
keesokan harinya Rey Shofia dan mama Widya siap siap berangkat ke pengadilan.untuk menghadiri sidang vonis atas kasus kejahatan Eliza.
" sayang kamu beneran mau ikut nanti si kembarj bagaimana? " tanya Rey yang agak keberatan jika Shofia meninggalkan ke dua bayi kembar mereka.
" sayang kan nggak lama juga lagian aku sudah nyimpan stok asi di lemari pendingin kan ada bi jum juga yang jagain, nggak papa ya aku ikut ..? aku kan ingin ketemu sama Eliza " rengek Shofia. Rey menarik nafas dalam dalam.
" ya udah tapi nanti nggak suka bersikap aneh aneh "
" ya.. !ya... ! jawab Shofia " aneh gimana juga, masak aku mau loncat loncat atau guling guling di sana " batin Shofia sambil menggelengkan kepalanya.
akhirnya mereka bertiga berangkat ke pengadilan sebelum berangkat Rey menelpon Aldo asistennya untuk menghandle sementara pekerjaan mereka.
empat puluh menit berkendaraan mereka tiba di pengadilan dan langsung duduk di deretan kursi yang sudah disediakan tampak di sana manatan manager Eliza juga ikut hadir sepertinya dia sosok anak buah yang setia pada atasannya. dan tak berselang lama para dewan hakim memasuki ruang sidang. kemudian hakim meminta agar Terdakwah segera dihadirkan di ruangan tersebut.
Eliza memasuki ruang sidang menggunakan kemeja putih dengan rambut di ikat ke belakang. ia memasuki ruang sidang dengan wajah tertunduk tampak wajahnya lebih tirus dan badannya juga semakin kurus.
setelah sepuluh menit hakim mulai membacakan vonis atas hukuman Eliza yang di tetapkan penjara selama 15 tahun. Eliza menundukkan wajahnya tampak tubuhnya bergetar sesekali ia menghapus air matanya mungkin penyesalan yang ia rasakan saat ini.
hakim menawarkan kepada pengacara apakah mau banding namun dengan cepat Eliza menjawab tidak ia menerima putusan hakim. tentu saja sang pengacara sedikit kaget.
" tuan hakim sepertinya klien kami masih sedikit shock biar ini akan kami bicarakan kembali " ucap mengacara Eliza.
" baiklah kami akan memberikan waktu dua minggu untuk mempertimbangkan kembali kalau begitu sidang kami tutup" ucap hakim ketua lalu meninggalkan ruang sidang.
Elisa segera bangun dari kursi terdakwah dua orang sipir segera mengiringi Eliza untuk kembali ke mobil tahan.
" mas aku boleh bicara sebentar sama Eliza kan? " ijin Shofia.
" please sebentar aja "
" ya udah tapi jangan lama lama " ucap Rey dan tanpa menunggu lama Shofia segera menghampiri Eliza.
" Eliza..! " sapa Shofia saat Eliza sudah hampir keluar dari pintu.
" Shofia..! "
" gimana kabar mu maaf aku nggak pernah mengunjungi mu beberapa minggu ini "
" ya nggak papa aku faham kok apalagi kamu sedang hamil besar dan habis melahirkan. oh ya selamat ya atas kelahiran bayi kembar mu maaf aku nggak bisa menjenguk "
" ya Terima kasih, nggak papa kok "
" gimana kabar kyara? "
" dia baik dan semakin pintar " jawab Shofia
" Shofia a-aku minta maaf atas kejadian kemarin " ucap Eliza tulus. dan saat bersamaan Mama Widya dan Rey pun mendekat
__ADS_1
" ma aku minta maaf tolong maafin aku atas semua kesalahan yang sudah aku buat" ucap Eliza sambil bersimpuh di kaki mama Widya.
" Eliza sudah jangan begini ayo bangun..! mama sudah memaafkan kamu, ayo berdiri " kata mama Widya berusaha menarik Eliza agar tidak bersimpuh di depannya
" maaf kan aku ma, aku banyak salah sama mama terutama Kyara, sungguh aku menyesal "
" ya mama harap selama kamu menjalani hukuman kamu bisa merenungi segala kesalahan kamu dan keluar nanti kamu menjadi Eliza yang memiliki kepribadian yang lebih baik "
" ya ma terima kasih do'akan aku ma, dan aku titip Kyara tolong sampaikan padanya klo aku sayang dia dan sampaikan pula permintaan maaf aku padanya "
" ya suatu saat nanti mama pasti akan sampaikan " kata mama Widya sembari mengelus punggung Eliza.
" sudah kamu jangan menangis jaga kesehatan kamu dan perbanyak ibadah kepada yang di atas agar jiwa kamu tenang " nasihat mama Widya.
" ya ma terima kasih atas nasihat mama dan aku juga mengucapkan terima kasih karena kalian tidak membenciku " isaknya lagi
" sudah kami semua sudah memaafkan kamu " kata mama Widya lagi. kemudian Eliza beralih menatap Rey mantan suaminya
" Rey maafkan aku ya...! sudah membuat kekacauan maafkan atas semua perbuatan aku sama kamu dan juga kyara, aku titip Kyara " ucap Eliza pelan sedang Rey hanya diam tanpa ekspresi. Shofia menyenggol lengan suaminya. kemudian Rey pun menganggukkan kepala nya.
" tanpa kamu minta pun aku akan menjaganya dengan baik karena dia anakku " jawab Rey datar. Shofia melebarkan matanya ingin rasanya ia menutup mulut sang suami.
" ya sudah klo begitu kita pamit pulang kamu baik baik ya di dalam ingat jaga asam lambung mu, mengenai Kyara aku pastikan dia akan baik baik saja " kini Shofia yang angkat bicara.dan Eliza pun mengangguk ada sedikit perasaan tenang karena orang orang yang sudah ia sakiti mau memberikan maaf untuknya.
setelah itu mereka keluar pamit undur diri.dan Eliza pun segera dibawa mobil polisi menuju rumah tahanan kota. di luar tampak banyak awak media yang meliputi hasil persidangan yang di gelar secara tertutup. banyak kamera yang menyorot pada Eliza dan sebagian lagi berusaha mewawancarai Rey namun dengan cepat di halau oleh para bodyguard Rey yang memang di minta untuk berjaga jaga.
" ini alasannya kenapa aku melarang kalian ikut " ucap Rey saat sudah berada di dalam mobil.
" ya wajar aja banyak wartawan karena Eliza kan memang artis sekaligus model internasional pantas saja klo dia di buru awak media " kata mama Widya.
" kita mau kemana ini langsung pulang atau mau kemana lagi ? " tawar Rey saat mobilnya berjalan pelan meninggalkan pengadilan.
" langsung pulang aja mas kayanya Asi aku udah penuh dan mulai membengkak nggak papa kan ma " tanya Shofia pada sang mama
" ya udah kita pulang lagian mama juga capek banget " ujar mama Widya
" oke kita pulang padahal tadi maunya ngajak makan siang dulu " ucap Rey
" ya kapan kapan aja, sekarang kita makan siang di rumah aja " kata mama Widya lagi. dan mobil pun melesat menuju kediaman mereka.
***
sementara Aldo akhir akhir ini sangat sibuk di kantor efek dari bosnya yang sering datang terlambat maka mau tidak mau ia yang harus menghandle kerjaan bosnya itu.
ada perasaan nggak tega dengan Vania karena ia sangat jarang menemui sang tunangan yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. tapi untungnya Vania faham dengan kondisi tunangannya yang bekerja pada suami sahabatnya tersebut. karena Shofia sering curhat bagaimana kedua bayi mereka selalu bangun tengah malam bahkan kadang begadang sampai menjelang subuh dan Rey suaminya tidak pernah membiarkan nya begadang seorang diri.
hari ini Vania kebetulan tidak ada jadwal di rumah sakit rencananya ia akan mengajak sang pujaan hati untuk makan siang tapi tadi saat dihubungi sepertinya Aldo memang banyak kerjaan karena Rey sedang menghadiri sidang Vonis putusan kasus Eliza. maka itu dia berencana membawakan makan siang untuk sang kekasih.
__ADS_1
Vania sudah rapi dengan dress selututnya dress dengan lengan pendek sedikit lebar berwarna mint menjadi pilihannya.
ia melangkah menuju gerbang, gocar yang ia pesan via online sudah menunggu di depan rumah. sengaja ia tidak membawa mobil karena ingin pulang bareng ama kekasihnya. jika Aldo tidak bisa menemuinya biar lah ia yang menemuinya dan menemaninya bekerja.
Vania masuk ke dalam mobil dan mobil pun bergerak perlahan menuju perusahaan dimana tunangannya bekerja.
sekitar setengah jam mobil berhenti di depan gedung berlantai 30 tersebut. Vania turun dari mobil jujur ada sedikit ragu ketika ia akan memasuki gedung tersebut. setelah menarik nafas panjang ia melangkah menemui resepsionis.
" siang mba bisa kami bantu? " tanya resepsionis tersebut.
" emh saya mau ketemu sama kak Aldo " jawab Vania
" kak Aldo..? pak Aldo maksudnya? "
" ah iya benar pak Aldo "
" sudah ada janji? " tanya teman satunya
" emh belum sih.. "
" maaf mba klo nggak ada janji nggak bisa jadi harus ada janji dulu "
" oh gtu ya sebentar saya telpon aja "
" eh sebentar..! kamu adeknya pak Aldo? " kata resepsionis itu lagi Vania mengerutkan alisnya
" ah iya saya adiknya kebetulan sama mama disuruh ngantar makanan "
" ya udah kamu naik aja ke lantai 30 keluar lift kamu lurus aja nanti ada ruangan di samping sebelah kanan ruangan CEO itu ruangannya " tutur resepsionis itu lagi.
" eh Andi tunggu kamu mau ke lantai atas? " tanya resepsionis pada salah satu karyawan
" ya kenapa? "
" tolong antar mba ini ke ruang pak Aldo "
" pak Aldo..? "
" iya dia adiknya awas aja kamu godain dia ingat dia adik pak Aldo " ucap resepsionis itu mengingatkan
" aku akan menjaga nona cantik ini dengan selamat tepat di depan ruangan pak Aldo, mari nona saya antar " ucap laki laki yang bernama Andi tersebut. kemudian mereka masuk ke dalam lift menuju lantai 30 tempat ruangan Aldo berada.
*******
makasih masih setia sama cerita aku. dan mampir juga di karya aku yang baru jangan lupa like komen dan votenya.
__ADS_1