MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 143


__ADS_3

dua hari kemudian di kediaman tuan Mandez tiba di Jakarta dan langsung menuju apartemen Eliza


" bagaimana apa kau sudah mengambil keputusan? " tanya Mandez saat mereka sedang duduk di kursi tamu di dalam apartemen Eliza


" ya aku sudah putuskan untuk ikut denganmu kembali ke Amerika "


" bagus kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, aku janji akan secepatnya menyelesaikan masalah ku dengan istriku setelah itu kita akan segera menikah " janji Mandez


" apa kata katamu bisa aku percaya? "


"ya tentu kau bisa pegang kata kataku "


" baiklah kapan kita akan berangkat ? tapi sebelum ke Amerika aku ingin bertemu dengan putriku terlebih dahulu " ucap Vania. memang setelah pelukannya pertama kali dia merasakan perasaan nya begitu hangat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


" nggak masalah nanti aku akan mengatakannya pada tuan Rayyan " ucap Mandez yang kini tangannya sibuk menyingkap dress yang di kenakan Eliza. dan mereka pun mulai kegiatan panas mereka di sofa ruang tamu Eliza.


sementara di mansion milik Rey tampak para pelayanan tengah sibuk menyiapkan acara 4 bulanan kehamilan Shofia.


mama Rika tengah sibuk di dapur dengan di bantu beberapa Nany tak ketinggalan Shofi pun ikut membantu di dapur sedang kyara jangan di tanya dia yang paling antusias saat acara cicip mencicipi.


jam 3 sore Vania tiba dan dia langsung sibuk ikut mengatur dan mentata hidangan


Shofia turun dari lantai atas mengenakan gaun putih panjang dengan rambut di sanggul ke atas. semakin menampakkan aura kecantikannya.


" udah Shof loe duduk aja loe kan bintangnya hari ini " cegah Vania tatkala Shofia ikut menata meja souvenir


" gimana loe masih galau gara gara cowok itu? "


" udah nggak usah sebut nama laki laki brengsek itu "


" ya bagus lah gua juga dari awal ngerasa tu cowok nggak baik "


" sayaang liat peci aku yang hitam nggak? " tanya Rey yang baru turun dari tangga


" itu loe mas di dalam laci lemari kamu mau diambilkan ta? "


" udah nggak usah biar mas ambil sendiri. " kata Rey kemudian kembali naik ke lantai atas.


" assalamu'alaikum semuanya " salam Aldo dengan pakaian koko berwarna biru


" Waalaikum salam " jawab Shofia


" eh Al mas Rey masih di atas sebentar lagi turun " kata Shofia lagi.


" iya nona "


" eh ya pak Al gimana lukanya apa sudah sembuh? " tanya Vania


" luka kenapa? " tanya Rey yang tiba tiba muncul


" eh anu tuan..! " jawab Aldo gugup


" itu pak Rey kemaren Aldo berantem sama Haris "


" apa berantem? berantem kenapa kok nggak cerita ama gue? " ucap Shofia


" itu apa..! ehm waktu itu pak Al nolongin gua saat berantem ama Haris dan trus yang gitu pak Aldo malah baku hantam sama Haris " tutur Vania


" oh pantas beberapa hari yang lalu bibirmu sedikit bengkak " ucap Rey


" iya tuan "


" ehem ehm ada kemajuan nih " sindir Shofia


" sayang udah, ayo ke sana tolong ambilkan puding itu aku ingin memakannya "


" oke sebentar " lalu Rey membimbing istrinya untuk menjauh dari sana agar tidak menggoda Aldo dan Vania.


" trus gimana apa dia masih nyariin kamu? " tanya Aldo sambil mengambil air mineral lalu meminumnya


" yah gitu lah, tapi saya sudah mati rasa sama tu orang dan parahnya lagi ternyata dia udah punya anak istri "


" oh ya darimana kamu tau? "

__ADS_1


" kebetulan teman kuliah aku itu tetangganya di kampung jadi dia ceritain semuanya


" wah benar benar benar brengsek itu orang, makanya kamu klo cari pacar itu pilih pilih dulu selidiki dulu gimana orangnya jangan asal di jadiin pacar " sindir Rey


" iya ya namanya juga lagi jatuh cinta, kata orang cinta itu buta, pak Al sih nggak pernah jatuh cinta "


" siapa bilang..! "


"emang pak Al pernah punya pacar?" tanya Vania


" ah sudah lah nggak usah di bahas, saya ke sana dulu bantu nyambut para tamu " ucap Aldo kemudian melangkah meninggalkan Vania menuju pintu utama ikut menyambut tamu yang datang. sedang Vania hanya menaikkan kedua bahunya laku ikut bergabung menyambut tamu para ibu ibu pengajian.


setelah acara pengajian dan doa bersama para tamu menikmati hidangan yang sudah di suguhkan dan yang terakhir pemberian bingkisan pada anak anak panti.


para tamu sudah pulang satu persatu begitu pula anak anak panti asuhan. kini tinggal keluar inti Aldo dan Vania yang masih duduk selonjoran di atas karpet tebal di ruang tamu yg cukup luas.


" Van kamu kapan nikahnya Shofia lho sudah hampir punya baby masak kamu belum " ucap mama Rika


" santai tan kiamat masih jauh " jawab Vania asal


" kamu jangan santai santai paling tidak kamu itu punya pacar lah dulu" kata mama Rika lagi


" aduh ma jangan gituin Vania nya dia lagi patah hati tuh..! " kata Shofia


" oh ya siapa laki-laki yang sudah bikin sakit hati kamu van ? bilang ke tante biar tante kasi pelajaran tu anak "


" tenang ma udah ada yang menghajar kok "


" oh ya siapa? jangan bilang kamu Shof " tanya mama Rika


" nggak lah ma tapi tu si Aldo " ucap Vania sambil menaikkan satu alisnya


" oh ya..? eh tapi kenapa kamu nggak sama Aldo aja Van? uh kalo kamu sama Aldo tante setuju banget, Aldo itu sudah tante anggap kayak anak tante sendiri " kini mama Widya berkomentar


" wah aku setuju pake banget sama mama " kata Shofia


" gimana Van? " tanya mama Widya


" ih tante apaan sih kok jadi aku dijodoh jodohin"


" nak Al kamu mau kan sama Vania " ucap mama Widya kepada Aldo yang posisinya agak jauh dan saat itu sedang ngobrol serius sama Rey


" iya tan! " jawab Aldo asal yang tidak begitu mendengar obrolan para wanita di sebelahnya


" tuh kan Aldo aja mau masak kamu nggak mau, Aldo itu pekerja keras mapan tanggung jawab kurang apa coba " kata mama Rika


" Shofia tolongin gua masak gua di jodohin sama manusia lempeng kayak pak Al "


" iya gue sih setuju aja bahkan pake banget " saut Shofia


" ih lho nggak asyik banget " sungut Vania


" udah van di coba aja lagian Aldo juga ganteng kayak opa opa Korea gitu " kata mama Widya


" idih tante kok tau opa opa Korea " kata Vania geli


" iya iyalah tau emang kalian aja yang suka drakor " kekeh mama Widya


" udah ya tante tante aku yang cantik udah ya godain Vania nanti dah Vania bawain cowok Vania dan bakal Vania kenalin ke kalian ok! "


" alah kapan itu ..! kamu tu emang kayaknya kudu di cariin " kata mama Rika belum menyerah


" ya bener nanti aku bawa ke depan tante calon aku "


"oke minggu depan ya tapi klo minggu depan kamu nggak bawak calon juga jadi kamu harus mau tante jodohin sama Aldo " ancam mama Rika


" iih tante kok gitu.. mama aku juga belum tentu setuju "


" siapa bilang..! mama kamu malah yang minta tante cariin kamu jodoh "


" tau ah terserah tante aja " ucap Vania merajuk dan disambut tawa semua orang


" ada apa sih kok heboh banget? " tanya Rey yang baru ikut duduk nimbrung bersama sedang Aldo melangkah sedikit menjauh seperti orang yang sedang melakukan panggilan telpon.

__ADS_1


" gini lho Al mama Rika berniat menjodohkan Vania dan Aldo gimana menurut kamu ? " tanya mama Widya


" ya aku terserah orang nya ma " jawab Rey


" nah bagus tu pak Rey " celetuk Vania


" ya Aldo itu orang nya pekerja keras tanggung jawab dan dapat di pastikan dia orangnya setia, buktinya dia belum bisa move on dari masa lalunya "


" maksud pak Rey? " tanya Vania begitu juga Shofia yang penasaran dengan kisah pribadi sang asisten suaminya.


" ah sudahlah.., kau Vania nanti tanya langsung ke orang nya "


" tapi mas aku pingin tau ceritanya " kini Shofia berkomentar


" udah itu cerita dulu nggak usah di bahas " ucap Rey


" sayang ih kok gtu aku kan penasaran " ucap Shofia sambil menggelayut manja di lengan suaminya


" udah nanti aja aku ceritain " ucap Rey sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


" maaf tuan di luar ada tamu mencari tuan" ucap salah satu Nany


" siapa bi? "


" nggak tau tuan tapi kayaknya bule bule gitu " kata Nany tersebut.


Rey mengerutkan alisnya kemudian melangkah menuju pintu di ikuti Shofia


" selamat sore tuan Rayyan..! maaf menggangu waktu santai anda "


" oh tidak apa apa silahkan masuk " ajak Rey


" tapi saya sebetulnya tidak sendiri, saya bersama bersama Eliza, sayang sini ! " panggil mandez


lalu Eliza keluar dari mobil dan melangkah mendekati Mandez


" oh ya apa ini istri anda tuan Rey? " tanya tuan Mandez


" ya ini istri saya namanya Shofia "


" senang bisa kenal dengan anda nona Shofia "


" oh ya sama sama " jawab Shofia


" klo begitu ayo silahkan masuk kita ngobrol di


dalam saja" ajak Rey lalu mereka masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.


" sekarang katakan ada perlu apa kalian tiba tiba datang ke kediaman saya " tanya Rey


" begini Eliza akan ikut denganku kembali ke Amerika karena kontrak kerjanya di sini telah usai jadi dia memutuskan untuk kembali ke Amerika denganku, ya kan sayang? " dan di jawab anggukan kepala oleh Eliza


" ya bagus lah klo gitu " jawab Rey


" tapi sebelum dia kembali dia ingin bertemu dengan Kyara putrinya " kata Mandez lagi. Rey dan Shofia saling tatap.


" bagaimana apa kalian ijinkan dia bertemu dengan putrinya.? "


" please sebentar aja ijinkan aku bertemu Kyara dan aku nggak tau kapan aku akan melihatnya lagi " ucap Eliza


" baiklah kamu boleh ketemu Kyara tapi dengan satu syarat, kamu nggak boleh mengatakan yang sebenarnya " ucap Shofia


" kenapa bukannya aku ini ibu kandungnya jadi dia berhak tau kebenaran ini " ucap Eliza dengan nada sedikit tinggi


" iya dia akan kami beritau suatu saat nanti pasti itu tapi tidak sekarang dia masih sangat kecil untuk faham hal ini jadi aku minta kamu jangan mengatakannya dulu untuk saat ini " kata Shofia.


" baiklah tapi suatu saat aku akan mengatakan kebenarannya pada Kyara " kata Eliza lagi


" ya nanti kami sendiri yang akan mengatakannya tapi tidak sekarang, kami menunggu saat yang tepat untuk mengatakannya karena saat ini dia masih sangat kecil untuk memahami semuanya " kata Shofia lagi


" ya apa yang dikatakan istriku benar jadi tunggulah sampai dia bisa berfikir lebih dewasa dan saat itu tiba kami pasti akan menceritakan kebenarannya pada Kyara " Rey ikut menimpali


" baiklah aku faham maksud kalian " ucap Eliza

__ADS_1


" siapa Rey? " tanya sang mama yang ikut keluar melihat siapa tamu yang datang


" Eliza!! " ucap mama Widya sedikit kaget


__ADS_2