MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 111


__ADS_3

pagi itu selesai sarapan mereka langsung cek out dari hotel Rey bermaksud mengajak shofia jalan jalan ke kota osaka untuk melihat keindahan alamnya saat musim dingin yang menyajikan banyak tempat romantis diantaranya sapporo new festival kemudian setelah dua hari di sana kembali Rey mengajak sang istri untuk melihat keindahan kota Hokkaido sebagai destinasi wisata musim dingin diantaranya yang terletak di Sapporo yang pertama yang dia kunjungi adalah onsen yaitu sebuah pemandian air hangat tentu ini sangat cocok karena saat ini musim dingin. dan pada sore harinya mereka juga mendatangi snow festival ( odori park)


tak henti hentinya senyum terus mengembang di wajah shofia


" gimana kamu senang sayang? " tanya Rey sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang


" tentu aku senang sekali kapan kapan kita harus bawa kyara ke sini " ucap shofia


" tentu nanti kita akan bawa dia beserta adik adiknya " kekeh Rey


" mas kamu kok dikit dikit ngomongin adiknya kyara dia kan belum ada "


" nggak papa sayang bukannya ucapan itu doa "


" ya tapi aku takut kamu kecewa karena aku nggak hamil nantinya " ucapnya sambil membalikkan tubuhnya


" hey jangan bicara seperti itu kita juga menikah baru 2 bulan klo bulan ini kamu nggak hamil kita akan coba bulan berikutnya sudah jangan di fikirkan oke " ucap Rey sambil menangkup wajah sang istri. dan shofia pun menganggukkan kepalanya.


" sayang trus kita kapan pulang? " tanya shofia saat mereka duduk di salah satu restoran


" aku malah belum ingin pulang, kenapa emang ? "


" itu kita belum nyari oleh oleh untuk kyara dan juga mama "


" ya udah besok mas antar kamu ke tempat pusat oleh oleh di sini "


" beneran mas "


" iya "


" makasih ya mas! "


" gitu doang "


" maksudnya? "


" cium gitu " ucap Rey sambil mengunyah makanannya dan


" cup " shofia mengecup pipinya


" aku nggak mau yang di situ tapi di sini " ucap Rey sambil menunjuk bibirnya


" nggak malu di sini banyak orang "


" nggak papa nggak Ada yang liat juga "


" nggak aku nggak mau di sini "


" oke berarti di hotel nanti tapi aku mau lebih dari yang di bibir" bisik Rey yang berhasil membuat pipi sang istri merona.


keesokan harinya Rey mengajak shofia untuk mencari oleh oleh shofia dengan semangat memilih beberapa barang dari mulai pakaian hingga pernik pernik aksesoris hampir setengah hari shofia berkeliling mencari oleh oleh untuk orang rumah termasuk para Nany. kedua tangan Rey sudah penuh dengan paper bag


" ya ampun apa dia nggak cepek ya keliling begini kakiku aja rasanya pegal benget " batin Rey


" sayang masih banyak yang mau kamu beli? liat ni tangan mas sudah penuh dengan tas belanjaan " akhirnya Rey pun mengeluarkan unek uneknya


"mas capek ya klo gitu mas duduk aja di.. "


sambil mengedarkan pandangannya


" ah di bangku itu, biar aku aja yang keliling "


" eh mana bisa ya udah ayo " ucap Rey lalu mendorong tubuh istrinya dengan tangan yang penuh dengan belanjaan.


" kamu mau belanja sendiri kamu lupa klo ini bukan jakarta " ucap Rey yang terus membimbing sang istri.


" emang kamu mau nyari apa lagi? " tanya Rey sambil terus melangkah dengan wajah kusut,


" aku mau cariin oleh oleh buat vania mas. nah ini dia..! ucapnya sambil melangkah meraih sebuah mantel ala ala Korea


setelah selesai membayar mereka berdua pun segera ke ke Kamar hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah hampir seharian mereka berburu oleh oleh.


setelah puas liburan hampir satu minggu akhirnya mereka pun memutuskan kembali ke Indonesia. sekitar tujuh jam berada di dalam pesawat membuat shofia sedikit jet lag apa lagi malam itu sebelum berangkat dia harus begadang melayani keinginan sang suami.


mereka tiba di mension menjelang tengah malam hanya ada bi jum dan juga penjaga keamanan yang masih berjaga


" selamat datang tuan nona! gimana perjalanan anda? " Sapa bi jum


" Alhamdulillah menyenangkan, bi jum gimana kabar nya ? "


" alhamdulillah saya dan semua nya baik baik saja "


" apa semua nya sudah pada tidur bi? "


" sudah tuan, oh ya ini saya buatkan teh hangat" kemudian bi jum meletakkannya di atas meja di ruang keluarga.


" makasih bi " jawab shofia dan langsung menyesap teh tersebut sebelum akhirnya masuk ke Kamar nya untuk Istirahat.


keesokan harinya kyara yang melihat orang tuanya sudah pulang sangat antusias

__ADS_1


" papi sudah pulang? mami mana?"


"ya sayang papi tadi malam baru nyampek Dan mami Ada di Kamar masih istirahat" jawabnya sambil menggendong sang putri Dan membawanya masuk ke kamarnya kemudian mendudukkannya di atas ranjang samping shofia.


" cup mami " ucap kyara Dan shofia membuka matanya


" sayang..,! ah mami kangen banget sama kamu" bangun dari duduk nya kemudian memeluk kyara


" mami apa Adiknya Sudan Ada di perut mami?" tanya nya polos. Rey dan shofia saling tatap kemudian shofia menarik sudut bibir nya


" kamu doakan ya sayang semoga dedek bayinya segera Ada di perut mami, oh ya mami beliin kamu baju kimono lho "


" kimono? "


" iya pakaian khas jepang sayang, tunggu sebentar mami cuci muka dulu abis gitu sarapan trus langsung deh kita cobain baju kimononya"


" ya uda ayok " ajak kyara semangat lalu shofia pun segera masuk ke Kamar Mandi untuk mencuci wajahnya


" papi dianggurin nih klo Sudah sama mami "


" he he papi cup aku sayang papi " ucap nya lalu bergelayut manja pada sang papi


kini mereka duduk di meja makan menikmati sarapan mereka


" gimana bulan madu kalian lancar kan? " Tanya Mama widya


" alhamdulillah lancar ma cuman disana cuacanya dingin banget jadi kita banyak di Kamar aja karena sering turun salju" cerita shofia.


" oh ya nak Rey shofia mama mau mengatakan sesuatu sama kalian"


" apa ma? " tanya shofia


" mama rencananya akan pulang ke rumah mama " Rey dan shofia saling pandang


" tapi kenapa ma apa mama nggak betah tinggal di sini? " tanya shofia


" mama betah cuman mama kasian dengan rumah kita shof nggak papa kan klo mama tinggal di rumah mama? " shofia menarik nafasnya dalam dalam.


" tapi nanti mama sama siapa di rumah " ucap shofia merasa berat


" insya Allah mama nggak papa kok sendirian "


" mas kamu bujuk mama supaya jangan keluar dari rumah ini"


" jeng apa yang dikatakan shofia benar nanti jeng sendirian di sana " ujar mama widya


" nggak papa jeng lagian Saya nggak enak di sini terus jadi merepotkan kalian "


" ya tapi mama tetep ingin kembali ke rumah "


" ya baiah klo begitu kita juga nggak bisa memaksa tapi mama pulang nya minggu depan aja ya pas aku dan shofia libur kerja " ucap Rey


" ya nggak masalah makasih nak Rey " kemudian mereka pun melanjutkan sarapan mereka.


satu minggu kemudian sesuai janjinya Rey mengantarkan mama mertuanya kembali ke kediamannya. bersama shofia dan juga kyara sedang mama widya di kebetulan Ada undangan di panti tempat dimana dia menjadi donatur di sana


" mas ini beneran rumah mama? " Tanya shofia ketika mereka turun dari Mobil tampak bangunan rumah Yang kini terlihat lebih besar dari bangunan yang dulu.


" hemm.. gimana mama suka? " tanya Rey pada mama mertuanya.


" ya ampun nak Rey rumah nya bagus banget tapi ini apa nggak terlalu berlebihan? " ucap mama rika


" nggak papa ma mama kan sekarang mama aku juga jadi aku mau mama nyaman berada di rumah " jawab Rey


" makasih nak Rey kamu sudah banyak nolongin mama" ucap sang mama


" mas klo boleh tau kapan kamu merenovasi rumah mama? " Tanya shofia penasaran


" saat mama pulang dari Singapore, klo gitu Ayo kita liat kondisi di dalam " ajak Rey dan mereka pun melangkah masuk ke dalam melihat kondisi di dalam nya Yang kini tampak lebih megah dan besar


" semoga mama senang dan betah dengan rumah baru mama, oh ya nanti kiki Yang akan menemani dan melayani mama di sini" ucap Rey


" aduh nak Rey nggak usah begitu mama nggak papa kok sendirian di sini " ucap mama rika merasa nggak enak


" nggak papa ma supaya nggak kesepian di sini dan nanti klo mama butuh apa apa bilang aja sama shofia atau telpon saya langsung " ucap Rey lagi. sedang shofia tersenyum manis menatap sang suami dia sangat bahagia karena suaminya tidak hanya peduli padanya tapi juga mamanya, rasanya ingin dia menghambur memeluk dan mencium sang suami tapi dia tahan karena masih Ada mama dan juga kyara.


" sekarang kita liat Kamar dan juga dapur " ajak Rey


" nenek apa aku boleh menginap di sini? " Tanya kyara saat mereka tiba di area dapur


" boleh dong sayang" jawab mama rika


" tentu sayang kapan kapan mungkin kita akan menginap di sini jika mami kamu mau" kini Rey menimpalia


" nah ini Kamar mama dan ini Kamar aku dan shofia jika sewaktu waktu kita bermalam di sini dan ini Kamar tamu, silahkan mama liat Kamar mama" ucap Rey dan mama widya pun masuk ke dalam kamarnya yang terdapat Kamar Mandi di dalam lengkap dengan bathtub.


Rey mengajak shofia masuk ke kamarnya bersama kyara


" ini Kamar kita Kali aja kamu mau bermalam di sini" ucap Rey dan shofia tak mampu Mengucapkan kata kata dia langsung memeluk sang suami

__ADS_1


" makasih sayang kamu peduli sama mama, makin sayang deh " ucap nya lalu mencium pipi suaminya


" sayang masih Ada kyara " bisik Rey


" emang kenapa kan cuma peluk " ucap shofia


" tapi aku mau lebih " sambil mengedipkan matanya


" jangan macam macam ini rumah mama" ancam shofia


" kyara kamu cari nenek gih bantuin nenek nata pakaian nya " ucap Rey


" baik papa " kyara melangkah keluar dari Kamar orang tuanya dan " ceklek" Rey mengunci pintunya


" sekarang Sudah nggak Ada kyara " ucap Rey sambil melangkah mendekati sang istri lalu merapatkan tubuhnya dan "cup" bibir mereka saling bertautan saling membelit saling menukar saliva dan mereka berhenti berciuman ketika mereka Sudah mulai kehabisan nafas.


setelah memberikan jeda untuk bernafas kembali Rey ******* bibir manis sang istri dan Kali ini tangannya mulai menjalar kemana shofia mengeluarkan desahannya


" maaas sudah hentikan nanti mama curiga " ucap shofia sambil sedikit mendorong tubuh suaminya


" he he kita lanjutkan di rumah Ayo keluar aku takut khilaf klo terus terusan berada di kamar sama kamu " ucap Rey sambil mengusap bibir shofia lalu melangkah membuka kunci Kamar sedang shofia pipi nya sudah blushing karena perkataan sang suami.


hari ini mereka makan siang di rumah sang mama dan mereka pun kembali ke mention ketika hari menjelang sore karena Kiki Salah satu Nany Yang Ada di mension kini di tugaskan melayani dan menemani mama rika.


shofia tak henti henti nya menatap sang suami dengan senyum Yang mengembang di sudut bibirnya.


" jangan liat kayak gitu nanti aku nggak konsentrasi nyetirnya" ucap Rey


" kamu tau mas aku bahagia banget kayak nya kau makin jatuh Cinta sama suami aku " ucap shofia


" wah nak mami kamu sekarang sudah pandai merayu " sindir Rey kyara yang di ajak bicara menatap kedua orang tuanya dengan pandangan Yang sudah mengantuk


" papi ngomong apa? " tanya kyara nggak faham sambil menguap


" ah sudah sayang jangan dengerin omongan papi " dan kyara pun hanya menganggukan kepalanya kemudian menyandarkan kepalanya ke dada sang mami mencari posisi Yang nyaman karena kantuk yang mulai menyerang.


mereka tiba di mension setelah magrib Rey segera Mengangkat tubuh kyara dari pangkuan shofia dan meletakkannya di dalam kamarnya.


" gimana kabar mama kamu shof "


" mama senang banget kembali ke rumah " jawab shofia saat mereka berada di ruang makan


" ya mama faham semua orang akan merasa lebih nyaman ketika berada di rumah nya sendiri"


" iya mama benar "


" jadi sekarang kamu nggak usah terlalu kawatir sama mama kamu kan sudah ada Kiki Yang akan bantu mama kamu "


" iya ma, makasih ya ma mama sama mas Rey perhatian banget sama mama aku" ucap Rey


" iya itu sudah jadi tanggung jawab Rey sebagai menantu jangan hanya mau sama anak nya aja keluarganya dia juga harus mau menerimanya sama seperti kamu tidak hanya menerima Rey sebagai suami kamu tapi kamu juga menerima kyara sebagai anak kamu. "


" udah ayo makan nggak usah melo melon" ucap Rey dan kemudian shofia mulai melayani suami nya meletakkannya nasi dan lauk ke atas piring suami nya.


sudah hampir dua minggu mama rika tinggal di rumah nya dan tanpa sepengetahuan Rey dan shofia dia diam diam membuka usaha catering dan sesekali mama rika akan mengirimkan masakannya ke mension.


seperti hari ini shofia mendapatkan Kirkman makanan karena semua sudah pada sarapan alhasil shofia membawa makanan tersebut ke rumah sakit untuk di makan bersama rekan rekan koas nya.


" wah asli enak banget shof masakan mama kamu " ucap tari rekan nya satu tim


" masakan mama shofia memang top markotop mamanya kan dulu pengelola restaurant say " ucap vania


" oh ya? "


" kenapa nggak buka aja lagi "


" hem iya insya Allah nanti " jawab shofia dengan senyum getir.


" klo begitu aku kembali ke ruang Jaga duluan " pamit tari.


" oh ya shof gua ke kantin dulu ya gua mau beli pembalut dulu " ucap vania


" kamu sudah datang bulan van? biasanya kan aku duluan Yang datang bulan " kata shofia


" iya iya biasanya kan kamu duluan baru aku, apa jangan jangan kami hamil? "


" ah nggak tau juga sebentar aku liat kalender dulu " lalu melangkah menuju meja kerja nya


" iya sih van aku sudah terlambat satu minggu "


" iya udah kamu tes aja dulu atau kamu periksa sekalian "


" nggak ah aku tes aja dulu nanti klo sudan positif baru aku periksa sama mas Rey "


" oke klo begitu aku belikan kamu tes pack sekalian di apotik depan"


" oke makasih ya say" dan vania pun keluar dari ruang para koas sedang shofia meraba perut nya lembut


" sayang apa betul kamu sudah Ada di perut mama semoga aja Allah engkau berikan kepercayaan ke aku untuk memiliki anak dari darah daging aku sendiri" gumam shofia. sambil duduk di sofa ruangan tersebut.

__ADS_1


******


tetap dukung aku dong kasi like Komen dan vote serta favorite nya happy reading


__ADS_2