
shofia dan vania keluar dari counter makanan dan saat ini mereka memasuki sebuah salon kecantikan
" kita mau ngapain di sini ? bukannya kita mau belanja? " tanya shofia
" iya belanjanya nanti tapi kita kesini dulu gua mau merubah penampilan loe " ucap vania
" tapi tunggu sebentar gue ijin mas Rey dulu "
" kan tadi loe udah ijin"
" ya gua mau ijin pake uangnya "
" iya elah shof perasaan itu sudah jadi hak loe kali "
" iya tapi gue nggak enak klo make nya terlalu banyak, sebentar ya! " lalu shofia mengeluarkan ponsel dari dalam tas gendong nya kemudian menghubungi suaminya Rey.
" hallo assalamu'alaikum mas "
" waalaikum Salam, gimana sudah jalan jalannya? "
" enggak kok mas sekarang aku masih di mall bareng vania,mas lagi ngapain? "
" biasa lagi meriksa beberapa berkas, oh ya ada apa tumben nelpon di jam kerja "
" ehm gini mas aku boleh nggak gunain uang yang kamu kasi ke aku ? "
" ha ha kenapa harus ijin sih ya boleh lah itu kan hak kamu! kenapa apa uangnya kurang? nanti mas transfer "
" eh nggak kok ini masih banyak dan sudah cukup "
" emang kamu mau beli apa sih kok pake ijin segala "
" itu mas aku mau beli keperluan aku saja "
" oh ya kamu pake aja nggak usah ijin. udah nanti klo kamu mau beli sesuatu dan uangnya kurang kamu telpon aku ya! "
" iya mas Terima kasih klo gitu aku tutup telponnya assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " lalu shofia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. lalu mereka segera masuk ke dalam salah satu salon kecantikan yang ada di dalam mall tersebut.
"selamat siang mba ada yang bisa kami bantu! "
sapa salah seorang pekerja salon tersebut.
" gini mba saya mau mba merapikan rambut teman saya ini trus sekalian alisnya yang agak tebal di rapiiin sedikit "
" baik mba silahkan duduk " lalu shofia pun nurun duduk di depan kaca kemudian petugas salon segera merapikan rambut shofia sedang vania memperhatikan dari samping
" rambut anda bagus mba coba sering sering di urai begini pasti mbaknya tambah cantik " puji pekerja salon tersebut
" tuh denger shof jadi rambut loe jangan di iket melulu, sekalian di krim bath ya mba" sambung vania
" baik mba "
kemudian dengan telaten pekerja salon tersebut menggunting serta merapikan rambut shofia setelah itu langsung melakukan krim bath. selesai merapikan rambut berlanjut melakukan perawatan wajah hingga hampir satu jam setengah barulah ritual perawatan di salon selesai di lakukan.
" wah penampilan loe lebih fresh sekarang dan ingat mulai sekarang loe nggak boleh mengikat rambut loe "
" tapi kan gerah van"
" iya hanya waktu waktu tertentu aja ya udah ayo cepetan loe bayar abis ini kita langsung shoping " lalu shofia melangkah menuju kasir untuk membayar.
selesai dari salon mereka berdua langsung berburu pakaian vania memilihkan beberapa potong pakaian untuk shofia
" udah van jangan terlalu banyak di lemari gua udah banyak pakaian kayak gini" ucap shofia
" trus kenapa loe nggak pake "
" ya karena gua lebih suka pake celana jeans "
" hey nyonya ingat ya sekarang loe tu istrinya
CEO jadi loe harus jaga penampilan ayo " ucap vania.
setelah mendapatkan beberapa potong pakain kini mereka beralih ke toko sepatu mencari sepatu yang cocok di padu padan kan dengan pakaian yang sudah mereka beli tadi.
" van gue rasa ini sudah cukup "
" Oke klo begitu sekarang kita beli perlengkapan make up buat loe " lalu vania berjalan menggiring shofia menuju counter make up vania memilih beberapa produk yang rekomended
hampir empat jam lamanya mereka berada di dalam mall tersebut
" gimana ada lagi yang mau loe beli? "
" gue rasa ini udah cukup lagian kaki gue pegel keliling keling tari tadi "
" ya udah klo gitu kita pulang sekarang " ajak vania dan mereka berdua pun berjalan keluar dari mall tersebut.
" van kita beli minuman dingin dulu sebentar gua haus "
__ADS_1
" he he iya gua juga haus ayo..! di sana ada stand penjual minuman" dan mereka pun berjalan menuju stan penjual minuman.
setelah membayar dua botol minuman dinginnya mereka berdua segera menuju parkiran di basemant mall tersebut dan masuk ke dalam mobil.
"van loe beliin perlengkapan make up kayak gini tapi gua kurang faham cara pakainya "
" tenang aja ntar gua ajarin loe cara makainya " ucap vania.
sesampai di mension mereka berdua segera turun shofia menurunkan semua belanjaannya dan mengajak vania duduk di ruang tamu
" shof kamu sudah pulang? eh ada tamu " sapa mama widya yang baru turun dari tangga.
" iya tan gimana kabar tante "
" alhamdulillah baik kalian dari shoping nih? " kata mama widya
" iya ma "
" tumben kamu belanja begini banyak "
" iya ma aku lagi kepingin aja "
" trus ini apa make up? nah gitu dong shofia kamu juga harus memperhatikan penampilan kamu " kata mama mertuanya
" iya betul itu tante, kita kan tau siapa suaminya soalnya saingan dia di luar sana kan banyak ya kan tan? tadi aja dia udah ketemu saingan terberat nya "
" maksud kamu? "
" ah nggak kok ma jangan dengerin vania "
" bener kan tan kita kan tau siapa pak Rey perempuan mana coba yang bisa menolak pesonanya dan namanya laki laki kalo di pepet terus, lama lama kan tergoda juga "
" iya kamu bener van walau tante yakin sih anak tante nggak bakal tergoda dan berbuat macam macam "
" iya ma aku percaya dan maafin vania ya , vania..! elo ya "
" lah gua ngomong apa adanya dan gua kan nggak bilang pak Rey itu tergoda atau tidak dan kita kan nggak tau "
" ya shof kata vania benar biar bagaimana pun suami kamu itu seorang pengusaha sukses dan sudah pasti banyak wanita di luar sana dan menginginkan Rey maka itu kamu juga harus memperhatikan penampilan kamu asal jangan berlebihan. ya udah lanjutkan kegiatan kalian mama mau keluar jemput kyara "
" ya ma, maaf ya ma aku nggak bisa jemput kyara "
" iya nggak papa klo gitu mama tinggal ya, assalamu'alaikum "
" waalaikum Salam hati hati ma "
" hati hati tan " kemudian mama widya melangkah meninggalkan mereka berdua menuju pintu utama
" oke "
" oh ya loe mau minum apa? "
" nggak usah nanti aja tadi kan kita udah habis minum "
" ya udah ayo kita ke lantai atas " shofia dan vania pun melangkah menuju lantai atas dan masuk ke salah satu kamar tamu yang dulu menjadi kamar shofia.
mereka meletakkan perlengkapan make up di depan meja rias
" shof sekarang loe cuci wajah loe trus bersihin pake pembersih ini " ucap vania dan shofia pun menurut apa yang di perintahkan shofia padanya.
setelah itu vania mulai mengaplikasikan make up ke wajah shofia mengajarkannya bagaimana menggunakan eyeliner yang benar eye shadow, blush on dan juga maskara. hampir satu jam mereka berkutat dengan peralatan make up
" gimana hasilnya? " tanya shofia
" wah loe cantik bangat shof, benar kan kata gua loe itu udah cantik tinggal di poles dikit makan kecantikan loe akan semakin terpancar"
" ah loe bisa aja muji gua "
" beneran, shof sekarang giliran loe memperaktekkan yang gua ajarin tadi "
" oke sekarang loe duduk biar gua dandani "
" nggak nggak jangan gua"
" trus siapa dong? "
" loe culik aja salah satu nany di sini, untuk loe jadiin kelinci percobaan "
" ah iya ide loe bentul juga " kemudian shofia pun menelpon bi jum untuk meminta salah satu nany di sana membawakan minuman dan camilan untuk mereka berdua. tak begitu lama salah satu nany pun masuk membawa nampan berisi minuman dan camilan untuk mereka berdua.
" mba bisa minta tolong nggak " ucap shofia
" iya non apa yang bisa saya bantu " ucap nany tersebut sambil menatap wajah berbeda dari nyonya mudanya
" eemh kamu mau ya jadi model make up aku "
" ha apa non? "
" ya aku mau dandani kamu kamu mau ya sebentar aja "
__ADS_1
" oh gitu ya non, ya boleh non "
" oke klo begitu kamu duduk sini " ucap shofia dan nany itupun menurut duduk di depan meja rias.
" kamu tenang aja wajah kamu bakal jadi cantik kok, nanti klo nggak cantik kami minta ganti rugi aja sama nyonya loe " celetuk vania
" van elo, nggak kok mba make up nya nggak tebal kok "
" iya non nggak papa kok " jawab nany itu. senang karena bisa duduk satu ruang bersama nyonya mudanya dan bisa mengakrabkan diri.
memang shofia sangat ramah dengan semua pekerja yang ada di mension dan dia sangat menghargainya. hingga tak heran mereka semua sangat senang dan menyayangi istri tuan mudanya.
shofia pun dengan telaten mulai mempraktikkan apa yang baru saja dia pelajari hingga tiga puluh menit kemudian
" sudah sekarang buka mata kamu " ucap shofia
" wah non saya cantik sekali " ucap nany tersebut
" woowh benar kamu tampak lebih cantik dan mata mu juga lebih tajam " puji vania
" makasih berarti gua lulus ya " ucap shofia pada sahabatnya
" ya lumayan lah sekarang loe tinggal main warna aja menyesuaikan dengan acara dan juga gaun yang loe gunakan" ucap vania lagi
" ya udah mba kamu boleh keluar dan ini untuk beli Sabun muka " ucap shofia sambil memberi satu lembar uang merah dari dalam tasnya
" aduh non nggak usah saya senang kok bisa di dandani kayak gini "
" ya nggak papa ini buat kamu " ucap shofia sambil mengerahkan kembali uang tersebut
" udah ambil aja mba rezeki jangan di tolak "
" iya udah klo begitu makasih non saya permisi dulu klo begitu "
" ya silahkan " lalu nany itupun meninggalkan kamar tersebut.
" shof gua juga mau pamit nih udah sore"
" loe nggak makan malam di sini aja "
" nggak ah nanti nyokap gua nyariin gua "
" ya udah klo gitu makasih ya loe udah bantuin gua hari ini. but the way loe minum dulu air nya"
" ah iya kebetulan gua haus" kemudian vania pun meneguk jus mangga yang sudah di sugukan tadi.
" gua pulang ya ingat mulai besok loe harus praktikkan ilmu yang sudah gua ajarin ke loe "
" ya loe tenang aja " kemudian vania pun pamit undur diri dengan di antar shofia sampai di depan pintu rumah.
sesampai di depan pintu mama widya dan kyara kebetulan baru tiba dari sekolahnya
" mami..! "
" eh anak mami sudah pulang gimana di sekolah tadi lancar belajarnya? "
" lancar mi tadi aku dapat bintang 5 di sekolah "
"oh ya wah hebat anak mami "
" halo kyara tante nggak di sapa ni "
" hay tante! " tante kapan aku di ajak nonton lampu lampion lagi di taman" ucap kyara pada vania
" nanti ya klo tante nggak sibuk kita jalan jalan di taman lagi "
" oke tante aku tunggu loe janjinya "
" iya sayang, tan aku pamit dulu " pamit vania pada mama widya
" lho nggak nunggu sekalian makan malam di sini "
" nggak usah tan makasih lain kali aja "
" ya udah kamu hati hati ya "
" ya tan assalamu'alaikum "
" waalaikum salam" jawab mereka serempak.
" ayo sayang kita masuk " ajak shofia ketika vania sudah menghilang dari gerbang kediaman mereka.
"mami kok cantik hari ini"
" oh ya Makasih sayang " ucap shofia ketika mereka menaiki anak tangga
" sayang kamu mandi dulu mami juga mau mandi "
" aku mau mandi sama mami "
__ADS_1
" ya udah nanti mami mandiin" ucap shofia lalu masuk ke dalam kamar putrinya untuk segera memandikannya.