem "
" ada apa? "
" aku ada meeting nanti jam 8.padahal aku masih pingin nemani kamu di sini "
" udah kamu siap siap gih aku nggak papa kok " lalu shofia bangun dari ranjang bermaksud menyiapkan pakaian kantor suaminya
"hey kamu mau kemana? "
" aku mau nyiapin baju kerja kamu mas "
" nggak usah biar mas yang nyiapin sendiri sekarang kamu rebahan saja agar pusing dan mualnya hilang " dan shofia pun mengurungkan niatnya memilih kembali rebahan di ranjang
Rey kesulitan memakai dasinya melihat hal itu shofia bangun dan membantu memakaikan dasi untuk sang suami
" sayang kamu tau saat seperti ini yang aku suka setiap hari " ucap Rey sambil menatap lekat wajah istrinya
" kenapa? " tanya shofia yang tak berani menatap mata sang suami
" karena aku bisa mandangin wajah kamu dan "cup" Rey mencium kening sang istri. sontak shofia kembali merona.
" udah ah pagi pagi gombal" kata shofia berusaha menjauh dari suaminya tapi
" pluk " Rey menangkapnya dan memeluknya dan tanpa basa basi langsung ******* bibir manis istrinya
" sayang mulai hari ini kita akan melakukannya setiap pagi " ucap Rey sesaat setelah ciuman mereka terlepas sambil membersihkan sisa saliva yang menempel di sana
"kenapa ? "
" ini sebagai ganti karena mas nggak bisa jengukin anak anak kita setiap hari " blushing kembali pipi shofia memerah
" udah ah mas kamu pagi pagi mesum, ingat lho aku ini lagi hamil " ucap shofia
" iya maka itu mas rela untuk tidak sering sering ngunjungin anak anak kita tapi sebagai gantinya kita harus melakukan itu setiap pagi"
" tau ah mesum udah ayo kebawah sarapan " shofia mendorong tubuh suaminya agar keluar dari kamar
mereka berdua turun dari tangga untuk sarapan bersama hari ini sesuai intruksi Rey bahwa sarapan tidak boleh ada masakan berbumbu jadilah mereka sarapan sandwich pagi ini.
" gimana kondisi kamu shof " tanya sang mama mertua
" alhamdulillah agak mendingan ma "
" apa tadi masih mual mual ? "
" masih ma " jawab shofia
" iya itu wajar dulu mama juga seperti itu saat mengandung Rey bahkan mama hanya mau makan klo papanya Rey yang masakin " tutur mama widya
shofia dan Rey saling pandang
" apa benar begitu ma? "
" iya "
" pantas saja " gumam Rey
" pantas apa? "
" ah nggak ma " ucap Rey
" tadi malam aku bisa makan banyak ma itu karena mas Rey yang masakin"
" oh ya? " tanya mana widya tak percaya
" hem "
" klo begitu Rey kamu mulai hari ini harus belajar masakin istri kamu supaya dia mau makan dan tidak mual mual"
" iya ma " jawab Rey lemas
dan mereka pun mulai menyantap sarapan pagi mereka.
" mami nggak ke rumah sakit "
" Iya nanti mami ke rumah sakit abis ini "
" nggak boleh " jawab Rey tiba tiba
" tapi mas "
" pokoknya nggak boleh kondisi kamu masih belum baik mas sudah mengijinkan kamu selama satu minggu untuk Istrahat
__ADS_1
" apa?? "
" pelan kan suara mu ayo habiskan sarapan mu" ucap Rey kembali jutek. sedang shofia memanyunkan bibirnya sambil berusaha menelan sarapannya.