MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 147


__ADS_3

malam ini sengaja Rey mengajak keluarganya untuk duduk di di kursi sofa depan kamar mereka setelah makan malam


" ma..! Shofia ..! ada yang mau aku bicarakan sama kalian " ucap Rey mulai membuka obrolan


" mau ngomong apa sih Rey kok serius amat kayaknya " kata mama Widya.


" ya ma jadi begini rencananya minggu ini aku akan pergi ke Amerika ma tepatnya Los Angeles untuk urusan pekerjaan "


" apa ke Amerika? aduh Rey kamu kan tau istri kamu lagi hamil besar kenapa harus pergi segala sih mana jauh lagi "


" ya tapi ini sangat penting ma untuk aku ke sana "


" emang harus ya mas kamu datang ke sana? " kata Shofia dengan nada keberatan


" ya sayang tapi aku nggak lama kok paling lama satu minggu dan setelah semua selesai aku akan segera kembali ke Indonesia "


" tapi Rey istri kamu itu lagi hamil besar "


" ya ma aku tau tapi ini sangat penting ma, jadi begini perusahaan tuan Mandez itu dalam masalah dan dia meminta semua investor dan juga rekanan bisnisnya untuk hadir di sana saat rapat perusahaan "


" lagi pula nanti aku bisa memperkenalkan produk produk kita pada pengusaha pengusaha dari beberapa negara bagian di Amerika dan ini menurut aku peluang sangat bagus untuk mengembangkan usaha kita " kata Rey


" memang nggak bisa di wakilkan Aldo saja yang berangkat " kata mamanya lagi


" nggak bisa ma karena Aldo nggak bisa mengambil keputusan nanti nya di sana "


" ya kamu hati hati aja dan jangan lupa kasi kabar selama kamu berada di sana " kata sang mama


" ya ma pasti itu "


" ya udah mama istirahat dulu, kalian juga istirahat "


" ya ma abis ini kami istirahat " jawab Shofia dan kemudian mama Widya masuk ke kamarnya


" sayang ayo tidur! " ajak Rey dan meraih tangan Shofia mereka berdua pun masuk ke dalam kamar.


" hey kenapa melamun hem? " tanya Rey sambil mentoel dagu istrinya


" mikirin kamu yang akan pergi jauh " jawab Shofia


" he he sayang aku perginya sebentar kok nggak lama lagian ini juga bukan perjalan bisnis aku pertama kali sayang dulu juga ke Jepang, Turkey, "


" ya tapi kan beda dulu kamu nggak ninggalin istri apalagi istrinya lagi hamil kayak gini " jawab Shofia sewot


" ya sayang istri aku muach " Rey menciumi bibir istrinya dengan gemas.


" mas..! iiih "


" he he " sayang abis ini mas akan pergi beberapa hari gimana klo kita lakukan setiap hari lagian nggak papa kan malah bagus kata dokter "


" ya tapi nggak sekarang ya tapi nanti klo udah masuk delapan atau sembilan bulan "


" tapi yang nanti selama mas disana kan kita akan libur lama gak melakukannya gimana klo mas rapel hem! " sambil menaik turunkan alisnya

__ADS_1


" tau ah " ucap Shofia lalu berbaring membelakangi suaminya dan dengan cepat Rey ikut membaringkan tubuhnya memeluk nya dari belakang sambil tangannya masuk menelusup di balik baju tidur istrinya dan bergerilya menyentuh titik tertentu berusaha menggoda sang istri.


begitulah Rey hampir setiap malam dia berusaha memompa istri mengisi baterainya karena lama akan berpisah dengan sang istri.


dan pagi itu Rey sudah siap berangkat ke bandara koper sudah siap di depan pintu kamar mereka. Shofia merapikan jas suaminya


" sayang ingat sampai di sana langsung hubungi aku "


" iya sayang "


" trus jangan lupa makan jangan, jangan bekerja terlalu keras jangan begadang "


" iya nyonya Rayyan " sambil mencubit hidung bangir istrinya


" dan satu lagi "


" apalagi? "


" jangan lirik lirik cewek bule di sana "


" he he itu pasti sayang "cup" kecupan hangat mendarat di bibir istrinya.


" sayang kenapa Aldo nggak ikut serta bersama mu? " tanya Shofia


" di sini banyak pekerjaan yang harus di selesaikan apalagi sebentar lagi kantor cabang Kita yang di makassar juga sudah hampir rampung jadi kalo kita berdua pergi segala urusan di sini akan terbengkalai "


" tapi aku sedikit khawatir, setidaknya klo ada Aldo ada orang yang akan menjagamu "


" ya udah kamu hati hati ya aku pasti akan sangat merindukanmu "


" tentu aku pun sama nanti kita akan video call setiap malam agar rasa rindumu sedikit terobati " Shofia mengangguk cepat.


" ya udah ayo turun sarapan yang lain pasti pada nunggu "


" ayo " lalu mereka berdua melangkah menuju lift turun ke bawah untuk sarapan bersama.


" papi jadi pergi ke Amerika sekarang? " tanya Kyara saat mereka sudah duduk di meja makan


" ya sayang kamu baik baik ya di rumah jaga mami dan oma oke!"


" oke siap papi "


" anak pinter " sambil mengusap pucuk kepala sang putri."


" kamu jadi mau nganter sampe bandara Shofia? "


" ya ma sekalian antar Kyara sekolah "


" kamu hati hati ya Rey "


" ya ma " kemudian mereka berempat mulai menikmati sarapan mereka "


selesai sarapan mereka langsung berangkat menuju bandara sedang Aldo sudah stand bay menunggu di ruang tamu

__ADS_1


" ma aku berangkat ya ma "


" hati hati sayang jangan lupa kasi kabar "


" ya ma " kemudian Rey istri dan anaknya langsung masuk ke mobil dan perlahan mobil bergerak meninggalkan mansion.


Kyara segera turun dari mobil setelah mencium tangan dan pipi kedua orang tuanya


" belajar yang rajin sayang "


" ya mami , aku sekolah dulu ya "


" ya hati hati " ucap Rey dan Kyara pun segera masuk ke dalam gedung sekolahnya sedang Rey dan Shofia kembali melanjutkan perjalanannya menuju bandara.


sampai di bandara Aldo segera membuka pintu mobil untuk Rey dan istrinya. kemudian menurun kan koper milik Rey.


Shofia bergelayut manja sambil terus memegang tangan suaminya seolah tidak ingin melepaskan suaminya


Rey mengajak Shofia duduk di kursi tunggu


" sayang udah jangan nangis mas pergi kan cuman sebentar "


" ya aku tau tapi aku nggak tau kenapa aku melo kayak gini ya " sambil mengusap air matanya


" sayang kamu klo nangis gini mas nggak jadi berangkat ni "


" hik hik ..he he " Shofia berusaha tersenyum


" aku nggak papa kok kamu berangkat aja toh ini juga buat masa depan kita masa depan anak anak juga, aku menangis karena nggak pernah pisah lama sama kamu "


" ya mas janji nanti setelah anak kita lahir kemanapun mas pergi melakukan perjalanan dinas mas akan selalu mengajak kamu " ucap Rey sambil mengusap bahu istrinya.


" selama mas nggak ada, kamu baik ya disini jangan terlalu capek "


" ya mas kamu sudah sepuluh kali bicara seperti ini " Rey terkekeh. memang jujur di lubuk hatinya yang terdalam sebetulnya Rey tidak ingin meninggalkan istrinya apa lagi saat ini ia sedang mengandung.


tak lama terdengar pengumuman keberangkatan pesawat menuju Los Angeles Rey segera bangun dari duduk nya menatap wajah istrinya menghapus air matanya


" ya udah mas berangkat ya kamu baik baik di rumah mas titip mama dan Kyara juga jagoan jagoan kita " sambil sedikit menunduk lalu menciumi perut sang istri.


" hik hik. ya mas kamu tenang aja aku pasti akan jaga mereka baik baik, kamu juga jaga diri baik baik jangan lupa kabari aku segera setelah kamu sampai di sana "


" tentu sayang " lalu Rey mencium pipi kening hidung dan terakhir bibir istri. Shofia mencium tangan suaminya ntah kenapa terasa berat sekali harus melepaskan suaminya tapi dia tidak boleh egois, toh suaminya di sana karena pekerjaan.


" Al aku titip keluarga dan perusahaan kabari aku jika terjadi sesuatu " ucapnya sambil menepuk bahu asistennya sedang shofia masih tetap berada di pelukan suaminya.


" baik tuan, anda hati hati di jalan "


" ya makasih Al" kemudian Rey melepas pelukannya dan melangkah sambil menarik kopernya masuk menuju pesawat yang siap akan mengantarnya menuju Los Angeles Amerika Serikat.


*****


kasi dukungan kalian dong para reader's ku dengan meninggalkan jejak like komet dan masukan ke favorit ya agar rangking novel ini terus naik

__ADS_1


__ADS_2