MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 183


__ADS_3

pagi ini mereka bangun kesiangan efek dari Rey yang meminta jatah dua kali tadi malam


" mas..bangun ini sudah jam 6 kita terlambat sholat subuh " ucap Shofia sambil membangunkan Rey.


Shofia dengan tergesa gesa masuk ke kamar mandi diikuti Rey suaminya mereka mensucikan diri lalu segera melaksanakan sholat subuh. selesai sholat Shofia kembali masuk ke kamar mandi sedang Rey memilih rebahan kembali di ranjang


" aaaakh... " Shofia menjerit karena terpleset dikamar mandi. Rey yang mendengar suara jeritan istrinya segera meloncat dari ranjang


" maaas... tolongin aku...! " teriak Shofia


" sayang kamu kenapa? " tanya Rey saat melihat Shofia terduduk di lantai kamar mandi


" aku terpleset mas.. "


" Allahu akbar kok bisa sih kamu nggak mau pelan pelan jalannya " ucap Rey sambil berusaha memapah tubuh istrinya


" aduh mas perut aku mulas" ucap Shofia


" apa kamu mau melahirkan? tapi kata dokter kan masih tiga minggu lagi, ya udah kita ke dokter sekarang " ucap Rey lalu mengangkat tubuh istrinya keluar kamar turun ke lantai dasar


" ma..mama tolong aku ma, Shofia tadi kepeleset di kamar mandi dan perutnya sakit katanya, aku mau bawa dia ke rumah sakit tolong mama jagain kyara ya " ucap Rey sambil terus menggendong istrinya.


" ya Allah kok bisa sih...ya udah kamu hati hati telpon mama klo ada apa apa " ucap mama Widya sambil mengikuti Rey dari belakang


" ya ma "


" mas.. sakit .. " rintih Shofia


" sabar sayang kita ke rumah sakit sekarang. mang udin cepat siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang "


" baik tuan" lalu mang udin segera membukakan pintu mobil untuk tuannya setelah itu ia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


" mas kok tambah mules ya.. " rintih Shofia


" sabar sayang sebentar lagi kita sampai " ucap Rey sambil mengelus kepala sang istri kemudian beralih pada perutnya


" hay boys jangan nakal ya di perut mami kasian mami kesakitan " ucap Rey sambil mengelus elus perut Shofia. dan benar saja mules yang tadi di rasakan nya Perlahan menghilang. melihat istrinya sedikit tenang Rey mengambil ponselnya berusaha menghubungi asisten nya


" ya tuan " jawab Aldo


" kamu segera hubungi pihak rumah sakit Shofia tadi terpeleset jadi aku khawatir atas kondisinya apalagi dia merasa perutnya sakit " perintah Rey


" baik tuan saya akan segera hubungi pihak rumah sakit" dan ponsel pun dimatikan


" auw..mulesnya datang lagi mas... " ucap Shofia sambil meremas lengan suaminya.


" sabar sayang kita sedikit lagi nyampe, mang tolong di percepat lagi kasian Shofia kesakitan" ucap Rey panik. mang udin mengangguk.


" mas di elus kayak tadi biar mulesnya berkurang " ucap Shofia di sela sakitnya


" iya sayang " dan Rey pun kembali mengusap usap perut istrinya.


saat Rey mengelus elus perut istrinya tiba tiba sebuah cairan keluar dari jalan lahir istrinya


" sayang kamu ngompol? " tanya Rey saat melihat pakaian Shofia basah


" sayang sepertinya air ketubannya pecah " kata Shofia berusaha untuk duduk tegak namun di cegah Rey


" trus gimana ini sayang apa dia mau lahir sekarang? " ucap Rey panik " hay boys kamu tahan ya jangan keluar sekarang kita akan sampai sedikit lagi oke.. " ucap Rey sambil terus mengusap perut istrinya.


setibanya di rumah sakit mereka langsung disambut oleh dokter kandungan dan juga beberapa perawat serta bidan dan dokter anak tidak ketinggalan Rey langsung mengangkat tubuh istrinya memindahkan nya pada ranjang rumah sakit. lalu beberapa perawat mendorongnya masuk ke kamar bersalin. Shofia masih menahan sakitnya.


"dok tadi sepertinya air ketubannya sudah pecah " ucap Rey sambil ikut mendorong ranjang pasien.


" baiklah klo gitu kita langsung lakukan USG untuk mengetahui kondisi janinnya " ucap dokter obgyn


beberapa perawat menyiapkan alat USG setelah mereka tiba di ruang bersalin. perawat meletakkan gel di perut Shofia dokter farah segera memeriksa kondisi janin tersebut.


" kondisi bayinya sehat dan ini juga sudah cukup untuk di lahirkan cuman posisi bayinya tidak memungkinkan untuk dilahirkan secara normal " tutur dokter Farah

__ADS_1


" lakukan yang terbaik dok " ucap Rey cepat


" oke klo begitu kita akan lakukan SC, em kapan nona terakhir makan dan minum? " tanya dokter


" tadi malam dok jam satu malam " jawab Shofia di sela sakit nya.


" oke kita akan akan ambil tindakan tiga jam lagi "


" kenapa tiga jam lagi apa tidak bisa secepatnya? liat istri saya sudah kesakitan kayak gitu saya nggak tega melihat istri saya sudah merasa kesakitan " ucap nya dengan nada sedikit meninggi.


" tuan memang harus seperti itu prosedur nya lagipula kondisi bayi masih aman jadi anda tenang saja rasa sakit itu normal untuk seorang ibu yang akan melahirkan "


" tapi dok.. "


" maas sudah nggak papa kok aku masih bisa nahan kamu yang tenang ya.. " kini malah Shofia yang menenangkan suaminya.


" tapi sayang.. "


" udah daripada kamu protes lebih baik kamu pijit pinggul aku rasanya sakit " ucap Shofia dan Rey pun menurut


" sayang yang keras dong mijitnya nggak kerasa banget "


" sudah sayang nanti klo terlalu keras kamu kesakitan "


" ssstttt" Shofia mendesah menahan sakit di pinggang dan perutnya


" sakit sekali maaas.. " rintih Shofia sambil mencengkram tangan Rey


" iya sayang kamu istigfar yang banyak ya sayang, oh ya mama Rika belum diberi tahu aku telpon mama dulu ya? " dan Shofia mengangguk.dan Rey segera mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku untuk menghubungi mama mertua nya.


" hallo ma "


" ya Rey ada apa ? "


" ini ma Shofia sekarang ada di rumah sakit sepertinya ia akan melahirkan "


" ya ma tadi Shofia kepleset di kamar mandi trus ketubannya pecah " tutur Rey


" astaghfirullah halazhim ya udah mama segera ke rumah sakit sekarang, tapi Shofia baik baik aja kan bayi kalian juga "


" ya ma Allhamdulilah semuanya baik "


" ya syukur lah klo gitu mama siap siap dulu "


" ya ma nanti mang mang udin jemput mama "


" nggak usah Rey mama naik taksi aja "


" ya sudah klo gitu mama hati hati ya ... assalamu'alaikum "


" ya waalaikum salam " Rey pun mengakhiri panggilannya.


" gimana apa kata mama mas " tanya Shofia


" mama sebentar lagi ke sini " jawab Rey


" gimana apa masih sakit? " tanya Rey sambil kembali mengusap perut sang istri.


" ya sebentar hilang sebentar sakit " ucap Shofia.


setengah jam kemudian seorang bidan dan perawat mendekat untuk kembali memeriksa kondisi Shofia dan janinnya.


" permisi tuan saya akan memeriksa kondisi janinnya " ucap salah satu bidan sambil membawa alat pemeriksa detak jantung.


" detak jantungnya normal dok "


" klo begitu sekarang pasang infusnya " perintah dokter


" sus tolong periksa tekanan darah pasien "

__ADS_1


" baik dok "


" bagaimana nona masih terasa sakit? tahan ya nona bayangkan saja sebentar lagi dedek kembarnya akan bertemu maminya " dokter memberi semangat.


" sis tolong bilang pada perawat jaga untuk menyiapkan ruang operasi "


" baik dok " dan salah satu perawat keluar dari ruangan tersebut.


" tok.. tok... " permisi " ucap Vania yang muncul dari pintu lalu melangkah mendekati Sahabat nya


" pagi tuan Rey, hay shof gimana kabar loe "


" sakit.. sakit banget "


" ya itu normal klo nggak sakit bayinya nggak akan keluar, wah gua senang banget gua bakal dapat ponakan baru dua pula " gurau Vania


" loe sudah nyiapin nama nggak buat baby kembar loe "


" udah, udah mas Rey yang menyiapkan, ya kan mas" ucap Shofia berbinar sehingga ia sedikit lupa dengan rasa sakitnya. .


" hem " jawab Rey.


" auw... sstttt sakiit... " sambil meremas tangan suaminya


" sabar ya shof bentar lagi loe bakal ketemu sama bayi bayi tampan loe "


" tapi sakit banget Van.. "


" ya memang begitu klo orang mau melahirkan klo loe mau gigit gigit aja tangannya pak Rey supaya sakitnya sedikit berkurang " saran Vania sontak Rey melototkan matanya


" kamu klo mau kasi saran yang bener " ucap Rey


" he he soalnya gitu yang sering saya liat pak " balas Vania sedang Rey hanya menggelengkan kepalanya.


" dok gimana kapan operasinya dilakukan kasian istri saya dok "


" baik tuan sebentar lagi pasien akan di pindah kan ke ruang operasi " jawab dokter


" sus segera pasang infusn?rya "


" baik dok " dan suster mulai melakukan tugasnya memasangkan jarum infusnya pada pergelangan tangan Shofia.


dan di saat bersamaan mama Rika datang dan langsung masuk ke ruangan tersebut.


" sayang.. " sapa mana Rika sambil mencium kening putrinya


" ma sakit ma... "


" ya sayang kamu kuat kamu pasti akan baik baik saja bayi bayi mu juga mama yakin, sekarang kamu tenang dan banyak berdoa ya.." Shofia mengangguk


" Shofia akan segera di operasi ma karena posisi spalah satu bayi nya nyungsang"


" ya nggak papa yang penting ibu dan bayi kalian selamat "


" baik klo begitu pasien akan segera kami pindah kan ke ruangan operasi " ucap dokter Farah.


" mas kamu ikut kan menemani ku ? "


" ya sayang mas akan ikut temani kamu " jawab Rey. dan Shofia pun segera di bawa ke ruang operasi.


" sayang maaf ya mama baru datang " ucap mama Widya yang baru tiba


" nggak papa ma do'ain kau ya ma semoga operasi nya berjalan lancar aku dan bayinya selamat "


" ya tentu mama selalu do'ain kamu yang penting kamu tenang mama yakin semua akan berjalan lancar " ucap mama Widya.


Shofia di dorong menuju ruang Operasi.


" saya rasa keluarga cukup sampai di sini " ucap dokter Farah dan di sana juga sudah ada dokter anak dokter anastesi bidan dan juga tiga orang perawat. shofia pun masuk ke ruang operasi

__ADS_1


__ADS_2