MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 173


__ADS_3

hari ini, selepas jam praktek Shofia kembali mengunjungi Eliza karena bagaimanapun ia sudah berjanji untuk menemuinya kembali.


" hay gimana kabar mu..? " tanya Shofia sambil mengeluarkan rantang makanannya karena hari ini ia ingin makan di lapas agar bisa mengajak Eliza makan bersama.


" ayo makan kebetulan aku juga belum makan " ucap Shofia karena memang saat ini ia sudah sangat lapar


" aku nggak nafsu makan kau makan saja" jawab Eliza


" tapi setidaknya kau temani aku makan, apa kau tidak kasian melihatku makan sendirian "


" tapi aku tidak ingin makan "


" ya cobalah sedikit ayo.. " sambil menyodorkan piring yang sudah di isi dengan nasi putih lengkap dengan lauknya maka mau tidak mau Eliza pun menerima piring yang sudah berisi nasi.


" oh ya kemaren Kyara belajar cooking di sekolahnya dan dia kebagian membuat bolu kau mau lihat foto fotonya.. sebentar.. " Shofia membuka galeri foto di ponsel nya


" nah ini fotonya, dia cantik ya..? " dan Eliza menganngguk cepat dengan senyum mengembang di sudut bibirnya.


" kamu tau dia sepertinya memiliki bakat seperti mu "ucap Shofia sambil mengunyah makanannya sedang Eliza mendengarkan dengan antusias sambil sesekali memasukkan makanan ke dalam mulutnya


" dia minggu depan akan mengikuti fashion show di sekolahnya dan kau tau dia mulai heboh memintaku untuk membuatkan gaun baru " kata Shofia sambil terkekeh


" bisakah kau kirimkan aku foto fotonya nanti "


" tentu aku akan kirim foto nya untukmu "


" Terima kasih " ucap Eliza hingga tak terasa nasi di piring mereka sudah ludes tak tersisa.


" Eliza sepertinya aku harus kembali ke rumah sakit karena jam istirahat sebentar lagi habis "


" ya.. Terima kasih ya sudah menjenguk ku, dan maaf atas sikapku selama ini " ucap Eliza sambil menggenggam tangan Shofia


" sudah nggak usah terlalu di fikirkan aku sudah memaafkan mu kok, kamu jaga diri baik baik ya dan jangan lupa makan aku pulang dulu daaaa... " lalu Shofia pun melangkah keluar dari ruangan tersebut dan segera kembali ke rumah sakit.


saat hendak memasuki area rumah sakit Rey menelponnya guna menanyakan apakah dia sudah makan atau belum. selesai menerima panggilan telpon dari suaminya Shofia memasukkan ponsel nya ke dalam tas. lalu melangkah masuk ke dalam rumah sakit.


" dari mana loe..? " tanya Vania yang tiba tiba muncul di depannya


" ya Allah van kaget gua "


" ya loe dari mana pake bawa rantang segala, jujur ama gue jangan bilang loe beli es krim sekalian makan di Sana " sindir Vania


" ya gue pingin makan di luar aja jadi tadi gua makan di depan sana "


" jangan bohong..loe sekarang jujur loe dari mana? " desak Vania lagi


" cckk ya udah sini ntar gue ceritain " lalu menarik tangan sahabatnya untuk berjalan menuju ruangannya.


" sekarang katakan loe dari mana aja " tanya vania saat ini mereka sudah berada di ruangan Shofia

__ADS_1


" gua abis ketemu Eliza "


" what...! ngapain loe ketemu perempuan itu.. " teriak Vania kaget.


" van gua kasian ama dia, kemaren asistennya datang nemuin gue minta agar gue nemuin Eliza sekalian membawa Kyara dan dia juga cerita kondisi Eliza saat ini sangat memprihatinkan bahkan ia sempat berniat bunuh diri "


" ya baguslah klo begitu. "


" vaan.. "


" ya elo sih naif banget jadi orang, elo nggak inget apa yang sudah dia lakukan ke elu ke suami loe ke keluarga loe, loe nggak inget..! " ucap Vania sengit


" ya tapi gua kasian dia sangat putus asa coba loe bayangkan seorang publik figur yang di puja puja tidak hanya di dalam negeri bahwa mancanegara artis internasional harus di penjara dan yang lebih sakit lagi putri yang sangat ia sayangi bahkan membencinya"


" ya itu resiko atas apa yang sudah ia lakukan "


" tapi dia melakukan itu hanya ingin bisa dekat dengan putrinya walau caranya yang salah "


" nah tu loe tau " kata Vania kesal


" gua hanya kasian sama dia biar bagaimana pun dia mama kandunganya Kyara orang yang sudah bertaruh nyawa untuk putri ku Kyara"


" tapi bukannya dia sudah mendapat mobil sport sebagai gantinya "


" van itu semua tidak akan pernah cukup menggantikan pengorbanan seorang ibu yang sudah mengandung selama sembilan bulan "


" terserah loe ya tapi klo sampe laki loe tau gue nggak ikut ikut "


" cck gua tu heran ama loe sebenarnya apa sih tujuan loe baek baek sama tu orang yang sudah jelas jelas jahatin loe " Vania masih kesal atas sikap sahabatnya tersebut.


Shofia menarik nafas sejenak " gua hanya ingin memperbaiki hubungan antara ibu dan anak gua nggak mau Kyara sampai membenci ibu kandung nya, lagi pula memaafkan itu pahalanya besar Tuhan saja maha Pemaaf masa kita nggak toh dia juga sudah mendapatkan hukuman atas apa yang sudah dia lakukan, gua hanya ingin memberikan dia semangat agar tidak putus asa itu aja "


" terserah loe dah ya tapi loe nggak kawatir dia bakal melakukan hal aneh aneh lagi?"


" insya Allah nggak gue yakin itu dari ilmu psikologi yang pernah kita pelajari tampak jelas rasa penyesalani pada diri Eliza "


" ya semoga saja apa yang loe bilang itu bener gua hanya kawatir saja dia bakal berbuat aneh aneh lagi sama loe "


" loe tenang aja insya Allah gue bisa jaga diri kok "


" ya udah ayo balik bertugas kayaknya waktu istirahat sudah hampir habis "


" ayo.. " lalu mereka berdua melangkah keluar menuju lantai bawah guna melanjutkan tugas mereka.


keesokan harinya Shofia memilih tidak datang menjenguk Eliza karena ia tidak ingin suaminya curiga karena setiap jam istirahat suaminya menelpon ia tak angkat.


dan saat ini ia sedang menikmati makan siangnya dengan Vania dan benar saja Rey menghubungi nya


" ya sayang.. "

__ADS_1


" kamu sedang apa? " tanya Rey


" akuu lagi makan siang kamu sudah makan? "


" ni aku baru mau makan aku baru saja selesai meeting ama klien dan kebetulan meeting nya di salah satu kafe dekat kantor jadi kami sekalian makan siang "


" trus gimana meeting nya lancar ..?"


" alhamdulillah, ya udah kamu lanjut makannya nanti sore aku jemput "


" iya mas.. selamat makan siang "kemudian mereka berdua mengakhiri panggilannya.


" romantis banget sih laki loe padahal dulu jutek banget ama loe " kata Vania sambil memasukkan potongan ayam ke dalam mulutnya


" he he makanya jangan terlalu membenci karena antara benci dan cinta itu bedanya tipis, trus loe gimana pak Aldo sudah nembak loe nggak "


" apaan sih mana bisa tu manusia balok nyatain cinta atau jangan jangan dia gay lagi "


" plak.. sembarangan kalo ngomong "


" aduh bumil klo ngeplak sakit juga "


" abis loe bicaranya ngawur "


" eh tapi kan bener emang loe pernah liat dia jalan ama cewek gitu atau senyum ama cewek, nggak kan dia hanya akan senyum sama laki loe atau mama mertua loe "


" ya.. iya tapi kan bukan berarti dia gay "


" ya gua kan nebak aja "


" trus gimana apa Haris masih suka ngubungin loe "


" hem gitulah "


" trus loe masih ladeni? "


" ya nggak lah, apalagi gua denger katanya dia malah mau nikah "


" uhuk uhuk.. "


" pelan pelan bu minumnya "


" mau nikah tapi dia masih ngubungin loe? wah bener bener tu cowok brengksek "


" hem gitulah dan loe tau chat dia yang terakhir dia bilang dia bakal putusin pacarnya asal gua mau balik lagi ama dia, idih amit amit emang gua cewek apaan, emang cowok dia aja, ogalah gua "


" good bagus loe emang teman gue " ucap Shofia sambil mengacungkan dua jempolnya.


" dan ingat jangan pernah jadi pelakor " imbuh Shofia

__ADS_1


" siap nyonya Rayyan " lalu mereka berdua tertawa bersama.


__ADS_2