
Bi jum datang membawakan bubur dan juga minuman jahe dan madu kemudian menyerahkannya kepada shofia.
" Terima kasih bi jum! "
" iya non sama sama, apa ada lagi yang nona butuhkan? " tanya bi jum
" tolong nanti bawakan baskom berisi air dan handuk kecil buat kompres ya bi..! " pinta shofia
" baik Non, klo begitu bibi permisi dulu" ucap bi jum lalu keluar dari kamar tersebut.
shofia mengambil mangkuk berisi bubur yang sudah dibuatkan bi jum tadi lalu dia bangunkan suaminya.
" pak Rey anda makan dulu trus minum obat ya biar cepat pulih " ucap shofia pelan
Rey pun membuka mata kemudian dia berusaha untuk duduk dan shofia pun membantunya kemudian meletakkan bantal di belakang punggung suaminya tersebut.
shofia memberikan minuman jahe terlebih dahulu kemudian lanjut menyuapinya bubur, awalnya Rey menolak untuk di suapi oleh shofia tapi karena dia merasa kepalanya sangat pusing akhirnya dia pun pasrah.
shofia dengan telaten menyuapi suaminya sesekali mereka saling beradu pandang, ada debaran debaran kecil di dada mereka namun dengan cepat mereka mengalihkan pandangannya
" sudah cukup saya sudah kenyang lagian lidah saya terasa pahit " tolak Rey setelah hampir sebagian bubur tersebut berhasil dia makan
" baiklah sekarang bapak minum dulu abis itu minum obatnya " ucap shofia lalu memberikan segelas air putih pada suaminya dan juga beberapa butir obat
" ini obat demam antibiotik dan yang ini obat sakit kepala " ucap shofia sambil memberikan obat di tangan suaminya. dan Rey pun segera meminumnya.
" sekarang anda istirahat semoga abis ini panasnya segera turun " ucap shofia sambil membetulkan posisi kepala suaminya. kembali kondisi seperti ini membuat darahnya berdesir dimana posisi mereka berdua sangat dekat
" tok.. tok.. " permisi non
" masuk bi..! " ucap shofia
" ini non bibi bawakan handuk dan baskom nya " kata bi jum sambil menyerahkannya kepada shofia
" Terima kasih bi " ucap shofia sambil menerima baskom yang diberikan bi jum padanya.
" oh ya nanti klo bibi mau turun sekalian itu dibawa" tunjuk shofia pada nampan bekas makan Rey tadi
" baik non, klo begitu saya permisi " kata bi jum lalu mengambil nampan bekas makan Rey untuk dibawanya ke dapur
" non shofia mau bibi bawakan makan malam ke sini? " tanya bi jum
" nggak usah bi nanti saya makan di bawah saja sekalian nemenin kyara makan " tolak shofia.sambil mulai mengompres kening suaminya.
" baiklah klo begitu saya permisi " ucap bi jum lalu keluar dari kamar tuannya.
shofia duduk di samping ranjang sambil memperhatikan Rey yang saat ini sedang memejamkan matanya sesekali dia ganti kompres di kening suaminya.
perlahan terdengar suara dengkuran halus suaminya menandakan bahwa ia sedang tertidur mungkin karena efek obat yang diberikan dan perlahan shofia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu melaksanakan sholat magrib.
selsai sholat shofia kembali mengganti kompres yang menempel pada kening Rey setelah itu shofia pun turun ke bawah untuk menemani putri nya makan malam.
" mami papi kenapa nggak ikut makan malam? " tanya kyara
__ADS_1
" papi masih sakit sayang jadi sekarang kita makan berdua aja ya? " jawab shofia
" aku mau liat papi " ucap kyara hendak turun dari kursinya
" jangan dulu sayang nanti aja ya kita makan dulu abis itu kita ke atas liatin papi " ucap shofia
" iya mam " ucap kyara patuh kemudian mereka berdua pun mulai menyantap makanan mereka.
selesai makan mereka berdua segera naik ke kamar untuk melihat kondisi Rey.
sesampai di kamar kyara langsung naik ke ranjang duduk di samping papinya
" mam papi kenapa diam saja? papi nggak papa kan ma? " tanya kyara
" papi kamu demam dan dia nggak papa kok setelah minum obat dan istirahat yang cukup nanti juga sembuh " terang shofia.
kyara pun mencium pipi papinya" papi cepat sembuh ya? " ucap kyara
perlahan Rey pun membuka matanya dan meraba keningnya dan dengan cepat shofia mengambil kompres tersebut ke dalam baskom
" sayang .. ! " panggil Rey
" papi sudah bangun? " ucap kyara sambil memeluk tubuh papinya
" ehhmm "
" apanya yang sakit pi biar aku pijitin ya? " ucap kyara sambil memijat tangan papinya.
" nggak papa kok sayang papi cuman kecapaian aja " ucap Rey pelan
" sudah pi tadi sama mami, papi sudah makan? aku suapin ya! "
" nggak usah tadi papi sudah makan dan di suapin sama mami " ucap Rey sambil melirik shofia sedang shofia hanya tersenyum simpul.
"pak Rey apa nasih pusing? " tanya shofia
" iya kepala masih sedikit pusing " jawab Rey lalu shofia pun kembali mengukur suhu tubuh Rey
" 38 " demamnya masih cukup tinggi " terang shofia
" saya merasa kedinginan " ucap Rey mengigil kedinginan sambil menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
lalu shofia meletakkan dua guling pada sisi kanan dan kiri suaminya kemudian kembali mengompres kepala suaminya
" sayang sudah malam ayo sekarang kyara kembali ke kamar ya nanti klo bobo minta nany dulu yang bacain cerita mami temani papi kasian papi klo ditinggal, kamu nggak papa kan? " ucap shofia
" iya mami, pi aku ke kamar dulu ya papi istirahat Semoga cepat sembuh ya pi! " ucap kyara lalu mencium pipi papinya
" hemmm " hanya itu kalimat yang keluar dari mulut papinya
Rey masih menggigil kedinginan dikarenakan suhu tubuh nya masih tinggi hingga ranjangnya ikut bergetar shofia merasa tak tega lalu perlahan shofia ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya untuk memberikan rasa hangat dan dan shofia pun melingkarkan tangan Rey ke tubuhnya dan dengan reflek Rey semakin mengeratkan pelukannya
shofia merasakan jantungnya berdebar hebat shofia memejamkan matanya merasakan kehangatan yang mengalir ke relung hati dan jiwanya.dan tak lama ia pun ikut terlelap
__ADS_1
jam sepuluh shofia dibangunkan oleh suara alarm dari ponsel nya waktu untuk Rey minum obat kembali. dengan hati hati shofia memindahkan tangan Rey dari atas pinggang nya terdengar suara nafas Rey naik turun menandakan demamnya masih tinggi.
dengan perlahan shofia turun dari ranjangnya sebelum beranjak shofia pandangi wajah tampan suami nya rahangnya yang tajam serta bulu bulu halus yang tumbuh disekitar rahangnya menambah ketampanannya
" ya Tuhan apa yang aku lakukan tadi ? ih malu maluin..! gimana klo pak Rey sadar trus marah? ah tapi kayaknya dia tertidur lagian klo orang demam dan panas tinggi biasanya kesadaran nya kan berkurang, semoga saja pak Rey tidak sadar dengan apa yang aku lakukan tadi " gumam shofia
" tapi klo pak Rey sadar gimana? ah bilang aja itu prosedur untuk menurunkan panas tubuh seseorang. "kata shofia lagi.sementara Rey yang juga terbangun dan pura pura tidur hanya tersenyum dalam hati melihat ekspresi shofia .
shofia pun kembali memeriksa kening Suamaninya dan ternyata masih hangat kemudian shofia pun melangkah keluar dari kamar menuju dapur.
shofia menyalakan kompor untuk membuatkan bubur
" non shofia ngapain malam malam ada di dapur " tanya bi jum yang tiba tiba berdiri di samping
" eh bibi ngagetin aja, ini aku mau buatkan pak Rey bubur" ucap shofia sambil meletakkan panci yang sudah di beri air
" maaf non klo bibi udah ngagetin, tapi nggak usah non ini sudah bibi buatkan tadi sekarang tinggal bibi hangatkan saja " kata bik jum
" makasih ya bi! " ucap shofia lalu memilih duduk di meja makan sambil menunggu bi jum menghangatkan bubur nya.
" no ini sudah, trus buburnya juga bibi tambahkan telur ayam kampung " ucap bi jum setelah lima belas menit menghangatkan buburnya
" klo begitu saya bawa ke atas ya bi ! " ucap shofia setelah meletakkan mangkuk berisi bubur dan segelas air putih di atas nampan
shofia meletakkan nampan di atas nakas lalu dengan pelan dia membangunkan suaminya
" pak Rey bangun dulu pak..! kita minum obat dulu ya! " ucap shofia dan Rey pun segera membuka matanya
" sini biar saya bantu duduk " kata shofia sambil membantu Rey untuk duduk di sandaran ranjang setelah itu dia pun mulai menyuapi suaminya dengan bubur yang dia bawa tadi.
sesekali shofia membersihkan pinggir bibir suami nya yang terdapat sisa bubur dan kembali mata mereka saling beradu dan secepatnya shofia mengalihkan pandanganya, namun tidak dengan Rey dia terus memandangi wajah shofia, hal ini membuat shofia sedikit salah tingkah
" apa kepalanya masih pusing pak! " shofia berusaha mengalihkan perhatian Rey
" masih kepala saya masih sedikit pusing " jawab Rey
" klo begitu sekarang bapak minum obatnya lagi ya! " ucap shofia setelah bubur yang dipegangnya habis lalu meletakkan bubur tersebut di atas nakas kemudian mengambil obat dan air putih lalu menyerahkannya kepada Rey.
setelah Rey meminum obatnya Rey kembali merebahkan tubuhnya. shofia pun berdiri hendak membawa nampan sisa bekas bubur Rey namun dengan cepat Rey meraih tangannya
" kamu mau kemana? " tanya Rey
" saya mau membawa ini ke bawah " ucap shofia sambil menunjuk bekas peralatan makan yang digunakan Rey tadi
" udah panggil pelayan saja membawanya ke bawah " ucap Rey
" tapi ini sudah jam sebelas malam pasti mereka sudah pada istirahat jadi biar saya yang bawa ke bawah " ucap shofia lalu melangkah keluar kamar membawa nampan tempat makan Rey barusan.
*******
maaf jika upnya sedikit molor tetap tinggalkan jejak kalian like komen dan votenya
happy reading 😘😘😘
__ADS_1
.