MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 194


__ADS_3

sesampai di mansion mereka disambut oleh seluruh nany dan juga satpam rumah.


" selamat datang nyonya Shofia selamat atas kelahiran kedua putranya " ucap mereka serempak sambil berdiri berjajar di depan pintu.


" nyonya muda ini kado dari kami buat si kembar semoga kelak menjadi anak sholeh menjadi anak yang hebat"


" aamiin...makasih ya dosnya. tapi kalian nggak usah repot repot kasi kado segala kalian mendoakan saja itu sudah cukup "


" nggak papa nyonya muda "


" ya udah kalian tolong bantu Aldo membawa barang barang dari dalam mobil " perintah Rey


" baik tuan " dan mereka segera membantu Aldo membawa barang barang membawanya masuk ke dalam mansion.


kini semua duduk di ruang keluarga tidak ketinggalan Aldo dan Vania.


sedang Shofia masuk ke kamarnya untuk menyusui bayi kembarnya diikuti Rey


" sayang mereka berdua sepertinya haus " ucap Rey sambil menggendong salah satu bayi mereka.


" ya mas biar aku susuin Rafa dulu " ucap Shofia sambil membuka resleting bajunya dan mulai menyusui bayi Rafa setelah lima belas menit Shofia meletakkan bayinya di atas kasur kemudian Rey memberikan bayi Rafi giliran untuk di susuinya. setelah kedua bayi mereka tertidur mereka kembali ke bawah kumpul bersama yang lainnya.


" mana si kembar? " tanya Vania


" mereka tertidur dan sekarang ditemani mba mba di atas " jawab Shofia


" trus gimana Rey apa jadi kamu mau mengadakan acara akikahan si kembar? " tanya mama Widya


" ya ma, insya Allah hari ketujuh kita adakan acara akikah nya "


" nanti biar mang udin mama suruh nyari kambingnya kan klo anak laki laki itu 2 ekor kambing jadi karena mereka kembar maka kita butuh 4 ekor kambing "


" ya ma nanti aku kasi mang udin uangnya "


" al kamu urus undangan kita undang beberapa petinggi perusahaan dan para relasi perusahaan "


" baik tuan "


" mama silahkan undang para kerabat dan jangan lupa ibu ibu pengajian juga jamaah pengajian masjid "


" ya kamu tenang aja "


" untuk catering biar mama yang urus" kata mama Rika


" makasih ma "


" dan kamu al kamu urus semua kebutuhan lainnya "


" baik tuan "


" karena acara ini tinggal beberapa hari hari lagi jadi kamu bisa menyiapkannya mulai besok " ucap Rey.


" klo sudah tidak ada lagi saya mohon pamit tuan mau antar Vania pulang "


" ya "


" al kapan acara lamarannya? " tanya Shofia tiba tiba


" saya masih belum membicarakan dengan keluarga saya Insya Allah setelah acara ini saya rencananya akan membicarakannya dengan pihak keluarga " jawab Aldo


" Aldo mau lamaran? sama siapa al kok kamu nggak cerita sama tante ? " tanya mama Widya


" sama Vania ma " Shofia yang jawab


" oh ya..! alhamdulillah tante senang dan tante setuju al kamu sama Vania akhirnya kesampaian juga niatan kamu menjodohkan mereka shof " kata mama Widya.


" ya ma Alhamdulillah "

__ADS_1


" sebentar maksudnya loe jodohin gua sama kak Aldo? "


" iya maunya gitu eh taunya Aldo nembak loe duluan " ucap Shofia


" bener bener loe ya nggak bilang dari dulu " balas Vania


" yee berarti loe ngarep kan dari dulu kan gue tau loe naksir sama Aldo " kata Shofia blak blakan


" iih apaan sih mana ada " elak Vania


" udah ngaku aja " desak Shofia


" iya nona apa yang anda katakan itu benar " kini Aldo yang ikut menjawab


" tu Aldo aja tau " goda Shofia


" iih kak Aldo nggak asyik... tapi sekarang dia tu balik ngejar ngejar gua " bela Vania


" iya dia takut kesalip bule Amerika " kini Rey yang ikut menimpali jadilah Shofia dan Aldo menjadi bahan guyonan mereka.


" baiklah tuan nyonya saya permisi ini sepertinya sudah hampir sore " pamit Aldo karena ia tak ingin semakin di jadikan bahan guyonan nantinya.


" ya al hati hati ngajak anak gadis orang, oh ya sampaikan salam tante sama orang tua kamu dan tante harap mereka datang saat acara akikah Rafa Rafi "


" iya nyonya insya Allah nanti saya sampaikan "


" hey berhenti panggil saya nyonya panggil tante..! kan tante sudah bilang kamu itu sudah tante anggap ponakan tante sendiri jadi jangan lagi panggil nyonya " protes mama Widya


" iya tante kalo begitu saya pamit, assalamu'alaikum "


" waalaikum salam"


" mari tante Shofia pak Rey ucap Vania lalu ikut keluar bersama Aldo.


 


hari ini semua tampak sibuk menyiapkan acara akikah si kembar namun tidak dengan Rey ia malah sibuk menemani istrinya Shofia yang sedang menyusui salah satu putranya .


" mas jangan di ganggu dia lagi *****" ucap Shofia


" yang mas pingin juga " ucap Rey penuh harap


" ck apa sih mas kamu aneh aneh, pokoknya ya selama aku menyusui si kembar kamu libur dulu nenenya "


" kok gtu.? "


" iya masak kamu juga mau ikutan ***** ntar yang ada kamu saudara susuan dong sama Rafa Rafi " kekeh Shofia


" kamu ngerjain aku ya...? mana ada kayak gitu "


" ya kan klo kamu ***** nanti airnya keluar gimana? "


" ya nggak papa "


" iih emang kamu nggak jijik ? "


" kenapa jijik yang di sini aja aku suka kok" ucap Rey sambil tangannya menyelusup di balik rok istrinya.


" plak.. ! tanganmu mas jangan macam macam..! akunya lagi lama nggak usah pegang pegang "


" kan cuman pegang aja yang..! "


" ya ntar kamu kepingin lagi kan masih belum boleh " ucap Shofia.


" emang berapa hari sih klo wanita itu nifas? " tanya Rey sambil mengendus ndus bahu sang istri dan memeberikan gigitan kecil di leher istrinya.


" biasanya empat puluh sampai enam puluh hari... " jawab Shofia tenang namun tidak dengan Rey.

__ADS_1


" apa...? " teriak Rey langsung menegakkan tubuhnya menatap istrinya tak percaya hingga bayi Rafi yang hampir tertidur terbangun dan menangis mendengar teriakan sang papi.


" ya ampun mas teriaknya jangan keras keras liat dia sampe kaget " kesal Shofia yang kembali menyusui bayinya yang tadi sudah tertidur.


" tapi yang masak selama itu? "


"iya emang segitu "


" nggak kamu mau ngerjain aku ya..! "


" ck siapa yang ngerjain klo nggak percaya tu baca buku persiapan kelahiran atau kamu buka google cari dah tu "


" tapi yang masak selama itu sih.. "


" kemarin kamu waktu di Amerika kuat tu nahan kan hampir dua bulan "


" ya tapi asal kamu tau aku hampir gila karena pisah sama kamu "


" ya sekarang kita kan nggak pisah


hanya libur aja dulu itunya"


" emang nggak bisa ya di percepat gtu"


" ya nggak lah "


" mas mau telpon dokter Farah mungkin dia tau obat mempercepat masa nifas nya " ucap Rey sambil merogoh saku celananya hendak mengambil ponsel nya


" mas jangan aneh aneh deh, itu mana ada obatnya itu proses alami yang dialami setiap wanita habis melahirkan "


" tapi yang mas bisa stres kalo puasa segitu lamanya "


" ya ampun mas makanya jangan itu terus yang di pikirin, udah sana kamu ke bawah liatin persiapan acara nanti" usir Shofia


" nggak di bawah sudah ada Aldo yang ngurus " Shofia menarik nafas panjang


" ya udah terserah kamu awas aku mau nidurin bayi Rafi awas aja di ganggu " ancam Shofia lalu turun dari ranjangnya dan meletakkan bayi Rafi di dalam box bayi.


Shofia melangkah hendak keluar dari kamar namun dengan cepat Rey memeluknya dari belakang.


" yang jangan keluar disini aja aku kangen " rengek Rey. Shofia memutar bola matanya lalu membalikkan tubuhnya


" sayang jangan sekarang ya..! dibawah banyak orang kan nggak enak kita di kamar aja sedang orang orang sibuk di bawah lagian luka jahitan aku masih sakit nanti klo kamu mau macam macam " ucap Shofia sambil mengelus kedua pipi sang suami


" ya udah klo gtu cium aja boleh kan?"


rayu Rey lagi


" janji ya cium aja nggak lebih " Rey mengangguk cepat dan " cup" Shofia mencium sekilas bibir suaminya namun dengan cepat Rey menahan tengkuk sang istri untuk memperdalam ciumannya hingga beberapa menit lamanya barulah mereka melepaskan pagutan mereka.


Rey mengusap bibir sang istri.


" makasih sayang "


" sekarang aku boleh ke bawah kan "


" nggak boleh.. "


" mas.. "


" ya iya " jawab Rey dengan berat hati


" udah kamu jagain si kembar aku mau ke bawah dulu ingat jangan di bangunin " ucap Shofia dengan tatapan mengancam


" iya sayang... ih istri aku semakin ke sini semakin galak " ucap Rey sambil mencubit hidung sang istri.dan di balas tatapan tajam istrinya.


" tapi makin cinta " dengan cepat Rey menimpali kalimatnya dan Shofia pun tersenyum. kemudian dengan cepat membuka pintu kamarnya sebelum suami nya berubah pikiran.

__ADS_1


Shofia turun ke bawah ikut mengontrol segala persiapan nanti sore. menjelang sore hari beberapa tamu dari kelompok pengajian dan juga anak anak panti mulai berdatangan shofia memakai gaun berwarna biru senada dengan Rey dan juga anak anak mereka.


acara pengajian pun di mulai yang di pimpin oleh pak ustadz yang sedang kondang di media sosial. setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama. hingga menjelang magrib barulah acara pengajian selesai di laksanakan.


__ADS_2