
hari ini Rey sudah kembali sehat dari sakitnya setelah tiga hari sakit dengan sikap manjanya yang tidak kalah dengan kyara.
pagi ini Rey siap siap hendak pergi ke kantor sementara shofia seperti hari hari sebelumnya selalu menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya lalu turun ke bawah untuk membantu menyiapkan sarapan pagi setelah itu kembali ke atas untuk membangunkan kyara, dan selama papinya kyara sakit shofia sedikit mengabaikan kyara karena sang papi tidak kalah manjanya dengan kyara. apalagi ketika mengetahui shofia ketemu dengan akbar di kafe kemaren Rey selalu punya cara agar shofia selalu ada di dekatnya.
" mami papi apa sudah sembuh? " tanya kyara saat maminya mengikat rambutnya
" alhamdulillah sudah sayang dan hari ini papi mulai kerja " jawab shofia
" berarti nanti malam mami bisa temani aku bobo kan? " tanya kyara penuh harap.
shofia tersenyum lalu mencubit hidung mungil putrinya itu
" tentu sayang, kenapa kamu lama ya mami nggak bacain cerita? " ucap shofia dan kyara pun menganggukkan kepala nya
"ah kasian anak mami ya udah nanti malam mami temani kamu bobo ya? " ucap shofia
" beneran mam? "
" iya "
" janji? " ucap kyara sambil menyodorkan jari kelingking nya
" janji..! " ucap shofia sambil mengikat kelingkingnya pada kelingking kyara.
" sekarang kamu ke bawah dulu ya mami mau siap siap juga berangkat ke rumah sakit " ucap shofia.
" baik mam..! " lalu mereka berdua keluar dari kamar kyara, shofia kembali ke kamarnya sedang kyara turun ke bawah menunggu di ruang makan.
sampai di kamar Rey masih di kamarnya sedang memakai dasinya
" kyara sudah siap? " tanya Rey masih fokus pada dasinya
" sudah dia sudah di bawah menunggu di ruang makan " jawab shofia
" cepatlah sedikit biar saya antar kamu dan kyara " ucap Rey
" ah nggak usah pak nanti anda terlambat tiba ke kantor biar mang udin aja yang mengantar " ucap shofia
" kamu lupa klo saya bosnya..! sudah nggak usah membantah saya tunggu di bawah dua puluh menit " ucap Rey lalu segera keluar dari kamar nya.
shofia dengan segera masuk ke kamar mandi, mandi hanya sepuluh menit lalu dandang sepuluh menit dan tepat dia puluh menit shofia sudah duduk di meja makan.
shofia mulai melayani suaminya dengan mengambilkan makanan untuk Rey setelah itu menyuapi kyara
" kyara kamu makan sendiri mami kamu kan mau sarapan juga dan kamu kan sudah besar " ucap Rey saat melihat shofia menyuapi anaknya
" tapi papi kemaren aku liat disuapin mami juga, papi kan juga sudah besar " celoteh putrinya sedang shofia hanya mengulum senyumnya sambil melirik ke arah suaminya
" ya itu kan karena papi sedang sakit sayang " ucap Rey beralasan.
" udah nggak papa kok nanti mami makan sambil nyuapin kamu " ucap shofia menengahi
kemudian mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan tenang.
selesai sarapan mereka bertiga meninggalkan mension tujuan pertama mengantar kyara ke sekolahnya
" hati hati sayang belajar yang rajin ayo salim dulu sama papi sama om aldo juga " ucap shofia pada kyara ketika handak turun dari mobil
__ADS_1
lalu dia mencium tangan papinya " aku masuk ya pi! " kemudian beralih mencium tangan aldo
" kamu hati hati sayang " ucap Rey pada putrinya lalu kyara pun turun dari mobil sedang shofia pun mengantar sampai depan gerbang sekolah setelah itu dia pun kembali naik ke dalam mobil menuju rumah sakit
ketika di dalam mobil ponsel shofia berdering
" ya halo van " ucap shofia
" loe udah berangkat? " tanya vania
" udah kenapa? "
" gua hari ini tidak datang ke rumah sakit gue lagi nggak enak badan " ucap vania
" ya udah nanti gue ijinin loe " kata shofia
" ya gua juga udah ijin sama staf rumah sakit "
" ya udah loe istirahat nggih nanti klo gue sempat gue mampir ke tempat loe " ucap shofia lalu mematikan ponselnya.
Rey hanya memperhatikan shofia dari kata spion mobilnya.
" pak aldo tinggal dimana? " tanya shofia stelah memasukkan ponselnya ke dalam tas
" saya tinggal di apartemen non " jawab aldo sambil fokus menatap jalan raya
" trus tinggal sama siapa ? "
" sendiri tapi kadang ada pembantu yang datang sewaktu waktu "terang aldo
" kenapa nggak nikah aja supaya ada yang nemenin, secara pak aldo itu kan ganteng trus mapan dan saya yakin kok banyak cewek cewek yang mau sama pak aldo"
" apa apaan dia muji aldo depan aku " batin Rey
" ah saya belum mikirin masalah itu nona " ucap aldo
" kenapa? apa kamu mau saya carikan calon istri teman teman saya banyak kok cantik cantik lagi " cerocos shofia
" saya rasa nggak usah nona " jawab aldo yang semakin dibuat pusing oleh pertanyaan shofia
" atau kamu nggak dikasi ijin menikah sama..! " ucap shofia menggantung sambil melirik orang yang duduk disamping aldo
" apa? saya yang nggak ngasih ijin gitu maksud kamu? " potong Rey yang dari tadi memperhatikan shofia
" ah nggak kok pak Rey saya nggak bilang gitu kok.! " ucap shofia
" udah deh kamu jangan gangguin aldo terus dia masih nyetir nanti nggak konsentrasi " ucap Rey lagi
" saya nggak ngangguin kok saya kan cuman bertanya "
" udah diam kamu klo bicara lagi saya bakal turunin kamu di sini " ancam Rey
" ih galak nya kambuh lagi klo gitu mending dia demam aja di rumah " batin shofia namun dengan cepat dia tutup mulutnya
" apa? kamu mau ngumpat saya, ya? atau kamu mau saya hukum seperti kemaren hah " tanya Rey dan dengan spontan shofia menggelengkan kepalanya.
" makanya diam " ucap Rey sambil tersenyum dalam hati melihat tingkah istrinya dari kaca spion.dan susana pun kembali hening tanpa ada yang bicara
__ADS_1
" nona kita sudah sampai " ucap aldo ketika mobil sudah berada tepat di depan rumah sakit.
" aduh pak al kenapa berhenti disini? " protes shofia
" maksudnya nona tidak mau ke rumah sakit? " tanya aldo bingung
" iya saya memang mau ke sini tapi harusnya pak aldo berhenti agak jauhan supaya tidak dilihat sama orang orang " tutur shofia
" maaf saya tidak faham klo begitu biar saya putar balik " ucap aldo hendak memutar balik mobilnya namun dengan cepat Rey mencegahnya
" nggak usah al kita bisa terlambat ke kantor,
udah deh shof kamu nggak usah protes sekarang kamu turun nanti kamu terlambat! " ucap aldo
" iya iya galak banget..! pak aldo makasih ya sudah nganterin " ucap shofia manis dan aldo hanya membalas dengan senyum
" hey kamu tu harusnya berterima kasih sama saya,saya yang punya mobil " ucap Rey
" iya maksih pak Rey yang baik hati dan tidak pernah marah " ledek shofia
" kamu kok kayak nggak ikhlas gitu ngomongnya " kata Rey
" udah deh pak tadi bapak nyuruh saya cepat cepat nanti terlambat..! " kata shofia
" ya sudah kamu hati hati sebelum makan malam kamu sudah harus ada di rumah " ucap Rey lagi
" iya " jawab shofia lalu turun dari mobil dan melangkah hendak memasuki gerbang rumah sakit namun baru dua langkah kembali Rey memanggilnya
" shofia! " teriak Rey dari balik kaca mobil yang dibuka separuh dan shofia pun membalikkan tubuhnya dan Rey mengulurkan tangannya shofia menatap bingung
" kamu nggak mau cium tangan saya! " ucap Rey dan shofia pun tersenyum kemudian melangkah mendekati mobil suaminya lalu mencium punggung tangan Rey
" pak Rey hati hati ya di jalan " ucap shofia dan Rey pun menganggukkan kepalanya kemudian shofia pun segera melangkah memasuki gedung rumah sakit
setelah selesai drama cium tangan antara suami istri tersebut aldo pun kembali menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan area rumah sakit.
" al siang nanti tolong kamu carikan handphone untuk shofia carikan keluaran terbaru " perintah Rey
" baik tuan " jawab aldo sambil tersenyum penuh arti
" kenapa kamu senyum senyum gitu? " tanya Rey pada Asisten nya tersebut
" kamu jangan salah faham saya hanya ingin berterima kasih karena dia sudah merawat saya dengan baik.lagi pula mata saya sakit melihat ponselnya yang pecah itu, kenapa dia masih betah memakainya " ucap Rey lagi sambil menggelengkan kepalanya
" dan satu lagi tolong kamu reset semuanya dan sambungkan dengan GPRS nya ke ponsel saya agar saya bisa melacak keberadaannya. sewaktu-waktu " perintah Rey lagi
" baik tuan nanti sebelum jam makan siang Saya akan segera belikan nona shofia handphone baru " jawab aldo.
"oh ya al apa dia belum menggunakan Kartu debetnya sama sekali?" tanya Rey
" belum tuan sampai kemaren sore belum ada transaksi atas nama non shofia tuan " jawab aldo
" kamu awasi terus dan tiap bulan jangan lupa kamu isi kartunya dan nggak usah banyak banyak samakan dengan bulan kemarin" perintah Rey
" baik tuan " jawab aldo yang masih fokus pada jalan di depannya.dan mobil pun terus bergerak memecah kemacetan ibu kota.
******
__ADS_1
segini dulu ya para readers ku jangan lupa like koment serta vote yang banyak ya 😘😘😘