MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 36


__ADS_3

mereka kembali ke kamar kyara setelah tadi Rey menelpon mengatakan bahwa kyara terbangun


" sayang kamu sudah bangun?" ucap Tante Widya sambil mencium kening cucu nya


" Oma sama mami dari mana ?" tanya kyara


" mami tadi abis ke kantin beli kopi. ada apa sayang ada yang kamu inginkan ?" tanya Shofia


" aku mau minum tapi tadi sudah papi yang meminumkan "


Shofia mengambil stetoskop dan memeriksa kondisi kyara lalu menempelkan Thermometer ke tubuhnya setelah menunggu beberapa menit dia mengambilnya lagi


" Alhamdulillah panasnya sudah turun, sekarang kyara harus makan yang banyak biar cepat sembuh " kata Shofia


" tok tok tok.." suara pintu di ketuk Tante Widya Melangkah membukakan pintu


" sore Tante saya Vania temannya Shofia yang waktu itu.."


" ah iya ya saya ingat ayo silahkan masuk ?" ajak Widya lalu mereka melangkah masuk ke dalam ruangan kyara


" Hay kyara apa kabar !" Vania melambaikan tangan


" aku sakit Tante "


" oh kasian sekali ponakan Tante lagi sakit. kamu cepat sembuh ya ? Tante janji nanti kalo kamu udah sembuh Tante bakal ajak kamu jalan jalan lagi melihat lampu taman dan kita main disana " janji Vania


" ehem " Rey memberi isyarat seolah melarang


" ya tapi nanti klo kamu benar benar sembuh" kata Vania lagi sambil melirik Rey


"oh ya kamu mau Tante belikan buku cerita nggak ?" tanya Vania


" mau Tante aku beberapa hari ini nggak pernah dibacakan cerita " kyara mengadu


" oh oke besok Tante bawain yah !"


" makasih Tante " jawab kyara sambil tersenyum


" Van aku tinggal sebentar ya Mau ambil obat buat kyara " pamit shofia lalu dia melangkah keluar dari ruangan tersebut.sedang vania sedang bercengkrama dengan kyara dan juga Tante Widya.


sepuluh menit kemudian Shofia kembali masuk sambil membawa nampan berisi obat


dan tak selang berapa lama seorang petugas rumah sakit datang membawa nampan berisi makan malam untuk kyara


" permisi saya. membawakan makan malam untuk nona kyara " ucap petugas tersebut sopan kemudian meletakkan nampan tersebut diatas nakas dan setelah pamit keluar dari ruangan tersebut.


" sayang ayo waktunya makan sayang " ucap Shofia lembut sambil berusaha mendudukkan kyara dengan menyandarkan tubuhnya dengan bantal


kyara pun menurut dia menghabiskan makan malamnya kali ini tanpa protes. selesai makan kyara pun kembali direbahkan kembali


" sayang mami mau menyuntikkan obat ke selang infus kamu. kamu tahan sedikit ya ?" kata Shofia sambil menyiapkan jarum suntik

__ADS_1


" sakit nggak mi ?" tanya kyara


" sakit sedikit kayak digigit semut. anak mami kan hebat pasti kuat nahan sedikit" ucap Shofia


" iya dong cucu Oma kan paling hebat " kini giliran omanya yang merayu. Rey yang sedari tadi hanya duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaan nya pun bangkit dari duduknya mendekati kyara


" anak papi kuat kok ya kan sayang ?" kini Rey yang menyemangati


kyara yang tadi tampak sedikit takut akhirnya pun berani


" iya aku nggak takut kok mi Pi !" kata nya lalu Shofia pun mulai memasukkan cairan obat melalui selang infus kyara. tampak kyara sedikit meringis Rey mengusap usap bahu putrinya


" udah ..! nah benerkan papi, Oma Tante Vania, kyara hebat kok nggak nangis " ucap Shofia sambil mengelus tangan kyara sedang kyara tampak tersenyum bangga.


jam sudah menunjukan pukul lima sore Vania dan Shofia pun bermaksud untuk pamit


" sayang mami sama Tante Vania pamit dulu ya besok mami kesini lagi "ucap Shofia


" mami nggak nemenin aku disini ?" tanya kyara dengan suara berat


" sayang mami kamu harus mandi ganti baju dan Juga istirahat besok pagi mami mu akan kesini lagi " bujuk omanya


" tapi aku pingin bobok sama mami " ucap kyara sambil matanya mulai berkaca-kaca


" ya udah nanti malam mami ke sini lagi dah ya ? tapi sekarang mami ganti baju dulu di liat ..! em acem " kata Shofia sambil mencium tubuhnya sendiri


" iya tapi nanti mami ke sini lagi ya aku pingin bobok sama mami ! " kyara setengah merengek


" nggak papa shof kamu nggak capek ?" kata Tante Widya nggak enak


" nggak papa kok Tan nanti jam sembilan aku ke sini lagi "


" terima kasih ya shof kamu merepotkan mu lagi "


" ya nggak papa kok Tan "


" ya biar nanti mang Udin yang jemput kamu " kata Tante Widya


" nggak usah Tan biar aku naik motor aja "


" eh jangan bahaya kamu nggak boleh naik motor malam malam apalagi sendirian. pokoknya nanti mang Udin Tante suruh jemput kamu "


" ya baiklah klo begitu " ucap Shofia nggak mau membantah.


Shofia pun berangkat pulang bersama Vania


" loe pulang ke rumah gua aja ya ?" tawar Vania


" nggak deh Van gua mau pulang ke rumah gua aja kayaknya gua kangen sama rumah gua "


" oke kalo gitu. oh ya loe jadi mau nginep di rumah sakit nemenin kyara ?"

__ADS_1


" iya Van, loe kan liat gimana kyara merengek tadi gua nggak tega "


" ya udah yang penting loe jaga kesehatan loe soalnya kita bakal lama lho magangnya dan gua nggak ingin loe sakit"


" oke makasih sayangku..! kamu teman aku yang paling perhatian "


" cih .. lebay " lalu mereka berdua pun tertawa bersama.


Shofia tiba di rumah nya dan langsung masuk ke kamarnya meletakkan barang barangnya. dia perhatikan sekeliling rumah masih tampak rapi tapi sedikit berdebu.shofia segera mengambil sapu dan juga alat pel untuk membersihkannya setelah di rasa bersih dia segara masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


selesai mandi dan sholat Shofia merasa perut nya lapar dia membuka lemari pendingin ternyata kosong tidak ada bahan makanan lalu dia raih ponselnya hendak memesan makanan melalui aplikasi di hpnya namu tiba tiba dia dengar suara pintu di ketuk lalu dia segera membukakan pintu


" pak Rey ?" ucap Shofia terkejut


" e Hem...! saya disuruh mama buat jemput kamu " ucapnya masih dengan nada dinginnya


" oh " jawab Shofia canggung lalu dia segera menutup pintunya lagi kemudian masuk hendak mengambil pakaian dan langsung menutup pintu


" hey apa apaan dia sungguh nggak sopan " gerutu Rey. sedang Shofia yang masih belum hilang rasa terkejutnya langsung mondar mandir salah tingkah hingga sepuluh menit


" tok.. tok..!" pintu kembali di ketuk Shofia langsung kembali lagi membuka pintu


" sudah ayo jangan lama lama " kata Rey


" ah iya sebentar saya ambil baju ganti saya dulu pak Rey " kata Shofia lagi namun sebelum dia menutup pintu Rey lebih dulu masuk dan duduk di ruang tamu


" saya capek berdiri didepan pintu " ucapnya


" ah iya maaf " ucap Shofia lalu dengan segera dia memasukkan pakaian ganti dan juga perlengkapan lainnya serta wireless tak lupa pula mukenahnya hingga lima belas menit kemudian


" ayo pak kita berangkat " ucap Shofia dan Rey pun melangkah keluar dari kediaman Shofia.


di dalam mobil suasana tampak sepi mereka sama sama diam hingga


" kriiuuuuuk" terdengar suara dari perut Shofia yang memang sedari tadi minta diisi.


" kamu lapar ?"


" ah..he he iya pak tadi sebetulnya saya mau pesan makanan tapi bapak keburu datang " jawab shofia sedikit malu


" ya ampun perut bisa nggak sih jangan bunyi sekarang kan malu akunya " Shofia bicara dalam hati.


Rey masih fokus pada jalan di depannya tanpa merespon jawaban Shofia hingga dia memarkirkan mobilnya di sebuah restoran


" ayo turun !" ucap Rey


" tapi pak ?"


" kamu mau makan nggak ? klo nggak kita lanjutkan perjalanan "


" eh iya ya pak saya mau makan " ucap Shofia lalu turun dari mobil dan melangkah mengekor di belakang Rey masuk ke dalam restoran.

__ADS_1


__ADS_2