
pagi itu mereka memilih sarapan di atas rooftop hotel tersebut sambil memandangi keindahan kota Singapore dari atas
" sayang kita pulang agak lebih awal ya soalnya aku janji sama kyara mau ngajak dia ke pantai soalnya kemaren dia ngambek pingin ikut ke sini " ujar shofia sambil mengambilkan sarapan untuk suaminya
" ya udah nanti abis ini kita langsung pamit ke mama "
" oke klo begitu aku pesan tiket sekarang ya! " kata shofia lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.
selesai sarapan mereka kembali ke kamar untuk mengepak barang barang mereka memasukkan nya ke dalam koper setelah itu Rey memesan taksi online untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.
" barang nya sudah semua? nggak ada yang ketinggalan kan "
" insya Allah nggak ada dan semua barang sudah di masukkan ke dalam koper " jawab shofia sambil menutup resleting koper mereka
" ya udah ada ayo kita langsung cek out sambil menunggu taksinya datang " ajak Rey pada istrinya.
setelah menyelesaikan administrasi sepasang suami istri itu pun meninggalkan hotel dengan menggunakan taksi online yang sudah mereka pesan sebelumnya.
hampir dua puluh menit mereka tiba di rumah sakit
" assalamu'alaikum ma! " sapa shofia
" waalaikum salam "
" gimana tidur mama nyenyak? "
" alhamdulillah sekarang mama sudah bisa tidur nyenyak, kalian kenapa bawak koper? apa kalian mau pulang sekarang? " tanya mama Rika
" iya ma kita mau pamit sebentar lagi soalnya kemaren aku janji sama kyara mau ngajak dia main ke pantai sore ini sebagai ganti karena dia tidak boleh ikut ke mari ma "
" ya anak kecil memang kayak gitu, jam berapa pesawat kalian terbang? "
" nanti ma jam sebelas tapi sekarang baru jam setengah sepuluh "
" nanti tolong sampaikan salam mama buat mama widya dan juga cucu mama kyara "
" iya ma insya Allah nanti kami sampaikan " kini Rey yang bicara.
setelah bercengkrama sebentar mereka kemudian pamit untuk kembali ke indonesia. sesampainya di Indonesia mereka langsung di sambut oleh putri mereka kyara
" yeyy mami papi sudah pulang kita jadi ke pantai kan mi? " ucap nya sambil melangkah menggandeng tangan maminya sedang Rey melangkah lebih dulu masuk ke kamarnya sambil membawa koper.
" jadi dong sayang, tapi nanti sore ya sekarang cuaca nya masih panas jadi sekarang kamu bobo siang dulu nanti baru kita ke pantai"
" hore..! tapi aku mau bobo di kamar mami dan papi boleh kan "
" iya boleh ayo! oh ya oma mana? " tanya shofia
" nyonya besar lagi keluar non katanya ada acara amal sama teman teman arisan nyonya. " jawab bi jum yang juga ikut menyambut kedatangan majikannya.
kyara ikut masuk ke dalam kamar orang tuanya shofia meletakkan tas jinjingnya di atas meja rias sedang shofia langsung naik ke ranjang orang tuanya.
" sayang kamu cuci muka dan cuci kaki dulu sebelum tidur "
" aku sudah barusan mami "
" oh ya udah klo gitu mami mau ganti baju dulu" kemudian shofia masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil baju santai nya.
Rey baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
" sayang cepat mandinya aku tunggu kita belum sholat zuhur" ucap Rey
" ya mas aku mandi sebentar kok" jawab shofia
" lho kyara kok tidur di sini? "
" ya mas kasian dia, mungkin dia kangen sama kita kan kemaren hampir dua hari kita ninggalin dia "
" ya udah tapi jangan di biasain dia tidur bareng kita "
" emang kenapa? " tanya shofia
" bahaya dia bisa jadi pengganggu " jawab Rey sambil memakai baju koko nya, sedangkan shofia hanya menggelengkan kepalanya sambil melangkah masuk ke kamar mandi.
selesai sholat shofia menemani kyara tidur siang sedangkan Rey memilih duduk di sofa kamarnya sambil membuka tablet nya untuk mengecek beberapa email yang masuk.
__ADS_1
menjelang Asar Rey membangunkan istri dan anaknya untuk segera siap siap berangkat ke pantai sesuai keinginan kyara tentu kyara sangat antusias karena bisa di katakan dia jarang sekali memiliki kualiti time bersama orang taunya terutama papinya .
kyara menuruni tangga dengan sangat gembira bi jum sudah menyiapkan bekal camilan dan juga air mineral untuk mereka bertiga.
" sayang hati hati turun tangganya " ucap shofia sambil menenteng tas berisi baju ganti.
" lho kalian mau kemana? " tanya mama widya yang baru saja tiba
" kita mau ke pantai ma dari kemaren kyara minta ke pantai " jawab Rey
" oh ya, mama aku titip salam buat mama "
" waalaikum salam gimana kabar mama kamu shof "
" alhamdulillah kondisi mama sudah membaik ma berkat doa kita semua "
" syukur lah klo begitu, oh ya Rey kalian dapat undangan dari tante maya putrinya akan menikah tiga hari lagi, ini undangannya " sambil menyerahkan kartu undangan kepada Rey.
" kamu akan datang kan? kamu harus datang lho Rey dia kan sepupu kamu " Ucap mamanya karena memang biasanya Rey akan enggan untuk datang pada acara acara keluarga karena mereka akan sibuk menanyakan kapan nikah lagi, dan pertanyaan itu membuatnya sedikit enggan untuk hadir pada acara acara keluarga.
" insya Allah nanti aku usahakan, ayo sayang kita berangkat nanti keburu sore, " ajak Rey pada anak istrinya
" kami berangkat dulu ya ma, atau mama sekalian ikut sama kami " ajak shofia
" nggak ah mama capek banget baru datang juga mama pingin rebahan sebentar. kalian hati hati "
" ya ma assalamu'alaikum " ucap shofia lalu mencium punggung tangan mamanya yang di ikuti Rey dan kyara.
sampai di pantai kyara langsung berlari ke pinggir pantai bermain air dan pasir pantai sedang Rey mengikuti dari belakang sementara shofia memilih menggelar tikar di pinggiran pantai kemudian meletakkan segala bawaan mereka di atasnya.
Rey dan kyara berenang dengan asyiknya terdengar suara tawa bahagia kyara shofia hanya memperhatikan dari pinggir pantai
" mami ayo ikut mandi di sini" teriak kyara
" nggak ah mami disini aja " kata shofia kemudian kyara membisikkan sesuatu ke telinga papinya dan Rey pun keluar dari pantai mendekati istrinya
" sayang minum dong "
" oh ya sebentar " kemudian shofia menyerahkan botol air mineral kepada suaminya Rey menegakkan nya hingga separoh dan menyerahkan kembali pada istrinya dan sejurus kemudian Rey menggendong istrinya dan membawanya masuk ke dalam air
" sayang lepasin aku nggak mau main air "
" ha ha yeyy akhirnya mami mandi juga " teriak kyara kegirangan dan akhirnya mereka pun bermain air pantai bertiga.
kyara terlihat sangat bahagia ini pertama kalinya dia bermain di pantai seperti keluarga utuh lainnya.
" sayang udahan yuk ini sudah hampir magrib " ucap shofia
" sebentar lagi mami papi belum menyelesaikan istana pasirnya " ucap kyara
yang sibuk membantu papinya membuat istana pasir.
menjelang magrib barulah Rey mengajak kyara untuk pulang dan dengan berat hati kyara pun harus berhenti bermain di pantai dan bergegas membilas tubuhnya di bantu shofia
selesai membilas dan mengganti pekaian, mereka pun bergegas meninggalkan area pantai.
" papi aku laper " ucap kyara yang duduk di kursi belakang sambil memegang perutnya
" anak mami lapar? kamu mau makan apa sayang? "
"aku mau ikan yang pake kuah "
" ya udah kita cari rumah makan di sekitar sini sekalian sholat magrib. " ucap Rey sambil fokus pada jalan di depannya.
Rey memarkirkan mobil di salah satu restauran yang berjajar di area sekitar pantai. mereka bertiga segera turun dari mobil Rey sengaja memilih tempat yang dia lihat bersih dan tidak terlalu banyak pengunjung.
setelah memesan beberapa menu ikan dan juga sea food sambil menunggu menu dihidangkan Rey mengajak istri dan anaknya untuk melaksanakan sholat magrib. begitu mereka selesai melaksanakan sholat sajian sudah tertata di atas meja mereka.
selesai menikmati makan malam mereka bertiga kembali ke kediaman mereka di perjalanan kyara tampak tertidur pulas di pangkuan sang mami. begitu tiba di mension Rey segera mengambil alih kyara dari pangkuan shofia menggendongnya membawanya masuk ke dalam kamar dan membaringkan nya.
" kalian baru datang? kalian sudah makan malam ? " tanya sang mama
" sudah ma tadi abis main di pantai kyara merengek kelaperan akhirnya kita berhenti di restoran sea food. " tutur shofia
" pasti dia kelelahan abis mandi di pantai "
__ADS_1
" iya ma dia malah nggak mau berhenti mandinya klo nggak menjelang magrib mungkin dia masih kerasan main di pantai"
" mama kasian sekali sama cucu mama itu dia jarang sekali punya waktu seperti tadi bersama papinya dan seperti nya dia bahagia sekali bisa pergi bersama papinya apalagi di tambah sekarang ada kamu shof, makasih ya sudah mau jadi maminya kyara mau menjaga dan menyayanginya dengan tulus "
" iya itu sudah jadi kewajiban aku sebagai ibu sambung nya, jadi mama jangan bicara kayak gitu lagi karena bagaimana pun aku dan mas Rey bisa seperti sekarang itu karena kyara " balas shofia
" ya kamu benar tapi mama tetap bersyukur dan berterima kasih Tuhan mengirimkan kamu di keluarga ini " ucap mamanya sambil menggenggam tangan sang menantu.
" ya ma, klo begitu aku pamit ke kamar dulu ya badan aku terasa lengket abis mandi pandai "
" ya udah kamu ke kamar gih " kemudian shofia pun segera naik ke lantai atas menuju kamar nya.
tiga hari kemudian seperti hari hari biasa mereka mengawali pagi mereka dengan sarapan pagi.
" Rey jam berapa kamu akan pergi ke acara nikahan putrinya tante maya? " tanya sang mama
" emang acaranya hari ini ma"
" ya emang kamu nggak baca undangannya? "
" baca tapi aku lupa. insya Allah nanti malam aja kita ke sana "
" ya udah shofia kamu juga ikut ya sekalian mama mau ngenalin kamu ke saudara saudara mama "
" iya ma "
" dan ingat kamu harus dandan cantik " bisik sang mama mertua "
" iya ma mama tenang aja " jawab shofia
" apa sih kok kalian main bisik bisik segala " protes Rey
" nggak ada ini urusan perempuan, nanti kamu bisa kan pulang lebih awal? " tanya mamanya
" iya ma nanti aku usahakan pulang jam 6 sore "
" bagus nanti supaya kita bisa siap siap lebih awal" ucap sang mama.
selesai sarapan mereka semua bergegas menuju tempat tujuan mereka masing masing.
jam 4 sore mama widya menjemput shofia di rumah sakit untuk di ajak ke salon hingga jam lima tiga puluh mereka baru keluar dari salon dan langsung menuju mension.
jam 6 Rey pulang dari perusahaan langsung mandi sholat kemudian siap siap untuk berangkat ke hotel tempat akan diselenggarakannya acara resepsi putri tante maya.
shofia menggunakan gaun warna marun dengan lengan sedikit terbuka. Rey menatap tidak suka
" mami jangan pake baju itu papi nggak suka itu terlalu terbuka " tegur Rey saat shofia keluar dari ruang ganti.
" sayang tapi ini hanya lengannya saja sedikit terbuka " nego shofia
" nggak pokoknya jangan pake baju itu pakai yang lain saja " .
" ccckkk " ya udah aku ganti " kemudiannya shofia kembali masuk ke ruang ganti mencari gaun yang pas dengan tubuhnya. gaun warna hitam yang menutup seluruh tubuhnya yang super ketat juga terdapat belahan hingga ke paha
"sayang baju apa ini ? ini terlalu ketat sayang nggak nggak aku nggak suka " ucap Rey kembali
" ya trus aku pake yang mana sayang " ucap shofia prustasi
Rey melangkah ke dalam ruang ganti kemudian membuka lemari pakaian shofia matanya sibuk mencari gaun yang cocok untuk istrinya ia menyambar satu gaun berwarna peace dengan brukat di atasnya dress se lutut itu yang jadi pilihan sang suaminya.
" pakai ini " sambil menyerahkannya kepada shofia dan tanpa membantah shofia langsung mengganti gaunnya yang tadi dengan gaun pilihan sang suami.
setelah selesai mereka berdua segera turun ke bawah dan tampak mama dan kyara sedang menunggu mereka berdua
" wah mami cantik sekali " tegur kyara
" benarkah? "
" iya mami tanya aja papi, ya kan pi "
" ya mami kamu memang cantik, ya udah ayo kita berangkat" ajak Rey lalu bergegas ke luar menuju mobilnya
" shofia kenapa gaun yang mama belikan nggak di pakai? " tanya mama widya
" nggak boleh sama mas Rey ma katanya terlalu terbuka " jawab shofia apa adanya
__ADS_1
" ya ampun Rey kamu itu " ucap mamanya sambil menahan senyum.
sekitar dua puluh menit kemudian mereka tiba di hotel tempat diadakannya acara resepsi tersebut. Rey menggandeng tangan istrinya sedang sang mama menggandeng tangan cucu ke sayangannya masuk ke dalam lobi hotel. setelah menunjukkan undangan mereka langsung di antar ke aula hotel tempat berlangsungnya acara resepsi tersebut.