
selesai makan siang mereka memilih untuk meninggalkan tempat itu
" setelah ini apa jadwal anda? " tanya Rey
" aku besok akan terbang ke Bali karena ada jadwal ketemu klien di sana mungkin selama dua hari aku berada di sana dan setelah itu aku ke kalimantan dari kalimantan aku ke Jakarta lagi baru kembali ke Amerika " tutur tuan Mandez
" oke klo begitu semoga perjalanan anda lancar sampai ketemu di lain kesempatan "
" tentu dan suatu saat kau harus datang ke Amerika ajak serta istri dan anakmu "
" tentu tapi nanti setelah bayi bayi kami lahir "
" oke aku tunggu itu "
" klo begitu aku pamit kembali ke jakarta klo anda ingin berlama lama di sini silahkan tempat ini sudah kami boking "
" tentu aku akan rileks sebentar di sini aku akan menikmati pemandangan pantai yang teduh ini mungkin sore nanti aku kembali ke jakarta "
" oke klo begitu selamat bersenang senang tuan senang bekerja sama dengan anda " lalu mereka saling berjabat tangan diikuti Aldo dan juga asisten tuan Mandez. kemudian Rey dan Aldo pergi meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan speedboat menuju Jakarta.
" Al kita langsung menuju kantor karena ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani"
ucapnya saat mereka sudah berada di dalam mobil
" baik tuan"
" Al menurut mu apa tuan Mandez bisa mengatasi Eliza? "
" saya harap begitu tuan karena setahu saya tuan Mandez lah yang sudah memfasilitasi semua kebutuhan nona Eliza bahkan karirnya di Amerika pun tidak lepas dari campur tangan nya "
" ya aku harap begitu agar dia tidak lagi menggangu keluarga ku "
" semoga saja tuan " jawab Aldo yang masih fokus pada kemudinya. setelah menempuh perjalanan hampir satu jam barulah mereka tiba di perusahaan. Rey segera masuk ke dalam ruangannya mencuci wajahnya lalu berwudlu untuk melaksanakan sholat zuhur agar pikiran dan jiwanya menjadi segar kembali.
setelah merasa lebih fresh Rey kembali duduk di meja kerjanya membuka file file yang harus ia tanda tangani.
sore hari menjelang magrib Rey kembali ke mansion dengan diantar Aldo.
" makasih Al kau boleh kembali ke apartemen mu sekarang, lanjutkan besok saja pekerjaan nya " ucap Rey sesaat sebelum keluar dari mobil
" maaf tuan tapi seperti nya saya akan kembali ke perusahaan karena ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesai kan "
" ya terserah kau saja " ucap Rey lalu turun dari mobil.
sepulang Aldo dari mengantar Rey dia singgah sebentar di sebuah kafe untuk membeli kopi guna menghilangkan rasa kantuknya setelah mendapatkan apa yang di inginkan dia segera kembali ke mobilnya namun belum sempat memegang handle pintu mobil tiba tiba seorang wanita memanggil nya
" pak Aldo tolong..! tolong saya! tolong bawa saya dari sini " ucap nya sambil memegang lengannya
" Vania kamu kenapa ? kenapa kamu berada di sini malam malam begini?" tanya Aldo
" pak please tolong saya dulu nanti saya ceritakan yang penting tolong bawa saya jauh dari sini "
" baiklah klo begitu masuklah! " ucap Aldo lalu membuka kunci mobilnya dengan kunci remot. Vania segera berjalan mengitari mobil Aldo hendak masuk ke dalam mobil namun tiba tiba seorang laki laki menarik nya.
__ADS_1
" Vania tunggu dengarkan penjelasan aku dulu "
" nggak ada yang perlu kamu jelaskan sekarang lapasin tanganku"
"nggak aku nggak mau ngelepasin tangan mu sebelum kamu dengarkan penjelasanku"
"lepaskan aku brengsek " teriak Vania namun Haris semakin kuat mencengkram pergelangan Vania
" hey Bung jangan kasar sama perempuan! " ucap Aldo yang sedari tadi memperhatikan drama dua orang tersebut
" anda siapa jangan ikut campur urusan saya "
" ya oke ini urusan pribadi anda tapi jangan kasar seperti itu sama dia "
" dia pacar saya "
" nggak mulai sekarang kita putus aku nggak sudi punya pacar tukang selingkuh kayak kamu"
" sayang aku nggak selingkuh itu tadi kamu hanya salah faham "
" oh ya salah faham itu cewek cium kamu peluk kamu di depan mata aku kamu bilang salah faham? "
" ia sayang dia itu teman aku "
" kamu kira aku ini wanita bodoh mana ada teman ciuman bibir " ucap Vania lagi
" sayang please jangan putus kita kan baru beberapa hari jadian masak putus sih " ucap Haris lagi
" pokoknya kita putus " ucap Vania sambil menghempaskan tangannya lalu berlari
" nggak usah memaksa Bung apa kamu nggak dengar apa katanya tadi hah " ucap Aldo
" loe siapa sih kenapa ikut campur urusan gua?"
" gua temannya jadi segala urusan dia juga menjadi urusan gua "
" bangsat loe ya "bugh! " Haris melayangkan tinjunya ke wajah Aldo karena tidak siap bogem mentah berhasil mendarat di sudut bibirnya.
" aaw pak Aldo! " teriak Vania hendak keluar dari mobil tapi di cegah Aldo, lalu ia mengusap sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya kemudian dengan tenang ia melangkah mendekati Haris mencengkram kerah baju Haris dan " bugh.. bugh" dua tinju berhasil mendarat di wajah Haris.
" itu untuk bogem yang tadi dan ini "bugh." karena loe sudah nyakitin teman gua " dan satu bogeman lagi berhasil mendarat di perut Haris dan ia pun jatuh tersungkur ke tanah lalu Aldo melangkah masuk ke dalam mobil menghidupkan mesin mobil nya lalu perlahan mobilnya bergerak meninggalkan Haris yang masih kesakitan merasakan nyeri akibat bogem Aldo tadi.
" Vania tunggu jangan pergi! " teriak Haris berusaha untuk mengejar mobil yang dikendarai Aldo dan Vania.
sementara di dalam mobil suasana tampak sunyi tidak ada yang mau membuka suara Vania sesekali melirik Aldo yang fokus pada kemudinya. hingga sepuluh menit kemudian Vania memberanikan diri membuka suara
" hem pak Al makasih ya sudah nolongin aku dan maaf karena aku pak Al jadi luka begitu " ucap Vania
" nggak papa ini sudah biasa bagi saya "
" ya tapi kan itu bibir bapak sampai berdarah begitu "
" sudah nggak usah di pikirkan nanti juga sembuh "
__ADS_1
" tapi pak itu klo tidak cepat di obati nanti bisa bengkak lho dan luka robeknya bisa infeksi "
" nanti kita mampir sebentar ke rumah ya biar aku obati " kata Vania lagi
" nggak usah ini hanya luka kecil "
" iya tapi kan tetap pak harus di obati emang bapak mau besok pas ke kantor wajah bapak jadi bengkak gitu? " Aldo diam dan memikirkan kata kata Vania yang ada benarnya juga
" ya nanti biar saya obati sendiri "
" udah biar nanti aku yang obatin lagian di rumah sudah tersedia obatnya " kata Vania lagi kekeh ingin mengobati luka Aldo karena biar bagaimanapun ini semua karena dia yang minta tolong pada Aldo
mobil berhenti di halaman rumah Vania yang tampak lumayan besar
" ayo pak turun biar aku obati " ajak Vania dan Aldo pun turun dari mobil ikut masuk ke dalam rumah Vania
" duduk dulu pak sebentar aku ambilkan kotak obat nya " ucap Vania melangkah masuk ke dalam untuk mengambil kotak obat.
Vania keluar dari ruang tengah dengan membawa kotak obat dan disusul pembantunya yang membawa handuk kecil dan baskom berisi air es dan juga secangkir teh hangat
" letakkan di sini aja bi "
" baik non " lalu pelayan itupun berlalu masuk ke dalam
" ayo di minum pak " ucap Vania sambil menuangkan cairan infus ke dalan kapas lalu membersihkan luka di sudut bibir Aldo.
" auw sstt pelan pelan " ringis Aldo
" maaf maaf terlalu keras ya pak " kata Vania sambil terus membersihkan luka Aldo
" tidak hanya perih sedikit " ucapnya kemudian setelah bersih Vania mengompres lukanya dengan air es agar lukanya tidak membengkak
" sekali lagi aku minta maaf gara gara aku pak Al kenak musibah kayak gini " Vania masih nggak enak hati
" udah nggak papa nggak usah dipikirkan "
" tapi tadi bapak hebat lho bisa balas dia tiga kali pukulan, laki laki brengsek kayak dia memang pantas dapat bogem kayak tadi " ucap Vania sambil menekan luka Aldo
" auww pelan jangan ditekan sakit " ringis Aldo lagi
" oh maaf..maaf aku ngga sengaja, abis aku emosi banget sama dia, maaf ya maaf "
" hemm.! memang dia pacar kamu? "
" mantan ya pak.. ! ih amit amit kok bisa aku suka sama cowok kayak dia nyebelin tukang selingkuh, padahal ya kita jadian baru juga beberapa hari " nyerocos Vania
" makanya nggak usah pacaran sakit hati kan? " ucap Al sambil memalingkan wajahnya
" emang pak Al pernah punya pacar? " tanya Vania penasaran
" ah sudah lah nggak usah di bahas, saya masih banyak urusan Terima kasih sudah mengobati luka saya klo begitu saya pamit
" yey aku kali pak yang harus berterima kasih karena bapak bantuin tadi, ya udah bapak hati hati ya "
__ADS_1
" selamat malam "
" malam..! hati hati pak Aldo ! " ucap Vania sambil mengantar sampai di depan pintu. dan perlahan mobil Aldo pun bergerak meninggalkan kediaman Vania.