
" al kita kembali ke kantor sekarang"
" baik tuan "
" dan ingat segera kau carikan pengawal untuk Shofia segera aku mau besok pengawal itu sudah ada di hadapanku " ucap Rey lagi sambil berjalan menuju lift.
" baik tuan, apa tuan punya kriteria tertentu? "
" tentu, aku mau pengawal itu perempuan dan memiliki ilmu bela diri yang bagus " ?
" baik tuan"
" sekarang kita kembali ke perusahaan " ajak Rey saat mereka sudah keluar dari lift kemudian mereka berdua melangkah keluar dari gedung rumah sakit kembali ke perusahaan.
sementara Shofia segera mencuci wajahnya yang sembab sehabis menangis
" tok.. tok.. " Shofia bisa gua masuk " panggil Vania
"masuk aja Van.. " Vania masuk ke dalam
" hey.. loe kenapa nangis..? jangan nangis dong ntar baby twins loe ikutan sedih "
" he he.. nggak kok " Shofia tersenyum hambar
" kenapa laki loe marah ya.. "
" ya dia marah benget emang gua salah ya baik sama Eliza ? "
" ya mungkin pak Rey hanya kecewa aja tapi gua yakin nanti juga marahnya hilang, udah loe jangan sedih gitu " hibur Vania
" sekarang loe mau kemana? " tanya Vania saat melihat Shofia bangun dari duduknya.
" gua mau ketemu direktur rumah sakit gua mau minta maaf untuk kejadian tadi, pasti mas Rey sudah marah habis habisan " ujar Shofia.
" ya udah ayo gua antar " mereka pun melangkah menuju ruang direktur
" tok.. tok.. permisi pak boleh saya masuk? " ucap Shofia
" oh nona Shofia silahkan masuk " ucap direktur rumah sakit sambil berdiri melangkah menuju pintu.
" silahkan duduk nona..ada apa? ada yang bisa saya bantu? " tanya direktur sambil duduk di hadapan Shofia
" begini pak saya mau minta maaf atas kejadian tadi anda pasti kena imbas atas kecerobohan saya dan juga kemarahan suami saya tadi " ucap Shofia
" ya nggak papa nona saya mengerti dan anda sebaiknya tidak usah memikirkan hal itu, sekarang sebaiknya anda pikirkan kehamilan dan kesehatan anda saja nona "
" ya tapi saya tetap harus minta maaf karena perbuatan saya bapak dan yang lainnya kena masalah"
" ya nggak papa nona kita sudah biasa mengahadapi sikap tuan Rayyan seperti itu jadi anda tenang saja, tuan memang akan marah Apabila menyangkut orang orang yang ia sayangi jadi anda tenang saja, oh ya untuk satu minggu ke depan anda sebaiknya istirahat dulu di rumah tenangkan fikiran anda nona "
" tapi saat Insya Allah nggak papa kok pak "
__ADS_1
" nona please ini perintah suami anda tuan Rey jadi mulai besok suami anda sudah mengajukan cuti untuk anda satu minggu ke dapan " ujar direktur rumah sakit. Shofia menghela nafasnya
" baiklah pak klo begitu saya permisi " pamit Shofia lalu melangkah lesu keluar dari ruangan direktur.
" gimana sudah? " tanya Vania yang menunggu nya di luar
" hem dan kayaknya beberapa hari kedepan gua nggak masuk "
" kenapa? "
" tadi kata manager rumah sakit mas Rey mintain gue cuti beberapa hari nggak masuk, dan menurut gue itu berlebihan " ucap Shofia kesal.
" udah loe nurut aja dari pada laki loe tambah marah nantinya " Shofia hanya mendesah panjang
" ya udah kita ke ruang jaga sekarang " ajak Shofia.
" ya ayo " dan mereka pun berjalan menuju ruang jaga.
sore hari seperti biasa Shofia pulang di jemput mang udin. sesampainya di mansion Shofia langsung masuk ke dalam kamarnya sengaja ingin menunggu Rey pulang. namun hingga menjelang magrib Rey tak kunjung pulang.
" tok.. tok.. permisi non ditunggu nyonya besar untuk makan malam "
" ya bi sebentar saya turun " jawab Shofia dan ia pun merapikan sedikit penampilan nya kemudian turun ke bawah.
" ma mas Rey belum pulang ya? "
" belum kenapa? emang dia nggak bilang mau lembur atau apa gitu? " Shofia menggelengkan kepalanya .
" sayang kamu sama nany dulu belajar nya ya... abis gitu cuci kaki terus tidur " ucap Shofia setelah mereka selesai makan malam.
" ya mami "
" anak pinter sini kiss dulu "cup" lalu Shofia mencium kedua pipi dan kening putri sambungnya itu.
" sama oma juga dong " kata mama Widya dan Kyara pun mendekati omnya dan ia juga menerima ciuman selamat malam dari omanya.
setelah Kyara naik ke kamarnya
" ada apa cerita sama mama "
" ma aku sebelum nya mau minta maaf sama mama klo aku selama ini nggak jujur sama mama sama mas Rey klo selama ini aku sering berhubungan dengan Eliza dan aku juga sering menghubungi nya " cerita Shofia, mendengar itu mama Widya sedikit kaget.
" tapi kenapa kamu kan tau bagaimana Rey membenci Eliza setelah apa yang dia lakukan terhadap Rey terhadap keluarga kita "
" ya ma aku tau tapi aku kasian melihat kondisinya ma waktu itu asisten nya datang menemuiku dan menceritakan kondisi Eliza bahkan ia beberapa kali berniat mengakhiri hidupnya " lalu Shofia pun mulai menceritakan semua nya pada mama Widya.
Mama Widya mengusap punggung tangan menantunya tersebut
" sayang mama tau maksud kamu baik tapi tidak semua maksud baik kita bisa di terima oleh orang lain apalagi Rey yang notabene sudah sangat terluka dengan sikap Eliza seharusnya kamu pikirkan juga perasaan Rey "
" ya ma aku ngaku salah dan aku takut mas Rey marah sama aku ma "
__ADS_1
" udah kamu tenang aja Rey nggak akan marah cuman mungkin sekarang ia hanya butuh waktu saja untuk menenangkan diri, sekarang kamu istirahat dan jangan terlalu di pikirkan kasian bayi kamu ya. " ujar mama Widya
" ya ma tapi nanti mama bantu aku ya agar mas Rey nggak lama lama marahnya sama aku "
" ya nanti mama usahakan bicara sama Rey. sekarang sudah tidur sana istirahat.. " lalu mama Widya membimbing Shofia masuk ke dalam kamarnya.
di dalam kamar Shofia tidak bisa memejamkan matanya ia tatap jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi belum ada tanda tanda suaminya itu akan pulang. lalu ia raih ponselnya berusaha menghubungi Rey suaminya namun hingga tiga kali panggilan tidak di jawab oleh Rey. Shofia menghapus air matanya kemudian memilih merebahkan tubuhnya di ranjang namun ia tetap matanya tak mampu terpejam.
Shofia kembali meraih ponsel nya dan kali ini ia mencoba menghubungi asisten suaminya
" ya hallo nona "
" Al apa mas Rey bersamamu? "
" ia nyonya tuan bersama saya di kantor kami sedang lembur malam ini karena ada proyek penting yang harus kami selesaikan nona "ucap Aldo
" apa dia sudah makan? "
" sudah nona kami baru saja selesai makan "
" oh ya sudah, oh ya kenapa telpon ku tidak diangkat apa ponsel nya di silent? "
" ya seperti nya begitu karena kami tidak mendengar panggilan telpon masuk karena tadi kami tadi ada meeting dengan klien jadi ponsel tuan sengaja di silent oleh tuan Rey " bohong Aldo
" oh gitu ya udah nanti sampaikan salamku ke mas Rey bilang jangan bekerja sampai larut "
" baik nona nanti saya sampaikan " lalu panggilan pun berakhir.
sementara Rey sedang duduk di meja kerjanya dengan Aldo yang setia menemaninya
" tuan apa anda tidak pulang ini sudah jam 9 malam tuan " tanya Aldo
" kenapa kalo kau mau pulang silahkan pulang duluan "
" tidak tuan, saya hanya takut nona Shofia mencemaskan anda " jawab Aldo Rey tak bergeming
" tuan ponsel anda berbunyi " ucap Aldo lagi Rey melihat sebentar tampak nama istrinya yang sedang menelponnya namun Rey tidak menjawabnya.
" kenapa anda tidak menjawabnya tuan? "
" sudah biarkan saja " kata Rey kemudian kembali fokus pada berkas berkas di hadapannya. hingga tiga kali panggilan dari Shofia tak dihiraukannya.
dan beberapa menit kemudian kini giliran ponsel Aldo berdering
" nona Shofia tuan "
" kau angkat saja dan load speaker " Aldo mengangguk lalu Aldo menyentuh warna hijau pada ponsel nya sedang Rey hanya menyimak pembicaraan antara istri dan asistennya tersebut
" sepertinya nona sangat menghawatirkan anda tuan " ujar Aldo setelah ia selesai melakukan panggilan telepon dengan istri atasannya tersebut.
" biar saja aku ingin menyelesaikan ini dulu agar pekerjaanku tidak numpuk kau tau kan sebentar lagi Shofia akan lahiran jadi pasti aku akan sibuk dengan bayi bayi kita nanti, ah menunggu mereka lahir aku jadi nggak sabar " ucap Rey dengan senyum mengembang di sudut bibirnya.
__ADS_1
jam pun terus bergerak Shofia duduk di sofa kamarnya sambil menonton acara televisi malam ini ia ingin menunggu suaminya pulang ia tidak ingin masalah ini berlarut larut ini harus segera di selesaikan. batinnya namun hingga pukul sebelas malam Rey tak kunjung pulang. karena rasa capek dan kantuk akhirnya Shofia pun tertidur di sofa dengan posisi miring. menghadap televisi di depannya.