
Rey masih menatap shofia yang terlelap disamping kyara. Kyara tidur sambil memeluk tubuh shofia.
" dari melihat sikap dan bahasa tubuhnya sepertinya dia wanita yang tulus tapi mengapa dulu mama sampe mentransfer uang sebanyak itu ke dia ? untuk apa coba? klo karena uang mengapa dia tidak menggunakan uang yang aku berikan sama sekali? " pikir Rey. lalu melangkah kembali ke kamarnya.
jam dua malam shofia terbangun karena ingat klo dia belum melaksanakan kewajibannya melaksanakan sholat isya.
perlahan shofia memindahkan kepala kyara yang tidur di lengannya keatas bantal. kemudian keluar dari kamar kyara menuju kamarnya
shofia membuka pintu dengan pelan takut yang di dalam terbangun kemudian dia langsung masuk ke kamar mandi untuk berwudhu lalu sholat isya dan sholat malam dia panjatkan segala doa dan harapan di sepertiga malam.
selesai sholat dia kembali ingin merebahkan tubuhnya di sofa perlahan dia mendekati ranjang untuk mengambil bantal sesaat dia pandangi wajah tampan suaminya
" aku berharap kamu bisa mencintaiku suatu saat nanti dan kita bisa menjadi suami istri yang seutuhnya menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. " ucapnya dalam hati.
shofia pun tidur di sofa hingga pukul lima pagi, alarmnya berbunyi dia segera bangun dan merapikan bekas tidurnya lalu melangkah ke kamar mandi membersihkan diri lalu sholat.
selesai sholat dia bangunkan suaminya untuk segera sholat subuh. Rey segera turun dari ranjang nya dan masuk ke kamar mandi tidak ada percakapan diantara mereka lalu shofia memilih turun ke bawah untuk ikut menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh keluarga. walau di rumah ini sudah banyak ART namun Shofia tetap ikut membantu di dapur.
sedang Rey selesai sholat dia memilih untuk oleh raga di ruang fitnes pribadinya hingga jam tujuh barulah dia siap siap untuk berangkat ke kantor.
pagi ini sesuai jadwal mama Widya akan berangkat ke Eropa liburan bersama teman teman arisannya
" ma maaf nanti aku nggak bisa antar mama ke bandara soalnya jam delapan aku ada janji ketemu klien nggak papa kan ma? " ucap Rey setelah menyelesaikan sarapannya
" ya nggak papa biar mama naik taksi online aja " ucap mamanya
" biar aku aja yang nganter mama, lagian aku hari ini jadwal sore, tapi klo kita antar kyara ke Sekolah nya dulu nggak papa kan ma? " kata shofia
" nggak papa tapi apa kamu nggak sibuk shof? mama nggak papa kok berangkat sendirian " ucap mama mertuanya lagi
" nggak papa kok ma lagian aku nggak ngapa ngapain juga pagi ini " kata shofia lagi
" klo begitu mama hati hati ingat telpon aku klo mama sudah sampai " ujar Rey
" iya kamu tenang aja " jawab mamanya
" klo begitu aku berangkat dulu ma, assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " jawab mamanya
lalu Rey pun pamit dengan mencium punggung tangan mamanya dan kyara pun demikian.
" papi kok mami nggak salim sama papi? " tanya Kyara, sontak Rey sedikit kaget, ia diam sesaat lalu kemudian dia ulurkan tangannya ke Shofia dan shofia pun mencium tangan suaminya. setelah itu Rey melangkah keluar menuju mobil yang sudah siap dengan Aldo duduk di depan kemudi
tak lama Shofia mama dan kyara pun meninggalkan mansion dengan diantar mang udin sebagai sopir tujuan pertama mereka adalah mengantarkan Kyara ke sekolah setelah itu barulah mereka berangkat ke bandara.
" sayang kamu belajar yang rajin, dan jangan nakal, trus jangan nyusahin mami kamu terus ya? oma pasti bakal kangen sama kamu nanti! " ucap omanya ketika mereka sudah tiba di depan sekolah kyara.
" Oke..! siap oma, dan aku juga pasti kangen oma " sambil memeluk omanya.
" nanti oma bakal telpon kamu terus " kata omanya
" ya udah masuk sana oma berangkat dulu kamu baik baik ya selama oma tinggal "
" ya oma, oma tenang aja kan sudah ada mami sama papi " ucap Kyara
" klo begitu mami tinggal ya trus nanti mami nggak bisa jemput kamu, mami tugas malam hari ini " ucap shofia sambil membelai rambut kyara
" trus aku bobo, siapa yang nemenin? " ucap kyara
" kan ada papi ada nany juga di rumah " kini omanya yang menjawab
__ADS_1
" tapi aku maunya sama mami..! " rengek kyara
" sayang mami kan cuman satu malam besok malam mami bobo sama kyara lagi, klo mami nggak ke rumah sakit kan kasian pasiennya nggak ada yang periksa " bujuk shofia
" tapi janji ya cuman satu malam? " kata Kyara
" iya sayang, " jawab Shofia lagi
" ya udah klo gitu boleh deh " kata kyara
" nah gitu dong ini baru anak mami " ucap shofia sambil mencium pucuk kepala kyara
" ya udah klo gitu mami berangkat ya ke Bandara antar oma "
" iya mami..! oma hati hati ya ? " ucapnya sambil mencium tangan oma dan maminya
" ya sayang assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " jawab Kyara lalu ia pun melangkah masuk ke dalam kelasnya.
Shofia dan mamanya kembali masuk ke dalam mobil untuk menuju bandara
" shof gimana hubungan mu dengan Rey apa baik baik saja? " tanya mama Widya ketika mobil mereka sudah melaju meninggalkan sekolah Kyara
" baik ma?" jawab shofia tanpa berani menatap mama mertuanya
" mama tau Rey belum bisa membuka hatinya untuk kamu dan belum bisa mencintai kamu, maafin dia ya shof tapi mama yakin dengan sikap dan ketulusan mu dia pasti akan jatuh cinta sama kamu, dan mama harap kamu mau lebih bersabar " ujar mama mertuanya
" iya ma Terima kasih sudah mendukung aku " jawab shofia sambil menggenggam tangan mertuanya.
" Rey bersikap seperti itu mungkin luka yang dia rasakan dulu sangat membekas di hatinya sehingga dia seperti tidak percaya dengan wanita tidak percaya dengan cinta dan mama harap kamu bisa membuka hati dan pikiran nya, jadi tolong beri dia cinta dan kasih sayang yang banyak mama yakin suatu saat dia akan membuka hatinya untuk kamu " ucap mama mertuanya lagi
" iya sayang pasti, pasti mama selalu mendoakan kamu Rey dan juga Kyara dan mama juga akan terus dukung kamu " ucap mama Widya sambil menggenggam tangan menantu kesayangannya shofia.
tak terasa setelah satu jam lebih perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara. tampak disana sudah ada beberapa teman mama widya yang sudah tiba lebih dulu.
" shof kalau kamu mau pulang nggak papa kok toh mama sudah ada teman teman di sini" ucap mama mertuanya
" nggak papa ma aku tinggal? "
" nggak papa kok lagian kamu kan abis ini harus ke rumah sakit " ucap mamanya lagi
" ya udah klo gitu aku pulang ya? mama hati hati " ucap shofia memeluk mama mertuanya lalu mencium tangannya kemudian melangkah keluar menuju parkiran mobil.
" kita langsung pulang non? " tanya mang udin setelah mobil bergerak perlahan meninggalkan bandara
" iya mang langsung pulang aja " ucapnya. kemudian mobil pun semakin jauh meninggalkan bandara menuju mension.
setibanya di mension Shofia langsung disambut bi jum
" non Shofia pasti capek sebentar bibi ambilkan minum " ucap bi jum lalu masuk ke dapur dan disusul Shofia di belakang nya dan duduk di meja makan.bi jum menyerahkan minuman dingin kepada shofia
" Terima kasih bi " ucap Shofia sambil menerima minuman lalu meminumnya
" apa nyonya sudah berangkat non? "
" sekarang mungkin sudah karena tadi saya disuruh pulang duluan karena disana sudah ada teman teman mama " terang Shofia.
" oh ya non Shofia apa mau bibi siapkan makan siang sekarang? " tanya bi jum
" nggak usah bi nanti saja saya mau istirahat sebentar dan tolong nanti bangunkan saya jam dua ya bi! " ucap Shofia
__ADS_1
" baik non " jawab bi jun, lalu Shofia pun naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
jam dua siang shofia turun ke bawah untuk makan siang
" non Shofia mau bibi siapkan makan siang? " tanya bi jum
" nggak usah bi biar saya nyiapin sendiri "
" maaf non jangan begitu biar bibi yang layani. non Shofia sekarang kan sudah jadi istrinya tuan Rey jadi sudah sepantasnya kami melayani, sekarang non Shofia duduk dulu biar bibi yang nyiapin " ujar bi jum dan shofia pun menurut.
" bi jum sudah makan? " tanya shofia
" nanti saja non bibi makan " ucap bi jum
" klo begitu sekarang temani saya makan " ucap Shofia sambil mengambilkan piring untuk bi jum dan meletakkannya di meja makan di sampingnya.
" ayo bi duduk saya nggak suka klo makan sendirian " ucap shofia
" ini perintah lho, bi jum bilang saya kan istri tuan Rey jadi bibi juga harus mendengar perintah saya bukan? " tambah Shofia
" tapi non bibi nggak..! "
" udah ayo duduk nggak akan ada yang mengadu kok " potong Shofia dan akhirnya bi jum pun ikut duduk makan di meja makan yang sama dengan shofia.
" bi jum ayo ni dimakan!
nih lauknya yang banyak dong " ucap Shofia sambil meletakkan beberapa lauk diatas piring bi jum
" udah non ini udah cukup " ucap bi jum sungkan
" oh ya bi, bi jum sudah lama kerja di sini? " tanya shofia di sela makannya
" sudah non sejak tuan Rey masih kecil kira kira seumur non kyara, bibi sudah kerja di sini" tutur bi jum
" berarti sudah lama ya, apa bibi punya keluarga? "
" ada non anak bibi di kampung dia jadi bidan di kampung dan itu juga berkat kebaikan tuan Rey yang mau membiayai anak bibi semenjak suami bibi meninggal tuan Rey yang menanggung biaya sekolah anak bibi " cerita bi jum
" oh ya? "
" iya non, tuan Rey sebenarnya dia laki laki baik ramah dan penyayang dan sejak mamanya non kyara pergi meninggalkan nya sifatnya jadi berubah, cepat marah dan menjadi sosok pendiam " cerita bi jum lagi
" oh ya bi apa tuan Rey pernah punya kekasih setelah itu ? " tanya Shofia
" wah bibi kurang tau non tapi setau bibi sih nggak ada cuman ada yang deket itu siapa namanya?? "
" stela! " jawab shofia
" ah iya nona stela, " jawab bi jum
" apa mereka pacaran bi?" tanya Shofia y6 lagi.
" Wah klo itu bibi kurang tau non karena yang bibi liat sikap tuan Rey biasa aja, mereka itu berteman sejak sekolah SMA non trus kuliah juga bareng " tutur bi jum sedang shofia hanya menganggukkan kepalanya
" oh ya udah,bibi habiskan makannya saya mau ke atas dulu siap siap berangkat ke rumah sakit " ucap shofia lalu bangkit dari duduknya naik ke lantai atas menuju kamarnya.
******
maaf ya lama nunggu makasih yang masih setia dengan cerita aku lope lope buat kalian dan tetep dukungannya like dan komen serta vote kalian
happy Reading 😘😘😘
__ADS_1