MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 42


__ADS_3

kyara tiba di rumah disambut oleh seluruh pelayan yang bekerja di mension tersebut. rumah pun sudah di hias sedemikian rupa banyak balon dan juga bunga bunga di ruang tamu. sedangkan kyara merasa bahagia karena dia sudah boleh pulang setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.


kyara langsung di bawa ke kamarnya karena saat ini kyara belum boleh banyak aktivitas.sedangkan Rey harus ke perusahaan karena beberapa hari tidak masuk kerja banyak pekerjaan yang kini menantinya


" oma mami jam berapa pulang ke sini? " tanya kyara pada omanya yang sedang memperbaiki posisi tidurnya


" nanti sore mungkin setelah mami selesai tugas! " jawab omanya


" apa mami akan tinggal di sini lagi? " tanya lagi


" mungkin! tapi nanti oma akan membujuk mami, agar mami kamu mau tinggal di sini oke! " kata widya


" bener ya oma? "


" iya sayang..! sudah sekarang kamu istirahat ya ! " ucap omanya lagi lalu mengecup kening kyara sebelum akhirnya keluar dari kamar cucunya.


sementara di rumah sakit shofia sedang sibuk membantu pasien yang baru masuk ke IGD. dengan cekatan dia memberikan pertolongan pertama sebelum di diagnosa oleh dokter spesialis kecuali untuk pasien yang mengalami kecelakaan ringan, maka shofia akan langsung menanganinya tentu dengan didampingi oleh dokter senior


jam sudah menunjukkan pukul satu siang shofia baru selesai mengerjakan tugasnya


" shof kita makan siang di kafe depan yuk laper gue ! " ucap vania kini sudah berdiri di samping shofia


" ya gua juga laper..! tunggu sebentar " kata shofia sambil membuka sarung tangan karet yang ia gunakan lalu mencuci tangannya di wastafel. setelah selesai mereka pun keluar dari area rumah sakit menuju kafe yang terletak di sebrang jalan.


kini mereka duduk di salah satu meja di kafe depan rumah sakit.


pelayan datang membawakan daftar menu ke meja mereka


" steak dua minumnya lemon tea dua " ucap vania pada pelayan tersebut setelah mencatat pesanan pelayan itupun melangkah meninggalkan meja mereka


" gimana apa loe sudah ngasi jawaban sama tuan Rey? " tanya vania nggak sabar, jiwa keponya tiba tiba saja muncul


" sudah " jawab shofia singkat


" trus apa jawaban loe?" tanyanya lagi


" seperti apa kata loe gua bersedia " ucap shofia lagi


" oh ya? bagus klo gitu! akhirnya teman gua laku juga..! " ucapnya sambil menengadahkan kedua tangan nya


" plak " apaan sih loe emang gua nggak laku laku opa? "


" awww " sakit shof ..! ih ternyata ya kekuatan loe belum makan aja mantep bener, apalagi klo abis makan! " kata vania berkelakar


" permisi mba " ucap pelayan yang datang membawa nampan berisi pesanan mereka lalu meletakkan di meja


" silahkan mba! " ucap pelayan itu lagi


" Terima kasih ! " jawab shofia sebelum pelayan itu melangkah pergi


" trus kapan rencananya kalian akan menikah? " tanya vania setelah memasukkan potongan steak ke dalam mulutnya


" minggu depan " jawab shofia


" uhuk uhuk..!" vania tersedak


" kamu pelan pelan dong makanya..! nih minum dulu! " ucap shofia sambil menyerahkan segelas air putih dan vania pun langsung meminum nya

__ADS_1


" jadi serius loe nikah minggu depan? " tanya vania lagi


" iya! " jawab shofia


" serius loe ? wah ternyata ngebet juga ya tu bos dingin! " ucap vania sambil terus menyantap makan siangnya


"loe kan tau kita nikah cuman karena kyara, dan tidak lebih " ucap shofia sendu


" iya gue tau tapi gue yakin lama lama tuan Rey pasti jatuh cinta aman loe secara loe itukan cantik, hanya tinggal di poles sedikit gua yakin loe nggak kalah cantik sama artis artis diluar sana! "


" udah loe nggak usah mikir yang macam macam..! setidaknya ni ya.! loe klo nikah sama tuan Rey hidup loe akan terjamin loe nggak pusing lagi mikirin biaya pengobatan dan juga biaya kuliah loe! " kata vania lagi


" iya bener sih tapi kan tetep aja gue ngerasa kayak gimana gitu nikah sama orang yang nggak loe cintai dan dia juga nggak mencintai loe! " kata shofia lagi


" tapi gue yakin pak Rey itu orangnya aslinya baik cuman sikapnya aja dingin ama cewek, udah ya loe nggak usah berfikir aneh aneh seharusnya loe tu bangga karena pak Rey menikahi loe, asal loe tau cewek cewek tu banyak yang mengharap bisa jadi istrinya bahkan jadi simpanannya pun mereka mau! "


" masak sih emang segitu tenarnya dia? " tanya shofia tak percaya


" iya loe sebentar ni liat! " vania memberikan ponselnya pada shofia dan menatap layar pada ponsel vania


" tu liat ..! dia ternyata masuk kedalam daftar lima orang terkaya di Asia, dan loe tau ternyata rumah sakit tempat kita magang itu milik pak Rey! " seru vania sedang shofia hanya menaikkan alisnya


" pantas saja dia mendapat perlakuan khusus kemaren " ujar shofia datar


" oh ya van gua minta tolong, loe jangan kasi tau kak andika dulu ya masalah ini " pinta shofia


" kenapa emang? "


" gue nggak mau dia kepikiran aja, gua nggak mau dia keganggu kuliahnya " kata shofia sedih


" iya gue janji nggak bakal cerita ini ke dia " janji vania pada sahabat nya


lalu mereka berdua pun keluar dari kafe setelah membayar di kasir Kemudian kembali ke rumah sakit tempat mereka bertugas.


jam empat sore semua pekerja rumah sakit pulang berganti dengan shif malam


" ayo naik! " ajak vania yang sudah duduk didepan kemudi. kemudian shofia pun masuk ke dalam mobil


" loe mau pulang ke mana? " tanya vania sambil mengemudikan mobilnya


" gua mau pulang ke rumah gua aja , gua kangen sama kasur gue, " ucapnya sambil nyengir kuda


" Oke siap antar tuan putri. .! " ucap vania. mobil mereka pun Melaju dengan kecepatan sedang. setelah tiga puluh menit mobil pun tiba di kediaman shofia.


vania memarkirkan mobilnya di depan rumah shofia


" loe nggak mampir dulu? " ucap shofia sebelum membuka handle pintu mobil


" nggak lain kali aja gue pingin berendam badan gue rasanya lengket semua " kata vania lalu dia pun melanjutkannya perjalanannya menuju kediaman nya.


sementara shofia masuk ke dalam rumahnya dia pandangi sekeliling rumah rumah yang lama dia tinggalkan lalu dia pun segera masuk ke dalam kamar meletakkan tas dan juga jas putih nya kemudian dia menyambar handuk di dalam lemari dan masuk ke dalam kamar mandi


sekitar lima belas menit shofia pun keluar dari kamar mandi kemudian dia mengganti pakaiannya dengan memakai pakaian santai lalu dia nyalakan TV di ruang tamu sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa tak menunggu lama shofia pun tertidur dengan posisi menghadap ke depan TV


hampir satu jam shofia tertidur hingga dia dibangunkan oleh suara ketukan pintu rumah nya


" tok.. tok..! permisi ..! "

__ADS_1


"tok..! tok..! "


shofia mengerjapkan matanya " ah jam berapa ini ? " gumamnya dia tatap jam dinding yang menempel di dinding


" ah sudah hampir jam enam.. ! "


" tok.. tok..! " terdengar lagi orang mengetuk pintu lalu


" ya sebentar..! " ucap shofia dengan suara seraknya lalu shofia pun bangun dari tidurnya melangkah menuju pintu


" pak aldo? ada apa bapak datang ke sini? " tanya shofia yang masih berdiri di depan pintu dengan kondisi baru bangun


" maaf nona saya diutus tuan Rey untuk menjemput nona! " ucap aldo sopan


" cck! " mau apa lagi sih! " ucapnya kesal


"bilang ya sama pak Rey saya nggak bisa hari ini,jadi bsk pagi saya akan ke sana! " ucap shofia lagi


" maaf nona saya hanya menjalankan perintah dan saya mohon kerja samanya nona! " kata aldo tegas


" klo saya nggak mau kamu mau apa? " tantang shofia


" saya akan memaksa nona! " jawabnya dingin


membuat shofia sedikit takut


" ya udah klo begitu kamu tunggu sebentar saya mau mandi dulu! " ucap shofia ketus dan tidak mau berdebat lalu menutup kembali pintu rumahnya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.


didalam kamar shofia bukannya mandi tapi dia memilih untuk rebahan diatas kasurnya


" haaah kangen banget sama kasur ini lama sekali aku nggak pernah tidur di sini " ucap shofia sambil merentang rentangkan kedua tangannya. sesekali dia berguling guling di kasur hingga hampir setengah jam shofia lalu bangun dari ranjang nya kemudian masuk ke dalam kamar mandi berwudu untuk melaksanakan sholat magrib.


setelah selesai shofia pun mengganti pakaiannya lalu menyisir rambutnya dan memakai bedak dan lipstik tipis tipis kemudian langsung menyambar tas yang menggantung di kamarnya lalu melangkah menuju pintu.


shofia keluar dari rumahnya dan lihatnya aldo sedang duduk di kursi teras rumahnya


" maaf ya pak aldo nunggu lama maklum lah perempuan klo dandan kan lama " ucap shofia merasa tak bersalah


" nggak papa nona, apa nona sudah siap? " tanya aldo


" sudah "


" klo begitu kita berangkat sekarang nona silahkan! " ucap aldo lalu berjalan duluan menuju mobil dan membukakan pintu mobil untuk shofia


mobil pun berjalan memecah kepadatan ibu kota , sementara di dalam suasana sepi tidak ada yang membuka suara shofia pun mulai bosan


" pak aldo bisa nggak musiknya di nyala kan bosan nih! " ucap shofia


" baik nona! " kata aldo lalu menyalakan audio di dalam mobil tersebut. shofia ikut menyanyikan syair lagu yang sedang di setel sambil sesekali memperhatikan wajah aldo dari kaca depan


"ganteng juga nggak kalah ganteng sama pak Rey dan sama sama dingin " batinnya


setelah tiga puluh menit mobil pun tiba di depan mension milik Rey, satpam dengan sigap membuka kan pintu gerbang untuk mobil yang sudah sangat familiar dengannya. lalu mobil pun masuk ke dalam halaman kediaman Rey. aldo dengan segera membukakan pintu untuk shofia


" silahkan nyonya anda sudah di tunggu di dalam! " ucap aldo sopan. kemudian shofia pun melangkah perlahan dan masuk ke dalam mention.


******

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak jempol like dan komennya juga serta vote kalian


selamat membaca para readersku😘😘😘


__ADS_2