MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 122


__ADS_3

setelah menerima telpon dari Rey mama widya segera masuk ke kamar anak menantunya


" tok.. tok.. shofia mama boleh masuk? "


" masuk aja ma " kemudian mama widya melangkah masuk ke dalam kamar Rey dan tampak kyara sedang memijit kaki maminya.


" lho kyara belum bobok? "


" aku belum ngantuk oma, lagian aku mau temani mami kasian sendirian, kan aku udah janji sama papi bakal jagain mami" ucap kyara sambil terus memijit kaki sang mami


" ah cucu oma emang pinter tapi sayang sekarang sudah malam kamu tidur gih sekarang biar oma yang jagain mami, kamu bobo sama Nany ya! "


" ya sayang besok kan kamu harus sekolah mami nggak papa kok kan sekarang ada oma yang nemenin " kata shofia


" ya udah aku bobo dulu ya mami, oma " pamit kyara kemudian mencium pipi sang mami dan juga omanya lalu berjalan keluar dari kamar orang tuanya.


sepeninggal kyara mama widya duduk di tepi ranjang menatap wajah shofia, tampak matanya memerah seperti habis menangis


" sayang kamu kenapa hem" tanya mama widya sambil memegang tangan menantu nya


" nggak papa ma "


" jangan bohong mama tau kok kamu abis menangis, kenapa apa masalah Rey? " tanya mama widya dan shofia langsung memeluk mama mertuanya dan menangis sesegukan.


" mas Rey ma hik.. hik mas Rey sudah hianati aku ma, tadi mas Rey dan Eliza..! " shofia nggak sanggup melanjutkan ucapan nya


" sayang liat mama " kemudian shofia merenggang kan pelukannya lalu memandang wajah mama widya


" Rey sudah cerita semuanya sama mama "


" Hu hu benar kan ma dia selingkuh dan dia akan balik lagi kan sama mantannya dulu " tangis shofia semakin pecah.


" shofia dengarin mama dulu, Rey cerita kejadian sesungguhnya dan itu tidak seperti yang kamu pikirkan, Rey tidak melakukan apa apa dengan mantan istri nya itu "


" tapi ma wanita itu hampir tanda busana dan mas Rey hik hik sedang dikamar mandi mereka seperti orang yang habis melakukan.. Hu hu "


tangisnya lagi


" sayang begini, Rey memang saat itu hendak ke kamar mandi dan wanita itu tiba tiba datang abis itu Rey tiba tiba mual mual jadi dia langsung pergi ke kamar mandi, dan mama percaya sama putra mama, mama faham betul sikap Rey dan sifat anak mama dan mama yakin dia sangat setia sama kamu, jadi kamu percaya ya "


" tapi ma.. "


" shofia kamu itu menikah dengan seorang CEO mapan ditambah dia juga laki laki tampan pasti banyak wanita wanita di luar sana yang menginginkan suami kamu jadi mulai sekarang harus tahan dengan semua taktik wanita penggoda di luaran sana, yang ingin menghancurkan hubungan kalian, mereka tidak akan peduli apakah laki laki itu sudah beristri atau belum jadi tugas kamu adalah percaya dengan suami kamu, dan jangan mudah terbawa emosi, curiga boleh tapi jangan asal menuduh cari kebenarannya dan hadapi itu dengan tenang " tutur mama widya


" iya ma tapi rasanya sulit sekali "


" iya mama tau itu sulit tapi ingat, jika kita tersulut emosi kemudian kita bertengkar dengan suami kita maka mereka akan bersorak gembira karena itulah tujuan mereka, membuat kita marah dengan pasangan bertengkar dan akhirnya berpisah " ucap mama widya lagi dan shofia terdiam berusaha mencerna apa yang dikatakan mama mertuanya.


" udah sekarang kamu istirahat tenang kan fikiran kamu ya! jangan berpikir yang macam macam kasian bayi kamu dan Seandainya Rey sampai berbuat macam macam, mama sendiri yang akan membuat perhitungan sama dia jadi kamu tenang aja ya! " ucap mama Widya lagi


" ya ma makasih sudah nenangin aku "


" ya sayang sekarang kamu tidur sudah makan malam "


" ya ma " kemudian mama widya keluar dari kamar shofia setelah melihat menantunya lebih tenang.


shofia merebahkan tubuh nya berusaha memejamkan matanya namun hingga satu jam kemudian ia belum bisa memejamkan matanya. shofia bolak balik mencari posisi yang nyaman namun tetap matanya sulit dipejamkan. shofia yang terbiasa tertidur di pelukan suaminya kini merasa sesuatu yang hilang dalam hidupnya


begitu juga dengan Rey tampak gelisah tidak bisa memejamkan matanya ingat akan sang istri.


Aldo yang melihat bosnya gelisah hanya menggelengkan kepalanya


" tuan apa tuan merindukan nona shofia? " tanya Aldo namun Rey tak menjawab


" apa tuan mau saya telpon nona shofia? "


" hem coba kau telpon dia aku ingin tau keadaan nya " ucap Rey


kemudian Aldo menghubungi shofia yang memang belum bisa tidur


shofia langsung mengangkat telpon dari Aldo


" ya Al ada apa? "


" maaf nona apa nona baik baik saja? "


" iya aku baik baik saja mana suamiku " tanya shofia


" apa nona mau bicara dengan tuan? "


" memang dia sedang bersama mu? "


" ya nona tuan ada bersama saya sekarang tuan saat ini tidur di kamar saya " mendengar itu shofia semakin lega.

__ADS_1


kemudian Aldo mengarahkan telpon nya ke arah Rey


" hay kamu belum tidur " sapa Rey dengan pandangan sayu,


" belum " jawab shofia sambil menggeleng kan kepalanya


" kenapa belum tidur ini sudah malam " ucap Rey lembut


" aku nggak bisa tidur "


" apa kamu lapar? " shofia kembali menggeleng kan kepalanya


" trus? " tanya Rey namun shofia tiba tiba menangis


" sayang jangan nangis sungguh mas nggak ngelakuin apa apa sama Eliza kamu percaya ya? "


" bukan itu " ucap shofia


" trus kenapa menangis? "


" aku kangen nggak bisa tidur karena nggak kamu peluk " ucap shofia dan Rey menarik nafas lega sambil menarik sudut bibirnya, sedang Aldo hanya pura pura tidak mendengar dan memilih duduk di sofa sambil menonton acara TV membiarkan suami istri tersebut melepas rindu.


" ya udah kamu maunya gimana sekarang ? " tanya Rey lagi dan shofia pun bingung maunya apa karena saat ini suaminya berada jauh di Singapura


" oke klo begitu, mas akan temani kamu sampai kamu tertidur ya! " dan shofia pun mengangguk


" bagaimana kondisi kamu apa bayi kita merepotkan mu hari ini ? '


" nggak mas mereka sangat anteng dan nggak bikin aku susah"


" ah syukur lah klo begitu " ucap Rey terus berbincang dengan sang istri


" mas kenapa kamu pake handphone Aldo memang ponsel kamu mana? "


" aku sengaja pinjem ponselnya Aldo soalnya klo aku yang telpon ntar kamu nggak angkat lagi "


" iya maaf tapi tetep kamu harus jelasin kejadian tadi siang walaupun mama sudah jelasin tadi tapi tetep aku mau kamu jelasin langsung nanti"


" ya nanti saat di rumah mas akan jelasin " kata Rey lagi. dan shofia mulai menguap


" udah kamu tidur sepertinya kamu sudah mengantuk "


" tapi ponselnya jangan di matiin sebelum aku tidur "


setelah melihat istrinya tertidur Rey kemudian mematikan ponselnya.


pagi hari Rey kembali merasakan perutnya nggak enak dia muntah muntah di kamar mandi dan Aldo dengan sigap membantu bos dengan memijit tengkuk Rey


" sepertinya kita harus ke rumah sakit tuan saya takut kondisi anda akan semakin parah "


" nggak usah kamu panggil saja dokter suruh datang ke sini aku nggak mau ke rumah sakit "


" baik tuan nanti saya minta pihak hotel untuk memanggil dokter ke sini " ucap Aldo kemudian menghubungi pihak hotel untuk mendatat seorang dokter


dan pagi itu Rey hanya mampu sarapan dengan teh hangat dan juga roti panggang.


begitu selesai sarapan pintu kamar diketuk Aldo segera membukakan pintu kamarnya, tampak pelayan hotel dan bersama seorang laki laki berpakaian jas putih dan dapat di pastikan bahwa dia seorang dokter.


" permisi tuan ini dokter yang anda pesan tadi "


" oh ya silahkan masuk dok " dokter itupun masuk sedangkan pelayan tadi ijin meninggalkan kamar tersebut


" siapa yang sakit" tanya sang dokter


" atasan saya dok, dari kemaren dia muntah muntah terus " terang Aldo kemudian dokter tersebut mulai memeriksa kondisi Rey yang berbaring di atas ranjang.


" apa anda punya alergi dengan makanan? " tanya sang dokter


" nggak dok "


" apa ini setiap hari dan setiap waktu anda rasakan "


" ya terutama saat pagi hari dan saya sangat mual ketika mencium aroma parfum dan juga saya tidak bisa mencium aroma masakan itu akan menyebabkan saya mual dok " cerita Rey


" sejak kapan anda merasakan mual mual begini? "


" sejak kemaren dok " tutur Rey dan sang dokter mengangguk anggukan kepalanya.


" maaf tuan klo boleh saya tau apa anda memiliki seorang istri? " tanya dokter itu lagi


" kenapa memang apa hubungannya saya mual mual dengan punya istri ! " jawab Rey sedikit sewot


" sekali lagi maaf karena dari hasil pemeriksaan saya sementara anda sehat sehat sehat saja cuman dari gejala yang anda ceritakan tadi ada kemungkinan berhubungan dengan istri anda "

__ADS_1


" ya saya punya istri kenapa? " ucap Rey


" apa istri anda saat ini sedang hamil? "


" kenapa anda tau klo istri saya sedang hamil ?" tanya Rey lagi semakin heran dan sang dokter hanya tersenyum


" jadi menurut saya saat ini anda sedang mengalami sindrom couvade atau kehamilan simpatik "


" apa itu? " tanya Rey penasaran


" jadi kehamilan simpatik itu terjadi ketika suami ikut merasakan gejala gejala kehamilan


yang dialami sang istri dan ini terjadi karena stres dan rasa empati suami terhadap istrinya yang sedang mengandung. " terang dokter


" apa ini berbahaya dok" tanya Rey lagi


" umumnya sih tidak berbahaya dan ini akan hilang sejalan semakin bertambahnya usia kehamilan sang istri. "


" jadi hari ini saya hanya akan memberikan resep vitamin saja untuk tuan dan tetap paksakan agak bisa tetap makan " kata dokter itu lagi


" baik dok Terima kasih " ucap Rey dan dokter itupun pamit kemudian diantar oleh Aldo hingga depan pintu kamar.


setelah mendengar keterangan dokter tadi Rey menjadi sedikit lega.


"tuan bagaimana apa anda bisa ke perusahaan sekarang? " tanya Aldo sesaat setelah dokter itu pergi.


" ya aku merasa sudah baikan jadi kita ke perusahaan sekarang kita bereskan masalah ini secepatnya. "


" baik tuan " lalu mereka berdua segera berangkat ke perusahaan yang ada di Singapore tersebut.


sesampai di sana dengan segala bukti yang ada Rey dan Aldo langsung masuk ke ruang manager kemudian meminta sang manager memanggil kepala devisi keuangan .


kepala devisi terlihat gemetar saat berhadapan dengan bos tertinggi perusahaan dan tiba tiba langsung bersimpuh berlutut di hadapan Rey


" maafkan saya tuan saya tidak bermaksud melakukan kecurangan tapi saat itu saya memang butuh uang istri saya sakit keras dan harus di lakukan operasi ginjal dan saya tidak tau harus mencari di mana jadi tolong jangan laporkan saya ke polisi tuan saya ngaku salah jadi tolong maafkan saya " isaknya sambil memeluk kaki Rey


" lepaskan kakiku jangan merengek seperti itu kenapa baru sekarang kamu menyesal " ucap Rey dengan sorot mata yang tajam


"saat itu saya panik dan saya takut kehilangan istri saya tuan jadi saya mohon ampuni saya, " ucapnya lagi seketika Rey merasa iba


" kamu jangan coba coba membohongi kami " kini Aldo ikut berbicara


" sungguh tuan saya berani bersumpah saat ini istrinya sedang masa pemulihan di rumah sakit"


" kalau istri mu sakit kenapa kau tidak mengatakannya ke perusahaan mungkin perusahaan bisa membantu, tapi kenapa kau malah melakukan kecurangan di perusahaan. " kini manager yang angkat bicara


" maafkan saya tuan saya khilaf dan saat itu saya malu harus mengadu ke perusahaan karena hutang saya sudah ada di perusahaan ,"


" tolong tuan saya akan melakukan apa pun asal saya jangan di penjara saya rela kerja di sini tanpa di gaji asal saya jangan di penjara, istri dan anak saya pasti sangat sedih dan mereka pasti kecewa karena papanya sudah melakukan korupsi " tangisnya pilu.


Rey diam sejenak tiba tiba dia teringat sang istri dan membayangkan bagaimana jika itu terjadi pada istri nya, ah dia tidak bisa membayangkan.


Rey menarik nafas dalam beberapa saat kemudian dia kembali berbicara


" baiklah saya akan mempertimbangkan terlebih dahulu keputusan saya sekarang silahkan kamu kembali ke ruangan mu dan apapun keputusan nanti saya harap kamu bisa menerimanya " ucap Rey lagi.


setelah kepala devisi keuangan itu keluar dari ruangan tersebut Rey kembali mendiskusikan langkah apa yang harus diambil.


" maaf tuan selama yang saya tau memang selama ini kinerjanya cukup bagus dan dia termasuk karyawan yang rajin dan selama ini catatan kepribadiannya juga cukup bagus " kata kepala manager.


" kamu cari tau sebelumnya di mana dia bekerja dan cari tau juga kondisi istrinya aku nggak mau salah dalam mengambil keputusan" ucap Rey.


" baik tuan " kemudian Aldo membuka laptopnya mencari tau tentang riwayat hidup kepala devisi tersebut.


" saya akan menyuruh orang kita untuk mengecek keadaan istrinya tuan " kata manager


" hem bagus saya ingin semua masalah ini bisa selesai secepatnya " ujar Rey


" baik tuan " kemudian sang manager menelpon seseorang untuk mengecek kondisi istri dari damian kepala devisi keuangan.


sambil menunggu hasil penyelidikan Rey memilih untuk rebahan di sofa ruang manager tersebut.


" tuan apa anda butuh sesuatu saya liat anda sedikit pucat " ucap sang manager


" ya kondisiku kurang Vit apa kamu bisa meminta sekertaris mu untuk membelikan aku es krim "


sang manager sedikit kaget begitu pula aldo mereka saling tatap namun sedetik kemudian Aldo faham ini mungkin pengaruh dari apa yang di terangkan dokter tadi pagi


" sudah suruh saja sekertaris mu itu untuk mencarikan es krim untuk tuan Rey.! " kata Aldo


" ha iya tentu tuan " kata sang manager kemudian menelpon sekertaris nya


untuk membelikan es krim untuk sang CEO.

__ADS_1


__ADS_2