MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 186


__ADS_3

disini lah mereka kini Rey dan Aldo duduk di salah satu meja di kafe yang terdapat di dekat area rumah sakit. Aldo memesan makanan untuk mereka berdua tak berselang lama pelayan datang membawakan pesanan mereka


" jadi apa tuan yang harus saya lakukan " tanya Aldo setelah mereka selesai menikmati makan malam mereka


" jadi begini Al, aku ingin menanyakan bagiamana kabar restoran yang diambil alih oleh pamannya Shofia? "


" sudah tuan restorannya sudah saya ambil alih dan kini sudah berganti nama atas nona Shofia"


" bagus....lalu bagiamana dengan bukti bukti kejahatannya apa kau sudah temukan ? " tanya nya lagi sambil menyeruput kopi latte di depannya


" sudah tuan kita tinggal menyerahkannya saja pada pihak kepolisian "


" good job aku ingin kamu persiapkan dan ataur semuanya dengan sempurna "


" baik tuan lalu kapan kira kira tuan akan memberikan kejutan pada Nona Shofia "


" nanti saat dia sudah di perbolehkan pulang dan kau atur semuanya dan ingat tolong kau rahasiakan soal ini jangan kasi tau pada siapapun termasuk mama "


" baik tuan, dan ini berkas yang harus anda tanda tangani " ucap Aldo sambil menyodorkan map berisi berkas yang akan di tanda tangani Rey


" hem .. tolong besok kau handle dulu semua pekerjaan di kantor aku beberapa hari kedepan mungkin tidak akan masuk jadi klo ada berkas penting kau bawa saja ke sini atau minta cindy untuk mengantarnya kemari " katanya sambil memeriksa berkas yang di sodorkan Aldo lalu menandatangani nya.


" baik tuan. "


" oke kau boleh pulang istirahat aku akan kembali ke rumah sakit " sambil berdiri dari duduknya


" ya tuan Terima kasih " jawab Aldo lalu ikut berdiri melangkah mengekor di belakangnya.


Rey masuk ke ruangan perawatan istrinya tampak mama Rika dan mama Widya sedang tidur di ranjang sebelahnya sedang bayi Rafa dan Rafi sedang tidur nyenyak di box bayinya


" sayang kamu dari mana? " tanya Shofia bangun dari tidurnya


" aku habis ngobrolin pekerjaan dengan Aldo " jawab Rey sambil mengelus kedua pipi bayinya.


" mereka nyenyak sekali tidurnya, apa dia belum bangun dari abis menyusu tadi "


" iya bayi memang begitu lebih banyak tidur "


" sayang dia bangun "


" ya udah kamu gendong sini bawak ke sini bisa nggak? " tanya Shofia


" bisa lah dulu kyara kan aku yang rawat berdua cuman sama mama... owh sayang kamu haus ya sini papi gendong " lalu mengangkat salah satu bayi mereka dan memberikannya kepada Shofia untuk di susui.


Rey membantu Shofia untuk menyusui salah satu dari si kembar, Shofia masih tampak kaku


" gimana sayang.. " tanya Rey setelah bayi Rafi menemukan ****** maminya lalu menyedotnya dengan keras


" rasanya geli aneh " jawab Shofia polos


" klo aku yang menyusu nggak geli kan yang pastinya nikmat"


" plak " kamu ngomong kayak gitu didepan anaknya "


" dia nggak ngerti juga, oh sayang jangan dihabiskan sisain buat papi juga " ucap Rey sambil menoel Noel pipi putranya.


" sayang jangan ngomong gitu ada anak kecil "


" dia masih belum faham sayang " dan tiba tiba saja bayi Rafi menangis dan seperti nya ia lapar juga

__ADS_1


" sayang tolong ambil Rafa dong "


" oke siap nyonya " dan Rey pun melangkah menuju box bayi mengambil bayi Rafa yang mulai menangis


" cup.. cup. sayang kamu haus juga sini papi gendong " sambil menepuk nepuk bokong bayinya


" sayang sudah mana Rafa ini sepertinya Rafi udah kenyang " lalu Rey pun meletakkan bayi Rafa di pangkuan Shofia lalu mengambil bayi Rafi yang sudah terlelap kembali untuk di letakkan di dalam box.


" apa asimu lancar keluarnya "


" ya mas ini aja bajuku basah karena mereka nggak nyusu dari tadi tidurnya nyenyak banget"


lima belas menit kemudian bayi Rafa pun kembali tidur setelah puas meminum asi maminya. Rey kembali meletakkan bayi Rafa ke dalam box kemudian melangkah ikut berbaring di samping istrinya.


" sayang jahitannya sakit? " tanya Rey sambil rebahan miring menghadap istrinya.


" ya mas masih terasa nyeri sedikit apalagi klo di bawak ketawa atau batuk makin terasa"


" maaf ya gara gara kamu melahirkan anak anak kita kamu jadi kayak gini " ucap Rey sambil membelai pipi sang istri


" sssttt kamu ngomong apa mas, ini sudah kodrat aku sebagai seorang istri mengandung dan melahirkan dan aku bangga bisa menjadi seorang ibu apalagi bisa menyusui mereka ada rasa kepuasan dan kebanggaan pada diri aku sebagai seorang ibu "


" makasih ya sayang aku makin sayang dan makin cinta deh sama istri aku ini " sambil mentoel hidung bangir istri nya.


" kriuuuuk " suara perut Shofia berbunyi


" kenapa kamu lapar " tanya Rey sedikit merenggangkan pelukannya


" iya mas abis menyusui anak anak aku jadi lapar " Rey bangun dan duduk dari tidurnya.


" kamu mau makan apa? "


" apa aja deh mas yang penting aku kenyang "


" nggak usah nasi deh mas martabak telur aja klo ada atau martabak coklat keju juga boleh "


" Oke tadi kayaknya mas liat ada dagang martabak di bawah sebentar ya mas cariin dulu"


" Oke makasih cintaku "


" sama sama sayangku " lalu mencium pucuk kepala istri nya sebelum pergi keluar untuk mencari pesanan sang istri


setengah jam kemudian Rey datang membawakan dua kotak mertabak


" sayang ini martabaknya "


" makasih sayang " jawabnya Rey membantu istrinya untuk duduk kemudian membuka kotak martabak menyomot satu potong dan menyodorkannya ke Shofia


" ini makanlah "


" makasih sayang, kamu nggak makan? "


" nggak aku masih kenyang sayang baru aja abis makan tadi sama Aldo " dan tak menunggu lama empat potong martabak berhasil Shofia habiskan


" udah mas aku kenyang "


" tapi ini masih banyak katanya tadi lapar nanti dingin nggak enak lho "


" iya tapi ini kamu beli dua kotak banyak sekali kamu mau aku jadi gendut.. "

__ADS_1


" nggak akan gendut kan kamu menyusui 2 bayi " ucap Rey


" ya tapi aku sudah kenyang nanti aja klo lapar aku makan lagi " kemudian Shofia menutup kembali box martabak dan meletakkannya di atas nakas


" ya udah kamu tidur lagi ini baru jam sebelas malam"


" kamu nggak tidur mas "


" ya nanti saja, aku ada sedikit pekerjaan sekalian aku jaga Rafa dan Rafi udah kamu tidur lagi "


" hem.. " dan Shofia kembali merebahkan tubuhnya Rey membaguskan posisi selimut istrinya mengecup keningnya sebentar kemudian kembali ke sofa sambil membuka laptopnya.


pagi pagi sekali Mama Rika dan Mama Widya pulang untuk membersihkan diri sedang dua bayi kembar mereka sedang di bersihkan oleh para perawat.begitu pula Shofia ia sedang di mandikan tepatnya di lap tubuhnya oleh perawat yang lain.


setelah bersih keduanya pun di susui oleh maminya. pintu ruangan dibuka setelah keduanya selesai ***** ke maminya. tampak dokter anak masuk diikuti seorang perawat di belakangnya untuk memeriksa bayi kembarnya.


" pagi tuan nyonya gimana bayinya nyenyak tidurnya? " tanya sang dokter


" alhamdulillah anteng dok "


" asinya lancar? "


" alhamdulillah "


" terus di susui setiap dua jam sekali ya bunda putanya supaya berat badannya cepat naik " ucap dokter sambil memeriksa kondisi kedua bayi kembar Rafa dan Rafi.


" ya dok.. "


" sejauh ini kondisi baik normal cuman matanya agak kuning nanti sering sering di jemur bayinya ya bunda "


" ya dok "


" oke klo begitu kita pamit sebentar lagi mungkin dokter kandungan akan memeriksa kondisi bundanya" ucap dokter itu lagi. sebelum akhirnya pamit undur diri.


benar saja tidak sampai sepuluh menit dokter kandungan tiba bersama dokter koas memeriksa kondisi jahitan Shofia serta menanyakan kondisinya.


" terus di susui bayinya ya bunda agar jahitannya cepat kering "


"ya dok terima kasih "


" wah Shofia selamat ya kamu sudah melahirkan bayi kembar mereka sangat tampan. " ucap teman sesama koasnya


" makasih Rin "


" ya klo begitu aku lanjut tugas ya "


" hem" jawab Shofia lalu mereka pun pamit menunduk sebentar kepada Rey dan akhirnya keluar dari ruangan tersebut.


satu jam kemudian tampak Rey dengan telaten menyuapi Shofia, Shofia menolak namun Rey tetap memaksa untuk menyuapinya, sedangkan bayi kembar meraka tampak masih anteng tertidur di dalam boxnya.


" assalamu'alaikum "


" Walaikum salam "


" gimana tidurnya tadi malam apa aman? mereka nggak rewel kan? "


" alhamdulillah aman " jawab Shofia sedang Rey menyodorkan air mineral untuk istrinya.


" udah mas aku kenyang kamu kan belum sarapan sarapan gih nanti kamu sakit klo kamu telat makan, lagian di sini sudah ada Vania " ucap Shofia

__ADS_1


" ya udah aku ke kantin sebentar ya..!, van aku titip Shofia "


" ya tuan " jawab Vania lalu melangkah mendekati ranjang dimana bayi kembar sedang tertidur.


__ADS_2