
Vania menuangkan nasi juga lauk ke piring Aldo. Aldo menatap Vania sambil senyum.
" kenapa menatapnya seperti itu? ada yang aneh dengan wajah ku? " Aldo menggeleng
" aku senang sekali melihat mu cemburu seperti tadi itu tandanya aku sangat berarti dan penting buat kamu dan kamu tidak ingin aku dimiliki orang lain " ujar Aldo sambil merapikan anak rambut Vania
" idih apaan mana ada " balas vania bersemu merah.
" udah makan jangan liatin aku terus kamu nggak akan kenyang " kata Vania lagi
" suapin.. " ucap Aldo sambil mengedipkan matanya.
" dasar manja " balas Vania kemudian menyiapkan nasi ke dalam mulut sang kekasih.sedang Aldo tersenyum bahagia.
" gimana enak? "
" enak ini kamu yang masak? " tanya Aldo Vania mengangguk
" wah senangnya klo istri pinter masak aku bakal makan di rumah terus nih nantinya "
" aku belajar masak tu buat kamu karena kata tante Rika suami itu harus di puaskan dalam masalah perut dan dibawah perut. ups " Vania keceplosan dan segera menutup mulutnya
" apa apa.. coba ulang "
" nggak, nggak ada udah ayo makan lagi dan harus dihabiskan " ucap Vania jengah
" sini buka mulut kamu, kamu juga harus makan " kata Aldo. kini gantian menyuapi Vania.
" kamu berapa bulan lagi sih selesai koas nya? " tanya Aldo
" ya mungkin sekitar tiga bulan lagi " jawab Vania sambil terus menyuapi Aldo.
" berarti masih lama banget ya..! "
" apanya "
" nikahlah aku sudah nggak sabar menjadikan kamu nyonya Aldo agar kamu bisa memuaskan perut aku dan diba... " Vania langsung menutup mulut Aldo dengan tangannya
" udah jangan di bahas yang itu aku malu aku tadi salah ucap " kata Vania tersipu malu sedang Aldo terkekeh geli melihat tingkah tunangannya.dan segera melabuhkan ciuman di pipi Vania.
" abis ini kamu mau tetap di sini atau mau pulang " tanya Aldo
" emang klo aku di sini nggak papa? " tanya Vania balik setelah mereka menyelesaikan makan siang.
" ya nggak lah aku malah senang cuman aku takut kamu bosan karena nanti jam tiga aku ada meeting di luar bareng klien dan tuan Rey juga, emang kamu mau di sini sendirian yang ada nanti malah Andi godain kamu lagi "
" kenapa? cemburu? "
" nggak lah "
" beneran? "
" iya lah masak saingan ku si Andi nggak banget "
" oh bagus lah kalo kamu nggak cemburu soalnya nanti dia mau ngajak aku ke kedai es krim di ujung jalan sana katanya di sana es krim nya enak dan banyak varian rasa " pancing Vania
" mana boleh, nggak boleh awas saja klo kamu pergi sama si Andi itu aku langsung nikahin kamu hari itu juga " ucap Aldo dan di balas tawa oleh Vania
__ADS_1
" ulu ulu pak Aldo yang dingin bisa Jeoleos juga " sambil mencubit kedua pipi Aldo.
" ya udah nanti biar aku antar kamu pulang "
" eh nggak usah aku naik taksi aja "
" udah nggak usah nolak lagian klo cuman ngantar aku masih ada waktu kok"
" ya okelah klo kamu nggak repot, klo gtu kamu antar aku sekarang "
" ya udah ayo..! " lalu mereka berdua melangkah bergandengan tangan
saat mereka mau masuk lift tiba tiba ponsel Aldo berdering
" ya tuan "
" kamu ke ruangan saya sekarang "
" baik tuan " jawab Aldo kemudian memasukkan ponsel nya ke dalam saku celananya.
" siapa? pak Rey? "
" hem aku di panggil sebentar ke ruangannya kamu duluan ke parkiran nggak papa kan? "
" ya nggak papa " lalu Vania hendak melangkah masuk ke dalam lift Aldo segera meraih tangan Vania
" ingat jangan genit sama cowok lain nggak usah senyum ke mereka " ucap Aldo
" ckk iya sayang, sudah kamu sana temuin pak Rey nanti dia marah lagi kelamaan nunggu "
" ya udah aku ke ruang pak Rey dulu kamu tunggu di mobil ini kuncinya " sambil mengusap pucuk kepala Vania kemudahan menyerahkan kunci mobilnya dan Vania segera masuk ke dalam lift setelah pintu lift tertutup Aldo segera melangkah menuju ruangan Rey.
" hey Van..! " sapa Andi
" hay ndi "
" kamu mau kemana? "
" aku mau pulang "
" sendirian aja? "
" nggak nih masih nunggu kak Aldo "
" kamu sudah nggak marahan lagi sama kakak kamu? "
" ya nggak lah "
" oh syukurlah karena nggak baik marahan sama saudara sendiri " Vania hanya tersenyum mendengar penuturan Andi.
" oh ya kapan kapan bener ya kamu mau aku ajak makan es krim di kedai ujung jalan sini "
" emh gimana ya kayaknya aku pikir pikir dulu "
" calon istri saya nggak akan pergi sama kamu!" tiba tiba terdengar suara bariton yang sudah di pastikan itu suara Aldo. membuat Andi kaget setengah mati
"kamu..! siapa nama mu? " tanya Aldo saat ini sudah berada di samping Vania lalu merangkul pinggang tunangannya posesif.
__ADS_1
" A-andi pak " jawab Andi sedikit gugup
" oke kinerja mu di perusahaan ini cukup bagus tolong di pertahankan dan juga kamu harus ingat untuk menjaga sikap atau saya akan merekomendasikan kamu untuk di mutasi ke anak perusahaan di Kalimantan" ucap Aldo yang sibuk menatap wajah Vania tanpa menoleh ke Andi .
" tidak pak saya minta maaf sudah lancang mendekati calon istri anda, sungguh saya tidak tau sekali lagi saya minta maaf "
" sekarang sudah tau kan jadi cepat kembali ke ruangan mu atau kamu mau saya pecat karena masih berkeliaran di luar jam istirahat "
" jangan pak saya jangan di pecat dan saya juga mohon jangan di mutasi mama saya bisa nangis tujuh hari tujuh malam Pak " kata Andi lagi
" akan aku pertimbangkan sekarang kembali ke ruangan mu " perintah Aldo
" baik Pak saya permisi " pamit Andi tanpa menoleh ke Vania dan langsung melesat masuk ke dalam lift.
" mas kamu nggak benar benar kan mau mutasi dia ? " tanya Vania saat mereka sudah berada di dalam mobil.
" tergantung bagaimana nanti "
" sayang tapi dia nggak ngapa ngapain kok dia hanya nanyain kabar aku "
" tapi dia sudah berani ngajak kamu makan es krim di kedai itu "
" ya tapi dia kan nggak tau kalau aku calon istri kamu.lagian aku nggak mengiyakan "
" tapi kamu masih mikir kan "
" iya itu hanya basa basi aja "
" lain kali nggak usah ngasi harapan dan jangan bermanis manis sama laki laki lain kecuali aku "
" iya sayang..! posesif banget " kata Vania pelan
" wajar aku bersikap seperti itu aku nggak mau wanita ku di nikmati banyak orang "
" ya udah klo gtu kurung aja aku di rumah "
" tentu aku akan mengurungmu di dalam kamar "
" eh mana bisa nggak ya..! aku nggak mau kamu kan tau aku ini calon dokter jadi aku pasti lah berinteraksi dengan banyak pasien dan juga keluarga pasien "
" ga tapi kamu jangan bermanis manis di depan mereka aku cemburu"
" ya aku kan harus ramah masak dokter jutek nanti pasien ku pada kabur semua "
" ya boleh kamu senyum ramah tapi hanya pada pasien perempuan "
" cemburu kamu itu nggak beralasan tau " ucap Vania sedikit kesal. kemudian memalingkan wajahnya melihat ke arah sisi jalan dan selanjutnya tidak ada pembicaraan diantara mereka.
" belum menikah aja posesif sudah kayak gitu apalagi klo sudah menikah bisa bisa aku di kurung beneran di dalam rumah terus " batin Vania.
" kamu mau turun atau di sini terus " ucap Aldo saat mobil mereka sudah berhenti di halaman rumah Vania dan Aldo sudah beridir membukakan pintu mobil untuk Vania.
tanpa bicara Vania langsung turun dari mobil
" makasih " ucap Vania lalu hendak melangkah masuk ke dalam rumah namun Aldo dengan cepat menangkap tangan Vania dan membawanya ke dalam pekukannya.
" maaf atas sikap dan ucapanku tadi kamu pasti kesal, maaf aku memang tidak bisa mengontrol cemburu ku saat kamu bersama laki laki lain karena seumur hidup aku baru sekarang merasakan jatuh cinta " bisik Aldo. Vania menarik nafas dalam dalam. ia memejamkan matanya mendengar ucapan Aldo ia merasa bahagia tapi ia juga sedikit takut dengan sikap posesif kekasihnya itu.
__ADS_1
" ya sudah kamu masuk gih istirahat kamu pasti capek aku mau langsung berangkat ke tempat meeting, yang tadi nggak usah kamu pikirkan hem.. "
Vania mengangguk kemudian melangkah menuju teras dan Aldo pun masuk ke dalam mobil Vania melepas kepergian Aldo hingga mobil tunangannya itu menjauh barulah ia masuk ke dalam rumah.