MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 177


__ADS_3

hari ini Shofia kembali beraktifitas menjalankan tugasnya sebagai dokter koas


" ingat jangan terlalu lelah, ingat kamu itu lagi hamil " kembali Rey mengingatkan sebelum Shofia turun dari mobil


" ya sayang, aku masuk ya.. "


" hem hati hati " lalu Shofia meraih tangan Rey menciumnya dan Rey membalas mencium kening pipi dan terakhir bibir


" assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " dan Shofia pun membuka pintu lalu keluar dari mobil melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit.


" van gua gua abis ini mau jenguk Eliza sudah lama gua nggak jenguk dia kasian dia lagian gua mau ngasi dia foto foto Kyara kemaren waktu ikut fashion show di sekolah nya " saat ini mereka sedang menikmati makan siang mereka


" kenapa nggak suruh orang aja sih .. "


" ya sekalian gua mau lihat kondisinya kan lusa itu sidang perdananya "


" ya loe hati hati, mau gua temani? "


" nggak usah gua sendiri aja "


selesai menikmati makan siang nya Shofia segera siap siap untuk keluar dari rumah sakit menuju kantor polisi. sesampai di sana Eliza langsung masuk ke ruang kunjungan.


" hay Shofia makasih kamu sudah datang "


" hem gimana kabarmu.? " kini mereka sudah duduk berhadapan


" baik "


" oh ya ini aku bawakan makan siang untuk mu"


" kamu nggak perlu repot repot di sini aku sudah dapat jatah makan kok "


" ya siapa tau kamu bosan dengan makanan di sini, oh ya ini aku membawakan foto foto Kyara waktu dia ikut fashion show di sekolah nya. " sambil mengeluarkan amplop coklat lalu menyerahkannya pada Eliza.


Eliza membuka simpul amplop tersebut dan membukanya.


" ah dia sungguh cantik.. dan ini dia pakai gaun yang aku berikan? " ucap Eliza bahagia sedang Shofia mengangguk sambil tersenyum.


" maafin mama nak mama memang bukan ibu yang baik buat kamu hik.. hik.. " Eliza tiba tiba terisak

__ADS_1


" hey kamu jangan seperti itu kamu nggak boleh putus asa gitu kamu harus semangat nanti klo kamu sudah keluar dari sini kita akan bersama sama membesarkan Kyara, Kyara pasti senang karena memiliki mama yang sama sama menyayangi nya " hibur Shofia


" hik.. hik.. makasih Shofia sungguh aku sangat bersyukur karena kamu yang jadi mama sambungnya sekarang aku lega karena kamu wanita yang sangat baik, setidaknya aku tenang karena anakku di besarkan oleh wanita sebaik kamu " ucapnya lagi sambil menggenggam tangan Shofia


" sudah kamu nggak usah terus berterima kasih klo aku hitung kamu sudah 100 kali mengatakan Terima kasih " kekeh Shofia berusaha menggoda Eliza.


" Shofia mulai sekarang dan seterusnya maukah kamu jadi teman ku? "


" tentu mulai sekarang kita berteman " ucap Shofia sambil menjabat tangan Eliza dan memeluknya.


"Terima kasih mulai sekarang aku janji akan menjadi manusia yang lebih baik aku akan manfaatkan waktu di sini untuk introspeksi diri untuk berbenah diri"


" alhamdulillah aku senang mendengar nya "


" oh ya lusa sidang pertama ku apa kau akan hadir? "


" akan aku usahakan "


" oke Terima kasih "


" oh ya eli seperti nya aku harus kembali ke rumah sakit sekarang kamu jaga diri baik baik ya jaga kesehatan mu "


" baik lah aku pamit ya assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " dan Shofia pun pamit dan melangkah keluar dari ruangan tersebut kemudian masuk ke dalam taksi yang menunggunya dari tadi.


Shofia turun dari taksi setelah menyerahkan dua lembar uang merah


" ambil saja kembalian nya pak "


" makasih bu " Shofia mengangguk lalu melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit. dan sampai di lobi


" dari mana kamu..? " terdengar suara bariton yang tidak asing bagi Shofia dan tiba tiba saja dia merasakan aura menakutkan di lobi hotel tersebut dan Shofia baru sadar kalau di sana sudah ada suaminya bersama Aldo, kepala rumah sakit kepala perawat tim keamanan dan juga Vania tak ketinggalan.


Shofia menghentikan langkahnya lalu menatap sang suami sambil tersenyum


" sayang kamu kok ke sini nggak kasih kabar dulu " sapa Shofia berusaha menahan kegugupannya sambil melangkah mendekati suaminya lalu bergelayut manja


" dari mana kamu? " tanya Rey lagi dengan tatapan tajam. semua orang yang hadir tidak berani bersuara Shofia menatap ke semua orang berusaha mencari pertolongan namun nihil semua menundukkan kepalanya kemudian dia menatap Vania namun Vania menggelengkan kepala pelan


" nggak usah cari pembelaan dari mana kamu.. jawab..! " bentak Rey. Shofia sedikit tersentak

__ADS_1


" ayo masuk ke ruangan mu " lalu Rey menggandeng tangan Shofia untuk masuk ke ruangan pribadinya diikuti yang lainnya


disinilah Shofia duduk seperti anak kecil yang sedang ketauan mencuri yang akan di sidang orang tuanya


" sekarang katakan dari mana? " ucap Rey berusaha meredam emosi nya


" sayang a-ku minta maaf tapi bisakan tidak usah melibatkan mereka semua "


" nggak bisa mereka juga harus mendapat hukuman karena membiarkan mu keluar dari rumah sakit tanpa ijin " tegas Rey dan sontak yang lainnya menelan ludah


" tapi mereka tidak tau apa apa sungguh mereka nggak salah ini semua salah aku " ucap shofia kini duduk bergelayut manja di pangkuan suaminya


" kalo kamu nggak nyuruh mereka keluar aku akan cium kamu di sini di depan mereka "bisik Shofia.


" coba saja kalo berani" jawab Rey pelan. Shofia menelan salivanya karena nggak mungkin lah ia mencium suaminya di depan orang orang apalagi ada kepala rumah sakit dan juga dokter senior di sana tapi klo tidak ia lakukan pastilah orang orang ini akan terkena amarah suaminya


" sekarang katakan kamu dari mana " tanya Rey lagi


" sayang tadi aku itu jalan jalan karena aku bosan di sini " sambil menunjuk nunjuk dada suaminya dengan posisi masih duduk di pangkuan suaminya dan kini mulai mengelus rahang suaminya lalu ia mendekatkan bibirnya ke bibir suaminya dan " cup " shofia mengecup bibir suaminya menempelkan nya sejenak dan memberikannya gigitan kecil. Rey sedikit kaget dengan ulah nakal istrinya. dan tidak bisa di tolak sesuatu di bawah sana sudah mulai mengeras


"ehem kalian semua silahkan keluar dari ruangan ini " perintah Rey


" baik Terima kasih tuan " jawab mereka lega. lalu melangkah hendak keluar dari ruangan tersebut


" tapi tunggu..urusan ku dengan kalian belum selesai aku akan mengurus Shofia terlebih dahulu setelah itu tunggu di ruang meeting " ucap Rey


" glek" mereka semua kembali menelan ludah


" baik tuan klo begitu kami permisi " kata kepala rumah sakit. lalu mereka semua akhirnya keluar dari rumah sakit.


kini tinggallah mereka berdua di ruangan itu Rey segera mengunci pintu lalu melangkah ke sofa di mana Shofia kini sedang duduk. Rey membuka dasi dan juga kancing bajunya


" sekarang katakan dari mana kamu " ucap Rey kini mendudukkan Shofia di pangkuannya dan Shofia pun mulai melingkarkan tangannya ke leher suaminya


" sekarang cium aku karena kamu sudah membuat panik semua orang " perintah Rey dan Shofia pun menurut. ia mulai melakukan perannya laksana wanita nakal Shofia memberikan servis luar biasa dan Rey pun menikmati permainan Shofia ntah berapa kali Rey mendesah nikmat hingga ia lupa akan mengintrogasi istrinya. tak puas di sofa Rey mengangkat tubuh istrinya memindahkannya ke atas ranjang dan kini Rey yang memimpin hingga tiga puluh menit kemudian barulah mereka menyelesaikan permainannya.


Rey menciumi punggung Shofia yang masih polos " sayang geli " ucap Shofia


" sekarang katakan kamu dari mana tadi " Shofia terdiam sejenak lalu ia duduk sambil menutupi tubuhnya


" mas kita mandi dulu ya badan aku lengket semua " dan Rey pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2