MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 105


__ADS_3

Rey dan shofia melangkah menuju kamar mereka lantai 27 dengan menggunakan lift Rey yang melihat istrinya sedikit kesulitan melangkah dengan gaun pengantinnya langsung menggendong istrinya.


shofia merasa tubuhnya melayang langsung melingkar kan tangannya ke leher Rey suaminya


" sayang turunkan aku aku bisa kok jalan sendiri " ucap shofia dengan pipi memerah


" tadi katanya kakinya sakit, udah nggak papa lagian kamu kesulitan gitu jalannya " dan shofia pun memilih diam


setelah mereka tiba di depan kamar Rey meminta shofia membuka access pintu dengan menggunakan SIMcard dan menempelkan di pintu


" sayang sudah nyampe aku turunin aja " kembali shofia minta turun dari gendongan suami


" kemaren katanya pingin kayak penganten yang lain jadi anggap saja ini malam pertama kita "bisik Rey sambil melangkah masuk ke dalam kamar.sedang shofia merasa wajahnya terasa panas menahan malu


shofia mengedarkan matanya menatap takjub pada kamar hotel presintial suite kamar yang sangat luas dengan ruang tamu terpisah dengan ruang tidur, ranjang yang berukuran king size dengan hiasan dua angsa membentuk hati serta kelopak bungan yang bertaburan di atasnya. Rey memeluk pinggang istrinya dari belakang


" aku nggak tau apa seperti ini impian malam pengantin mu sayang, maaf jika ini tidak sesuai dengan keinginan mu " bisik Rey di telinga istrinya sambil memberikan gigitan kecil di telinga sang istri


shofia membalikkan tubuh nya kemudian melingkarkan tangannya di leher suaminya


" sayang ini sangat indah sungguh "


" apa kamu suka? " tanya Rey sambil membelai pipi shofia


" hemm sangat suka " jawab shofia sambil menatap mata indah sang suami lalu sejurus kemudian Rey memiringkan kepalanya menahan tengkuk istrinya mencium bibir ranum istrinya yang kini menjadi candu baginya dan shofia pun membalas ciuman manis suaminya hingga beberapa menit kemudian


"aku mandi dulu ya mas tolong kamu bukakan resleting bajuku " pinta shofia dan tanpa menunggu lama Rey pun menarik resleting gaun pengantin sang istri dengan senyum yang sulit diartikan kemudian membantu sang istri meanggalkan gaun tersebut.menyisakan pakaian dalam istrinya Rey kembali memeluk sang istri mencium punggung hingga leher sang istri memberikan jejek kepemilikan di sana


" sayang aku mandi dulu " ucap shofia berusaha melepaskan pelukan suaminya sambil menahan debaran jantungnya


" nggak usah mandi nanti saja " ucap Rey dengan nafas beratnya menahan hasrat yang beberapa hari ini dia tahan. kemudian Rey mengangkat tubuh shofia membaringkannya di ranjang membuka setiap helai sesuatu yang menempel pada tubuhnya dan tubuh istri nya hingga mereka berdua sama sama polos.


Rey mulai melakukan feroplay memberikan sentuhan sentuhan tangan dan bibirnya di bagian bagian sensitif istrinya hingga penyatuan itupun terjadi desahan kenikmatan keluar dari bibir mereka berdua menikmati indahnya surga dunia. hingga mereka terkulai lemas tak berdaya


" makasih sayang cup" Rey mengecup punggung sang istri lalu menyelimuti nya.


" sayang aku mau mandi dulu badanku terasa lengket" ucap shofia berusaha bangkit dari tidurnya turun dari ranjang dengan menarik selimut berusaha menutupi tubuhnya. karena selimut yang begitu besar membuat ia kesulitan memakainya .


" sayang nggak usah pake selimutnya " ucap Rey berusaha menahan selimut tersebut


" ckk tapi aku malu " Rey bangun dari tidurnya dan langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


" sayang! " teriak shofia


" aku akan memandikan mu "


" tapiii..! "


" kenapa malu lagi? malu kenapa ? bukanya aku sudah melihat semuanya "


" tau ah.. ..! " sambil bersembunyi di balik dada bidang suaminya


hampir lebih satu jam barulah mereka menyelesaikan ritual mandi mereka yang bisa di katakan bukan mandi biasa karena saat mereka berenam dengan air hangat di dalam Bathtub Rey kembali menyerang sang istri shofia berusaha menolak tapi Rey berdalih karena dia lama berpuasa saatnya balas dendam alhasil shofia pun pasrah.


shofia berjalan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono handuknya sambil mengeringkan rambutnya Rey yang sudah lebih dulu selesai mandi segera menggelar sajadah karena mereka belum menunaikan sholat isya selesai sholat mereka langsung naik ke atas ranjang untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


pagi itu dua suami istri yang sedang di mabuk asmara masih bergelung didalam selimut saling berpelukan shofia menggeliat kan tubuhnya karena merasa wajahnya terkena pantulan sinar matahari dari balik tirai kamar hotel.


shofia mengerjapkan matanya lalu meraih jam di ponsel nya dan membelalakkan matanya


" ya ampun sudah jam 9 kenapa aku nggak dengar azan subuh " ucapnya karena saking lelahnya akibat permainan panas mereka tadi malam mereka baru tidur menjalang jam 3 pagi.


" mas bangun.. kita bangunnya kesiangan "ucap shofia lagi lalu segera turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk segera wudlu


" sayang bangun ayo ini sudah siang kita terlambat sholat subuh nya " kembali shofia membangunkan sang suami


" jam berapa ini? "


" jam 9 "


" apa? " Rey pun tak kalah terkejutnya dan dia pun segera bangun kemudian menuju kamar mandi.


jam sepuluh pagi mereka menuju restoran hotel untuk sarapan pagi beberapa karyawan hotel melirik shofia dengan senyum yang sulit di artikan melihat sekilas beberapa tanda kemerahan di lehernya. shofia yang merasa mendapatkan tatapan aneh segera ijin ke toilet sebentar kemudian berdiri di depan cermin di depan wastafel

__ADS_1


dia membelalakkan matanya menatap pantulan dirinya di depan cermin.


" ya Tuhan kenapa aku nggak sadar? pantes aja mereka menatapku dengan tatapan aneh " gumamnya dalam hati kemudian dia berusaha menutupi lehernya dengan rambut yang di biarkan menjuntai ke depan lalu dengan cepat shofia kembali ke meja nya bergabung bersama sang suami dengan wajah kesalnya


" hey kenapa hem? wajahnya kok di Teluk gtu? " tegur Rey


" ish..! jawab shofia kesal


" lho kenapa kok keluar dari toilet wajahnya masam kayak gitu? apa ada yang mengganggu mu? " tanya Rey lagi


" ini liat..! " ucap shofia sambil menyibakkan sedikit rambut nya


" he he bagus kan tato alami" ucap Rey tanpa merasa bersalah. sedang shofia hanya menarik nafas panjang


" tau gitu kan mending kita nggak usah keluar kamar tadi " balas shofia


" oke fix jadi nanti kita nggak akan keluar kamar sampe besok "


" apa..? " teriak shofia


" ssttt...sayang pelankan suaramu kamu mau semua orang melihatmu dan memperhatikan tanda merah di leher mu " goda Rey


" tau ah " dan shofia pun memilih diam dengan semburat merah di pipinya.


selesai sarapan benar saja shofia langsung kembali ke kamar hotel dia kembali mengaca di depan cermin memperhatikan lehernya yang banyak tanda kemerahan bahkan dia membuka beberapa kancing bajunya dan benar saja di sana banyak sekali tanda kepemilikan disana.


" kenapa apa kamu terpesona dengan karyaku? " tanya Rey yang baru keluar dari kamar mandi


" ccckk lihat aku malah seperti macan tutul " ucap shofia sambil melirik sang suami kemudian mengambil poundation untuk menutupi bekas gigitan sang suami dan dengan cepat Rey menahan tangannya


" jangan di tutupi biar saja " cegah Rey


" tapi ini aku malu jika keluar kamar seperti ini "


" kita nggak akan kemana mana hanya di kamar saja " ucap Rey


" apa? nggak aku bisa mati bosan mas di kamar terus "


" jangan macam macam yang ini aja masih perih " jawab shofia berlalu dari hadapan sang suami menuju kamar mandi. sedang Rey hanya mematung mendengar ucapan istrinya.


" apa aku terlalu kasar ya tadi malam " pikirnya kemudian Rey langsung menelpon dokter pribadinya untuk berkonsultasi dan menanyakan obat untuk menghilangkan perih di bagian inti istrinya.


shofia keluar dari kamar kemudian memilih duduk di ruang tamu sambil menonton acara televisi karena lama lama di ruang tidur bisa bisa suaminya itu bakal menyerangnya kembali.


Rey menyusul istrinya duduk di samping sang istri mencari canel siaran televisi.


" mas kita kapan kembali ke rumah? "


" kenapa apa kamu nggak mau lama lama berduaan sama suamimu? "


" bukan begitu mas tapi kyara pasti dia bingung nyariin kita karena nggak pulang "


" kamu tenang aja sudah ada mama di rumah yang mengurusnya."


" makasih ya sayang sudah mencemaskan kyara anak aku " kata Rey lagi sambil memeluk tubuh sang istri


" dia juga anak aku mas bahkan sebelum aku jatuh cinta sama kamu aku lebih dulu jatuh cinta sama kyara " Rey tersenyum kemudian meraih tangan sang istri menciumnya dengan hangat menatap wajah sang istri


" makasih sayang sudah mengisi kekosongan di hati aku dan kyara " sambil menangkup wajah sang istri menatap manik mata teduhnya. shofia hanya mengangguk pelan Rey memiringkan sedikit kepalanya menyesal manisnya bibir ranum shofia.


shofia meremas kemeja suaminya Rey semakin menekan tengkuk sang istri untuk memperdalam ciuman sedang tangan satu nya dengan perlahan tapi pasti membuka satu persatu kancing baju shofia hingga baju atasan tersebut terbuka sempurna menampilkan bra maron dengan isinya yang terlihat hendak tumpah


Rey meremas nya dengan lembut shofia sedikit mendesah kembali tangannya melingkar di tubuh istrinya


" tek " kini pengait dua bukit kembar tersebut terlepas. Rey beralih pada dua gundukan kenyal tersebut mengecapnya dengan rakus shofia menegang dengan sangat lihai kini bagaian atas shofia terlepas dari tubuhnya.


Rey mendorong tubuh sang istri agar bersandar pada pegangan sofa menyicipi setiap lekuk tubuh sang istri dan kini Rey pun berhasil melorot kan bawahan sang istri kemudian kembali bermain main di lembah yang ditumbuhi bulu bulu halus disana menyesapnya dengan lahap. sungguh shofia merasa kenikmatan yang luar biasa di bibirnya tadi dia menolak namun bahasa tubuhnya tak mampu menolak bahkan kini menuntut untuk melakukan hal lebih


" ah sayang " ucap shofia kemudian menarik kaos oblong suaminya dan dengan cepat Rey membuka celana selututnya melempar ke sembarang tempat shofia segera memegang tongkat ajaib sang suami membimbing nya agar masuk ke dalam gua kenikmatan.


Rey mulai memacu gerakannya dengan tempo pelan dan semakin lama semakin cepat. merasa posisinya kurang nyaman Rey mengangkat tubuh sang istri menuju ranjang tanpa melepaskan penyatuan mereka, kembali berpacu untuk mencapai puncak kenikmatan. ntah sudah berapa gaya yang Rey lakukan hingga dua jam kemudian barulah mereka menuntaskan permainan ranjang panas mereka.


kedua suami istri tersebut terkulai tak berdaya dengan keringat membanjiri sekujur tubuh mereka. Rey mencium perut shofia berharap benih yang baru saja dia tanam akan tumbuh subur di dalam rahim sang istri.

__ADS_1


" aku mandi dulu " ucap shofia hendak bangkit dari ranjang


" nanti dulu biarkan dia masuk dengan sempurna dulu baru kamu turun dari ranjang " shofia hanya memutar matanya dan akhirnya memilih patuh berbaring di samping sang suami.


keesokan harinya mereka kembali ke kediaman mereka dan langsung disambut sang putri


" mamiii! " teriak kyara yang langsung berlari memeluk sang mami


" sayang hati hati " ucap shofia kemudian membalas memeluk kyara


" mami kenapa baru pulang? apa dedek bayinya sudah ada di dalam perut mami? " tanya nya polos sedang sang mama mertua yang ikut menyambut hanya pura para lengah menerima tatapan bingung shofia


" sayang kamu doakan saja ya " ucap sang mami.kemudian melangkah mencium tangan mama mertuanya


" sayang emang kamu mau punya adek? " pancing Rey yang kini menggedong kyara


" mau papi supaya aku punya teman main "


" anak pinter tapi sekarang dedek bayinya masih papi buat dulu sama mami makanya mulai sekarang kamu nggak boleh sering sering bobok sama mami "


" astagfirullah mas kamu...! " shofia melotot kan matanya dan kehabisan kata kata bisa bisanya dia bicara seperti itu pada putrinya yang masih kecil


" shofia kamu sudah pulang? " sapa mama rika yang baru turun dari tangga


" ah iya ma " kemudian melangkah mencium punggung tangan mamanya yang diikuti Rey di belakangnya


" gimana kabar mama? "


" mama sehat kok "


" ya udah kalian ke kamar dulu istirahat " ujar mama widya


" iya ma kami ke kamar dulu " ucap Rey lalu merangkul istrinya melangkah menaiki tangga menuju kamar nya.


" sampai di kamar Rey menurunkan kyara dari gendongannya


" papi berarti dedek bayinya belum ada trus kapan? kemaren kata oma besok mami datang bakal bawa adik buat aku " kembali kyara menanyakan adiknya


" sayang klo kamu mau adik papi sama mami harus kerja keras dulu buat adiknya "


" plak " shofia memukul punggung sang suami


" sayang klo kyara mau adek kyara harus banyak berdoa sama Allah supaya kyara cepet di kasi adek supaya dedeknya cepet ada di perut mami " terang sang mami


" klo begitu nanti abis sholat aku akan berdoa terus supaya Allah kasi aku adik "


" anak pintar " ucap shofia sambil memeluk putri sambungnya tersebut.


" sayang aku mau ke kantor dulu ada pekerjaan mendesak yang harus aku selesaikan "


" lho katanya libur tiga hari " shofia sedikit keberatan


" kenapa emang kamu mau lagi? tenang sayang kita akan melakukan nya nanti malam sekarang kamu istirahat dan makan yang banyak kumpulkan tenaga buat nanti malam " bisik Rey


" blushing" pipi shofia tiba tiba merona


" kamu mas ad kyara " bisiknya


" he he dia masih kecil belum faham juga. ya udah aku ke kantor dulu cup" mengecup pipi sang istri kemudian beralih ke sang putri mencium seluruh wajah mungil istrinya


" papi geli " kyara terkekeh


" papa ke kantor dulu ya! ingat kamu jangan nakal assalamu'alaikum "


" waalaikum salam mas hati hati ya " ucap shofia sebelum suaminya menghilang dari balik pintu


*****


maaf ya agak terlambat up nya makasih masih setia dengan cerita aku.


tetap kasi dukungan kalian dengan like komen vote dan favorit kalian.


happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2