
ke esokan harinya Rey mengantarkan Shofia untuk memeriksakan kandungannya di rumah sakit miliknya. Kyara yang mendengar orang tuanya akan memeriksa kan kandungan merengek ingin ikut alhasil hari ini terpaksa Kyara berangkat ke sekolah sedikit terlambat. begitu pula sang oma juga ingin melihat calon cucu kembarnya. sedang mama Rika memilih untuk pulang pagi pagi sekali dengan diantar mang udin.
" kalian duduk di sini papi mau nanya ke suster penjaga dulu " ucap Rey pada anak istri dan juga mamanya setibanya mereka di poli kandungan.
" silahkan tuan..! dokter farah sudah menunggu anda dari tadi " jawab suster tersebut. kemudian Rey mengajak ke tiga anggota keluarganya masuk ke dalam ruang pemeriksaan "
" selamat pagi tuan Rayyan nyonya silahkan duduk " sapa sang dokter, kemudian Shofia duduk di depan sang dokter bersama Shofia sedang mama Widya dan Kyara berdiri tidak jauh dari mereka.
" maaf nona saya akan memeriksa tensi anda terlebih dahulu " ucap suster yang mendampingi sang dokter
" oh ya silahkan " kemudian suster tersebut memasangkan alat mengukur tensi setelah nya Shofia pun mulai di timbang
" tensi nya normal dan berat badannya juga sesuai dengan pertumbuhan janinnya" ungkap sang dokter.
" klo begitu ayo kita langsung liat dedek nya " kemudian Shofia di arahkan ke ranjang pemeriksaan Shofia merebahkan tubuhnya dan suster segera menyelimuti sebagian tubuh Shofia menyingkap bajunya sampai ke dada lalu menuangkan gel ke perut nya.
dokter segera mengarahkan alat USG ke atas perut Shofia. Rey yang duduk di samping sambil memangku Kyara ikut melihat ke layar monitor. begitu pula dengan mama Widya memperhatikan dengan antusias
" kedua bayinya sehat ya tuan nyonya ini ketubannya juga bagus dan detak jantungnya juga oke bagus "
" itu adik aku dokter? " tanya Kyara sambil menunjuk ke arah monitor
" ya nona Kyara "
" kelaminnya apa dok? " kini mama Widya penasaran.
" untuk kelaminnya..! ah ini sepertinya ini laki laki tapi satunya belum terlihat karena tertutup saudara kembarnya tapi ini masih belum begitu jelas, nanti klo sudah usia 6 atau 7 bulan baru lah akan terlihat dengan jelas " terang dokter.
" ah semoga saja salah satunya benar laki laki " ucap mama Widya.
" bagaimana perkembangan bayinya dok? " kini Rey yang bertanya
" perkembangan nya bagus " jawab dokter lagi.
setelah selesai suster membersihkan sisa gel yang menempel di perut Shofia. Rey membantu istrinya duduk kemudian turun dari ranjang pemeriksaan.
"oh ya dok memang nggak papa orang hamil melakukan hubungan suami istri sering sering?" tanya mama Widya dan dokter itu tersenyum
" klo di awal awal kehamilan tidak di anjurkan melakukan nya terlalu sering karena khawatir bayi akan mengalami kontraksi, tapi klo sudah diatas delapan bulan itu malah di anjurkan karena itu bisa membantu membuka jalan lahir " terang dokter
" tu Rey dengerin kata dokter " ucap mama Widya
" iya ma " jawab Rey sedang Shofia hanya tersenyum malu melihat orang tuanya membicarakan hal sensitif seperti itu.
" trus normalnya gimana dok? " tanya Rey yang tidak ingin kenapa napa pada calon anaknya
" ya bisa dilakukan mungkin satu minggu sekali atau dua kali terkandung kondisi si ibu jika tidak ada keluhan tapi jika ibu merasakan nyeri sakit atau keluhan lainnya maka sebaiknya jangan dulu melakukannya. " terang lagi dokter tersebut.
" dan satu lagi ibu jangan terlalu capek dan jangan stress karena itu bisa berpengaruh pada perkembangan janinnya "
" baik dok Terima kasih " ucap Shofia
__ADS_1
" trus gimana ada keluhan lagi? "
" nggak ada dok dulu aja di awal awak suka mual "
" ya itu wajar karena perubahan hormonal sehingga asam lambung naik yang akan mengakibatkan mual mual tadi "
" ini akan saya resepkan vitamin dan juga asam folat tolong di minum ya nona "
" baik dok " kemudian dokter farah mencatat resep vitamin untuk Shofia setelah selesai mereka segera keluar dari ruang periksa dan langsung di sambut kepala rumah sakit.
" selamat pagi tuan Rayyan gimana kabar anda dan nyonya ? "
" baik alhamdulillah" sambil menyambut uluran tangan kepala rumah sakit.
" gimana perkembangan rumah sakit? apa semuanya berjalan dengan baik?" " tanya Rey sambil melangkah menuju apotik sedang Mama Widya dan Kyara sudah lebih dulu meninggalkan rumah sakit untuk mengantarkan Kyara ke sekolahnya.
" alhamdulillah sejauh ini baik baik saja dan kemaren ada beberapa dokter yang memasukkan lamarannya di sini "
" silahkan kamu atur semuanya dan satu lagi saya mau semua dokter spesialis tersedia di sini dan berikan pelayanan terbaik untuk pasien dan jika ada keluhan segera laporkan ke saya "
" baik tuan, oh ya anda mau menebus obat biar nanti perawat yang mengambilkan untuk anda tuan" kata kepala rumah sakit kemudian mengambil resep yang di pegang oleh Rey dan meminta salah satu perawat untuk mengambil obat di apotek yang ada di rumah sakit tersebut.
setelah mendapatkan vitamin untuk Shofia mereka segera mengantarkan Shofia kembali ke mansion.
" sayang mampir sebentar aku mau beli itu " tunjuk Shofia pada pedagang kerak telor yang nangkring di pinggir jalan
" sayang jangan di sana mas takut jajanannya nggak bersih"
" ya nggak lah,..! tapi benar di sana bersih? "
" iya sayang aku sudah langganan dari jaman aku sekolah dulu "
" ya udah kita beli tapi kamu tetep di dalam mobil "
"tapi aku maunya makan di sana tu duduk di pinggir trotoar "
" apa nggak nggak kita beli tapi dibungkus kamu makan di rumah aja " ucap Rey sambil menghentikan mobilnya
" ya udah nggak jadi, kita pulang aja biar aja anak kita ileran nanti. sayang nggak papa ya kita nggak jadi makan kerak telor itu abis papi kamu nggak ngijinin papi kamu pelit " ucap Shofia sambil mengelus perutnya dengan wajah dibuat melas. Rey menarik nafas dalam dalam
" ya udah ayo beli! "
" nggak nggak usah, nggak jadi " Shofia merajuk
"ya ya boleh ayo sayang tadi katanya mau beli kerak telor ayo nanti anak kita ileran lho "
" tapi kamu terpaksa kan? "
" nggak sayang ayo! apa kamu mau mas gendong" ucap Rey yang mau melepaskan sabuk pengaman untuk istrinya.
" nggak nggak, ya udah aku turun " ucap Shofia kemudian membuka sabuk pengaman nya lalu turun dari mobil.
__ADS_1
Rey memesan satu porsi kerak telor kemudian membayarnya.
" ini kerak telor nya " sambil menyodorkan ke istrinya
" kok cuman satu? "
" ya mas masih kenyang "
" sebentar mas coba dulu " Rey merobek sedikit dan mencobanya setelah merasa aman kemudian memberikan kepada Shofia dan langsung melahapnya
" enak sayang ini kamu mau coba? "
" nggak buat kamu aja " ucap Rey sambil memperhatikan istrinya makan. kemudian Rey membersihkan sudut bibir istrinya yang terkena sisa saos
" udah mau punya anak tiga tapi makannya masih belepotan "
" makasih sayang " ucap Shofia dengan senyuman manis nya
" duh bibirmu sayang coba aja nggak di pinggir jalan sudah aku lahap tu bibir " batin Rey
" sayang minum..! "
" ah kamu mau minum ayo di mobil aja di sana ada air mineral " ajak Rey dan Shofia pun nurut ikut melangkah masuk ke dalam mobil
" makasih bang kerak telornya! " ucap Shofia sebelum masuk ke mobil
" iya neng sama sama " balas abang kerak telor tersebut.
" ini minum " sambil menyerahkan air mineral yang sudah lebih dulu dibuka oleh Rey lalu Shofia meneguknya hingga tinggal separo.
" gimana sudah kenyang? sekarang mau beli apa lagi? " tanya Rey Shofia menggelengkan kepalanya
" udah aku udah kenyang makasih ya sayang udah mau beliin aku kerak telor " ucapnya sambil mencubit kedua pipi suaminya dengan tersenyum manis. Rey memegang tangan istrinya menatap wajah istrinya lekat lekat
" ya ampun istri aku ini permintaan sederhana sekali hanya kerak telor kalau wanita lain mungkin akan meminta tas pakaian branded" ucap Rey dalam hati. lalu perlahan ia memiringkan sedikit wajahnya dan langsung ******* bibir ranum sang istri
Shofia yang kaget langsung memejamkan matanya menikmati ciuman hangat suaminya Rey menekan kepala sang istri untuk memperdalam ciumannya satu tangan Shofia membelai dada suaminya decapan decapan terdengar di dalam mobil hingga beberapa menit kemudian mereka melepas kan ciuman mereka. dan Rey mengusap bibir sang istri membersihkan sisa saliva yang menempel di sana
" sayang kamu ikut mas ke kantor ya temani mas kerja "
" nggak ah nanti aku bosan lagi, lagian mas kan harus kerja nanti aku takut ngganggu "
" nggak kok mas cuman ada meeting sebentar trus mas akan temani kamu di ruangan mas "
" nggak ah mas aku capek pingin istirahat di rumah "
" ya udah klo gitu tapi nanti kapan kapan kamu temani mas ya "
" hem " ucap Shofia kemudian Rey pun menyalakan mobilnya dan perlahan menjalankannya untuk kembali ke mansion.
begitulah hari hari mereka kini tampak bahagia apalagi kehamilan Shofia baik baik sana dan ditambah tidak ada lagi ke kawatiran akan pengambilan hak asuh Kyara. Rey dan Shofia juga memberikan ijin kepada Eliza untuk sesekali melakukan panggilan video kepada Kyara karena mereka tau biar bagaimanapun dia tetap ibu kandung nya dan tidak mungkin bisa di putuskan.
__ADS_1
semakin ke sini Rey semakin protektif apalagi kehamilan istri nya saat ini sudah memasuki bulan ke tujuh. Rey dengan telaten akan memijat kaki istrinya yang merasa pegal karena harus menyangga dua bayi dalam perutnya yang semakin membesar.