MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 89


__ADS_3

" ada apa tuan ? apa yang ingin tuan bicarakan?" tanya Aldo ketika mereka sudah berada di ruang rey


" begini al stela sudah tau mengenai pernikahan saya dengan shofia, dia tampak sangat marah dan sepertinya dia tidak Terima lalu menurutmu bagaimana? " tanya Rey


" maaf tuan klo menurut saya nona stela bukan tipe orang yang gampang menyerah dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya "


" ya tepat itu yang ada dalam pikiran saya dan seperti itu juga yang dia katakan tadi, saya sedikit kawatir bagaimana jika dia resign dari perusahaan kamu tau kan saat ini perusahaan sedang berkembang dengan terutama di daerah asia dan perusahaan masih sangat membutuhkan tenaganya saat ini dan yang lebih saya takutkan lagi jika dia nekad dan membahayakan keselamatan istri saya shofia" ucap Rey bimbang


" tuan benar tapi tuan tenang aja saya sudah punya orang yang bisa kita andalkan yang memiliki kemampuan seperti nona stela " tutur Aldo


" maksud kamu? "


" saya sudah menaruh salah satu staf terbaik pada tim dibawah pimpinan nona stela dan saya menyuruhnya untuk mempelajari sistem kerja nona stela dan Insya Allah saya yakin dia mampu meng-handle pekerjaan nona stela jika suatu saat terjadi sesuatu." Rey mengangguk anggukan kepalanya mendengar penjelasan Aldo


" al loe emang bisa diandalkan, gua bangga ama loe..! emang ya dari jaman kita kuliah dulu loe memang paling bisa gue andalkan" ucap Rey


" Terima kasih tuan dan untuk keselamatan nona shofia saya akan menyuruh beberapa bodyguard untuk mengawal nona tuan "


" jangan, gua rasa itu belum perlu lagi pula gua rasa shofia pasti nggak mau jika harus di kawal kemana mana " ucap Rey


" lalu bagaimana, apa yang akan anda lakukan?"


" kita liat aja dulu jika sekiranya stela mulai berbuat macam macam barulah kita bertindak untuk melindungi shofia "


" baik tuan "


" ya sudah kamu boleh kembali ke ruangan mu sekarang " ucap Rey


" baik tuan klo begitu saya permisi " pamit Aldo dari hadapan bosnya.


dua jam kemudian saat Rey tengah sibuk mengecek berkas berkas perusahaan dan tiba tiba ponselnya berdering


" hallo Rey " sapa seseorang dari seberang telepon


" ya frans ada apa tumben loe telpon gue "


" ni temen loe ada di kafe gue dia mabuk berat "


" siapa? " tanya Rey


" siapa lagi klo bukan pengagum berat loe! "


" stela maksud loe! "


" heemm loe cepetan jemput dia " kata frans lagi


" loe kenapa biarin dia mabok! dasar teman nggak punya akhlak loe " kesal Rey


" tadi dia maksa anak buah gue buat nyediain minuman buat dia dan sambil marah marah makanya pelayan gua kasii aja yang dia pinta. lagian gue kagak tau klo dia datang siang siang begini, emang ada apa sih kok kayaknya dia frustasi banget, putus cinta apa loe? " nyocos frans


" putus cinta pala loe, udah bentar lagi gue ke sana " lalu Rey pun segera mematikan sambungan telpon kemudian memencet tombol inter com


" al ke ruangan saya sekarang! "


" baik tuan " jawab Aldo dan satu menit kemudian Aldo sudah berada di hadapan Rey


" ada apa tuan? "

__ADS_1


" stela mabuk di kafenya frans sekarang kamu ikut saya ke sana! " ajak Rey pada asisten nya.lalu mereka berdua melangkah meninggal kan perusahaan menuju kafe dimana stela saat ini sedang mabuk


" hay bro akhirnya kalian tiba juga " sapa frans ketika mereka baru masuk ke dalam kafe


" mana dia? " tanya Rey


" tuh dia ada di ruang gue " jawab frans


" loe nggak ngapa pain dia kan? " kata Rey lagi sambil terus melangkah menuju ruangan frans


" tenang bro gua nggak ngapa ngapain dia kok.!, tapi ngomong ngomong stela kenapa dia? putus cinta ama loe? " kata frans


" jangan sembarangan ngomong loe ! "


" trus kenapa dari tadi dia nyebut nama loe terus ?"


" kagak tau gua, al ayo kita bawa stela dari sini " ucap Rey. lalu mereka memapah stela yang sudah tidak sadarkan diri karena mabuk dia terus meracau menyebut nama Rey.


" kita bawa dia ke apartemennya " perintah Rey setelah setelah masuk ke dalam mobil


" bro thanks ya gue cabut dulu " pamit Rey


" hey bro tunggu..! cewek cakep seksi kayak gitu kenapa loe anggurin sih sayang kan! " bisik frans pada Rey


" sial loe gue bukan elo yang main embat aja udah gue cabut " pamit Rey lalu ikut masuk ke dalam mobil.


Rey duduk di kursi depan samping kemudi sedang stela di baringkan di kursi penumpang.


mobil pun perlahan meninggalkan kafe menuju apartemen tempat tinggal stela.aldo yang di beri tugas untuk membopong tubuh stela yang kini setengah sadar.


sampai di apartemen aldo langsung membaringkan tubuh stela di atas ranjang Rey menatap iba pada perempuan di hadapan nya.


Rey melangkah keluar kamar menuju dapur. stela memang hanya tinggal seoarang diri di jakarta sedangkan orang tuanya saat ini tinggal belanda mengurus perusahaannya.


sampai di dapur Rey membuatkan teh hangat untuk stela


" tuan biar saya saja yang membuat nya tuan " aldo menawarkan diri dan tanpa membantah Rey menyerahkan panci berisi air panas untuk di tuangkan ke dalam gelas


" Al apa menurut loe gue udah keterlaluan sama stela? " tanye rey sambil duduk di meja makan menunggu aldo menyiapkan teh hangat untuk stela


" tidak tuan yang tuan lakukan sudah benar " jawab Aldo


" gue nggak bisa mencintai dia perasaan gue ke dia hanya sebatas teman "


" ya tuan saya mengerti karena biar bagaimanapun cinta itu tidak bisa di paksakan"


" tapi gue ngerasa bersalah sama stela biar bagaimanapun dia sudah banyak berjasa pada hidup gua dan juga perusahaan " ucap rey pelan


" maaf tuan saya bawa teh ini dulu ke kamar stela " pamit aldo lalu melangakah menuju kamar stela


" Nona stela anda sudah sadar " sapa aldo ketika masuk ke kamar stela yang di susul rey di belakang nya


" Rey kamu ke sini aku sudah yakin kamu pasti akan ada buat aku " ucap stela sambil berusaha berdiri namun masih sempoyongan dan dengan cepat rey memegang lengan stela


" stel kamu hati hati " ucap rey


" makasih Rey " lalu memeluk tubuh rey

__ADS_1


" please jangan perlakukan aku seperti ini kamu tau kan dari dulu aku sudah mencintaimu apa kurangnya aku Rey ..! " ucap stela masih memeluk Rey


" stel sudah ini sudah kita bahas tadi, kamu itu akan tetep jadi teman dan sahabat aku dan tidak akan berubah dan adalah wanita yang sempurna " ucap Rey


" kenapa kamu tidak pernah mau mencoba mencintai aku "


" stela berapa kali harus aku katakan perasaan ke kamu itu murni hanya sebatas sahabat tidak lebih, bukanya bersahabat itu lebih indah " ucap Rey


" tapi aku mau kita lebih dari sahabat Rey " Rey manarik nafasnya dalam dalam


" sudah sekarang kamu minum teh hangat ini agar tubuh kamu jadi lebih baik" ucap Rey sambil melepaskan pelukannya dan menyodorkan secangkir teh hangat untuk stela.


stela pun menyeuput teh yang di berikan Rey padanya


" kamu istirahat dulu aku akan kembali ke kantor " ucap Rey sedang aldo hanya berdiri di dekat pintu dan bersamaan dengan itu ponsel shofia berdering


" halo mas kamu di mana? kamu sudah makan siang? " tanya shofia pada Rey


" em ini aku sedang.. "


" auww..! Rey kepalaku pusing sekali tolong kamu pijitin kepala aku sebentar " terdengar suara stela dan segera Rey melangkah menjauhi stela


" kamu di mana mas sama siapa? " tanya shofia


" ini aku di apartemen stela, tapi sama Aldo kok!"


" apartemen stela ngapain? " tanya shofia lagi


" ini tadi ada sedikit masalah nanti di rumah aku jelaskan, kamu sudah makan siang ? "


" emm belum maunya aku mau ngajak kamu makan bareng tapi seperti nya kamu sibuk ya udah aku makan bareng vania saja"


" eh nggak nggak aku jemput kamu di rumah sakit dua puluh menit lagi aku sampai Oke! " ucap Rey


" tapi beneran kamu aku nggak ganggu kamu ? " tanya shofia


" nggak papa nanti stela biar aldo yang urus stela " ucap Rey


" ya udah klo begitu aku tunggu kamu "


" Oke aku berangkat sekarang" lalu Rey mematikan ponsel nya lalu kembali ke kamar stela


" stela maaf aku pulang dulu dan kamu istirahat ingat jangan minum minuman kayak tadi,"


" kamu mau ninggalin aku al aku kan masih lemes banget nanti klo aku butuh apa apa gimana? " ucap stela


" ada aldo yang akan menemani kamu di sini, al kamu jaga stela aku pamit duluan "


" baik tuan " ucap aldo sopan, lalu Rey pun melangkah keluar dari apartemen stela turun ke lantai dasar menuju parkiran mobilnya.


sedang stela merasa sangat kecewa atas kepergian Rey dari apartemen nya. padahal dia berharap Rey akan menunggunya sampai dia merasa baikan.namun harapannya sia sia.


sementara itu setelah menempuh dua puluh menit perjalanan Rey pun tiba di rumah sakit, shofia sudah berdiri di depan gerbang rumah sakit. Rey segera turun dari mobil


" sory lama nunggunya " ucap Rey sambil mengulurkan tangan nya dan shofia pun segera mencium. punggung tangan suaminya.


" nggay kok aku juga baru keluar " jawab shofia

__ADS_1


" kita berangkat sekarang? " tanya Rey


" ayo " kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Rey pun segera menyalakan mesin mobilnya lalu perlahan bergerak menuju salah satu restoran eropa untuk menikmati makan siang bersama.


__ADS_2