
" papi aku senang papi sudah bangun " sambil terus memeluk tubuh Rey yang kini sudah terbebas dari alat alat medis yang menempel pada tubuhnya hanya selang infus yang masih melekat di pergelangan tangannya.
" aku kangen banget sama papi soalnya papi lamaaa sekali tidurnya "
" hem papi juga kangen sama kamu gimana kabar mami apa kamu menjaga mami dengan baik? "
" ya papi aku sering pijitin kaki mami klo mami pulang dari bekerja "
Rey merenggangkan pelukannya berusaha menatap wajah putrinya
" mami bekerja? " tanya Rey lalu beralih menatap mamanya dan juga Aldo
" ya Rey karena selama kamu menghilang dan tak sadarkan diri para pemegang saham meminta tetap ada pemimpin perusahaan karena itu menurut mama Shofia lah yang paling pantas tapi kamu tenang saja Aldo dan Cindy selalu ada membantunya " tutur mama Widya yang tidak ingin Rey kepikiran.
" tapi ma dia sedang hamil besar bagaimana keadaannya bagaimana kondisi kehamilannya apa baik baik saja? "
" kamu tenang saja Shofia dan bayi bayimu baik baik saja mereka sangat kuat "
" syukurlah klo begitu. aku ingin cepat pulang bisakah kau usahakan pengobatanku di pindah kan ke Indonesia saja Al ? "
" tapi apa kamu yakin al perjalanan LA ke Indonesia itu tidak sebentar "
" kita bisa pakai jet pribadi kita ma nanti minta dokter yusuf dan juga beberapa dokter untuk mendampingi aku selama dalam perjalanan, aku khawatir dengan Shofia kasian dia sendiri nggak ada yang menjaga "
" di rumah sudah ada mama Rika dan juga Vania yang menemani jadi lebih baik kamu fokus saja dulu dengan kesembuhan mu. "
" tapi aku tetep saja tidak tenang aku kepikiran Shofia terus, Al segera kamu konsultasikan sama dokter " perintah Rey
" baik tuan saya akan segera membicarakan dengan dokter yang merawat Anda"
" ma jam berapa sekarang? " tanya Rey
" sekarang jam dua siang kenapa? "
" nggak aku ingin mengubungi Shofia tapi sepertinya sekarang sedang tengah malam di Indonesia"
" ya biarkan dia istirahat nanti saja kita hubungi dia "
" ya ma "
" ya sudah kamu istirahat jangan banyak bicara dulu mama dan Kyara keluar sebentar Kyara belum makan siang dari tadi, ayo sayang .."
" ya oma, papi aku keluar dulu ya..! nanti aku ke sini lagi.. "
" ya sayang " lalu mama Widya dan Kyara keluar dari ruangan tersebut untuk makan siang. sementara Aldo masih setia menemani Rey di ruangan itu.
satu jam kemudian pintu ruangan terbuka tampak tiga orang perawat masuk dengan membawa ranjang pasien rencananya Rey akan di pindah kan dari ruang ICU ke ruang perawatan.
Rey kini berada di ruang VVIP tampak mama Widya dan Kyara serta Aldo menemani.
" oma kita bobok di sini aja ya temani papi " pinta Kyara
" ya sayang nanti kita bermalam di sini saja abis ini kita ambil barang barang kita dari hotel"
" tok tok.. "
" al ada yang ketok pintu " ucap mama Widya
" sebentar nyonya " Aldo melangkah menuju pintu dan membuka nya
__ADS_1
" selamat sore Aldo gimana kabar tuan Rayyan ? " tanya Mandez yang datang bersama Alex tadi Aldo menelponnya mengatakan klo Rey sudah sadar
" dia sudah sadar dan kondisinya sudah mulai membaik silahkan masuk "lalu Mendez dan Alex masuk ke dalam ruangan perawatan Rey
" selamat sore tuan Rayyan nyonya, hay nona kecil kamu pasti Kyara kan..! " sapa Mandez dan Kyara hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis
" bagaimana kondisi anda tuan aku mohon maaf atas kejadian ini, semua gara-gara aku tuan mengalami semua nya "
" ya nggak papa ini juga sudah terjadi kita kan tidak tau kejadiannya akan seperti ini " balas Rey
" tapi aku sungguh menyesali kejadian ini dan aku pastikan semua sudah diurus dengan baik oleh anak buah ku dan juga Alex, oh ya kenalkan dia Alex dia temanku sengaja datang dari Jerman untuk membantu menangani kasus ini kemarin " tutur Mandez
" hay Alex " sapa Alex sambil mengulurkan tangannya
" Rayyan... Terima kasih lex atas bantuan mu "
" nggak masalah "
" oh ya ada yang ingin aku bicarakan dengan anda karena menurut Aldo dua hari lagi anda akan kembali ke Indonesia " ucap Mandez
" ya benar aku sudah tidak betah berada di sini lagipula aku kepikiran dengan istri ku yang sedang hamil besar saat ini "
" ya aku paham "
" ma bisakah mama membelikanku buah potong aku sangat ingin memakannya " pinta Rey yang tidak ingin pembicaraan nya di dengar oleh mama dan Kyara karena dia ingin merahasiakan nya dulu terhadap mama dan juga Kyara tentang siapa dalang dari penculikan nya.
" baiklah klo begitu mama keluar sebentar ayo sayang kita belikan papa buah potong "
" ayo aku juga mau beli es krim oma "
" ya boleh ayo.. " lalu oma dan cucu tersebut meninggalkan ruang perawatan Rey.
" aku sungguh tidak menyangka Eliza bisa melakukannya " Rey mulai buka suara setelah mama dan juga putrinya keluar dari ruangan tersebut.
" saat ini aku ingin dia mendekam di penjara untuk waktu yang cukup lama agar dia tidak akan bisa mengambil hak asuh putri ku lagi "
" anda tenang saja tuan saya sudah menemukan beberapa bukti kejahatan dari Nona Eliza, dia sempat menyuap hakim untuk mempercepat proses persidangan dan ia juga sudah mendatangkan saksi palsu di pengadilan belum lagi ia terlibat kasus pencucian uang atas kasus korupsi salah satu pejabat daerah " tutur Aldo
" apa kau sudah mendapatkan semua buktinya?" tanya Rey berusaha meyakinkan
" sudah tuan "
" oke bagus kita akan lakukan penangkapan di saat yang tepat untuk sementara waktu ikuti saja permainan nya karena klo dia menyadari kita tau bahwa dia pelakunya aku takut ia akan menyakiti istriku karena aku berada di sini sekarang "
" baiklah aku harap semua dapat berjalan lancar "
" amin "
" lalu bagaimana dengan ketua mafia yang kalian tahan? " tanya Rey lagi, tadi sewaktu mama Widya keluar untuk makan siang Aldo sudah menceritakn apa yang terjadi semuanya
" aku sebetulnya enggan untuk membiarkan ia hidup tapi demi kepentingan penyelidikan aku terpaksa membiarkan nya. " ucap Alex
" ya aku masih membutuhkannya untuk proses pengadilan " ujar Rey
" dan kau sendiri bagaimana Mandez bagaimana perasaanmu pada Eliza karena setahuku kau sangat mencintainya bahkan kau tega menghianati istrimu dan kehilangan sebagian saham di perusahaan mu demi mempertahankan nya " sindir Rey dengan senyum mengejek
" cck sudah kau tak usah bahas itu aku anggap semua sudah berakhir"
" lalu apa kau tidak berniat kembali pada istri mu? " tanya Rey lagi
__ADS_1
" tidak aku rasa ini sudah keputusanku, aku tidak mau menjalani pernikahan dengan ke pura puraan kau tau kan aku dan istri ku kita sama sama berhianat " ujar Mandez lagi
" ya semua terserah kau saja karena kau yang menjalani " balas Rey yang kini hubungan mereka semakin akrab
" baiklah kalau begitu kita pamit mungkin kau harus banyak istirahat semoga kau lekas pulih sekali lagi aku minta maaf atas kejadian ini "
" sudah kau tidak perlu minta maaf ini toh bukan salahmu lagian aku yang seharusnya berterima kasih karena sudah membebaskan ku "
" itu sudah menjadi tanggung jawabku karena kau tamuku jadi aku yang harus bertanggung jawab " kata Mandez lagi lalu dia menepuk bahu Rey kemudian berbalik hendak keluar dan bersamaan dengan itu Kyara tiba dengan membawakan buah potong untuk papinya
" papi ini aku bawakan buah potong untuk papi" sambil meletakkannya di atas nakas di samping ranjang pasien
" kamu sudah pulang? makasih sayang "
" Mr mau pulang? " tanya Kyara
" ya sayang mr pulang dulu kamu jagain papi kamu baik baik ya..!"
" siap mr aku akan jagain papi aku dengan baik Mr tenang aja "
" anak pintar oke aku pulang dulu besok aku ke sini lagi jenguk papi kamu "
" makasih Mr " lalu Mandez keluar dari ruangan tersebut bersama Alex.
" Rey gimana apa sudah ketemu siapa dalang dari penculikan kamu? " tanya sang mama sambil membuka box berisi buah potong dan menyuapkan ke mulut Rey
" belum ma orang suruhannya masih belum sadarkan diri " bohong Rey
" mama berharap semoga dalangnya cepat terungkap mama takut dia akan menyakiti kamu atau anggota keluarga kita yang lain"
" ya ma mama tenang saja aku sudah meminta Aldo untuk menjaga keluarga kita "
" bagus klo begitu, lalu apa kamu sudah bicara pada dokter untuk pindah perawatan ke Indonesia? "
" sudah Nyonya saya sudah bicara pada dokter dan saya juga sudah menghubungi Dokter Yusuf untuk datang ke sini bersama beberapa dokter dan perawat mendampingi tuan saat kembali ke indonesia " lapor Aldo
" lalu bagaimana apa di perbolehkan"
" dokter masih akan mengobservasi tuan selama dua hari ini jika tidak ada keluhan maka dokter mengijinkan "
" bagus lah klo begitu mama kepikiran Shofia terus kasian dia sendirian apalagi beberapa hari lagi keputusan sidang akan di bacakan "
" cepat sekali ma? " tanya Rey
" ya mama juga tidak tau kasus ini seperti di paksakan biasanya akan memakan waktu berbulan bulan lah ini tidak sampai dua bulan kasusnya sudah hampir selesai "
" Al apa kamu sudah menyiapkan segala sesuatunya ? " tanya Rey
" sudah tuan bahkan dokter yang akan mendampingi anda sudah siap untuk berangkat"
" bagus lah klo begitu"
" Rey mama mau menghubungi Shofia dia belum tau kalo kamu sudah sadar "
" nggak usah ma biar kita kasi kejutan saja nanti untuk Shofia toh dua hari lagi kita akan kembali "
" ya terserah kau saja "
" tuan nyonya klo begitu saya permisi sebentar ada urusan yang akan saya kerjakan saya ingin mengecek semua persiapan keberangkatan tuan nanti "
__ADS_1
" ya pergilah urus semua dengan baik Al "
" baik tuan permisi" Aldo pamit undur diri keluar dari ruangan tersebut.